kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Keesokan paginya seperti biasa kegiatan sehari hari dirumah seperti biasanya. azam pun sudah terbangun dari tidurnya.
azam keluar dari kamarnya menuju ke meja makan untuk sarapan. setelah sarapan azam pamit kepada sang ibu untuk pergi bermain di luar. sang ibu mengizinkan anaknya pergi bermain dengan syarat pulang sebelum siang hari.
azam kemudian keluar dan pergi menuju ke lapangan tempat biasa dia main. di sana sudah ada beberapa anak anak lain yang sedang bermain.
azam menghampiri mereka yang sedang bermain bola. azam meminta ikut bermain juga tapi malah di tolak oleh temannya itu. mereka adalah roy, kiki, rendi dan iwan.
" Hai teman teman aku boleh ikut main gak " pinta azam
" apa !! kamu mau ikut main ? gak boleh ikut, pergi sana " kata Iwan
" kamu tu anak aneh tau gak, kami gak mau main sama kamu " ucap Roy
" iya, kamu gak boleh ikut " timpal Kiki
sedangkan Rendi hanya diam saja tidak mau ikut ikutan mencela azam.
" emang aku aneh kenapa ? " tanya Azam
" iya kamu tu aneh, kadang suka ngomong sendiri kek orang gila, iya kan teman teman !!! " ucap Roy
" iyaaaa " sahut yang lain juga
" aku gak pernah ngomong sendiri " kata Azam
" udah kamu pergi sana jangan dekat dekat sama kita " usir kiki kepada azam
Azam yang di tolak bermain bersama teman temanya merasa sedih dan kecewa atas penolakannya itu. azam pergi ke tempat yang tidak ada orang yang bermain.
" kalian kenapa usir azam, kan gpp dia main sama kita, malah tambah rame tambah seru " ucap Rendi ke teman temannya
" kamu apaan sih ren,,udah tau dia tu aneh malah kamu suru ikut main " kata Roy tidak senang
" tau tuh Rendi, kalau kamu mau kamu aja yang temenin dia main " timpal Kiki
" iya kamu aja sana main sama dia,,,biar ikutan aneh juga,,iya gak man teman " sahut Iwan
" hahahahaha " semuanya tertawa
Rendi jadi kesal juga atas perlakuan teman temannya. Rendi kemudian pergi meninggalkan teman temanya.
Azam yang terlihat bermain sendiri kini tengah asik dengan mainannya. pada saat itu datang seseorang yang menghampirinya.
" heii zam, aku bole ikut main gak " ucap Rendi
azam menoleh dan melihat ada Rendi di sebelahnya.
" boleh kok,,ayok main sini " senyum azam karena ada juga yang mau main dengannya.
mereka berdua bermain bersama dengan gembira dan antusias dalam mainnya. di seberang tempat azam rombongan Roy cs merasa geram melihat Rendi yang bermain dengan azam.
" pokoknya si Rendi itu kalau mau main sama kita lagi jangan mau kalian ya " ucap Roy
" oke roy,,,kami juga gak mau ada main lagi sama dia " jawab Kiki
yang lain mengagukkan kepala tanda setuju, untuk ke depannya tidak boleh ada lagi yg main sama azam dan rendi. meraka melanjutkan bermainnya tanpa menghiraukan lagi ada kubu lain selain mereka.
tengah asik bermain rendi menanyakan alasan kenapa azam selalu suka ngomong sendiri. " zam, aku mau tanya kenapa kamu kadang suka ngomong sendiri "
" aku gak pernah ngomong sendiri " jawab Azam
" tapi aku kadang lihat kamu ngomong sendiri loh zam " kata Rendi
Azam jadi bingung mendengar setiap teman temannya selalu bilang dia suka ngomong sendiri. " aku juga bingung kenapa kalian selalu bilang aku ngomong sendiri, perasaan aku gak pernah ngomong sendiri "
" ya udah lah zam gak usah di pikirin, lagian aku juga senang bermain sama kamu " kata Rendi yang tidak mau membahas lagi
" makasih ya ren, udah mau jadi teman aku " ucap Azam
mereka sama sama tersenyum karna mereka bakal berteman seterusnya. tak terasa hari sudah mau siang, mereka bersiap untuk pulang kerumah masing masing. pada saat jalan pulang mereka mendengar teriakan dari Roy.
