Kirana Ardhita, 17 tahun gadis cantik yang sangat mandiri yang memiliki sifat yang sedikit arogan, Bahkan tak jarang ia sering berantam dengan laki-laki yang awalnya menyukai dirinya, Kirana masih duduk di kelas 3 SMA dia juga terkenal pintar, makanya banyak yang menyukainya. Namun sedikit nakal membuat sang ibu berkali-kali di panggil oleh pihak sekolah, ia juga dikenal si gadis tomboi bahkan para teman-teman lebih sering memanggilnya si Tomboi atau Boi itu karena memang polah lakunya yang seperti laki-laki.
Kana itulah panggilan untuk dirinya sendiri bila bersama keluarganya. Kana adalah seorang anak yatim dan Ia hidup hanya tinggal berdua saja bersama ibunya, sang Ayah, telah tiada semenjak ia duduk di bangku SMP, sedangkan sang Ibu hanya seorang buruh cuci, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Kana bekerja setiap ia pulang sekolah.
Suatu hari sang Ibu mengalami kecelakaan akibat ia menolong seorang wanita, yang ternyata wanita itu adalah teman karibnya sewaktu mereka muda, tapi pertemuan itu tak berlangsung lama karena sang ibu keburu sekarat dan sang ibu meminta Kana untuk menikah dengan anak temannya itu, yang ternyata dia adalah gurunya sendiri yang amat ia benci.
Akankah Kana menemui cinta pada sang gurunya itu?.
Jangan lupa selalu tinggalkan jejaknya ya, LIKE, VOTE, HADIAH, DAN FAVORITkan oke😉🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAK GURU KEREN.
Sesuai dengan kesepakatan siapa yang menang harus menuruti perintah yang menang. Dan karena Adnan yang menang, mau tak mau Kirana harus memenuhi janjinya. Dan sesuai dengan keinginan Adnan, kini Kirana sudah berada di apartemen milik Adnan.
"Masuklah" ujar Adnan saat mereka telah sampai di Apartemen milik Adnan. "Disana kamar kamu, yang itu kamar saya! Dan ingat jangan pernah memasuki kamar saya tanpa izin saya, kamu paham!" katanya lagi saat mereka sudah berada di dalam apartemen.
"Paham Pak Guru!" balas Kirana ketus. Namun terlihat diwajahnya kalau ia agak merasa lega karena ternyata mereka tidur dikamar terpisah.
Yaa, berhubung Kirana masih berstatus pelajar Adnan, sengaja memisahkan kamar mereka. Dan ia juga tak mau menuntut kewajiban Kirana sebagai seorang istri. Karena ia ingin Kirana menyelesaikan dahulu pendidikannya.
"Dhita, berhubung di apartemen ini tidak memiliki pembantu, jadi kamu harus melakukan tugas kamu sebagai istri. Kamu tahukan?" tanya Adnan datar. Dan dibalas Kirana dengan gelengan kepalanya saja.
"Hmm.. begini ya Dhita disinikan tidak ada pembantu, jadi kamu harus melakukan pekerjaan rumah. Yaitu bersih-bersih, seperti nyapu, ngepel, memasak, kamu bisakan?" tanya Adnan masih dengan suara datarnya.
"Bisa Pak! Ta..." balas Kirana, tetapi langsung di potong oleh Adnan.
"Bagus! Sekarang kamu pergilah memasak, disana dapurnya," potong Adnan, sembari jari telunjuknya menunjukkan menuju dapur. "Sekarang lakukanlah, saya mau mandi dulu" kata Adnan sembari ia berjalan menuju ke kamarnya.
"Pak, tapi saya..."
"Tidak ada tapi-tapian! Cepat lakukan, karena saya sudah lapar!" potong Adnan yang kemudian ia langsung masuk ke kamarnya, dan menghilang di balik pintu.
"Iiss.. kenapa Pak Guru tidak mau mendengar penjelasan gue sih! Guekan nggak bisa masak!" gumam Kirana dengan tatapan mata mengarah ke pintu kamar Adnan
"Ah, sudahlah masak seadanya! Siapa suruh nggak mau dengar penjelasan gue!" gumam Kirana lagi, dan ia pun beranjak menuju kesebuah ruangan yang ditunjukkan oleh Adnan tadi.
Sesampainya disana ia tercengang melihat dapur Adnan yang terlihat bersih dan rapih. "Eh, Pak Guru pembersih banget sepertinya, dapurnya saja kinclong begini" gumam Kirana sambil ia mendekati lemari es. dan membukanya.
"Gue masak apa ya? Kok nggak ada mie instan sih? Kan gue bisanya masak itu, tinggal di rebus doang," gumamnya lagi dengan tangan mencari sesuatu. "Huh! Kulkasnya segede ini isinya cuma ada minuman, telur dan apa ini? Sayuran.. hah guekan nggak bisa masak kayak ginian. Ya sudah masak telur saja deh" rancau Kirana lagi, yang kemudian ia mengambil beberapa telur di kulkas tersebut.
Setelah mengambil beberapa telur, Kirana pun langsung mengarah ke meja yang berada didekat kompor gas. Ia setelah di sana ia nampak kebingungan, sambil memandangi telur yang masih ia pegang.
