Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan para bawahan untuk nyonya dan Tuannya
Nella ingin lari dan tak mau terus di tatap mereka. Tangan Javier yang menggenggam nya sulit lepas.
"Javier, dia sudah marah... Dengarkan dia.. Aku mohon..." Suara Nella memelas ia sudah sangat tertekan dan tak mau berdebat lagi atau apapun emosinya berubah jadi air mata sekarang ia mau membentak juga ia masih berpikir kalo wanita didepannya adalah orang tua dan ia tidak ceroboh atau bodoh main asal bicara apapun dengan nada tinggi sekarang.
"Aku minta lepas sekarang... Tolong Javier..." Javier melepaskannya dan Wanita yang melihat genggaman tangan itu lepas menghampiri Nella menarik dagu Nella kasar.
Javier tak bisa melakukan apapun ia seperti di tahan sesuatu.
"Rupanya kau tidak langsung menyerang ku dengan kalimat kasar walau aku mendekat, dua orang tua itu masih aman jika kau tak menyerang ku."
Nella mulai merasa kesal dan air matanya keluar menatap wajah Wanita kasar didepannya.
"Istrinya, Nyonya Javier?"
Menghempas kasar begitu saja dan bergantian didepan Javier yang hanya melempar tatapan licik bersamaan senyuman liciknya.
"Bawa wanita itu pergi!" Perintahnya pada wanita dengan pakaian yang rapi, berjas hitam.
Javier menarik tangan pengawal wanita itu.
"Aku menahanmu jangan sampai aku mematahkan lenganmu." Ancamannya jelas di tindakan tangannya mulai meremas dan wajah seriusnya.
Kayla, wanita dewasa yang sangat kasar yang ada di depan mereka sejak tadi selalu memperhatikan semua tindakan dan sikap pembangkang Javier.
"Cukup... seperti apa lagi yang mau kau butuh sebagai masalah Javier, ayahmu tidak akan suka beliau akan menangis melihat putranya melawan ibunya seperti ini."
"Kau bukan ibuku!"
"Aku ibumu secara hukum walaupun aku bukan yang melahirkanmu, negara dan semua orang mengakuinya dan semua saudara perempuanmu adalah anak-anak ku!"
"Kau hanya beruntung karena kau punya segalanya yang tidak ibuku miliki atau ibu dari semua saudariku." Menghempas tangan pengawalnya kasar sampai jelas terlihat kalo langsung pengawal perempuan itu pegang tangan nya yang di remas kuat sampai sakit.
"Kurang ajar!"
"Kau hanya kurang tidak bisa memiliki anak." Pelan dan rendah suara Javier dan itu mampu membuat keberanian Kayla runtuh di bawah kaki Javier sampai tak ada kalimat atau kata yang bisa keluar lagi dari mulutnya padahal Javier adalah laki-laki yang tak jauh beda dengan Ethan tapi, kenapa sulit bagi Kayla membuatnya patuh sampai sejajar dengan budak.
"Biarkan mereka, aku sudah bosan." Melebarkan kipasnya ia pergi menaiki mobilnya yang sudah siap dengan sopir menunggunya didepan gerbang.
Javier menghela nafasnya.
Nella diam di tempatnya tapi, buru-buru ia mengatur nafas dan ikut Javier yang masuk kedalam rumah sebelum ia di tarik dan tiba-tiba di culik.
Gila, semua anggota keluarga kaya ini Gila. Sialan apa yang ia lihat barusan, Nella berusaha untuk melupakannya.
"Panggil Seam!"
Teriaknya menggema di ruang tengah membuat Shinta yang baru saja bersiap berganti shif dengan Daman kaget dan segera memanggil Seam.
Nella di belakangnya juga kaget bukan main.
Di belakang nya Nella bahkan Javier pun tak melihatnya.
Nella membiarkan Javier tidak melihatnya bahkan tidak berusaha menenangkannya.
Shinta mendekat ke Nella dan mempersilakannya untuk pergi ke sisi lain.
"Nyonya harus tahu jika Nyonya Kayla datang berkunjung tanpa jam dan Nyonya Kayla selalu membuat Tuan marah dengan menyombongkan kalo ia adalah Ibu Tuan dan ibu dari semua saudari nya, Tuan melawannya dengan mengatai kalo nyonya Kayla tidak bisa punya anak."
