NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biru Yang Tiba-Tiba Aneh

#15

“Ada perlu apa, Bu?” 

“Saya mau ke unit—” Ayu menyebutkan nomor apartemen Biru. Namun, jawaban Sang security membuat Ayu terperangah. 

“Maaf, Bu. Tapi unit tersebut, tidak ingin menerima tamu.” 

Wanita itu terkesiap manakala mendengar jawaban sang security, Ayu mencoba paham ketika Biru mengajukan syarat agar publik tak mengetahui hubungan mereka. Mungkin karena Biru masih mencoba beradaptasi dan menerima status ibunya yang hanya seorang mantan narapidana. 

Tapi, bukankah di apartemen? Tak akan ada yang melihat mereka, bukan?

“Itu tidak mungkin, Pak. Setahu saya—”

“Maaf, Bu. Kami hanya bekerja sesuai perintah. Dan menurut laporan rekan saya yang berjaga sebelumnya. Perintah ini memang baru saja dikeluarkan beberapa hari yang lalu, karena sebelum-sebelumnya pemilik kamar tidak pernah memberi instruksi semacam ini.” 

Ayu mundur beberapa langkah, “Dan bukan hanya Ibu yang tidak diizinkan masuk, tapi semua tamu,” sambung sang security kemudian berbalik pergi meninggalkan Ayu yang masih terpekur menatap gedung apartemen yang menjulang tinggi di hadapannya. 

Ketika Restu berkhianat, Ayu masih bisa tegar dan mencoba bangkit menata hidup, tapi ketika  buah hatinya sendiri yang berbuat begini, sungguh hati Ayu luluh lantak bagai dihantam batu besar. 

Namun, setelah 20 tahun berlalu, Ayu mencoba, terus berusaha, mendekat, dan lebih dekat demi meraih hati putranya. Tapi setelah semua usaha dikerahkan, Biru seolah makin jauh dan terus menjauh. Apalah arti semua yang ia genggam saat ini, semua yang ia perjuangkan dari titik nol, bila yang paling berharga menolak menerima. 

Dengan langkah gontai Ayu berjalan kembali ke taksi online yang mengantarnya sejak berangkat dari Huda Tex. Di dalam taksi tangis kesedihan Ayu pun pecah, beberapa kali Ayu memukul pelan dadanya yang sesak akibat tangis. 

Sungguh pemandangan yang sangat memilukan, hingga sang sopir hanya diam mendengar, tanpa berani bertanya kenapa dan ada apa? 

•••

Sudah beberapa hari sejak acara peragaan busana berlalu, dan Anjani masih belum percaya bahwa ia bisa berhadapan kembali dengan Ayu. Wanita yang dulu ia fitnah, hingga berakhir di penjara. 

Bukan Anjani takut bahwa Ayu akan mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya, karena ia yakin bahwa Ayu tak akan pernah bisa mengungkapkan kebenaran, karena bukti-bukti dari masa lalu telah musnah. Terlebih lagi kejadian malam itu tak ada saksi selain mereka bertiga. Dan pastinya Gunawan pun tak akan tinggal diam, bila kasus lama itu mencuat ke permukaan. 

Tapi Anjani justru resah karena melihat Ayu bisa merangkak naik, berkat bantuan Giana. Bahkan kini kepopulerannya semakin meroket, mengalahkan dirinya yang sudah bergelut lebih lama di dunia fashion. “Kurang ajar! Apakah mereka memang sengaja berkonspirasi agar aku terlihat seperti pecundang?” 

Anjani mondar-mandir tak jelas, sementara mulutnya terus mendesis kesal sambil memaki. Bila sudah sedemikian geram serta maka pelariannya adalah rokok, hingga kamarnya tak lagi tercium aroma pengharum ruangan, karena lebih dominan dengan bau asap rokok. 

