Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku seorang janda
Selir Me-ang menahan tawa yang hampir pecah saat mendengar jawaban Ling Xu-mei. Matanya menyipit, menyembunyikan rasa sinis di balik senyum tipis yang menghiasi bibirnya. "Dia itu seorang pembohong yang mulia," ucap selir Me-ang dengan nada mengejek, suaranya bergetar sedikit karena berusaha menahan gelak yang hampir meledak.
Tatapan Kaisar Qin beralih menatap tajam ke arah selir Me-ang, seolah menantang. "Apa maksudmu?" tanyanya dengan suara dingin namun penuh kewibawaan. Namun, pandangannya tak lepas dari wajah Ling Xu-mei yang tetap tenang, meski hatinya berdebar tak menentu.
Ling Xu-mei menundukkan kepala sejenak, menarik napas dalam, lalu menatap Kaisar dengan mata yang jernih penuh kejujuran. "Kenapa aku harus berbohong, Yang Mulia? Saya memang belum menikah. Tapi untuk saat ini, status saya adalah seorang janda. Seorang wanita yang ditinggalkan oleh suaminya," jawabnya dengan suara lembut namun tegas, menahan getir yang menggerogoti hatinya.
Suasana menjadi hening sejenak. Selir Me-ang yang berharap mendapat reaksi memalukan justru terpaku, wajahnya berubah cemberut.
Kaisar Qin menatap Ling Xu-mei dengan tatapan sulit dibaca, seolah mencoba menyelami kebenaran di balik kata-katanya. Sementara Ling Xu-mei berdiri tegap, menahan rasa malu dan sakit hati yang berbaur menjadi kekuatan diam yang tak bisa diabaikan.
"Kamu seorang janda?" tanya kaisar Qin.
Kaisar Han terdiam seolah Dia kehilangan ribuan perkataan. Ling Xu-mei sudah menyatakan kalau dirinya adalah seorang janda, sedangkan ibu suri Dia hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu dalam. karena Ibu suri tidak akan memaksa langsung untuk menyakiti dirinya sendiri.
Semua orang terdiam mematung, menatap wanita cantik mantan istri Kaisar Han walaupun pria itu tidak memberikan surat cerai kepada Ling Xu-mei. Entah mengapa sang Kaisar merasa hatinya tersentak, jantungnya berdebar dengan perasaan sakit yang teramat. kata janda dan ditinggal suaminya sebenarnya itu adalah kenyataan sebenarnya itu adalah rahasia yang sudah diketahui banyak orang.
Kaisar Qin terdiam, dia menghela nafasnya kemudian menatap Ling Xu-mei yang terlihat tenang tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Baiklah Kaisar, aku dan nona Ling akan kembali ke tempat kami." ibu suri yang kemudian mengajak Ling Xu-mei pergi dari tempat itu.
Pesta perayaan tetap dilaksanakan walau tanpa kehadiran Ibu suri, sedangkan sang Kaisar menatap Ling Xu-mei yang sudah meninggalkan tempat itu, menatapnya begitu tajam.
"Oh ya Kaisar, siapa mantan suami nona Ling?Apakah kamu mengenalnya? Kenapa pria itu begitu bodoh, wanita menawan seperti Dia dibuang begitu saja?" tanya Kaisar Qin kepada kaisar Han. tentu saja Kaisar Han tidak menjawab karena pria yang dianggap bodoh itu adalah dirinya.
Selir Jia dan selir Me-ang sangat geram, mereka berdua tidak akan pernah mengira kalau kehadiran Ling Xu-mei hari itu akan membuat kaisar kerajaan Qinzu terpesona olehnya, bukan hanya kaisar kerajaan Qinzu, para pejabat kerajaan menatap wanita yang sudah dibuang oleh kaisar Han. Orang-orang yang ada di ruangan itu terus membicarakan permaisuri terbuang yang sekarang ini sudah berubah drastis, mereka terus membicarakannya dan mereka juga menganggap kalau Kaisar Han memang sudah menceraikan permaisuri Ling.
Hari itu pesta perjamuan tidak berjalan lancar, kaisar kerajaan Qin lebih memilih untuk beristirahat dari perjalanan jauh mereka. Keesokan pagi Kaisar Qin meminta Kaisar Han untuk mengantarkan dirinya ke tempat Ibu suri, dia berpikir jika dia ke tempat Ibu suri dia akan bertemu dengan wanita cantik yang dia temui di aula penyambutan itu.
sebenarnya Kaisar Han menolak untuk mengantarkan Kaisar Kin ke tempat Ibu suri tapi karena dia adalah tamu yang harus dia hormati mau tidak mau sang Kaisar mengantarkan Kaisar Kin ke tempat Ibu suri titik ketika dia berada di tempat Ibu suri yang diharapkan tidak ada di situ malah dia ada di sana. Ling Xu-mei terlihat begitu cantik, dia baru keluar dari dapur sembari membawa begitu banyak makanan bersama Yura.
"A-Ling..., Kenapa kamu masak begitu banyak?" tanya ibu suri.
Ling Xu-mei hanya tersenyum kemudian meletakkan beberapa makanan, rambutnya diikat agar ketika dia memasak rambut itu tidak membuatnya kesulitan. Sedangkan tidak jauh dari tempat ibu suri.. Kaisar Qin yang melihat itu jantungnya berdebar begitu kencang. Dia wanita yang begitu berbeda, sosok wanita yang memiliki senyum begitu indah.
"Ayo...," Gu Yanzel terlihat keluar dengan membawa beberapa makanan juga.
Kaisar Han yang melihat itu dia dibuat terkejut, dia tidak akan pernah mengira kalau penasehat kerajaannya yang tidak lain saudaranya itu sudah berada di tempat Ibu suri.
"Penasehat benar-benar sangat membantu." puji Ling Xu-mei sembari memberikan dua jempol kepada Gu Yanzel.
"Nona Ling." jenderal Tanzo juga keluar sembari membawa beberapa minuman yang dibuat oleh Ling Xu-mei m.
Kaisar Han terkejut begitu pula dengan Kaisar Qin yang melihat di tempat Ibu suri sudah ada beberapa pria di sana.
"Siapa Mereka Kaisar?" tanya Kaisar Qin kepada kaisar Han.
sang Kaisar sedikit menghela nafasnya, entah mengapa ada perasaan tidak senang juga kesal di hatinya. "Mereka adalah penasehat kerajaan dan Jenderal kerajaanku, Kaisar." jawab Kaisar Han yang kemudian melangkahkan kakinya.
Ling Xu-mei nampak tersenyum lebar sembari sedikit menggoda jenderal Tanzo. "Jenderal, kapan-kapan ajak aku main pedang ya? aku ingat melihat otot tubuhmu yang sangat indah itu." ucap Ling Xu-mei sembari bertumpang dagu, dia menatap Jenderal tanzo dengan senyum yang begitu merekah.
Sedangkan Jenderal Tanzo.. pria itu jadi salah tingkah, dia tidak bisa menjawab namun wajahnya sudah terlihat memerah akibat dari tadi dia digoda oleh Ling Xu-mei.
"Hormat hamba, ibunda." Kaisar Han memberikan hormat.
Ibu suri menoleh menatap putranya ada di depannya bersama dengan kaisar kerajaan Qinzu. "Iya," jawab ibu suri.
"Salam Ibu suri." ucap Kaisar Qin.
"Iya." jawab ibu suri. setelah itu Ibu suri mempersilahkan Kaisar Qin dan Kaisar Han untuk duduk, dia menawarkan kepada mereka berdua untuk makan.
Kaisar Han sempat melirik Ling Xu-mei yang dari tadi berusaha untuk menggoda jenderalnya, dia yang sekarang sangat berubah total, bahkan ketika Kaisar ada di dekatnya dia tidak menghiraukannya sama sekali. "Apa yang kamu lakukan di sini, Jenderal?" tanya Kaisar Han.
Jenderal Tanzo membungkuk memberikan hormat, Dia kemudian ingin menjawab namun bingung. Sedangkan Ling Xu-mei dia memberikan tatapan tajam kepada kaisar Han, seolah dia ingin mengatakan dia tidak suka dengan kehadirannya.
"Apakah ini semua masakan nona Ling, Ibu suri?" tanya Kaisar Qin ketika melihat begitu banyak makanan yang ada di tempat itu.
Ibu suri tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya, ini semua masakan nona Ling." jawab ibu suri. senyumnya begitu merekah, dia menatap putranya yang dari tadi menatap Ling Xu-mei. ada goresan kecemburuan besar di matanya, Ibu suri bisa melihat itu bibirnya nampak tersenyum saat melihat kecemburuan mulai menggerogoti sang Kaisar.
"Pergilah dari sini jenderal, penasehat." Kaisar Han menyuruh Gu Yanzel dan jenderal Tanzo pergi dari tempat Ibu suri.
"Ngapain mereka disuruh pergi? seharusnya yang pergi itu yang mulia Kaisar, ngapain sih pagi-pagi kemari? Merusak pemandangan saja." jawab kesal dan acuh dari Ling Xu-mei. Dia kemudian menahan tubuh jenderal Tanzo agar tidak pergi dari tempat itu, hal itu membuat Jenderal Tanzo terkejut.
*bersambung*
semangat berkaryaa