" woiii kalian berdua orang aneh, emang cocok kalian jadi teman, karna sama sama aneh, hahahaha " ledek roy kepada azam dan rendi. para pengikut roy juga tertawa serentak.
" udah zam gak usah di dengerin, emang roy itu anaknya bandel suka ngeledek orang " kata Rendi
" iya ren, aku gpp udah biasa aku di ledekin sama dia " jawab azam sambil senyum
mereka kemudian melanjutkan jalannya untuk pulang.
tak,,,
tak,,,
tak,,,
tiba tiba rombongan roy cs di lempari batu kecil dan mengenai kepala roy cs.
" aduhhh, siapa ni yang lempar batu ke kepala ku " mengaduh Roy
" iya aku juga kena lempar,,aduhhh " kata Kiki
" aku juga kena,,sakit banget lagi " timpal Iwan
mereka mencari siapa yang melempari batu ke mereka. lihat kanan kiri tidak ada lagi orang, selanjutnya mereka menjadi ke takutan.
" gak ada siapa siapa juga sekitar sini " ucap Kiki
" apa jangan jangan ada setan ya " menerka Roy
" kok aku jadi merinding ya " kata Iwan
tanpa aba aba mereka lari tunggang langgang, karena sudah takut bahwa yang melempar mereka adalah setan.
sebenarnya tidak jauh dari mereka berdiri tadi, ada kanendra yang memperhatikan. karna geram kanendra menjahili Roy cs dengan melempari batu kecil sampai mengenai mereka. kanendra lalu menghilang lagi.
Azam pulang kerumah tepat waktu karena sudah di peringati sang ibu untuk pulang sebelum siang hari.
" zam,,kamu langsung cuci tangan ya, setelah itu kamu ke meja makan, kita makan siang dulu " ucap Wati
" iya bu, azam cuci tangan dulu " kata Azam
Azam mencuci tangan selepas itu kembali menuju ke meja makan. sudah ada ayah dan ibunya di meja makan menunggu sang anak. mereka lalu makan siang bersama.
selesai makan siang Azam pergi ke kamarnya dan menutup pintunya. azam berinisiatif untuk memanggil kanendra.
" om kanendra " panggil Azam
kanendra lalu muncul setelah di panggil azam " iya zam, kenapa panggil om ? "
" om apa bener azam ini aneh seperti yang di bilang roy sama teman temanya " ucap Azam
" aneh kenapa zam ? " tanya Kanendra
" mereka selalu bilang azam anak aneh, suka ngomong sendiri " dengan raut wajah sedih sambil menceritakan tentang kejadian yang di alami tadi
" siapa bilang azam aneh, yang aneh itu mereka zam, dan untuk azam kenapa di bilang suka ngomong sendiri nanti om jelaskan ya " jelas kanendra
" kenapa harus nanti om,,sekarang aja jelaskannya " pinta azam
" belum saatnya zam,,,nanti kalau sudah waktunya, nanti om yang jelaskan ya " kata Kanendra
" iya om, azam akan tunggu waktunya untuk om jelaskan ke azam " ucap Azam
" jangan sedih lagi ya, om gak mau liat azam sedih, kan tadi udah dapat temen baru, siapa itu namanya zam " kata Kanendra
" owhh itu Rendi om namanya, orangnya juga baik om, beda sama roy dengan yang lainnya yang suka ngeledek orang " ucap Azam
kanendra tersenyum karena azam sudah tidak sedih lagi, karna kanendra tadi mengalihkan pembicaraan agar azam tidak mengingat itu lagi.