Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Keterkejutan Rasmisi
“Jangan membandingkan prosesmu dengan orang lain, hidup bukan perlombaan”
\_ Ayu Purnama \_
“Kenapa tidak mungkin ?” Tanya Elina menatap curiga pada Rasmisi
Ya, yang datang adalah Rasmisi karena hanya dia orang yang tidak tahu malu yang datang tanpa dia undang.
“Kenapa juga tante terkejut begitu ?” Tanya Ayu
“Tidak, aku tidak menyangka akhirnya kalian bisa berkumpul lagi” Alibi Rasmisi sedikit gugup
“Kamu senang bukan ? Kalau cucuku yang hilang akhirnya kembali” Ucap Sumitra
“Tentu saja tante” Jawab Rasmisi seraya menatap gadis kembar itu
“Sial4n, meski pun mereka terpisah sejak bayi. Kenapa tidak ada yang membedakan sedikit pun dengan mereka, aku benar-benar tidak tahu man Elina dan yang mana kembarannya” Batin Rasmisi
“Tante kenapa menatap kamu seperti itu ?” Tanya Ayu membuat Rasmisi tersentak
“Kalian benar sulit dibedakan” Jawab Rasmisi
“Nanti lama-lama, kamu akan tahu sendiri” Ucap Sumitra
“Iya, tante benar” Jawab Rasmisi
“Oh iya bi, apa Laura bersamamu ?” Tanya Elina sekedar memancing
“Tidak, apa anak itu tidak ke sini ?” Tanya Rasmisi merasa gelisah, karena seharian tidak ada kabar dari putrinya itu
“Apa kamu sudah menghubunginya ?” Tanya Sumitra
“Sudah bu, tetapi seharian nomornya tidak aktif sama sekali” Jawab Rasmisi
“Tentu saja tidak akan aktif, karena aku sudah membuang simcard dari ponselnya. Elina tidak ingin Rasmisi curiga, karena saat itu aku yang mengirim pesan jadi tante tidak akan curiga” Gumam Elina dalam hati
“Jika ada informasi tentang Laura kasih tahu tante ya, Lina Lara” Ujar Rasmisi
“Baik tante” Jawab Keduanya
*****
Siang harinya, Ayu meminta Arka untuk menemuinya di café dekat kantor sang ayah dan di sinilah sekarang mereka.
“Apa yang bisa aku bantu untuk kamu ?” Tanya Arka
Suasana café yang sangat ramai tidak mengusik Ayu, dia mulai mengatakan maksudnya kepada Arka.
“Perintahkan pengawalmu, untuk menyelidiki tante Rasmisi” Titah Ayu
“Apa kamu mencurigainya ?” Tanya Arka yang sudah tahu kemana arah bicaranya
Ayu menghela napas kasar
“Ya, tetapi aku tidak punya bukti apa pun saat ini” Jawab Ayu
“Ini peristiwa 22 tahun yang lalu, apa tidak sebaiknya kamu tanyakan dulu pada om Alvin atau nenek Sumitra. Mungkin mereka mencurigai seseorang ?” Ujar Arka yang begitu yakin jika penculik Ayu ada motif tersembunyi
“Sudah, tetapi baik nenek atau ayah merasa tidak memiliki musuh” Jawab Ayu
Namun di saat mereka sedang berbicara, ada seorang wanita yang menumpahkan minumannya kepada Ayu.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja” Ucap wanita itu
“Iya tidak apa-apa” Ujar Ayu
“Biar aku membantu kamu untuk membersihkan baju mu, bagaimana kalaun kita pergi dari sini saja” Jawab Wanita itu
Melihat gelagatw anita itu membuat Ayu dan Arka curiga
“Aku mohon, ajak aku pergi dari sini karena aku memiliki rahasi tentang keluarga Cassaris terutama Alvin Cassarius” Lanjut Wanita itu
Mendengar nama ayahnya di sebut, membuat Ayu menuruti keinginannya.
“Baiklah, ayo kita pergi dari sini” Jawab Ayu
Mereka pun pergi dari sana dengan wanita itu, di perjalnan Ayu menghubungi ayah dan Elina untuk berkumpul di rumah Arka.
“Kamu sudah menghubungi om Alvin ?” Tanya Arka
“Sudah” Jawab Ayu
Sesampai di rumah Arka, di sana sudah ada Alvin, Sumitra dan Elina
“Kenapa kamu menyuruh kita untuk kumpul di rumah Arka ?” Tanya Elina
“Kita akan membicarakan tentang siapa yang sudah menculik Ayu atau kalian kenal Elira” Jawab Arka membuat Alvin menjadi emosi
“Kamu sudah tahu siapa yang sudah menculik Elira ?” Tanya Alvin terkejut
“Sebentar, aku akan membawa dia ke sini untuk menjelaskannya” Jawab Arka
Tak lama Arka membawa wanita dan betapa terkejutnya, Alvin melihat wanita itu.
“Zainab ?” Ujar Alvin terkejut
“Iya aku, Zainab Vin” Jawab Zainab
“Kemana saja kamu, Nab ? Aku sudah lama mencari kamu” Ujar Alvin
“Aku keluar kota untuk mencari perlindungan, setelah kematian Angbin” Jawab Zainab
“Jadi wanita yang tahu siapa yang menculik anakku itu kamu, Nab ?” Tanya Alvin
“Maafkan aku, aku memang bersalah karena aku telah membawa putrimu tapi aku kasihan kepadanya” Jawab Zainab
“Maksud kamu apa ?” Jawab Alvin
“Akan aku ceritakan, 21 tahu yang lalu di rumah sakit bersalin dimana Angbin melahirkan. Pada waktu itu aku yang menjaganya karena tante Maya belum datang dari luar kota, tak lama kamu datang untuk melihat Angbin tapi dia sednag berada di ruang operasi. Singkat cerita, setelah Angbin melahirkan seseorang menemui dokter dan mengancamnya akan membunuhnya kalau tidak meurutinya. Terpaksa dokter itu mengikuti apa yang wanita itu katakana, kalau putrimu itu hanya satu” Ujar Zainab
“Namun tak sengaja aku mendengar pembicaraan seseorang, kalau anak Angbin itu kembar 3 dan yang dua harus di bunuh karena aku tidak mau dia di bunuh aku sengaja membawanya. Selama 2 minggu, aku merawatnya dengan keadaan ekonomiku yang kurang. Aku mendengar kalau Angbin terkena serangan jantung, setelah dia mendenagr kalau 2 anaknya menghilang. Tadinya aku mau mengembalikan, akan tetapi aku melihat penjagaan dari rumah kamu begitu ketan dan disana ada orang yang aku lihat di rumah sakit waktu itu. Aku terpaksa tidak mengembalikan anak itu, di saat aku pulang ke Bandung. Aku bertemu dengan 2 orang pria, mereka sedang termenung di jalan dan aku menghampirinya. Dia menceritakan kalau istrinya melahirnya tetapi anaknya tidak dapat di selamatkan, lalu akan memberikan si kembar itu padanya dan aku lihat mereka sudah memiliki kalung masing-masing” Lanjut Zainab
“Dan orang itu adalah nyonya Rasmisi” Tambah Zainab membuat semua orang terkejut dengan fakta itu
“Itu tidak mungkin” Ujar Sumitra
“Tapi itu kenyataannya nyonya” Jawab Zainab
“Aku akan melaporkan kasus itu pada polisi, dan kamu harus menjadi saksinya untuk di minta penjelasannya” Ujar Alvin
“Baik, saya akan bersedia” Jawab Zainab
*****
Sore hari, polisi mengunjungi rumah Rasmisi dan membawa dia pergi ke kantor polisi untuk di minta keterangan.
“Apa salah saya pak ? Kenapa saya di bawa ke kantor polisi ?”
“Kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kamu perbuat 22 tahu yang lalu, Rasmisi” Jawab Alvi yang baru datang ke sana
“Kak Alvin ?” Tanya Rasmisi terkejut
“Kenapa ?” Tanya Alvin
“Kenapa kak Alvin membawaku ke kantor polisi ? Aku salah apa ?” Tanya Rasmisi
“Karena kamu telah menculik putriku 22 tahun yang lalu, dan aku memiliki bukti yang kuat” Jawab Alvin
Dan mucullah Zainab, membuat Rasmisi terkejut …
“Zainab ? Kapan kamu kembali ?” Tanya Rasmisi
“Selamat sore nyonya Rasmisi, apa nyonya mengenali saya ?” Ujar Zainab
“Kamu mau apa ?” Tanya Rasmisi
“Aku kembali untuk menyampaikan kebenaran” Jawab Zainab
“Silahkan bu, ikut kamu dan berikan penjelsannya kepada kepala kami” Ujar salah satu polisi
“Baik pak” Jawab Zainab
Rasmisi melihat Alvin …
“Tolong bebaskan aku kak Alvin, aku tidak bersalah. Itu semua fitnah” Ujar Rasmisi
“Aku tidak menyangka kalau kamu yang telah menculik anakku, dan ini pembalasan yang kamu pantas” Jawab Alvin lalu meninggalkan kantor polisi