Beberapa saat kemudian bibirnya menampakkan seringai jahat, “Aku akan balas kalian, hey, mantan narapidana, tunggu pembalasanku!” 

Anjani keluar dari kamarnya, ia berpapasan dengan Miranda yang sudah rapi, namun, ada yang aneh dengan penampilan anak gadisnya tersebut. Penampilan Miranda terlihat berbeda dari style-nya di hari-hari biasanya, kali ini terlihat lebih sederhana dan menampilkan kesan natural. Walau image anak gaul masih melekat sedemikian erat. 

Anjani tiba-tiba ingat, bahwa malam peragaan busana itu ia melihat Miranda di sana bersama beberapa teman-temannya. “Miranda—”

Gadis berambut ikal sebahu itu menoleh, “Beberapa hari lalu, Mami melihatmu di acara peragaan busana.” 

“So, apa itu masalah? Siapa aja yang memegang undangan boleh datang, bukan?” 

Anjani gelagapan, ya, memang benar, sih. Tapi, kan—

Karena Anjani tak kunjung bicara, maka Miranda pun melanjutkan langkahnya, “Tunggu, Mami belum selesai bicara!” pekik Anjani. 

“Apa, sih, Mi. Aku udah terlambat.” 

“Percuma saja diajak bicara, dia akan tetap bersikap seenaknya sendiri,” gerutu Anjani, padahal sikap Miranda adalah buah dari didikannya sendiri. 

“Tapi, selama ini, dia, kan, tak pernah menyukai dunia fashion? Kenapa tiba-tiba— apa mungkin Miranda ternyata mewarisi bakatku? Hmmm—” Anjani tersenyum bangga. 

•••

Setelah mendapati kenyataan menyakitkan dari putranya, Ayu seperti kehilangan ide dan semangat untuk melakukan pekerjaan, wanita itu hanya sibuk membantu para karyawannya menyiapkan pesanan pembeli yang terus berdatangan. 

Keanehan itu bukan hanya dirasakan para karyawan, tapi juga oleh Giana yang melihat Ayu tak ceria seperti biasanya. Maka Giana pun berinisiatif mendekati adik sepupunya tersebut. 

“Lama-lama ruangan ini seram seperti wajahmu yang kehilangan senyuman.” Ayu menghembuskan nafasnya perlahan, karena hingga detik ini ia belum bercerita apa-apa pada Giana perihal Biru yang menolak menerima tamu. 

“Ada apa, hmm?” 

Tak punya pilihan lain, Ayu pun mulai bercerita. “Sebenarnya, kemarin aku berbohong, Kak.” 

“Bohong? Soal apa?”

“Karena kemarin, aku hanya memberikan alasan. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah, Biru tak mau menerima tamu di apartemennya.” 

“Hah?! Serius?!” pekik Giana yang dibenarkan oleh Ayu. 

“Wah, tak kusangka—” Giana bergumam sambil berjalan menghampiri jendela ruangan, menatap lalu lintas di jalan. 

Sebenarnya, yang membelikan apartemen untuk Biru adalah Giana. Tapi saat itu Biru hanya beralasan ingin mandiri, dan membiayai kuliahnya sendiri. Tapi, kini— Giana makin tak memahami apa keinginan Biru. 

“Sebenarnya, kemarin Biru memberiku syarat sebelum menyetujui permintaanku soal menjadi model.”

“Syarat? Syarat apa? Kenapa kau baru menceritakannya sekarang?”

“Maaf, Kak. Aku pikir memang biru masih butuh waktu untuk menerima kehadiranku, tapi—”

“Apa Biru tak mau mengakuimu? Apa Biru malu dengan statusmu? Begitu?!” sela Giana tak sabar, hingga ia ikut merasakan emosi setelah mendengar ucapan Ayu. 

“Biru hanya belum siap mengungkapkan hubungan diantara kami, itu saja, Kak.” 