"Ini gimana masaknya ya? Kayaknya dulu Bunda masak telur di pecahkan dulu deh, terus taruh di mangkukkan? Iya gue ingat seperti itu, ya sudah ambil dulu mangkuknya," Kirana pun mengambil sebuah mangkuk kaca lalu ia letakkan di meja samping kompor, lama ia mempertimbangkan apa langkah selanjutnya.
"Telurnya dipecahkan dulukan? Tapi pakai apa ya mecahinnya?" gumamnya lagi sambil matanya mencari sesuatu untuk memecahkan telur yang ada di tangannya. "Ah pakai ini saja deh," Kirana mengambil sebuah tongkat kayu rolling pin yang bisa untuk dipakai untuk menipiskan adonan kue.
Setelah tongkat kayu rolling berada di tangannya. Kembali Kirana mempertimbangkan cara memecahkan telur tersebut. Yang kini berada di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang tongkat kayu rolling pin.
"Dipecahkan, lalu masukkan kemangkuk, oke kita mulai sekarang," gumam Kirana, sembari ia mulai mengayunkan tongkat tersebut berkali-kali, lalu ia pun mulai memecahkan telurnya dengan tongkat kayu dengan keras. Alhasil telur langsung hancur dan isinya muncrat, bahkan mengenai wajahnya juga. Membuat ia spontan terpekik.
"Aakh!" Pekikan Kirana di barengi dengan suara tawa yang begitu keras, membuat Kirana langsung menoleh kebelakang. Yang ternyata Adnan sejak tadi sudah memperhatikannya.
"Hahahaha... hahahaha.. dasar gadis bodoh! Hahaha.. memecahkan telur saja tidak bisa! Hahaha" kata Adnan sambil tertawa terbahak-bahak, melihat wajah Kirana yang terlihat lucu di matanya.
"Huh! Dasar Guru killer! Senang banget ya melihat orang kesusahan!" umpat Kirana yang terlihat begitu kesal karena di tertawakan oleh Adnan.
"Kana...Kana..kamu ini cewek apa cowok sih? Memecahkan telur saja masa nggak tahu sih? Tapi giliran berantam aja nomer satu!" cela Adnan, sambil ia menggelengkan kepalanya.
Mendengar cela Adnan Kirana langsung mengerucutkan bibirnya Karena kesal. Namun ia terlihat enggan untuk membalas celaan itu. dan ia lebih memilih untuk diam.
"Kamu ini sebenarnya bisa masak apa nggak sih? Bukannya tadi kamu bilang bisa ya? tapi masa memecahkan telur saja nggak becus sih?" tanya Adnan dengan tatapan menyelidik.
"Memang bisa kok Pak! Tapi hanya bisa masak air dan Mie instan aja Pak," kata Kirana dengan memasang wajah polosnya.
Mendengar pengakuan Kirana Adnan sempat kaget. "Apa! Kenapa tidak bilang dari tadi sih?"
"Kan tadi saya mau ngomong, waktu saya berkata tapi tadi. Tapi Pak Guru malah bilang tidak ada tapi-tapian dan main pergi aja. Berarti bukan sala saya dong Pak," balas Kirana polos dan berkata apa adanya.
Melihat wajah Kirana yang terlihat polos, Adnan semakin gemas. Namun ia tak berani berbuat apa-apa, Karena takut akan kebablasan.
"Haiiis.. gadis ini polos banget ya?" gumam Adnan gemas. "Ya sudah cucilah wajah kamu, lalu duduklah disana!" titah Adnan, yang kemudian ia berjalan menuju ke kulkas.
"Baik Pak Guru" balas Kirana yang kemudian ia mencuci mukanya di wastafel yang berada di dapur. Setelah selesai ia pun duduk di meja makan, sembari memperhatikan Adnan yang sedang memasak.
"Wah ternyata Pak Guru keren ya bisa memasak? Dan juga terlihat seksi kalau begini," batin Kirana yang masih terus memperhatikan Adnan yang sedang memasak.
"Baru sadar kalau suami kamu keren hm?"
Kirana langsung tersentak mendengar perkataan Adnan, yang tiba-tiba saja menoleh kearahnya sambil mengedipkan matanya. Spontan wajah Kirana memerah, dan jantungnya langsung berdegup kencang.
"Eh, kenapa pak Guru bisa mendengar perkataan suara hatiku ya? Apakah ia bisa membaca pikiranku? Dan ada apa dengan jantung?" batin Kirana yang tak berani menatap wajah Adnan.
"Kok diam? Jawab dong, dan akui kalau suami kamu ini sangat kerenkan?" tanya Adnan, sembari ia menaruh masakannya yang terlihat sudah matang ke meja tempat Kirana sedang duduk.
"Apaan sih Pak Guru! Narsis banget jadi orang!" gerutu Kirana terlihat kesal. Namun mengemaskan di mata Adnan.
"Hahaha.. nggak papakan Narsis didepan istri sendiri hm?"
"Cih! Nazis tralala deh!"
_______________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya Author😉.
Dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.
Oh iya guys, sambil menunggu author update kembali. Yuk kepoin novel teman Author paling kece badai, yang bernama Irma Kirana. Ceritanya keren abis loh. cus akh kunjungi, dan jangan lupa berikan dukungannya juga oke 😉
jangan lupa ya guys 😉🥰 Syukron 🙏😉🥰.