Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.Menyadari kesalahannya sendiri
Steven hanya terdiam mematung mencerna semua kata-kata yang
keluar dari mulut Arana. Karna semua yang Arana ucapkan benar adanya, bahkan
dirinya saja yang tidak memiliki hubungan darah dengan bayi yang tengah Arana
kandung merasa begitu sangat sedih ketika mengetahui kalau Arana mengalami keguguran,
lalu bagaimana dengan perasaan orang yang memiliki hubungan dengan bayi itu? Pasti
akan merasa begitu sangat sedih, itulah yang terlintas dalam pemikiran Steven
saat ini.
“Stev.” Meraih tangan Steven yang memegan pinggir selimut yang
Arana kenakan, lalu memgan erat “Maafkan Papa Abrahan. Lupakan semua yang telah
terjadi di masa lalu. Aku tau kejadian itu sangat menyakitkan untukmu, namun
apa kamu tau? Perasaan apa yang tengah di rasakan Papa Abrahan ketika melihat
salah satu anak-anaknya meninggalkannya? Perasaan yang begitu sangat
menyakitkan, sakit yang tidak bisa di ungkapkan oleh sebuah kata. Maafkan Papa
Abrahan ya Stev.” Arana menatap wajah Steven ketika mengatakan semua itu. Dan begitupun
dengan Steven yang kini tengah melihat ke wajah Arana.
Steven yang mendengar semua kata yang keluar dari dalam
mulut Arana terdiam, dan melilih melepas tangannya, lalu berjalan keluar dari
dalam ruangan yang di tempati Arana terbaring saat ini.
Steven keluar dari dalam ruangan lalu berjalan ke arah
tempat duduk yang tidak jauh dari pintu ruangan perawatan yang ditempati Arana
saat ini. Steven mulai memikirkan semua yang Arana katakan padanya.
“Arrgg.” Menjambat rambutnya sendiri “Memang benar semua
yang Arana katakan” meneteskan air mata “Aku tidak pantas membenci Papa sebesar
ini. Maafkan aku Pa, maafkan putramu yang hampir melenyapkanmu karna kemarahan
dan ke egeoisanku, aku hampir membunuh Papaku sendiri, orang yang begitu sangat
menyayangiku dari kecil hingga aku sebesar ini, namun sejak adikku meninggal hubungan
itu putus begitu saja.” Steven nampak begitu sangat menyesal dengan semua yang
telah di lakukannya kepada Papanya. Dan orang pertama yang menyadarkan Steven
untuk itu adalah Arana. Wanita yang di
nikahinya beberapa hari yang lalu, wanita yang telah mengubah pandangan
buruknya terhadapa Papanya.
“Ara, kamu memang gadis yang sangat baik, karna kebaikanmu,
semua yang buruk hilang dariku, dan semua hal yang baik mulai menghampiriku. Kamu
memang gadis membawa keberuntungan untukku dan juga untuk keluargaku. Aku berjanji
Ara, aku akan mengatakan semua ini kepada Aditya, Aditya harus tau kalau kamu
hamil anaknya, aku tidak mau melihatmu bersedih lagi. Aku ingin melihatmu
selalu bahagia, bahagia dan bahagia.”
Steven berjanji pada dirinya sendiri akan selalu membuat
Arana merasa bahagia karna kebahagian Arana bersama Aditya dan bukanlah
bersamanya itulah yang terlintas dalam pikiran Steven saat ini.
Setelah merasa lebih baik, Steven kembali masuk ke dalam
ruangan yang di tempati Arana saat ini. Steven membuka pintu lalu masuk dan
melihat Arana tengah tersenyum hangat melihatnya,Stevenpun membalas senyuman
Arana sambil berjalan mendekat ke arah berangka yang tengah Arana tempati
merebahkan tubuhnya saat ini.
Melihat Steven berada di pinggir berangka yang di tempatinya
Arana pun berkata “Stev, aku ingin pulang.” Arana mencoba bangun karna merasa
begitu sangat bosan merebahkan tubuhnya terus.
Steven yang melihat Arana ingin bagun, membantunya
mendudukkan tubuhnya di atas berangka sambil berkata. “Kamu istirahat dulu,
besok kita akan segera pulang.” Steven meletakkan bantal yang bisa Arana
tempati untuk bersandar.
