Rendika Mahendra lelaki tampan dan mapan tapi di usia nya yang sudah menginjak 33 tahun dia tak juga mau menikah karena ada hal rahasia yang di sembunyikan nya..
akhirnya orang tua nya menjodohkan nya pada Selena perempuan cantik tapi sangat manja dan sombong, pernikahan mereka terjadi tapi tak ada kebahagiaan sedikit pun,Selena sibuk dengan dunianya begitu juga dengan Rendika..
karena tinggal di rumah mertua nya Selena malah tertarik pada Gio,anak kedua dari keluarga Mahendra..
bagaimana dengan nasib Rendika akan kah ada sosok perempuan yang akan menemani nya nanti untuk membuka Rahasia yang selama ini di sembunyikan nya...
bagaimana kisah selanjutnya baca di novel terbaru ku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ribut
beberapa hari berlalu Niken setiap pagi nya selalu menemani Rendika untuk terapi dan perkembangan nya pun semakin pesat, kepercayaan diri Rendika pun mulai membaik.. berbeda dengan Selena yang semakin hari semakin malas, untuk bangkit dari tidurnya saja Selena merasa enggan,tapi pagi ini semua anggota keluarga susah berkumpul untuk Sarapan...
Gio yang sudah siap untuk ke kampus, sedangkan Selena tumben malah bangun sepagi ini karena ada janji dengan sahabat nya..
" pagi ini kalian pergi bersama lagi" Sindir Gio menatap tajam Niken meminta jawaban dari perempuan cantik itu
Gio merasa Niken semakin menjauh dari dirinya, bahkan kembali dekat lagi pada Rendika padahal Gio sendiri sudah hampir berhasil memisahkan mereka tapi kenapa mereka malah makin terlihat akrab kembali.
" maaf kak,aku saat ini sedang ada pekerjaan dengan mas Rendi,jadi aku harus menyelesaikan nya terlebih dahulu" jawab Niken pelan
" pekerjaan apa?" tanya Gio yang mulai curiga dengan kedekatan mereka,bukan nya mengurusi Selena tapi Rendika malah sibuk dengan Niken
" aku meminta Niken menjadi sekretaris ku saat ini, karena Ranti tidak becus bekerja,dia selalu saja menggoda ku" ketus Rendika membuat mata Niken sedikit terbuka lebar,dia tak tau kalau Ranti sering menggoda Rendika
" seharusnya Selena yang kamu bawa ke kantor bukan Niken,Niken calon istri ku mas,aku tak mengizinkan nya bekerja nanti setelah kami menikah,Selana kan tak ada pekerjaan, lagi pula sudah seharusnya kamu memperkenalkan Selena sebagai istri mu" jawab Gio sedikit emosi
" tapi kalian belum menikah kan,jadi apa salah nya Niken bekerja dulu dengan ku sebelum kalian menikah" jawab Rendika tak kalah emosi,dia terlihat cemburu dengan ucapan Gio
" sudah-sudah jangan ribut di meja makan tidak baik nak,ini waktu nya makan" cegah bu Sintia pada dua anak lelakinya ini
" tapi ma-" potong Gio
" io....biarkan Niken memilih bekerja dulu agar dia tak penasaran bagaimana rasanya bekerja, nanti saat kalian menikah dia juga bisa berhenti,iya kan ken"ucap Selena sedikit menyindir Gio,dia tau kalau Gio cemburu saat ini, Selena sendiri juga tengah cemburu pada Gio yang perhatian pada Niken padahal apa bagusnya Niken menurut Selena jika di bandingkan dengan nya kalah jauh, Niken selalu berpenampilan tertutup meskipun tak berhijab sedangkan Selena sudah jelas seksi dengan lekuk tubuh yang menantang..
Gio menghempaskan sendok nya,dia tak jadi makan,Gio malah memilih pergi meninggalkan meja makan membuat Selena mengepalkan tangannya geram melihat sikap Gio yang terang-terangan cemburu pada Rendika, padahal seharusnya dia yang cemburu melihat sikap baik Rendika pada Niken tapi Selena tak sedikit pun memiliki rasa pada Rendika apalagi sejak tau Rendika Impoten malah membuat Selena ingin tertawa bahagia..
" mas,,, aku tidak ikut saja ya kali ini" ujar Niken pelan
" mana bisa begitu ken,mas tidak mau pergi kalau kamu tidak ikut,mas batalkan saja pertemuan nya" jawab Rendika sedikit kesal
Niken menjadi serba salah,di satu sisi dia tak ingin Gio dan Rendika bertengkar di sisi lain dia harus menemani Rendika berobat karena Rendika butuh dukungan dari nya...
" sudah, urusan Gio biar mama yang urus temani saja Rendika ken, mungkin dia ada pertemuan penting pagi ini" ujar Bu Sintia pelan,dia tak tau Niken dan Rendika akan pergi kemana
Rendika segera berdiri dia juga tak melanjutkan acara sarapan nya karena mood nya pagi ini buruk oleh karena Gio....
Niken yang melihat Rendika sudah berdiri segera menyusul,dia tau Rendika tengah marah karena ucapan nya tadi tapi ucapan Niken tadi murni hanya ingin tak ada pertengkaran antara kakak adik itu tapi bagi Rendika beda,dia merasa Niken menyukai Gio...
Rendika saat ini sangat sensitif,dia seolah merasa jauh kalah dari Gio karena penyakit nya ini...
" mas...." pekik Niken mengejar Rendika tapi tak di gubris oleh Rendika karena dia tengah kesal
Rendika masuk kedalam mobilnya dan di ikuti Niken....