“Hah! Meski begitu, itu tak masuk akal, Dek! Aku tahu bagaimana Biru.” Giana mengepalkan tangannya, mendadak jengkel bercampur marah, karena merasa Biru tiba-tiba berubah. 

Biru yang Giana kenal, tidak demikian sifatnya, Biru yang santun, Biru yang ramah, dan Biru yang tak pernah membeda-bedakan teman. Tapi kenapa ia justru bersikap durhaka pada ibu kandungnya? 

“Apa mungkin Biru sedang merahasiakan sesuatu, ya?” 

“Pasti, aku yakin sekali,” gumam Giana berapi-api. 

•••

Malam hari. 

Biru dan teman-temannya baru saja bubar dari acara nongkrong mereka di sebuah kafe, biasalah anak muda. Ada momen dikit, traktiran, ada yang ulang tahun, langsung di todong makan-makan, atau ada yang  anniversary pacaran, di todong kongkow di kafe. 

Seperti saat ini. Biru yang kena getah, karena ia tak pernah mentraktir teman-temannya. Karena kemarin Biru baru saja mendapat job dari acara peragaan busana, maka malam ini teman-temannya minta kumpul di kafe. Walau faktanya pekerjaan kemarin ia lakukan dengan sukarela, karena Biru menolak ketika mamanya hendak memberinya honor. 

Ya, sudahlah, asal jangan kumpul di diskotik, atau traktiran miras, Biru tak keberatan. 

“Biru, thanks, ya, Brow!” seru Herlan sambil mengusap perutnya yang kekenyangan. 

“Sering-sering, ya, Brow!” 

“Sering, bocor ini kantong! Enak aja,” seringai Biru sambil menghidupkan motor lalu memakai helm nya. 

Setelah saling pamit, mereka pun pulang dengan kendaraan masing-masing, begitupula Biru yang langsung melaju perlahan, sambil menikmati angin malam. 

Tiba-tiba—

1
Nar Sih
moga aja bnr klau biru dan miranda saudara satu ayah biar mereka ngk pcran
Reni
weeee mbak Jani makin lengket sama mas Jono
Rahmawati
semakin seru ini, lanjutttt
MomRea
kenapa gak langsung kena OTT saja Gunawan dan antek-anteknya 😡
MomRea
jgn jgn si Miranda adik kandung Biru lain ibu ?
Esther Lestari
tidak bisa dibiarkan karena Miranda dan Biru satu ayah, begitukah Anjani
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan beneran udah tua tuh 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yakin dia putrimu 🤭
Meliandriyani Sumardi
nah kan...ini nih tanda nya kalau biru sama miranda sebenarnya saudara satu ayah....😄anjani bisa ngelak tapi pasti fakta berbicara🤣🤣 lanjut kak
Agus Tina
Semakin penasaran ...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan nih😒
Cindy
lanjut
Eva Karmita
kecewa banget sama sikap Biru berasa kayak Malin Kundang... kenapa Ngada sopan"nya sama ibunya 😩 biar bagaimanapun Ayu tetaplah ibu kandungnya biar di cuci seluas air laut an Ayu tetaplah ibu kandungnya Biru
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Esther Lestari
Tian sepertinya berbahaya ini buat Ayu dan Biru. Punya rencana apa kamu Tian.

Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan
Reni
biru sengaja ya sedikit menjauh dari mama ayu dia bertindak sendiri aduhhhh sayang ketahuan Tian 🤧
Reni
biru g secerah namamu kau bikin kelabu ayu lagi dan lagi pola pikirmu melukai mamamu miris
Nar Sih
semoga biru bisa memberi kejutan pada mama ayu dgb segaja msuk firma hukum punya si gunawan
Siti Siti Saadah
asyyyyyyiiiiiikkkkk
Rahmawati
hmmm apa biru sengaja deketin Miranda biar bisa mencari bukti bukti ttg kebusukan gunawan ya
Rahmawati
kok gedeg ya sama biru😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!