Nikayla Pramusti yang sedang menempuh gelar S1 di salah satu kampus ternama di Yogyakarta, tidak sengaja bertemu dengan Arka Raditya Pratama. Awalnya mereka hanya berteman, tapi waktu terus berlalu dan tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.
Disaat Nikayla dan Arka berniat untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, tiba-tiba ayah Nikayla jatuh sakit dan meminta Nikayla untuk menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya.
Nikayla kini tengah berada di posisi yang sulit untuk menentukan pilihan. Di satu sisi ia sangat mencintai Arka dan di sisi lain ia nggak mau memperburuk keadaan ayahnya yang kini sedang sakit jika ia menolak perjodohan ini.
Disaat ia harus memilih salah satu antara Arka dan ayahnya, manakah yang akan dipilih Nikayla? Apakah dia akan menerima perjodohan itu dan meninggalkan Arka? atau dia akan menolak perjodohan itu dan bersatu dengan Arka, lelaki yang sangat dia cintai.
Ikuti terus ceritanya..selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melepas rindu..
Besok Kay sudah harus balik ke Pekanbaru, tapi sampai sekarang Kay belum bertemu dengan Arka. Kay sangat ingin bertemu Arka, dia sangat merindukan Arka.
Tiba-tiba ponsel Kay berbunyi, Kay langsung berlari dan mengambil ponsel dari atas meja. Kay melihat siapa yang menelfon, tersirat senyuman di wajah Kay, ternyata Arka yang menelfon. Kay langsung menjawab telfon dari Arka.
"Halo sayang," sahut Kay senang.
"Halo sayang, maaf ya aku dua hari ini sibuk dan nggak bisa menelfon kamu, aku sangat merindukanmu sayang."
"Aku juga sangat merindukanmu sayang."
"Aku dengar dari Tony katanya kamu besok mau balik lagi ke Pekanbaru dan tidak ikut camping?" Tanya Arka.
"Iya..itu karena Ayah aku masih membutuhkan aku di sana," ucap Kay bohong.
Kay tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya kepada Arka, karena Kay sangat takut Arka nanti akan menjauhinya.
"Padahal aku sudah merencanakan semuanya saat nanti kita camping, aku ingin menghabiskan waktu sama kamu dan bersenang-senang," ucap Arka sedih.
"Maafin aku, tapi Ayah aku lebih membutuhkan aku."
"Sayang, aku boleh ke rumah kamu kan, aku ingin menghabiskan waktu aku sama kamu sebelum kamu balik ke Pekanbaru?" Tanya Arka.
"Boleh, aku juga ingin menghabiskan waktu yang tinggal satu hari ini bersama kamu."
"Ok..tunggu aku," ucap Arka lalu mematikan telfon.
Kay bersiap-siap untuk menyambut Arka, dia tidak memperdulikan yang lain. Dia hanya ingin bersama Arka untuk terakhir kalinya.
Terdengar suara pintu di ketuk. Kay berjalan menuju pintu dan membuka pintu. Arka langsung masuk ke dalam rumah Kay dan menutup pintu.
Arka menarik tangan Kay dan langsung memeluknya, dia menghujani Kay dengan ciuman yang bertubi-tubi. Arka dan Kay saling melepaskan rindu yang selama ini dipendam.
Arka melepaskan ciumannya dan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, dia memeluk tubuh Kay.
"Aku sangat merindukanmu sayang," bisik Arka di telinga Kay.
"Aku juga sangat merindukanmu," ucap Kay sambil memeluk tubuh Arka.
"Sayang..boleh aku malam ini tidur disini, aku ingin menghabiskan waktu sama kamu, karena selama satu minggu kita nggak akan bertemu," pinta Arka.
Kay sebenarnya juga ingin menghabiskan malam ini bersama Arka, tapi Kay takut tidak bisa menahan dirinya.
"Maaf, aku nggak bisa, aku takut nanti kita akan melewati batas," tolak Kay.
"Kenapa? bukankah kita juga akan menikah, aku ingin sekali menjadikanmu milikku selamanya," ucap Arka sambil mengecup kening Kay.
"Aku juga ingin memilikimu seutuhnya, tapi aku nggak bisa," ucap Kay lalu mengambil langkah mundur.
"Kenapa sayang? apa kamu nggak mencintaiku?" Tanya Arka penasaran.
"Justru karena aku sangat mencintaimu, aku nggak bisa melakukan itu."
Arka merasa ada yang beda dengan Kay, Arka merasa ada yang Kay sembunyikan darinya.
"Sayang sebenarnya ada apa? apa ada yang kamu sembunyikan dari aku?"
"Nggak ada," sahut Kay tanpa berani menatap Arka.
"Baiklah, aku juga nggak akan memaksa kamu, tapi izinkan aku tetap disini sampai malam," pinta Arka.
Kay hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena Kay tak bisa menolak permintaan Arka lagi karena takut nanti Arka akan semakin mencurigainya.
Mereka menghabiskan waktu untuk menonton Tv dan saling melepas rindu. Arka tidur dipangkuan Kay.
