Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Pengagum Rahasia
“Hidup itu bukan hanya membahagiakan diri sendiri, tapi bagilah kebahagiaan itu kepada orang di sekeliling kita karena kebahagiaan itu akan bertambah ketika dibagi”
\_ Aizam Ruhandi \_
Tak terasa sudah 3 bulan lamanya, Ayu dan Aizam ikut bersama Alvin ke Yogyakarta dan Aizam sudah mulai kuliahnya di kampus yang sama dengan Ayu. Namun berbeda Angkatan, karena Ayu sudah memasuki semester 3 sedangkan Aizam baru masuk semester 1.
Dan ada kabar bahagia, Alvin, Sumitra, dan Elina sudah memantapkan diri mereka untuk masuk islam dan sudah 2 bulan ini mereka menjadi mu’alaf dan berita itu membuat Ayu merasa bahagia. Ayu dan Aizam juga sudah di kenalkna kepada semua karyawan di kantor Alvin, jika sewaktu-waktu anak-anaknya itu pergi ke kantornya.
“Hari ini kalian kulliah jam berapa sayang ?” Tanya Sumitra dan sekarang mereka sedang sarapan bersama
“Kita berangkatnya sama-sama nek, biar pak supir tidak bulak-balik kasihan. Karena ada jadwalnya pukul 9, hanya berbeda 1 jam saja” Jawab Ayu
“Uang jajan kalian, sudah ayah transfer ke rekening masing-masing ya dan jika kurang bilang langsung ke ayah jangan sungkan” Ujar Alvin
Lalu Aizam memeriksa mbankingnya dan betapa terkejutnya dia, karena pada hari pertama Aizam menolaknya dengan alasan masih ada uang sisa dia bekerja di Bandung.
“Ayah ini beneran ?” Tanya Aizam
“Kenapa ? Kurang ? Biar ayah tambahin uang jajan untuk ke[erluan kamu” Tanya Alvin
“Bukan kurang yah, tapi terlalu banyak. 3 juta juga cukup untuk keperluan aku, jangan berlebihan yah” Jawab Aizam
“Tidak papa, kalau ada lebih bisa kamu investasian sesuka kamu saja” Ujar Alvin dengan senyum kasih sayangnya
“Dan kamu Elina, jangan terlambat ke kantor yah karena hari ini akan ada meating dengan kolega dari luar negeri” Ujar Alvin
“Iya ayah, karena aku sedang menyelesaikan peresentasiku untuk nanti” Jawab Elina
“Karena sudah pukul setengah delapan, aku berangkat ke kampus dulu yah nek” pamit Aizam
“Aku juga pami sekarang ya” Timpal Ayu
“Assalamu’alaikum” Ujar Mereka
“Wa’alaikumsalam” Jawab Alvin dan yang lainnya
*****
Di perjalanan Aizam dan Ayu bercengkrama memecahkan keheningan …
“Yu” Panggil Aizam
“Apa kak ?” Tanya Ayu
“Aku di kampus sering melihat ada laki-laki yang terus memperhatikan kamu dari kejauhan, apa mungkin dia pengagum rahasia kamu ?” Ujar Aizam
“Tidak mungkin kak, selama aku di kuliah tidak ada yang mendekati aku paling teman-teman cowok sekelas aku” Jawab Ayu
“Ini beneran Yu, nanti kalau aku mergokinya lagi aku akan memfotonya” Ujar Aizan
“Baiklah, aku akan menunggu foto itu” Jawab Ayu
Sesampai di kampus, mereka berpisah karena kelas mereka yang berbeda. Aku menempati kelas yang berada di sebelah timur sedangkan Aizam menempati kelas sebelas utara, meski pun program studi mereka sama tetapi kelas mereka berbeda.
Sesampai di kelasnya, Ayu mendapati sebuah coklat dan setangkat bunga mawar.