"Apa aku harus terbiasa, lagian itu bukan urusanku.."
Shinta menarik kursi dan mengangguk menatap Nella yang duduk didepan nya.
"Iyaa memang, dan Tuan akan mencari Tuan Seam setelah marah dengan nyonya Kayla untuk berburu bahkan ia bisa membawa banyak hewan buruan banyak sampai persediaan daging di rumah bisa kita sumbangkan pada tetangga."
Nella memijat kepalanya.
"Ini salah."
"Tuan itu kejam Nyonya jika anda selamat dari murkanya anda sangat beruntung, saya pun pernah sampai hampir kehilangan telinga saya karena salah melakukan tugas."
Nella melirik telinga Shinta yang di tindik cantik seolah tidak apa-apa ternyata rantai dengan permata itu menutupi lubang di telinganya.
Nella tidak akan bertanya lebih kenapa bisa seperti itu telinga Shinta, ia akan diam saja.
"Baiklah Shinta aku juga pusing karena berdebat panjang dengan Tuanmu, boleh minta minuman atau apapun yang manis, aku benar-benar gemetar tadi."
Shinta dengan senang hati pergi mengambilkannya.
Shinta datang membawa buah dan juga eskrim vanila lengkap dengan minuman segarnya.
Di belakangnya adalah Javier dan Nella muak sekali rasanya waktu santainya akan hancur berantakan sekarang.
"Bawa itu keruang tengah.. Ayo ikut aku." Dengan cepat menggendong Nella didepannya dan Nella tentu terus menolaknya.
"Apaan sih turun, katanya mau pergi berburu, ngapain manggil seam kek kesetanan, sana!"
"Diam Nella." Seketika itu Nella diam karena wajah Javier agak menakutkan membuatnya menutup rapat mulutnya.
"Kalian semua datang ke Seam sekarang dan tutup gerbang dan rumah rapat-rapat."
Shinta paham sesuatu segera mengajak teman pelayan lainnya untuk pergi juga.
Nella merasa ada sesuatu yang menyeramkan akan terjadi.
"Javier!"
"Iya Sayang."
"Setan ya!"
"Hust!"
Di turunkannya Nella dari gendongannya diatas sofa.
"Aku cuman mau tidur di pangkuanmu terserah kau mau melakukan apapun aku cuman mau tidur di pangkuanmu, izinkan aku Nella aku mohon."
"Sialan..."
"Nella jangan mengumpat."
"Aku hanya memanggilmu."
"Kau tidak boleh bicara buruk nanti jadi kebiasaan dan anakmu akan marah."
"Siapa yang mau punya anak dari mu, pernikahan kita tidak lama.., sialan Arrgggh aku murka... Siapapun bunuh dia sekarang!"
"Hustt... Aku mau pinjam pahami sebentar duduk yang nyaman ya sayang."
"Tidak ada izin sialan menjauh lahh!"
Nella terus mendorong kepala Javier yang percuma dan Seam bersama yang lainnya menikmati perkemahan dan Bakaran di arena pemancingan pribadi yang sudah di sewa untuk mereka.
"Huh rasanya enak sekali, aku berharap jika Nyonya dan Tuan sering berdebat dan Nyonya Kayla mencari masalah." Shinta berseru bahagia sambil membuka kaleng sodanya.
Daman tertawa bahagia.
"Aku justru berharap tidak lagi memburu justru mereka lebih sering menyuruh kita liburan... Bersulang!"
Semua berseru bahagia karena mendapat bonus libur dan kemping gratis bahkan semua alat dan Bakaran daging dari rumah Tuan mereka.
Sedangkan Nella terus kesal dan muak dengan sikap Javier yang memohon untuk tidur diatas pangkuannya.
"Ya Tuhan kenapa aku harus menikah dengan laki-laki aneh ini Huwahaha, pergilah aku tidak izinkan kau budeg ya!"
"Ya Tuhan terimakasih takdir ini dan aku akan mencinta Nella selamanya bahkan kalo ada perempuan yang mirip dengan wajah Nella hanya putriku."
Nella terdiam. Ia merasa sedikit terharu walaupun kesal, Nella tak begitu membencinya karena semua perhatian dan sikap spontan Javier yang memikirkan juga melindunginya.
Perlahan ia ingin mengusap kepala Javier dan tangan yang gemetar juga rasa ragu untuk mengusap kepala Javier.