Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Tak Asing
"Kiara.... tunggu!" panggil seorang wanita wanita berpenampilan modis itu. Tampak wanita itu tersenyum begitu manis.
Kiara membalikkan tubuh, lalu menatap wanita modis itu dengan senyum manisnya.
"Ada apa, Kak? astaga, sampai lari-lari begitu," jawab Kiara masih dengan senyum sumringahnya.
"Ini ada titipan dari ibu buat Kevin. Kemarin Ibu panen anggur, langsung inget cucu kesayangannya itu. Astaga, hampir saja aku telat tadi," ucap Sinta, sahabat baik Kiara. Ia berkata demikian karena tau Kiara sudah ganti shift.
"Kan kakak bisa telpon aku dulu to. Nanti aku bisa tunggu," jawab Kiara, lembut.
"Aku lupa ga bawa handphone. Handphone ku ketinggalan di toko, maaf ya. Tadi anterin pesenannya buru-buru," ucap Sinta, dengan senyum manisnya.
"Baiklah, astaga, kakak selalu ceroboh. Sampaikan pada tante Anti ya, makasih anggurnya, Kevin pasti senang. Hari ini aku izin ke toko agak telat ya, Kak. Kevin pengen makan es krim, nanti aku anter dia makan es krim dulu, setelah itu aku baru ke toko, oke," pinta Kiara, lembut.
"Oke, kamu layani dulu pangeran mu. Aku juga free kok malam ini, nanti aku jaga sampai kamu datang." Sinta menyerahkan bag berisi anggur hijau itu. Anggur organik hasil budidaya Ibu Anti.
"Terima kasih banyak bosku, semoga kebaikanmu di balas sama Allah ya, Kak. Makasih banyak juga sayang ku, kamu selalu mau mengerti aku," canda Kiara, sembari tertawa pelan.
"Lebih baik kamu diam, jangan coba-coba merayuku." Sinta mencebikkan bibirnya, meremehkan rayuan itu.
"Jangan gitu lah, Sayang. Kakak kan tau aku sayang Kakak, hehehe!" canda Kiara lagi, dengan gemas ia pun memeluk gadis yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri ini.
Sinta tak menanggapi candaan itu, ia tau kalo sahabat baiknya ini memang suka seperti itu. Karena ia harus kembali ke toko, Sinta pun segera memakai helmnya kembali. Namun sebelum ia memakai helmnya, di jalanan sebelah tempat mereka berdiri ada rombongan mobil masuk ke dalam pelataran hotel tempat Kiara bekerja. Aksi ini pun membuat Kiara dan Sinta melongo.
"Astaga, bos dari mana ini, sampai di kawal enam mobil. Ck ck ck, pasti dia kaya raya ya Ra," ucap Sinta, spontan.
"Ya Tuhan, Kak. Biasa aja kali, kamu ini kayak ga biasa lihat begituan. Kamu kan pernah kerja di hotel itu, masak lihat begituan kayak heran, sebelum aku di pindah ke lapangan, bukankah kamu duluan yang ada di posisi ini," ucap Kiara, sembari memanyunkan bibirnya.
"Biasa sih, tapi bos yang ini kayak punya aura berbeda, Gaes. Lihat itu, astaga, dari punggungnya sepertinya dia sangat tampan, tinggi, gagah, perutnya pasti sixpack, oh Ya Tuhan, siapa wanita beruntung yang beruntung bisa dapetin dia ya," ucap Sinta sembari menutup mulutnya, kagum.
Berbeda dengan Sinta yang tampak terkagum-kagum dengan pemimpin bos muda itu, justru Kiara tampak santai. Sepertinya ia sudah tidak tergoda dengan pria, bagaimana pun bentuk penampilannya. Mungkin ini karena kegagalan yang pernah rasakan dalam pernikahannya lima tahun silam. Kiara benar-benar tidak peduli lagi dengan pria.
"Kenapa kamu diam saja, Sayang. Apa kamu tidak lagi tertarik dengan pria, ha?" tanya Sinta, crewet.
Kiara hanya menjawab ucapan itu dengan seny, sepertinya dia memang enggan menanggapi candaan sahabatnya perhal masalah pria.
"Ya Tuhan, Kiara, liat deh orang itu, tampan banget, Ya Allah, tolong sisakan untukku satu saja Ya Allah, yang kayak gitu, beneran Ya Allah, aku mau yang kayak gitu," ucap Sinta, terkagum-kagum.
Kiara yang penasaran dengan pria yang bisa masuk ke dalam doa sahabatnya ini, langsung membalikkan tubuh dan menatap pria itu.
Kiara mengerutkan kening, dalam hati ia merasa mengenal pria itu, namun semakin ia mencoba mengingat siapa sosok itu, semakin Kiara tak jua mengingat siapa pria tersebut. Tak mau pusing dengan perasaan yang hadir sekilas itu, Kiara pun memutuskan pamit. Sama dengan Kiara, Sinta pun akhirnya memutuskan kembali ke toko.
Di lain pihak, pria yang baru turun dari mobil itu sekilas juga melihat kehadiran Kiara. Meskipun jarak di antara mereka bisa di katakan jauh, tapi pria itu yakin jika yang ia lihat tadi adalah mantan istrinya.
bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat