Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Ini adalah kisah tentang Julia,seorang gadis yang mendapatkan kebahagiaan bersama dengan penderitaan dan pengkhianatan sang suami.
5 tahun kemudian,seseorang datang padanya dan mengatakan."aku bilang aku mencintaimu,dan apapun itu mengenai dirimu aku akan menerimanya,bahkan Jihan pun aku akan menerimanya,jadi Julia,apa kau menerimaku?"
Apa yang akan dilakukan Julia,agar dia bisa mendapatkan kebahagian untuknya dan putri kecilnya?
Kisah cinta dari seorang wanita yang pernah dikhianati oleh cinta,dengan seorang pria muda berstatus pelajar.
cover from google edited by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Hamparan pasir putih,angin yang sepoi-sepoi,suara ombak berdeburan,terasa hangat dan nyaman disana.
Jihan terlihat berlarian kesana kemari,dia membuat banyak jejak kaki diatas pasir,suara tawanya menenangkan hati kecil Julia.
Aku duduk diatas pasir,aku melihat antusias Andrew yang sedang bermain dengan Jihan,Sesekali Jihan melihat kearahku dan tertawa,kebahagian yang tidak bisa aku berikan padanya sejak dulu,akhirnya kini dia dapatkan dari Andrew,aku bisa melihat ketulusan dimata Andrew,hingga tanpa sadar aku berdoa pada TUHAN,agar dia tidak memisahkan kami,agar kami bisa berkumpul sebagai sebuah keluarga suatu saat nanti.
"Mama,apa kau tidak ingin bermain dengan kami?"Jihan berteriak kearah Julia,dia melambaikan tangannya,mengisyaratkan agar Julia datang.
"Mama datang."Julia berlari kearah Jihan dan Andrew.
Andrew tersenyum padaku saat aku berlari kearah mereka,dia mengulurkan tangannya,seakan siap menyambutku,perasaan ini begitu terasa sangat aman dan nyaman,dan kenyataan ini terasa seperti mimpi,dan bila mimpi,aku berharap agar aku tidak pernah bangun dari mimpi ini.
"Mama,lihat jejak kakiku,aku begitu ringan,jejak kakinya kurang terlihat."Jihan menunjuk kearah jejak kakinya yang terlihat samar-samar.
"Bagaimana jika membuat jejak kaki dengan kakak Andrew?"Andrew langasung menggendong jihan dipunggungnya.
Aku pun tersenyum,Andrew menggendong Jihan,tapi tangan satunya menggandeng tanganku,kami berjalan bersama di atas pasir putih,membuat jejak kami sebanyak mungkin.
Tidak terasa hari mulai sore,Jihan sudah terlihat lelah bermain,Andrew menggendong Jihan,dia tertidur saat akan kami ajak pulang.
"Nanti ikutlah naik keatas,bibi May ingin menemuimu."Mereka dalam perjalanan pulang di mobil.
"Kau sudah memberitahukannya,"
"Ya,aku tidak bisa berbohong padanya,bibi May sudah seperti ibuku,dia yang merawatku dari aku bayi,saat kau bertemu dengannya berilah kesan yang baik padanya."
"Tentu saja,apa kau kahwatir kalau bibi mu tidak setuju?"
"Tidak juga,aku kan hanya mengingatkan,kalau dia tidak suka padamu ya sudah,aku tinggal cari yang lain saja."Julia jual mahal.
"Boleh,boleh kalo mau cari yang lain,tapi dalam waktu 1x24 jam aku akan pastikan dia meninggalkanmu."Andrew mengintimidasinya.
"Hah,kau kejam sekali,apa kau bermaksut membuatku sendiri sampai tua?"
"Tidak,hanya aku yang akan disisimu sampai tua."Andrew mengelus pipi Julia.
"Kau mulai menggombal lagi."Julia melirik kearah Andrew.
"Tidak,aku bicara yang sebenarnya."Andrew fokus kedepan.
"Kau bohong."
"Aku tidak bohong."
"Iya,bohong."
"Apa aku perlu mendaftar pernikahan kita ke kantor catatan sipil sekarang juga."
"Hah,kau gila,sudahlah,aku percaya padamu."
Andrew nampak tersenyum,aku sendiri tidak tau seberapa besar keseriusan Andrew kepadaku,yang aku tau,setiap katanya selalu membuat ku tenang,setiap katanya mengisyaratkan bahwa aku miliknya,setiap katanya mengartikan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan ku.
Apartemen Julia
Kami sudah sampai di basement,karena Jihan masih tidur,Andrew yang menggendongnya menuju tempatku.
"Bibi May,kami kembali."Julia membuka pintu,memberi jalan pada Andrew yang menggendong Jihan.