"Sayang apa kamu mau menikah denganku?" Tanya Arka sambil membelai pipi Kay.
"Aku nggak bisa jawab sekarang."
"Kenapa sayang?"
"Tunggu restu dari kedua orang tuaku." Kay sudah tak sanggup menahan sakit di hatinya. Rasanya dia ingin menjerit dan menangis sekencang-kencangnya.
"Baiklah, aku akan sabar menunggu," ucap Arka sambil mengecup tangan Kay.
Arka bangun dan memeluk Kay dari belakang.
"Sayang, aku nggak bisa hidup tanpa kamu, karena aku sangat mencintaimu," bisik Arka di telinga Kay.
Arka mencium telinga Kay dan terus menjalar ke leher Kay. Tubuh Kay menggelinjang. Arka memeluk Kay dengan sangat erat.
"Umm..sayang jangan lakukan itu," ucap Kay sambil menghindari ciuman Arka pada lehernya.
"Sayang, aku merindukanmu, aku janji nggak akan melakukan lebih dari ini, tapi izinkan aku untuk menikmati harum tubuhmu," ucap Arka sambil terus menciumi leher Kay.
Arka meninggalkan tanda merah dibelakang leher Kay.
"Ini sebagai tanda kalau kamu hanya milikku," ucap Arka setelah mengecup dan mengigit tengkuk Kay.
"Sayang, sudah cukup, aku takut aku nggak bisa menahan diri aku," pinta Kay.
"Jika kamu memang menginginkannya maka nggak usah kamu tahan."
Kini tangan Arka mulai menelusuri kedua tangan Kay, dari atas turun kebawah, tubuh Kay seakan kesetrum oleh setiap kecupan serta sentuhan-sentuhan Arka.
"Please hentikan," ucap Kay lalu melepaskan diri dari Arka.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Arka bingung lalu berdiri dan mendekati Kay.
"Maafin aku sayang, aku nggak bisa, aku belum siap untuk melakukannya," ucap Kay lalu tanpa sadar air mata menetes dikedua pipinya.
"Maafin aku sayang," ucap Arka sambil memeluk tubuh Kay.
"Jangan lakukan ini lagi jika kamu benar-benar sayang sama aku," ucap Kay sambil menangis.
Arka sangat menyesali perbuatannya, dia tidak menyangka perbuatannya akan membuat Kay sedih dan menangis.
"Aku janji sayang, aku akan melakukannya setelah kita menikah," ucap Arka sambil mengecup kening Kay.
"Janji, kamu tau kan ini sangat berharga buat aku," ucap Kay lalu menghapus air matanya.
"Aku tau, aku akan memintanya setelah kita sudah sah menjadi suami istri," ucap Arka sambil menggenggam tangan Kay.
"Maafin aku sayang, aku nggak bisa menikah sama kamu, aku nggak mau melakukan itu juga karena aku akan menjadi milik orang lain, bukan milikmu lagi," gumam Kay dalam hati.
"Sayang, aku lapar nie," ucap Arka.
"Kamu mau makan apa? aku akan memasak untuk kamu."
"Aku mau sup kesukaan aku."
"Baiklah, aku akan memasaknya untukmu."
Kay berjalan menuju dapur dan mengambil sayur!n-sayuran dan daging ayam dari dalam lemari pendingin. Arka menunggu Kay di meja makan.
"Sayang, kita ini kayak sepasang suami istri ya, sekarang aku lagi nungguin istri aku memasak untukku," ucap Arka sambil menatap Kay yang sedang sibuk memasak.
Setelah satu jam Kay sudah selesai memasak. Arka membantu Kay untuk menyiapkan makanan di atas meja. Kay mengambilkan makanan untuk Arka.
"Ayo di makan," ucap Kay lalu menaruh makanan didepan Arka.
"Makasih sayang," ucap Arka lalu memasukkan satu suapan ke mulutnya.
Kay menatap Arka yang sedang lahap menyantap masakannya.
"Sayang, ini terakhir kalinya aku memasakkan makanan kesukaanmu."
"Kok gitu, kan kita masih punya banyak waktu, apalagi setelah kita menikah kamu akan selalu memasakkan makanan ini untuk aku," ucap Arka sambil mengunyah makanan.
"Sayang, jika kamu tau sesuatu akan berakhir buruk, sanggupkah kamu menghentikannya saat semua masih terasa indah?" Tanya Kay sambil menatap Arka.
"Tentu aku akan menghentikannya, aku ingin akhir yang bahagia."
"Walaupun itu akan menyakiti orang yang sangat kita sayangi?"
Arka menghentikan makannya dan menatap Kay. Arka tidak paham dengan ucapan Kay.
"Maksud kamu apa sayang?" Tanya Arka sambil mengerutkan dahinya.
"Nggak apa-apa kok, itu kan cuma seandainya jadi nggak usah dipikirkan kata-kata aku tadi," ucap Kay lalu memasukan satu suapan ke mulutnya.
~oOo~
semangat arka 💪💪