Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arlo Cairo Antagonis Novel
Kayana tanpa aba-aba langsung menyerang. Dua orang, yang sedang mengeroyok seorang pemuda yang menggunakan pakaian seragam sekolah. Dia langsung menendang dua orang itu.
Sang pria yang di bantu kayana menoleh ke arah kayana yang sedang berkelahi..
Deg..
Dia tersenyum menyeringai, Dia Langsung menghajar lima orang preman itu, dengan bengis dan cepat. Begitu juga kayana.
Bug.. Bug..
"Sialan, di pasti teman dari arlo, dia kuat juga." Ucap salah seorang pria.
"Kita serang bersama-sama." ucap salah temannya.
Bug.. Bug.. Bug..
Kini kayana sedang berhadapan dengan tiga orang pria badan kekar.
Pria pertama merangsek maju dengan pukulan mentah, namun dengan gerakan seringan bulu, dia berkelit, menghantam sikunya tepat ke ulu hati lawan. Pria kedua ingin menendangnya, namun belum sempat kayana lebih cepat, dia menyapu tumpuan kakinya hingga pria kedua tersungkur ke aspal. Pria ketiga Mencoba menerjang. Kayana menangkap lengan pria itu, memutarnya, dan mengirimkan tendangan lurus yang telak ke wajahnya.
Datang tiga orang kembali, datang dengan serangan bertubi-tubi dari tiga arah berbeda, kayana bergerak bagaikan tarian yang mematikan. Dia mendapatkan pukulan di bahunya, namun membalasnya dengan hantaman lutut mematahkan perlawanan lawan.
Kayana bergerak bagaikan bayangan hitam, cepat, efisien dan tanpa ampun. Pukulan, tangkisan, dan bantingan terjadi dalam satu rangkaian gerakan yang mulus. Mereka semua terkapar.
Pria berseragam sekolah itu tersenyum menyeringai kembali, senyuman penuh arti. Ada binar haus darah dan kekaguman dimatanya. Bagaimana seorang wanita memerankan menjadi seorang laki-laki begitu hebatnya. Dia semakin tertarik.
Akhirnya semua musuh terkapar. Pria itu menelpon seseorang, setelah itu dia mendekatiku kayana.
Kayana yang ingin melangkah pergi urung, ketika sebuah suara memanggilnya.
"Noah." Panggilnya dengan nada santai namun dingin.
Kayana memicingkan matanya, bingung. Karena pria itu mengetahui namanya sebagai Noah. Dia melihat seragam yang sama dengannya.
"Aku Arlo, murid baru." Ucapnya mengulurkan tangannya.
Deg.
Kayana diam membeku, di depannya berdiri sang antagonis Arlo cairo. "Tidak mungkin, di depan ku sang antagonis yang kejam, sadis dan psikopat gila." Batinnya bergidik ngeri, mengingat dia menuliskan sifat sang antagonis di buku novelnya.
"Oh aku noah." jawabnya dengan nada santainya, menjabat uluran tangan arlo.
"Kita satu sekolah, kita berangkat bersama. Maaf, karena aku, kamu mungkin telat." ucapnya dengan nada lembut, namun dingin.
Noah tersenyum tipis. "Santai saja, tidak apa-apa. Kita teman satu sekolah. Ayo kita berangkat, aku bawa motor." Ucapnya dengan nada santainya.
"Aku bawa mobil, kamu jalan duluan. Aku akan mengikuti mu." jawabnya dengan nada santainya namun tetap dingin.
Kayana hanya menganggukkan kepalanya. Lalu dia menaiki motornya dan pergi dengan kecepatannya sedang. Arlo mengikuti motor kayana, Arlo tahu ada pengawal bayangan pangeran xavier mengikutinya.
Ponsel kayana bergetar tanda pesan masuk. namun dia abaikan, karena dia sedang mengendarai motornya. Motornya sampai di depan gerbang. Arhan sudah menunggunya dengan setia. Arhan tersenyum tipis.
"Noah, kok kamu telat?" tanya arhan dengan nada penasarannya.
Mobil Arlo masuk dan parkir dekat motor kayana. Arlo keluar, menatap arhan tajam, dia tidak suka wanita incarannya di dekati oleh pria lain selain dirinya. "Noah, kita masuk." Ajaknya langsung mengandeng tangan kayana.