Bibi May saat itu sudah menunggu kami pulang,saat melihat Andrew,nampaknya Bibi May tidak terkejut.
"Berikan Jihan padaku,akan aku bawa dia kekamarnya."Bibi May mengambil Jihan dari Andrew.
Setelah beberapa saat,bibi May keluar dari kamar Jihan,Andrew langsung memperkenalkan dirinya.
"Bibi,kita bertemu lagi,apa kabar?"
"Ternyata kau ya,aku baik saja,apa kalian sudah makanmalam?Bibi baru saja selesai makan."Bibi May terlihat tersenyum ramah pada Andrew,mungkin itu karena sejak awal Jihan juga sudah menyukai pemuda itu.
"Andrew,mari..Masakan bibi sangat enak loh."Julia menawari.
"Baiklah,kalau tidak merepotkan."
Akhirnya kami makanmalam bersama,bibi May terlihat menyukai Andrew,lagipula Andrew juga pintar mengambil perhatian orang,dia banyak bercerita tentang kesehariannya,membuat aku dan bibi May lebih memahaminya.
Setalah selesai makan,Andrew pamit pulang,aku mengantarnya sampai basement.
"Hati-hati dijalan,"
"Tentu saja."Andrew masuk kedalam mobil.
"2 hari ini aku mungkin tidak menjemputmu,ada beberapa urusan kampus yang harus aku selesaikan."
"Baiklah,urus kuliahmu dengan benar."
"Tentu saja,aku akan berusaha sebaik mungkin."
Andrew mulai mengendarai mobilnya keluar dari basement apartemen.Aku hanya bisa memandanginya dari jauh,dia tidak akan datang 2 hari kedepan,tapi itu baik,bagaimanapun sebuah hubungan jika terlalu sering bertemu itu tidak baik,kami akan merasa cepat bosan dengan satusama lain.
Saat kembali ke dalam apartemen lagi,bibi May nampak sedang membereskan meja makan.
"Bibi,biar aku yang mencuci piringnya."
"Dia pemuda yang baik."
"Apa menurut bibi seperti itu?"
"Ya,sejak pertama kali bertemu dengannya,bibi
sudah tau itu,apalagi Jihan,waktu itu dia bilang saat digendong Andrew dia merasa nyaman dan hangat,awalnya bibi kira karena Jihan tidak pernah tau seperti apa sosok ayah itu,tapi aku tau Jihan mengatakan itu karena Andrew benar-benar pemuda yang berbeda,dia penuh kasihsayang dan kebaikan."
"Ya,aku juga merasa seperti itu,menurut bibi,apa kami bisa terus bersama?"Julia selesai mencuci,dia melihat kearah bibi May.
"Kenapa kau menanyakan hal seperti itu,apa kau sendiri tidak yakin?"
"Bukan,hanya saja menilai dari status kami,terkadang aku merasa aku tidak pantas,tapi dia selalu menegaskan,bahwa hanya aku wanita yang dia cintai,bahkan dia tidak mau mendengar perkataan orang tentang ku,dan menyuruhku untuk selalu mempercayainya."
"Kalau begitu,maka cobalah untuk percaya."
"Percaya ya?"Julia tersenyum masam.
Percaya??Dulu aku sangat percaya bahwa hidupku akan bahagia bersama orang yang aku cintai,bahkan aku mengabaikan kata orang dan kritikan orang demi dia,tapi apa yang aku dapatkan pada akhirnya?Sebuah pengkhianatan,dibuang dan tidak dihargai sama sekali,seperti sebuah kertas yang langsung dibuang dan dihancurkan saat dia sudah tidak dibutuhkan lagi,lalu..Apa aku bisa percaya lagi?Atau aku harus mengubah pandanganku tentang kepercayaan,apa dia bisa membuatku merubah semua pandangam burukku?Aku jatuh cinta padanya,tapi aku belum bisa percaya semua ucapannya,karena kata-kata yang dia ucapkan pernah aku dengar sebelumnya.
Hari berikutnya
Aku memulai aktifitasku seperti biasa,datang ke cafe dan mempersiapkan segala kebutuhan disana.
"Bagaimana liburanmu kemarin?"Fara sudah mengintrogasi dipagi hari.
"Menyenangkan."
"Bagaimana Jihan,dia menyukai sibronis itu?"
"Ya,Jihan sangat menyukainya,bahkan dia sampai lupa kalau ada mama nya yang dia abaikan."
"Bukankah itu sangat bagus."
"Yup,asal Jihan senang aku rela melakukan apapun,tapi bersama Andrew,Jihan seperti mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dia dapatkan dariku."
sngt menghibur👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