“Cie … yang pagi-pagi yang sudah mendapakan bunga, dari siapa tuh” Ujar Prisila teman sekelas Ayu
“Aku juga gak tahu, ini aku juga baru melihatnya karena aku baru datang” Jawab Ayu
“Apa jangan-jangan dari pengagum rasahasia kamu, ah … mau dong ada pengagum rahasia karena kamu sudah beberapa kali menda[ati bunga di kursi kamu kadang-kadang coklat atau makanan lainnya” Ujar Arisma
“Kamuu ada-ada saja Risma, Mana mungkin aku memiliki pengagum rahasia” Jawab Ayu
Kenapa Ayu sudah tidak bersama Evi lagi, itu karena Evi sudah lulus tahun sekarang dan dia sudah pulang ke Bandung 1 minggu yang lalu. Ayu kadang merasa kesepian, karena sahabatnya tidak ada lagi di Yogyakarta namun itu sudah keputusan Evi jika di ingin menjadi dokter di Bandung. Ayu tidak bisa apa-apa karena itu sudah menjadi keputusannya, meski pun mereka berjauhan tetapi mereka tetap menyambung komunikasi agar tidak terputus.
“Apa kamu ada curiga siapa yang telah memberikan kamu barang-barang itu, Yu ?” Tanya Prisila
“Tidak ada, karena aku selama ngampus di sini aku belum dekat banget sama laki-laki paling itu juga teman sekelas kita kalau ada kerja kelompok” Jawab Ayu
“Ya sudah kita duduk saja, dari pada mikirin itu” Ujar Arisma
Seseorang yang melihat dari kejauhan melihat ekspresi Ayu yang bingung, karena mendapatkan bunga darinya.
“Aku akan menampakkan diriku, hari ini kepadamu semoga kamu bisa membalas perasaanku Ayu” Ujarnya lalu meninggalkan tempat itu
*****
Di lapangan basket, 3 orang laki-laki yang sedang main basket mereka adalah Haris dan teman-temannya sekaligus sepupu-sepupunya.
“Kamu dai mana saja sih ? Kita nunggu kamu dari tadi di sini” Tanya Louis, dia adalah kakak sepupunya
“Dari mana lagi kalau bukan dari kelas manajemen semester 3” Jawab Gavin
“Kalau suka ungkapin bang, jangan di pendam terus nanti ke salib dengan yang lain” Ujar Louis
“Belum waktunya” Jawab Haris
“Dia kan anak dari rekan bisnis bokap, jadi bisalah untuk mendekati dia jalur bokapnya” Ujar Gavin
“Belum berani gue, nanti aja kalau udah ada rambu-rambu” Jawab Haris
“Alah … palingan juga akan ke salib lagi sama yang lain” Ujar Gavin tersenyum mengejek
“Kalian meremehkan aku ?” Tanya Haris
“Kalau gitu, kakak buktikan sama kita kalau kakak itu laki-laki gentle” Jawab Gavin
“Aku agak minder dengan om Alvin, dia kan pengusaha sukses dan mereka itu keluarga Cassarius” Ujar Haris
“Coba dulu, jangan menyerah sebelum berperang. Semangat” Jawab Gavin sambil mengangkat tangannya
*****
Di kelas Aizam dia masih beradaptasi dengan teman-teman sekelasnya, karena sebagian dari mereka belum mengenal siapa Aizam.
“Kamu itu beneran anaknya tuan Alvin Cassarius ?” Tanya Teman sekelasnya
“Iya, aku anak pertama dari 3 bersaudara karena kembar 3” Jawab Aizam
“Kok dunia perbisnisan baru tahu kalau tuan Cassarius itu memiliki anak kembar 3, bukannya hanya kak Elina saja ?” Ujar Yang lain
“Itu karena kami baru di temukan 3 bulan yang lalu, itu karena Ayu yang telah mendonorkna darahnya untuk ayah” Jawab Aizam
“Oh gitu” Ujar Temannya
Setelah teman-temannya itu sudah mendapatkan jawabannya, namun tidak semuanya karena itu bersifat pribadi.
“Kamu harus bisa memilih teman, Aizam. Karena tidak semua yang meraka tunjukkan semua sama dengan yang di belakang kita” Ujar Yusril tema sekelasnya
“Kenapa kamu bicara seperti itu ?” Tanya Aizam memancingnya
“Karena mereka tahu kalau kamu itu anak dari tuan Alvin Cassarius, seorang pembisnis terkenal di negara ini. Siapa sih yang tdia tahu dengan keluarga Cassarius” Jawab Yusril
“Terima kasih telah memberitahukan aku” Ujar Aizam
“Iya sama-sama, kalau perlu bantuan kamu bisa minta tolong sama aku” Jawab Yusril yang diangguki oleh Aizam