Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.
Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.
Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.
Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.
Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...
"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)
"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)
Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???
Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.
Karena pekerjaan Hanum yang semakin hari semakin menyita waktu seiring berkembangnya perusahaan yang dipimpinnya semakin pesat pula, bahkan mampu mensejajarkan perusahaannya dengan perusahaan Wiwaro Group, membuatnya lupa waktu. Begitupun hari ini, Hanum melewatkan makan malam bersama kedua orangtuanya.
Pukul 21.00 barulah Hanum tiba dirumah. Pak Atma dan istrinya masih setia didepan tv sambil menunggu anak semata wayang mereka. Hanum pun menghampiri mereka dan menyapa "assalamualaikum pa, ma,,,,tumben blom tidur".
"Waalaikumsalam sayang,,,"balas mereka kompak.
"Sudah makan malam, sayang???"tanya bu yana.
"Udah ma, tadi ama kak Rima". jawab Hanum sambil berjalan kearah kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya
"Bersih-bersih badan dulu, gih,,,,papa mau bicara sesuatu".kata bu yana lagi
Tanpa bertanya Hanum mengiyakan dan berjalan ke kamarnya sambil mencium pipi sang mama tercinta "Ok mamaku cantik,,,,"
Sang mama hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang sudah dewasa tapi tetap saja masih manja terhadapnya.
Setelah hampir 30 menit kemudian Hanum keluar dari kamarnya dengan wajah yang lebih segar, lalu menghampiri kedua orang terkasihnya.
Pak Atma kemudian menyuruhnya duduk diantara dirinya dan sang istri.
Setelah Hanum duduk diantara mama dan papanya, lalu pak atma mulai membuka nada suara yang lembut "sayang,,,,papa sama mama mau bicara serius sama kamu,,,,".
"CK,,,,,bukannya papa dari tadi bicaranya serius???"balas hanum sambil memanyunkan bibirnya.
Sambil memeluk anaknya, bu Yana menimpali "bukan seperti itu sayang,,,,kali ini kami bener-bener sangat mengharapkan kamu mau menuruti kami, sayang,,,".
Hanum mencoba memikirkan perkataan mamanya hmmmm....pasti masalah perjodohan itu lagi. batin hanum
flashback on
Beberapa hari setelah Hanum tiba di tanah air, mama dan papa Hanum menyinggung soal perjodohan, dan langsung ditolak secara halus oleh Hanum.
"sayang,,,,papa dengan mama berniat mengenalkan mu dengan anak sahabat sekaligus rekan bisnis papa".kata papa saat duduk diruang keluarga
"Sudahlah pa,,,,Hanum masih ingin menikmati masa muda Hanum, lagian apa papa tidak malu diberitakan di media dengan judul "pernikahan bisnis putri pengusaha ternama.bapak Atma Wijaya ", Hanum sih ogahlah, pa..."
Karena tidak tertarik dengan masalah perjodohan sehingga Hanum tidak pernah mencari tau siapa lelaki pilihan orangtuanya.
flashback off
Bukannya Hanum tidak normal, hanya saja sakit hatinya dimasa lalu belum juga sembuh. Meskipun mengasingkan diri dinegeri orang dan menyibukkan dengan pendidikannya, tapi ketika kembali ketanah air apalagi orang itu sering dijumpainya entah sengaja ataupun tidak sengaja, sehingga sulit rasanya menghapus luka itu.
Setelah cukup lama terdiam, akhirnya Hanum berkata" apa yang papa sama mama harapkan dari Hanum??"
Senyum ceria kedua orang yang sangat Hanum sayangi dan cintai merekah dibibir mereka seraya berkata "kami sudah tua, sayang,,,,dihari tua kami ingin melihatmu bersama orang yang bisa melindungi dan membahagiakanmu, nak".
"Tapi kalo masalah itu, Hanum belum memikirkannya, pa, ma".balas Hanum berusaha menolak
"sayang,,,cobalah untuk memikirkannya kali ini, biar kami bisa tenang, nak,,,"bujuk papa Hanum
"Pa, ma,,,karena Hanum belum sempat berfikir tentang pernikahan, makanya Hanum belum memutuskan untuk berhubungan dengan seseorang, terus,,,,Hanum nikahnya dengan siapa, dong???"kata Hanum panjang lebar dan mulai kesal
"Gimana kalo kita melanjutkan perjodohan kamu dengan anak sahabat papa". saran papa Hanum secepatnya karena memang sejak awal bermaksud menjodohkan Hanum dengan Putra Mandala anak dari sahabatnya Wiwaro Mandala.
"Tapi kalo tidak ada kecocokan diantara kami, bisa kan saya menolak dan mencari sendiri, pa???" hanum masih berusaha bernegosiasi dengan papanya.
"Mama yakin kamu pasti cocok, sayang,,,"kata mama hanum bersemangat
"Hanum jadi penasaran,,,,siapa sih orangnya, ma??"tanya Hanum
"Putra Mandala, anak bapak Wiwaro Mandala" jawab mamanya masih penuh semangat.
"Apaaaa?????!!!" Hanum hanya bisa melototkan matanya dan serasa kering tenggorokannya tak mampu mengeluarkan kata-kata, hanya mencoba mencerna kembali perkataan mamanya, dia tak pernah menyangka akan berputar kembali kemasa lalu yang selalu dia hindari. Serasa dunia berhenti berputar, dahulu mereka merajut kasih lalu terpisah kemudian bertemu kembali, lalu berpisah lagi, sekarang kedua orangtuanya ingin menyatukannya lagi.
Kemudian Hanum mencoba memprovokasi mamanya supaya menangguhkan kembali keinginannya " ma,,,,setelah perlakuan nyonya Okta pada Hanum direstaurant kita beberapa waktu lalu,,,apa mama masih mau berbesan dengannya??? orang yang sombong dan seolah-olah hanya dia yang bisa membeli barang mewah.????"
"Itu kan karena tante Okta tidak mengenalmu, sayang,,,"balas bu yana.
Hanum masih berusaha menggoyahkan keputusan sang mama "tapi koq Hanum nggak yakin, ma... kalo nyonya Okta tidak matre".
"Hussshhh,,,,kamu tuh, ya,,,asal ngomong aja deh, mama dengan papa kenal udah lama koq dengan keluarga mereka, sebelum kamu.keluar negri, kami sudah saling kenal". kata mama lagi.
"Asal mama ama papa tau ya, kenapa Hanum tidak yakin dengan pilihan papa ama mama, dulu yang membuat Hanum memilih keluar negri melanjutkan pendidikan karena Putra lebih memilih menikah dengan pilihan mamanya daripada bersama dengan Hanum, karena waktu itu mereka tidak tau identitas Hanum yang sebenarnya. Mereka mengira Hanum hanya anak dari keluarga sederhana". kata Hanum panjang lebar sehingga membuat kedua orangtuanya terdiam.
Mereka baru tau alasan Hanum sebenarnya sehingga lebih memilih tinggal diluar negri. Mereka dilema, akan tetapi mereka juga tau kalo hal itu bukan kesalahan Putra sepenuhnya. Putra adalah anak yang berbakti pada kedua orangtunya, selama ini dia tidak pernah menentang keinginan orangtuanya. Hal inilah yang membuat pak Atma dan bu Yana yakin bahwa Putra bisa menjaga putri tunggal mereka.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
hai....hai....author tak bosan-bosan mengharap jejak dari para readers yang baik dan budiman😀😀😀😀
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic