Karena malam itu, semuanya berubah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK ROSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Olivia menggigit pergelangan tangan Alio dengan sekuat tenaga dan tanpa ampun! Sampai-sampai pergelangan tangan pria itu mengeluarkan darah segar.
Alio dibuat terkejut oleh wanita di depannya untuk yang kedua kalinya lalu tatapannya pun berubah menjadi semakin dingin.
Apakah dia marah? Dia pasti marah! batin Olivia sambil menatap Alio.
"Olivia Stein, cukup!" seru pria itu berkata dengan nada rendah tapi menyiratkan peringatan.
Wanita bar-bar ini benar-benar membuatku sakit kepala! batin Alio sambil mengerinyitkan alisnya.
"Cukup?" mendengar peringatan Alio, Olivia langsung tertawa sarkas sementara air matanya sudah membendung di pelupuk matanya.
"Tuan kaya yang terhormat! Biar ku beri tahu padamu, aku tidak akan pernah menyerahkan putraku pada baj*ngan sampah sepertimu! Kembalikan dia sekarang juga!"
"Tidak bisa!" tolak Alio mentah-mentah dengan nada yang sangat dingin, itu berarti tak ada tempat untuk bernegosiasi.
Olivia berpikir, kalau tak ada Olvi disisinya, ia tak tahu harus hidup bagaimana tanpa buah hatinya itu.
"Dia putraku! Kau tidak punya hak untuk mengambilnya dariku, dasar baji*gan sampah!" maki Olivia.
"..."
"Aku yang sudah melahirkan dan membesarkannya! Lalu, sebagai seorang ayah … apa yang sudah kau lakukan selama ini!? Tidak ada bajingan!" marah Olivia dengan emosi yang semakin meluap-luap.
"Alio Wilson," ucap Alio singkat dan hanya dengan dua kata.
"Apa?!" Olivia terkejut saat mendengarnya.
"Namaku bukan baji*gan ataupun baji*gan sampah!" jelas Alio.
"Alio ... Wilson?" ucap Olivia menyebut nama pria itu dengan perlahan dan lagi-lagi ia merasa pernah mendengar nama itu, tapi ia tak tahu pernah mendengarnya dimana?
Olivia pun mendongakkan kepalanya dan dengan hati-hati ia menatap pria yang ada di depannya itu dengan seksama.
Kalau dipikir-pikir, wajah pria itu sangat tampan kalau dilihat dari jarak sedekat ini tapi...
Damn!
Pada saat itu juga, Olivia merasa kalau dirinya sudah menjadi orang yang paling bodoh di dunia ini!
"P-Pak ... P-Presiden?" ucap Olivia tergagap-gagap karena sangat terkejut saat menyadari siapa pria yang ada di hadapannya.
Apakah ini mimpi? Ayah Olvi ternyata adalah seorang Presiden yang baru saja dilantik, Alio Wilson!? Ini tidak mungkin! batin Olivia terdiam dengan pikirannya sendiri.
Lalu, Olivia pun melihat luka gigitannya di tangan pria itu.
Saat mengetahui siapa pria itu sebenarnya, Olivia hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena merasa sangat bersalah.
Alio akhirnya melepaskan tangan Olivia dan mundur selangkah untuk menjaga jarak dari wanita itu.
"Mulai dari sekarang, kau akan tinggal di mansion ini bersamaku dan juga Olvi. Jika kau tidak ingin kehilangan Olvi, maka kau tidak punya pilihan selain tinggal bersamaku" ucap Alio dengan wajahnya yang dingin dan tampak lebih tenang dari sebelumnya.
Apakah itu perintah? batin Olivia yang mulai sadar dari keterkejutannya.
"Aku tak akan membatasimu, kau masih bisa melakukan pekerjaanmu seperti biasanya. Tapi, untuk kenyamanan bersama, kita berdua harus merahasiakan Olvi dari publik!" lanjut Alio mengakhiri kalimatnya yang panjang lebar.
Mendengar itu, Olivia tersenyum kecut. Merahasiakan Olvi? Meskipun aku berteriak pada dunia bahwa anakku adalah putra seorang presiden, memangnya siapa yang akan percaya?
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
dan masih menunggu kelanjutan loch
Jangan kecewakan ya/Smile//Smile/
😊
Menantikan cerita selanjutnya sejak terbit 2019.