NovelToon NovelToon
My Cruel Husband

My Cruel Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:13.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arzeerawrites

Di beli untuk dinikahi dan disakiti adalah jalan hidup seorang gadis cantik bernama Lovita. Di usianya yang masih remaja, Rumah bordil adalah tempatnya mengadu nasib. Uang sebanyak tiga milyar yang dibayarkan lelaki tampan itu untuk menikahinya semakin membuat Lovi merasa bahwa dunia ini kejam. Semua kesengsaraannya dimulai saat perusahaan Ayahnya bangkrut. ia bisa tinggal di rumah bordil dan menjadi budak Berry untuk mencari uang karena keegoisan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jane (revisi)

"Aku... leherku tidak apa-apa,"

"Baiklah, jaga dirimu baik-baik jal*ng. Aku tidak ingin sesuatu yang sudah menjadi milikku rusak sehingga tidak bisa lagi digunakan,"

Lovi semakin takut ketika lelaki itu berbicara dengan raut menyeramkan. Devan bangkit dari atas tubuhnya.

"Kamu tidak bisa melawan Vanilla sedikit? hm?" tanya Devan dengan wajah suntuknya. Kenapa lelaki ini harus datang kepada Lovi padahal Lovi bisa melihat raut lelah di matanya yang tajam.

*************

Elea menghampiri Lovi yang sedang membereskan Ruang keluarga setelah Devan pergi bekerja disusul oleh Raihan.

"Itu bukan tugasmu, Lovi," Suara bersahabat dan hangat itu membuat Lovi mengalihkan perhatiannya dari meja yang sedang di bersihkannya.

Melihat gerak gerik Lovi yang akan pergi, Elea kembali berujar dengan sedih, " Devan sudah tidak ada. Kamu tidak perlu takut,"

Elea mengerti apa yang di rasakan Lovi saat ini. Pasti perempuan itu jera untuk berdekatan dengannya.

Tidak ada respon apapun dari Lovi namun ia kembali melanjutkan kegiatannya. Mungkin hanya mendengarkan Elea berbicara tidak akan menjerumuskannya ke dalam kubangan penyiksaan yang sama.

"Bukankah mama Rena sudah melarangmu untuk bekerja? Kamu akan lelah bila melakukan ini,"

Lovi sudah biasa menggerakan tubuhnya untuk melakukan aktifitas apapun. Tentu saja kegiatan seperti ini sudah tak asing lagi untuknya. Bahkan selama tinggal bersama Berry, Lovi bekerja lebih berat daripada ini.

"Tidak masalah selama aku masih bisa melakukannya, Nona,"

Akhirnya Lovi membuka suara setelah beberapa saat memilih diam. Ia menoleh sebentar dan tersenyum pada Elea.

"Apa yang Nona lakukan di sini? Sebaiknya Nona istirahat. Bukankah Tuan Devan mengatakan itu tadi?"

Elea tersenyum jahil membuat Lovi mengerinyit. Ia kembali memasang taplak meja yang tadi di singkirkannya sebelum meja di bersihkan.

"Kamu menguping ya?" Goda Elea yang membuat Lovi salah tingkah.

Tentu saja Lovi mendengarnya. Devan berbicara pada kekasihnya dengan suara yang lumayan keras hingga siapapun yang melintas di dekat mereka pasti akan mendengarnya. Termasuk Lovi yang tadinya akan pergi ke dapur untuk membuat Teh hangat terpaksa melihat adegan mesra sepasang kekasih yang tengah dimabuk kasmaran itu.

"Maafkan aku, Nona. Aku tidak sengaja mendengarnya," Lovi menatap Elea seraya meringis. Ia khawatir Elea akan merasa tidak nyaman bila ia tertangkap basah melihat kemesraan mereka.

"Tidak masalah, Lovi. Aku hanya bergurau saja. Lihatlah apa yang sudah seharusnya kamu lihat. Dan aku harap, Kamu tidak sakit hati dengan sesuatu yang kamu temukan dengan mata cantikmu itu,"

Lovi membeku. Kenapa kalimat Elea tedengar berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi kalimat bersahabat yang menghampiri telinganya. Seperti terdapat nada peringatan keras di dalamnya yang membuat hati Lovi menjadi risau.

