NovelToon NovelToon
The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Masuk ke dalam novel / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nidia

Gilda terbangun di tempat yang berbeda dengan tubuh dan rupa yang berbeda juga. Tubuh tokoh antagonis dari novel yang dibacanya. Seorang wanita bernama Scarlett tak henti-hentinya mengejar pria yang menjadi kekasih saudara tirinya. Felix, pria tampan dan berkharisma yang selalu dipuja oleh kaum hawa. Ia melakukan semua cara agar bisa merebut pria itu dari saudara tirinya mulai dari mengancam hingga melukai saudara tirinya. Bahkan di akhir cerita Scarlett mati terbunuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pemotretan

Tak terasa dua minggu sudah terlewati. Pagi ini Scarlett terlambat bangun membuatnya terburu-buru, karena pagi ini Scarlett punya jadwal pemotretan iklan. Ini adalah pemotretannya yang terakhir. Ia tidak ingin di cap tidak profesional. Ini kesalahannya, bangun terlambat. Maka dari itu, Scarlett melewatkan sarapannya. Mungkin ia akan sarapan setelah pemotretan selesai.

Scarlett menyetir mobilnya menuju gedung agensinya dimana pemotretannya dilakukan.

Setibanya di depan gedung besar agensinya Scarlett masuk ke dalam. Agensinya merupakan salah satu agensi model terkenal di US dan memiliki cabang di beberapa negara. Butuh perjuangan keras bagi Scarlett untuk masuk ke sana. Beberapa kali portofolio yang dikirimnya ditolak. Meskipun setelah masuk ke sana, perjalanannya tidaklah mulus. Setidaknya ia sudah punya bekal saat berada di agensi kecil yang pernah menaunginya. Persaingan di sana sangat tinggi. Agensi besar tentu saja punya banyak model. Belum lagi bersaing dengan agensi lainnya.

Scarlet berjalan menuju pintu lift lalu menekan angka 10. Sesekali ia mengecek jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Ya ampun... aku sudah telat 2 menit," batin Scarlett tidak bisa diam di dalam lift.

"Akh sial.. kenapa aku harus bertemu dengan mereka lagi?" gumam Scarlett saat 3 orang wanita masuk ke dalam lift. Ketiga wanita itu adalah seniornya di sana. Ya, senior dengan jadwal yang padat. Supermodel yang sering dipakai sebagai model peragaan busana dalam kancah internasional.

"Mundur..." ucap salah satu dari mereka.

"Dasar muka plastik," batin Scarlet.

Scarlett memilih mundur karena sedang tidak ingin mencari masalah. Lagi pula, Scarlett yakin dia tetap akan kalah. Orang-orang akan lebih mendukung mereka. Mengingat dirinya hanyalah model biasa. Sangat mudah bagi mereka untuk memutarbalikkan fakta.

Saat Scarlet hendak keluar, kakinya tersandung. Bukan, sepertinya memang sengaja disandung hingga membuatnya terjatuh.

Scarlett mengepalkan tangannya, menatap tajam ketiga wanita itu. Mereka hanya tersenyum mengejeknya sebelum pintu lift tertutup.

"Ah.. brengsek.. lihat saja. Aku akan membalas kalian. Jangan pikir kalian dekat dengan direktur menjadi besar kepala. Aku akan membongkar kebusukan kalian," batin Scarlett mengusap lututnya yang sakit.

Scarlet bangkit. Dengan langkah yang cepat ia berjalan melewati koridor kantor menuju ruang pemotretan.

"Scarlett kamu terlambat 5 menit," ucap Hans salah satu Booker di agensi mereka. Setiap agensi mempunyai Booker. Karena Booker lah yang akan memanajemeni karier model dalam segala aspek baik jangka pendek maupun panjang.

"Ada sedikit masalah tadi," balas Scarlett mendekati Hans. Pria itu selalu berwajah datar. Hampir tidak pernah ia melihat pria itu tersenyum.

"Kali ini aku maafkan. Kamu membuat malu perusahan kita. Apa kau tau, pemilik perusahaan yang bekerjasama dengan kita untuk pemotretan ini datang sendiri untuk melihatnya," bisik Hans.

"Maafkan aku Hans. Aku akan minta maaf secara langsung padanya nanti."

"Ada yang aneh dengan mu. Ternyata seorang Scarlett bisa mengucapkan kata maaf," tukas Hans. Sebenarnya Hans tidak terlalu menyukai Scarlett. Hanya saja Scarlett punya potensi menjadi supermodel dan itu menguntungkan perusahaan.

"Cepatlah ke ruang make up!" perintah Hans. Beberapa staf langsung mengikuti Scarlett ke ruang ganti dan make-up.

"Hanya 10 menit saja. Aku tidak mau tau!" perintah Hans. Staf itu lalu mengangguk.

Setelah pemotretannya selesai, Scarlet langsung pulang. Masalah pembagian honornya akan segera di transfer di hari itu juga.

1
Aisyah Suyuti
good
zhuyan 🙊🙊
Luar biasa
Babe Babe
hebat Frank satu langkah lebih maju 👍
Babe Babe
daah buruan menikah biar GX di ganggu felix
Babe Babe
ngeri Frank ada bener juga kapok kagak felix
Babe Babe
aduh bahaya scarlet keamanan mu
Babe Babe
felix caper ke pedean aja
Babe Babe
benar tuh emma apa sofia kata kan mundur' teratur
Babe Babe
ada yaaa orang GX tau malu
Babe Babe
hadeh mau kasih vote GX cukup GX ngerti LG cara mendapatkan poin vote 🤭
Babe Babe
nekat juga frank
Babe Babe
bikin Baper aja cerita lanjut Thor 👍
Babe Babe
senangnya carmer Baek sekali 😍😍😍
Babe Babe
hadeuh serasa dunia milik sendiri yg kontrak 😄😄😄😄
Babe Babe
persaingan
Babe Babe
biar scarlet orang benci itu dia iri dengan kelebihan mu
Babe Babe
karya seni macam tutul 🤣🤣🤣
Babe Babe
syukur lah frank datang
Babe Babe
bisa di tinju frank
Babe Babe
😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!