⚠️Ini hanya karya fiksi semata⚠️
“Kalau kau tak suka dengan sikap ku, kau boleh pergi, Dianna Chana.” Adipati Leon pemilik warisan yang takkan habis sampai 7 turunan dengan mudah mengganti Chana, bila wanita sebatang kara itu meminta pisah dengannya.
“Maafkan aku, aku yang salah! Aku janji enggak akan mencampuri urusan pribadi mu lagi, Leon.”
Tes!
Chana yang miskin tak bisa berkata apapun pada Leon yang selalu menduakannya berulang kali karena ia masih butuh pria tampan itu untuk membiayai sekolahnya yang mahal.
Namun semua berubah saat Leon melakukan kesalahan yang sangat bagi Chana.
“Pada hal kau sudah mengambil segalanya dari ku, tapi kenapa! Kau lakukan juga dengannya?! bangsat!” pekik Chana.
Plak!
Chana yang naik pitam menampar wajah tampan Leon.
“Cih! Bukannya kita langganan pelac*r?! Lagi pula kau bertahan karena uang, bukan cinta kan, Chana!” pekik Leon.
Kata-kata Leon yang begitu menyakitkan membuat Chana mengambil keputusan besar, yaitu meningga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khianat
“Siapa pelakunya?” Leon penasaran dengan si penyebar obrolannya dengan Chana.
Jesika yang melihat beragam komentar dari banyak orang merasa senang.
Akan ku usir kau dari sekolah ini, batin Jesika.
Ia yang ingin memiliki Leon rela mengorbankan persahabatannya yang telah terjalin lama bersama Chana.
Sampai jam praktik selesai, Chana tak kunjung masuk ruangan.
Lira sang guru jurusan pun menulis Alfa di daftar absennya.
Aku harus menemuinya, batin Leon.
Pada pukul 15:30 bel tanda pulang pun berbunyi.
Tet... tet... tet...
Jesika yang bersemangat dengan cepat mendatangi Leon ke kursinya.
“Aku tunggu di gym fitness goal!” seru Jesika.
“Maaf Jes, aku enggak bisa hari ini, karena ada urusan lain.” Leon membatalkan janjinya dengan Jesika.
“Apa kau ingin ke tempat Chana?” Jesika tahu Leon mengkhawatirkan pacar kekasihnya.
“Iya, lain kali saja kita pergi bersama, maaf aku buru-buru.” Leon pun keluar dari dalam kelas tanpa menunggu Jesika.
“Sial! Kita lihat saja, apa Chana masih bisa bertahan kalau aku membocorkan namanya.” Jesika yang gelap mata ingin menghancurkan masa depan sahabatnya.
Ia pun menunggu waktu yang pas untuk meledakkan kartu As Chana yang ia pegang.
🏵️
Leon yang telah sampai di kosan Chana mengetuk pintu kosan tersebut.
Tok tok tok!
“Chana, buka pintunya!” ucap Leon.
Tok tok tok!
“Chana! Aku ingin bicara!” Leon yang tak mendapat respon semakin khawatir.
Ia yang ingin meminta kunci serap pada pemilik kosan berniat untuk turun ke lantai satu.
Namun saat Leon berbalik, ia pun melihat Chana telah berdiri di hadapannya dengan mata bengkak, hidung berair.
“Dari mana saja kau?” tanya Leon dengan perasaan terkoyak, sebab kali itu ia merasa bersalah pada sang kekasih, meski ia sendiri tak merasa kalau dirinya adalah pelakunya.
“Pergi sana, aku mau tidur.” Chana mengusir Leon.
“Ayo bicara, setelah itu aku akan pergi.” Leon ingin menjelaskan ia tak ada sangkut pautnya dengan kiriman itu.
“Semua sudah jelas, sebaiknya kau pulang, jangan ganggu aku!” Chana pun membuka pintu kosannya.
Leon yang ingin menuntaskan ke salah fahaman di antara mereka menerobos masuk saat pintu terbuka.
“Leon, jangan buat aku marah.” Chana memelototi kekasihnya.
“Aku tidak akan pergi sebelum bicara pada mu.” lalu Leon menarik tangan Chana dan menutup pintu kosan itu rapat-rapat.
“Lepaskan aku!” Chana menghempaskan tangan Leon.
“Bukan aku pelakunya, lagi pula untuk apa aku melakukan tindakan bodoh itu?” terang Leon.
“Mungkin benar itu bukan kau! Tapi salah satu selingkuhan mu! Apa kau belum puas menyakiti ku selama ini? Kau jahat! Sekarang keluar dari sini!” Chana mendorong tubuh Leon.
“Aku akan membereskannya, kau tenang saja,” ucap Leon.
“Harus! Karena itu akan menghancurkan masa depan ku!” pekik Chana.
“Apa kau sudah makan?” Leon yang berpikir semua telah beres ingin memeluk Chana.
“Jangan sentuh aku, sebaiknya kau pergi, bukannya kau akan ke tempat gym dengan Jesika, dia pacar baru mu kan?” air mata Chana berlinang saat menyebut nama sahabatnya.
Leon yang tak ingin menjawab pertanyaan Chana memili diam.
“Kau enggak bisu kan? Jujur pada ku Leon!” bibir Chana bergetar karena merasa terbuang dan tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.
“Jangan bahas orang lain, yang penting aku tetap bersama mu.” Leon pun memeluk paksa Chana.