"Aku minta padamu untuk keluar dari sini!" Elea dan Lovi sontak menoleh secara bersamaan dimana pintu mansion terbuka lebar menampilkan seorang gadis cantik yang dibalut dengan busana menawannya di ikuti Ferro yang terlihat sangat emosi di belakangnya.

"Apa yang kamu lakukan?!" Perempuan itu menyentak tangan Ferro yang berusaha menahan langkahnya untuk lebih masuk ke dalam mansion.

"Tempatmu bukan di sini!"

Lovi dan Elea saling pandang. Keduanya bingung dengan perempuan itu.

"Ferro, Siapa dia?" Suara Elea berhasil mengalihkan mata tajam Ferro pada wanita itu.

"Aku kekasih Devan tentu saja. Dimana priaku itu? Kenapa aku tidak melihatnya?" Ujar perempuan itu seraya mengibaskan rambut pirangnya. Elea menatap perempuan itu tidak suka. menilai penampilannya dari atas hingga bawah.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" Suara Elea sangat datar.

"Aku mencari kekasihku. Apa kamu tuli tidak mendengar perkataanku tadi?"

"Tidak ada kekasihmu di sini! Aku beri tahu kamu Nona jelek kalau Devan adalah milikku,"

Lovi dibuat bingung berada di situasi ini. Matanya menatap kedua perempuan yang sedang memperebutkan suaminya itu.

"Aku Jane. Mungkin kita perlu berkenalan?" Perempuan yang baru saja memperkenalkan diri itu mengulurkan tangannya pada Elea yang langsung ditepisnya.

Jane tertawa keras membuat Ferro semakin berusaha menahan amarahnya yang menggebu. Lovi memejamkan matanya takut saat suara tawa kencang Jane menyapa telinganya. Itu terdengar sangat menyeramkan.

"Hei cacat! Berani sekali kamu menghempas tanganku. Sebelum kamu melakukan itu cobalah untuk berkaca! Kamu yang cacat tidak pantas berbuat seperti itu pada aku yang cantik ini,"

Ini benar-benar gila. Lovi melihat sorot tajam Elea yang tak terima akan ucapan Jane. Lovi pun merasa bahwa Jane terlalu kejam hingga menghina fisik Elea. perkataannya terlalu menusuk hati.

"Kamu akan merasakan akibatnya atas ucapanmu barusan. Devan tidak akan diam melihat kekasihnya dihina seperti tadi,"

Jane kembali tertawa dipenuhi dengan ejekan ketika mendengar Elea berbicara seperti itu.

"Aku rasa Devan tidak akan sebodoh itu memilih perempuan yang tidak bisa melakukan apapun sepertimu,"

"Jaga ucapanmu!"

Saat tangan Jane hampir menyentuh wajah mulus Elea, Ferro lebih dulu menahannya. Ia tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi. Devan akan marah besar bila mendapati kekasihnya disakiti.

Lovi memilih untuk mengundurkan diri. Ia tidak akan ikut campur dalam urusan ini.

"Kenapa kamu pergi, Nona cantik?"

Sapa Jane yang membuat sekujur tubuh Lovi merinding.

"Kamu salah satu pekerja di sini?" Entah mengapa ketika berbicara dengan Lovi, Jane terlihat baik. Hal itu tentu saja membuat Elea jengkel. Jane pintar sekali merubah dirinya dalam waktu yang singkat. Elea sedikit tidak terima saat diperlakukan berbeda dengan Lovi saat ini. Tadi Jane bersikap kurang ajar padanya.

"Ya..."

"Namanya Lovi. Dia istri Tuan Devan," Dengan lantang Ferro menyanggah ucapan Lovi yang belum selesai sepenuhnya.

Mata Jane berkilat marah.

"Apa yang kamu katakan tadi?"

"Tidak tuli, bukan?"

Lovi mundur perlahan saat Jane mendekatinya. Secepat kilat, Jane membuat kedua sisi wajah Lovi berpaling.

Membuat Ferro dan Elea terkejut. Begitupun Lovi yang tak bisa berkata apapun selain mengusap bibirnya yang terasa nyeri.

Jane menjerat dagu Lovi. Menatap tajam sorot sendu milik Lovi. Dengan dalam, Jane berkata," Kamu sudah berani merebut milikku."

Jane melakukan hal yang sedari tadi berputar di kepalanya. Ia membuat Lovi terjatuh di lantai yang dingin.

