Menceritakan tentang hubungan percintaan yang rumit antara dua insan yang terjebak dalam zona persahabatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nsti Nsti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
HAPPY READING 🥰🥰🥰
,
,
,
......................
Sedang kan disisi lain mobil Yean yang baru tiba di halaman depan mansion Nesti Yean segera turun dan membantu Nesti untuk keluar dari mobil dengan memapah Nesti untuk masuk kedalam ruangan mansion nya
"Nona Nesti,, nona Nesti kenapa!!!"
Kaget pelayan
"Aku akan menjelaskan nya nanti bi,, tapi aku harus membawa nya dulu kedalam kamarnya bi,,"
Ucap Yean yang nampak kesusahan memapah Nesti
"Ini panas sekali,,!!!!"
Racau Nesti
Yean terus memapah Nesti untuk menaiki tangga satu persatu hingga akhirnya mereka sudah tiba di kamar Nesti dan merebahkan Nesti secara perlahan di atas ranjang
"Kenapa ini terasa panas sekali,,!!!"
Racau Nesti dengan mengibas ngibas kerah kemeja nya
"Apa aku harus mengganti pakaian mu,,????
,
,
,
......................
Mobil Ardila sudah tiba di depan gerbang milik mansion Nesti
"Apa ini alamatnya,,??".
Tanya Ardila ragu dalam batinnya.
Untuk memastikan nya Ardila memencet klakson mobil nya
TIT TIT TIT
Mendengar suara klakson mobil membuat penjaga mansion milik Nesti segera membukakan gerbang
Setelah membuka gerbang penjaga tersebut menghampiri mobil Ardila
"Apa benar ini alamat Nesti Patricia Pattinson,,??" Tanya Ardila dengan menyodorkan kartu nama Nesti kearah penjaga
"Iya benar nona,,"
Angguk penjaga
"Apa saya boleh masuk,,??"
"Ya silahkan nona,, nona Nesti juga sedang di dalam,," Senyum penjaga yang segera membuka kan gerbang untuk mobil Ardila
Ardila nampak Senang dan menancap pedal gas mobil nya untuk memasuki halaman Nesti Mobil Ardila sudah sampai.
Ardila segera turun dan berjalan menuju Pintu mansion Nesti
TING TING TING TING
(Suara bel berbunyi)
Mendengar suara bel berbunyi membuat pelayan Yang ada di dalam ruangan segera membukakan pintu untuk Ardila
CEKLEK
"Nona Ardila,,,?????"
Kaget pelayan tersebut setelah membuka kan pintu untuk Ardila
"Hallo bibi wan,,!!!"
Sapa Ardila dengan senyum hangat nya
"Ya Tuhan,, kemana saja kamu nak,,???"
"Aku tidak kemana-mana bi,,"
Jawab Ardila yang segera memeluk bibi wan
"Oh ya apa Nesti ada didalam,,??"
Tanya Ardila stelah melepas pelukannya
"Ada nak,, nona Nesti ada di kamar nya,,"
"Baiklah,,aku akan menemui nya sekarang,,"
Ucap Ardila yang segera masuk kedalam mansion Nesti
"Silahkan nak,, apa kamu mau bibi siapkan sesuatu,,??"
Tanya bibi wan di sela-sela langkahnya
"Tidak perlu bi,, Ardila sudah sangat kenyang,, Ardila hanya ingin menemui sahabat Ardilla,,"
"Ya sudah,, tapi nona,,,,"
"Dimana kamar nya bi,,??
Tanya Ardila yang memotong ucapan bibi wan
"Di atas sana nak,,"
Tunjuk bibi wan
Stelah mendengar ucapan bibi wan Ardila segera berjalan dan menaiki anak tangga satu persatu dengan senyum kebahagiaan yang tidak pernah luntur dari pipinya
Sedangkan Yean yang berusaha membantu Nesti untuk melepas kan satu persatu kancing kemeja Nesti
"panas,,!!"
"Hmmp kenapa kamu sangat menggoda sekali bunny,,??"
Racau Nesti dengan mengalungkan kedua tangan nya di tekuk Yean membuat Yean terkejut dengan racauan Nesti
"Nesti,,ini aku,, lepaskan aku,,"
Kaget Yean dengan menarik tangan Nesti dari tekuknya
"Oh no,,aku sungguh menginginkan mu bunny,, diam lah dan jangan cerewet Terus,,"
Racau Nesti dengan mengelus pipi Yean
"Nesti,,!! Sadarlah ini aku,,"
Panik Yean
Nesti semakin meracau tidak karuan dan menarik tekuk Yean untuk lebih dekat lagi
CEKLEK
(Suara pintu terbuka)
"Apa yang sedang kalian lakukan,,!!!!!"
Teriak Ardila yang baru masuk
Yean yang mendengar teriakkan Ardila segera menoleh kearah pintu Yean semakin panik dengan melepas paksa tangan Nesti
"Ardila,,!!"
Kaget Yean dengan berjalan menghampiri Ardila
"Hey kamu mau kemana,, kesini lah aku menginginkan mu,,"
Racau Nesti seakan tidak terima dengan kepergian Yean
Ardila tidak mendengar ucapan Yean matanya terus tertuju pada Nesti yang terlihat agresif dengan pakaian yang hampir terlepas semua.
Tubuh Ardila seketika bergetar Manahan emosi sedangkan air matanya mulai jatuh tanpa Isakan dan tangisan
Hingga akhirnya Ardila menghapus kasar air matanya dan pergi meninggalkan Nesti
"Ardila,, kau mau kemana?"
Panggil Yean namun Ardila tidak mengindahkan nya dan terus berlari meninggalkan kamar Nesti
Ardila terus berlari menuruni anak tangga sembari menghapus air matanya
"Ardila mau kemana kamu nak,,??"
Tanya bibi wan
"Aku pergi dulu bi,,".
Jawab Ardila tanpa menghentikan langkah nya Bibi wan nampak terkejut dengan expresi Ardila
"Apa sudah terjadi sesuatu,, kenapa nona Ardila seperti sedang menangis,,"
Bibi wan yang penasaran bergegas menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar Nesti
CEKLEK
"Upss maaf saya tidak bermaksud lancang nona,," Kaget bibi wan yang segera membalikan tubuhnya
"Bibi,,ini tidak seperti yang bibi lihat,, Nesti sangat mabuk berat,, aku hanya sedang membantu nya bi,," Panik Yean
penjelasan Yean Bibi wan membalik kan kembali badannya
"Bi tolong gantikan pakaian Nesti,, pakaian nya sudah sangat kotor,,"
"Hmmp Baiklah Nona,,saya akan membantunya"
Yean segera berdiri dan berjalan kearah luar pintu kamar Nesti
bibi wan mulai mengganti pakaian Nesti dengan pakaian tidur
Stelah selesai bibi wan menyelimuti Nesti dengan selimut dan pergi keluar kamar Nesti dengan meninggalkan Nesti yang Sudah terlelap dalam tidurnya
"Apa semua sudah selesai bi,,??"
Tanya Yean dari luar pintu kamar Nesti
"Sudah Nona,, lebih baik Nona segera pulang,, karena nona Nesti sudah terlelap dalam tidurnya,,"
Ucap bibi wan sembari menutup pintu kamar Nesti dari arah luar
"Baiklah bi,,ini memang sudah sangat larut,, kalau begitu aku pulang dulu,,"
"Iya Nona,, hati-hati di jalan,,
Ucap Bibi Wan
,
,
,