“Terimakasih ya Stev, karna sudah membantuku.” Arana
tersenyum melihat ke arah wajah Steven yang kini melihat ke arahnya.
“Jangan berterimakasih seperti itu Ara.” Mengambil kursi
untuk dirinya duduki di sampin berangka yang Arana temapati “Karna itu akan
membuatku merasa begitu sangat bersalah, karna aku bayi kamu harus tiada.” Menundukkan
wajah “Aku minta maaf Ara, ini tidak akan pernah terjadi kalau aku tidak
mendorongmu.” Steven masih menundukkan wajahnya menyesal dengan apa yang tengah
di lakukannya.
“Usss, sudah ya Stev, mungkin aku belum di percaya oleh
Allah sehingga mengambil kembali bayi itu.” Tersenyum hangat melihat ke arah
Steven yang kini mulai melihat ke arahnya “Oya, Stev, kamu bisa segera
menceraikanku segera, karna kamu kan menikahiku hanya karna bayiku dan sekarang
bayi itu sudah tiada.” Arana kembali tersenyum melihat ke arah wajah Steven
ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar kata cerai keluar dari dalam mulut Arana, Steven
merasa begitu sedih karna gadis yang ada di hadapannya benar-benar telah
mengubah hidupnya, Steven pun berkata. “Kita akan bercerai setelah aku
menemukannya, dan untuk saat ini biarlah kita menjalaninya sebagi seorang
sahabat, sahabat yang selalu bersama, tinggal bersama dan juga..”
“Tidur di dalam kamar bersama, namun beda tempat.” Arana
tertawa melebar setelah mengatakan itu begitupun dengan Steven ikut tertawa
melebar karna menurut mereka berdua ini terlihat sangat lucu.
Waktu terus berlalu, hubungan keduanya kembali normal
seperti biasanya. Steven kembali sibuk mengurus perusahaannya sambil mencari
keberadaan gadis yang telah di nodainya, sementara Arana mulai sibuk dengan
kuliahnya yang sudah menghampiri semester akhir.
Karna kesibukan, Steven dan Arana jarang berbagi cerita,
karna Steven selalu pulang dari kantornya di saat Arana sudah terlelap, dan
Arana lebih menyukai tidur di sopa di bandingkan tidur di atas tempat tidur.
Seperti malam ini Steven pulan dari kantor agak larut dan
mendapati Arana tengah terlelap sambil memeluk buku yang ada di tangannya, selimut
yang Arana pakai terjatuh ke lantai, Arana yang hanya mengenakan baju tampa
lengan dan celana hanya sampai di bagian pertengahan pahanya saja, membuat
Steven tidak berhenti melihat ke arahnya, bahkan Steven sampai berkata.
“Ara, kamu selalu menggodaku, tiap malam aku selalu
melihatmu seperti ini.” Steven berjalan mendekat ke arah Arana lalu mengambil
selimut dan menyelimuti tubuh Arana yang terlihat jelas olehnya dan mengambil
buku yang tengah Arana peluk.
Namun di saat Steven menarik buku dari dalam pelukan Arana,
tampa sengaja Arana memegan tangan Steven dan memeluknya dengan begitu sangat
erat.
Steven nampak sangat terkejut ketika Arana menarik tangannya
masuk ke dalam pelukannya.
“Ahh, apa yang harus aku lakukan kalau Arana memegan
tanganku seperti ini?” menatap tangannya yang ada di dalam pelukan Arana, namun
karna begitu sangat mengantuk, tampa berpikir panjang Steven naik di atas sopa
yang di tempati Arana tengah terlelap saat ini, sopa yang hanya cukup untuk dua
orang, berhubung tubuh Arana yang kecil dan mungil tidaklah membuat tidurnya
tergangu di saat Steven berada di sampinnya.
Steven merebahkan tubuhnya sambil berbalik melihat ke arah
Arana yang kini tengah memeluk tangannya, mungkin karna merasa begitu sangat
lelah Steven akhirnya ikut terlelap di sampin Arana.
Hingga pagi keduanya masih terlelap, namun dalam posisi yang
berbeda.
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