Kayana terkejut, tiba-tiba arlo super dingin menggandengnya tangannya. "Apa karena dia tidak memiliki sahabat ya? Jadi, dia menganggap ku sahabat. Tetapi jika bertemu dengan aruna, dia nanti langsung jatuh cinta. Dan sama halnya dengan pangeran xavier dia akan terobsesi dengan aluna, tetapi kehidupannya sangat miris aku buat. penuh penderitaan dan mungkin hanya aku dan dia yang tahu. Sebagai ganti rasa bersalah ku, maka aku akan berteman dengannya." Batinnya berbisik penuh rencana.
Arlo menatap intens kayana yang melamun, dia tersenyum tipis. Sedangkan arhan mengepalkan tangannya. "Dia anak baru yang dibicarakan itu. Sialan, dia orang kaya lebih dari aku." batinnya berbisik marah mengikut kayana dan Arlo di belakangnya.
kayana duduk di dekat jendela, dan Arlo duduk disampingnya. "Loh, kok kamu yang duduk disini?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
"Orangnya, yang meminta aku tukeran tempat jawabnya dengan nada santai.
Kayana haya menganggukkan kepalanya, dia menatap lapangan basket dan melihat para pria bermain basket. Arlo sangat dekat, mencium wangi tubuh kayana yang sangat dia suka bau permen karet, membuat ya ingin rasanya memakannya.
Ting.. ponselnya berbunyi tanda pesan masuk. Akhirnya dia membuka ponselnya karena gurunya belum datang.
"Telpon aku sekarang, sayang." Pesan pangeran xavier.
Kayana bangkit dari kursinya. "Arlo, aku permisi ingin ke toilet." ucapnya dengan nada santai namun dingin.
Arlo menganggukkan kepalanya kecil. Kayana pergi. Arlo mengepalkan tangannya, dia tahu pesan itu dari siapa. "Pangeran xavier, aku tidak akan membiarkan kamu bersama kayana, kayana milikku, milik Arlo." ucapnya dengan nada dingin.
Kayana berada di dalam toilet. Pangeran xavier melakukan video call.
"Sayang, sudah berani melanggar perintah ku, hmm?" Tanyanya dengan nada dingin.
Wajah kayana bingung, dikatakan telah melanggar perintahnya. "Aku tidak melanggar perintah mu, pangeran." Jawabnya dengan nada bingung.
Berdekatan dengan pria lain, bahkan menolongnya dari para preman." jawabnya dengan nada dingin.
Deg..
"Maaf, itu aku tidak ada niatan pangeran. Hanya ingin menolongnya saja." Jawabnya dengan nada dingin buat tenang.
"Tetapi kamu tahu sayang, aku tidak suka perintah ku di abaikan, kamu telah berdekatan dengan pria lain dan juga arhan sahabat mu. kamu jangan dekat-dekat dirinya, jika tidak arhan dan Arlo aku musnahkan sayang." Ucapnya dengan nada lembut, namun menekan dan penuh ancaman.
"Sialan, kekuasaan pangeran xavier besar sekali." Batinnya penuh keraguan untuk melarikan dirinya.
Kayana menatap pangeran xavier yang sedang duduk di meja kerjanya. "Pangeran, maafkan aku ya." Bujuknya dengan nada lembut.
"Kalau begitu, aku ingin kamu PAP yang seksi bagian atas tubuh mu tanpa sehelai benangpun sekarang." ucapnya dengan nada mutlak.
Deg..
"Tetapi pangeran." Ucapnya terhenti, pangeran xavier membalas ucapannya terlebih dahulu.
"Jangan membuat aku tambah marah, sayang." Ucapnya dengan nada dingin dan datarnya.
Akhirnya kayana terpaksa membuka seluruh pakaian atasnya, hingga naked dan mengirimkan PAP kepada pangeran xavier.
"Sudah kan pangeran." ucapnya dengan nada kesal.
"Hmm, besok aku akan balik, aku ingin kamu mempersiapkan diri mu, aku akan menghukum kamu karena telah berdekatan dengan pria lain." Ucapnya dengan nada datar tersirat kemarahannya.
Kayana hanya menganggukkan kepalanya saja, Karana dia yakin dia akan menghukumnya kembali. "Obsesi dan hasratnya ke aku besar sekali, terlihat dari matanya. Jika aku kabur dan dia menemukan ku, aku akan habis olehnya." Batinnya berbisik ragu lagi. Tetapi aku tidak lari darinya, dia juga akan menghukum aku dengan menuntaskan hasratnya yang besar." Batinnya berbisik kembali.
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