"Devan!" Ferro menoleh saat Elea menyeru kedatangan Devan. Tidak biasanya Devan kembali pulang ke mansion. Sekalipun ada keperluannya yang tertinggal, Devan tidak pernah memilih untuk mengambilnya sendiri di mansion bila sudah dalam perjalanan menuju kantornya.

"Lihatlah apa yang dilakukan perempuan gila ini pada Lovi! Kamu harus membunuhnya, Devan! Dia sudah kurang ajar padaku," Ujar Elea penuh kemarahan seraya menunjuk Jane yang justru terlihat santai.

Devan menatap Jane dengan datar. rahangnya mengeras pertanda bahwa ia sedang berusaha menahan tangannya yang ingin menyakiti orang di depannya ini.

"Hai tampan," Sapa Jane dengan suara menggodanya.

"Pergi dari sini sekarang!" Devan berusaha menahan ritme suaranya.

"Tapi...."

Melihat perempuan itu yang tidak terima di usir, Akhirnya Devan mengeluarkan bentakannya yang makin membuat Lovi menangis kencang di lantai itu.

"Pergi dari sini sekarang! Kamu mendengarku bukan?!"

"Aku akan kembali. Lihat saja nanti!"

"Mati kamu!"

Rasanya Devan ingin menampar habis wajah blasteran milik Jane. Mungkin bila tidak berada di depan Elea, Devan akan melakukan itu. Kesabarannya benar-benar sedang di uji.

Dengan langkahnya yang terlihat sangat marah, Jane meninggalkan mansion. Elea menggamit lengan Devan hingga membuat lelaki itu mengalihkan perhatiannya dari Lovi yang masih setia dalam posisinya. Devan mengusap kepala Elea dengan lembut dan mengisyaratkan Ferro untuk melakukan tugasnya dengan baik.

***********

kyknya ini pertama kalinya deh aku bikin ep yg seribu kata lebih WKWKW. Aku udh penuhin permintaan kaliann nih untuk lbh byk ep nya. makanyaa like, comment jgn pelit dongg!!! okayyy? makasih lhoo bwt yg udh pengertian mwehehe

1
Ressa Shinta Silviani
udah bertahun2 lalu dr awal novel ini ada, udh berulang kali masih ga moveon sama ceritanya walaupun kadang ga kelar akhir tiap episodenya, revisi dan kembangin lagi dong novel ini thor
Tuzzy Tussy
top
Rita Dwi Utami
maaf semakin kesini semakin bingung dengan jalan ceritanya....jadi terpaksa berhenti....maaf ya kakak author.....tetep semangat menulis yaaa....💪💪💪
Rita Dwi Utami
sampai bab ini....aku masih bingung blm bisa menangkap jalan ceritanya......🤔🤔🤔
Ester Limbong
pasti istri devan hamil
Ester Limbong
tapi novel ini seakan-akan ceritanya tergesa-gesa...dan tidak nyambung.
Sorta Sibarani
vertigo aku baca Alur ceritanya
Sorta Sibarani
jadi malas bacanya
ceritanya kagak nyambung
lari sana lari sini
Sorta Sibarani
ceritanya amburadul
gak nyambung juga
biking pusing sy bacanya
🟢♨ˢᶜ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ as⏤͟͟͞R¢ᖱ'D⃤
ceritanya bagus,banyak pelajarannya
ElHi
so far so good
🟢🐬 🦚 anfa asthee 🦚 🐬
🤣🤣🤣 matanya miring
Sha Annisa
top
Rhenii RA
Vanilla udah bisa liat lagi atau gimana? Jadi bingung, kok gam ada penjelasannya😑
Rhenii RA
Ceritanya loncat2 ya, belum selesai cerita yang ini udah diloncat ke itu🙄
Rhenii RA
Makin bingung sama latar waktunya, perasaan baru kemarin katanya Auristella umur 1 bulan😭
Rhenii RA
Usia 1 bulan kotor udah bisa lempar-lemparan boneka ya😆
Rhenii RA
Tuh kan, nggak ada penjelasan waktunya. Jadi bingung itu anaknya udah umur brapa perasaan baru kemarin dilahirin skrg udah disiapin makanan😵‍💫
Rhenii RA
Tolong aku yang tak mengeti ini 😭
Rhenii RA
Suami keparat kau Devan🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!