“Egois! Hanya karena kau punya uang, kau seenaknya pada ku! Aku tahu kau banyak menolong ku, tapi ini terlalu kejam, aku hanya punya Jesika, tapi kau ambil dia juga, kau ingin semua orang tak menyukai ku, kau suka kalau aku menyendiri seperti orang bodoh! Hiks...” Chana menangis berurai air mata.
Kali itu ia mengatakan isi hatinya meski tak semua ia luapkan.
“Jangan bicara lagi! Kuping ku panas mendengarnya.” Leon yang ingin membungkam Chana menggiring wanita malang itu ke dalam kamar.
“Aku enggak mau! Jangan sentuh aku, hiks...” Chana jijik tak mau berhubungan dengan Leon, karena ia sudah benar-benar muak dengan semua pengkhianatan kekasih jahatnya padanya.
“Apa pun yang ku lakukan di luar sana, kau tetap rumah untuk ku kembali.” Leon yang gagah dengan mudah mengunci pergerakan. Chana.
Lalu Leon yang emosional meniduri Chana untuk melepas beban pikiran yang membuatnya resah.
3 jam kemudian Leon yang telah selesai memeluk Chana.
“Tenang saja, semua akan baik-baik saja.” ucap Leon, ia menyakinkan jika ia mampu mengatasi segalanya.
“Terserah kau saja.” hati Chana yang belum sembuh tetap tak mau bicara baik-baik pada Leon.
Ia pun bangkit dari ranjang dengan menahan rasa perih di area sensitifnya.
Kurang ajar! Hari ini dia lebih lama dari biasanya, batin Chana.
Ia pun turun ranjang dengan langkah menjinjit, Leon yang menyaksikan itu menghela nafas panjang.
“Aku harus mengakhiri segalanya, sudah cukup aku menyakitinya.” Leon berencana memperkenalkan Chana pada kedua orang tuanya.
Leon yang ingin segera pulang menyusul Chana ke kamar mandi.
“Tunggu di luar, ini masih giliran ku!” pekik Chana.
Lalu Leon memeluk Chana yang ingin membasahi tubuhnya dengan shower.
“Maafkan aku, aku ingin berbaikan dengan mu, ayo kita mulai lembaran baru, aku janji hanya ada kau di hati ku.” Leon yang telah sadar ingin serius pada Chana.
“Kalai begitu bereskan postingan itu,” pinta Chana.
“Iya sayang.” kemudian Leon memandikan Chana terlebih dahulu karena ia takut wanitanya masuk angin.
🏵️
Malam harinya seseorang mengirim pesan pribadi pada akun anonim Jesika.
Jesika, aku tahu itu kau! Kalau kau tidak menghapus postingan mu, maka aku akan menjebloskan mu ke penjara, ✉️ Anonim.
Jesika yang membaca pesan tersebut merasa dag dig dug sebab ia telah ketahuan, namun ia tidak tahu itu pesan dari Chana atau Leon.
Jesika yang tak ingin tertangkap segera menghapus kirimannya yang telah ramai di bahas oleh siswa dan siswi sekolahnya.
Kok ketahuan secepat ini sih! batin Jesika.
🏵️
Keesokan harinya, Leon yang datang pagi-pagi melihat Jesika yang sedang sibuk memasukkan serbuk obat maag yang telah halus ke dalam cangkang obat.
“Ini tugas semester yang akan kau serahkan?” tanya Leon.
“Iya, aku yakin akan mendapat nilai tinggi,” ucap Jesika.
“Semoga saja.” Leon memegang salah cangkang obat Jesika.
Sepertinya bukan dia yang mengirim pesan itu pada ku, buktinya dia bersikap biasa saja pada ku, batin Jesika.
“Kau boleh ambil kalau kau mau,” ujar Jesika.
“Baiklah.” Leon pun mengantongi obat yabg ada di tangannya.
Ketika Leon ingin pergi Jesika memegang tangan lelaki tampan tersebut.
“Apa Chana tahu soal hubungan kita? Itukan alasan kau menemuinya?” ucap Jesika.
Ia sengaja membahas itu karena ia melihat Chana datang dari jendela kaca kelas.
“Enggak juga, sudah jangan bahas lagi.” Leon yang ingin beranjak di hentikan oleh Jesika.
“Jangan putuskan dia karena aku kasihan padanya, aku rela menjadi kekasih gelap mu.” Jesika yang ingin merusak total hubungan mereka bertiga bangkit dari duduknya.
“Entah kenapa, aku ingin mencium mu.” Jesika menggenam kedua lengan Leon.
“Jangan sekarang, suasana hatiku lagi enggak bagus.” Leon menolak karena tak berselera.
...Bersambung......
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
makin kesini kenapa malah terlihat murahan. lagi² dgn alasan cita² mau jd duri rumah tangga wanita lain. 6 thn jadi istri simpanan ky biasa saja.. masa ga ada sedikitpun percikan cinta utk stefan(terlepas stefan sikopet/dia kan ga tau). malah berharap balikan lagi dgn aa leon...
helooooo..... kamu kapan suksesnya dan kapan balas dendamnya ke om dan tantemu....?????
maaf ya thor ini cm kesan pribadiku trhdp chana, bukan karyamu...kalau karyamu mah ky mengandung magis. begitu baca ga bisa berhenti sblm habis bab.
karyamu keren thor...
lagian itu sdh kewajiban seorang ibu merawat dan membesarkan