NovelToon NovelToon
Aku Istrimu Bukan Dia

Aku Istrimu Bukan Dia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Arunika hanyalah seorang mahasiswi biasa yang dunianya seketika runtuh saat kedua orang tuanya menjodohkannya dengan seorang dosen di kampusnya. Abimana Permana—pria dengan tatapan sedingin es dan sikap datar yang selama ini begitu ia segani.
​Sebuah perjodohan paksa mengharuskan Arunika terikat dalam belenggu pernikahan dengan pria itu. Alih-alih menemukan kebahagiaan, ia justru terjebak dalam teka-teki hati sang suami yang sulit ditembus. Akankah kehidupan Arunika membaik setelah menyandang status sebagai istri, ataukah pernikahan ini justru menjadi luka baru yang tak berkesudahan?
​Ikuti kisah perjuangan hati dan martabat dalam... "Aku Istrimu, Bukan Dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Satu mobil

Abimana mematung di kursinya, matanya masih menatap pintu kayu yang baru saja tertutup dengan dentuman pelan. Keheningan di ruangan itu mendadak terasa menyesakkan.

Suara tawa meremehkan Arunika seolah masih terngiang di telinganya.

​"Sial!" umpatnya pelan sembari menyugar rambutnya dengan kasar.

​Ia menyandarkan punggung, menatap langit-langit ruangan dengan napas yang memburu. Pikirannya kalut. Selama ini, dalam bayangannya, Arunika hanyalah seorang mahasiswi pendiam yang bisa ia kendalikan. Gadis yang akan menurut saja saat ia menetapkan aturan dalam pernikahan mereka nanti. Namun, apa yang baru saja terjadi sungguh di luar prediksinya.

​"Ada apa dengannya?" gumam Abimana dengan rahang mengeras. "Selama ini dia dikenal sebagai murid yang pendiam... kenapa tiba-tiba bisa menjadi setajam itu?"

​Ada rasa tidak nyaman yang mulai menyelimuti dadanya. Bukan hanya karena harga dirinya terusik setelah disidang balik oleh mahasiswanya sendiri, tapi juga karena tatapan mata Arunika tanpa kacamata tadi terus terbayang. Mata yang jernih namun penuh api perlawanan.

​Dan yang paling mengganggunya adalah bagaimana Arunika menyebut nama Claudia.

​Abimana meraih ponselnya yang tergeletak di meja, melihat ada satu pesan masuk dari Claudia yang menanyakan kapan mereka bisa makan siang bersama. Namun, untuk pertama kalinya, Abimana merasa enggan untuk membalasnya. Logikanya masih terjebak pada kata-kata Arunika: Investasi yang paling merugikan.

​"Dia pikir dia siapa bisa menilaiku seperti itu?" desisnya ketus, meskipun jauh di dalam hatinya, ada rasa penasaran yang mulai tumbuh. Arunika yang sekarang jauh lebih menarik daripada yang sebelumnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di lain tempat, Arunika kembali ke dalam kelas menghampiri Risa.

​"Arunika, bagaimana? Apakah si kutub itu melakukan sesuatu padamu?" tanya Risa dengan penasaran tinggi.

​"Tidak ada apa-apa, hanya menanyakan kenapa dengan penampilanku." jawab Arunika singkat.

​Risa menyipitkan mata, jelas sekali tidak puas dengan jawaban singkat Arunika. Ia melipat tangan di dada sambil terus mengamati ekspresi wajah sahabatnya yang terlihat jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

​"Hanya menanyakan penampilan? Nika, seorang Abimana Permana memanggil mahasiswanya ke ruangan pribadi hanya untuk urusan fashion? Itu sangat tidak masuk akal!" Risa berbisik heboh, hampir habis suaranya karena saking penasarannya.

​Arunika duduk perlahan, lalu memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

"Ya, begitulah. Mungkin dia kaget karena selama ini dia pikir aku ini mahasiswa yang bisa dia tekan begitu saja. Tapi dia salah besar."

​"Terus, terus? Kamu jawab apa?"

​Arunika menoleh ke arah Risa, sebuah senyum tipis yang tampak sangat berkelas menghiasi bibirnya. "Aku bilang saja kalau dia terlalu percaya diri kalau mengira aku berubah untuknya. Aku juga sempat menyebut nama Claudia."

​Mata Risa hampir keluar dari kelopak matanya. "Claudia? Wanita yang tadi pagi sama dia? Gila! Kamu benar-benar berani, Nika! Terus mukanya gimana? Langsung pucat? Atau makin jadi es batu?"

​"Lebih ke frustrasi, kurasa." jawab Arunika santai.

​Di tengah percakapan seru mereka, ponsel Arunika bergetar di atas meja. Sebuah pesan masuk dari grup keluarga yang isinya membuat napas Arunika kembali tertahan sejenak.

​Ibu: "Nika, sore ini jangan pulang telat ya. Keluarga Abimana mau datang ke rumah. Kita ada makan malam terakhir sebelum persiapan akad nikah minggu depan. Abi juga ikut datang menjemput."

​Arunika memejamkan mata sesaat. Baru saja ia merasa menang di ruangan dosen tadi, kini ia harus kembali menghadapi kenyataan bahwa sandiwara besar ini akan segera dimulai di depan orang tua mereka.

​"Ada apa lagi?" tanya Risa yang menyadari perubahan raut wajah Arunika.

​"Makan malam." jawab Arunika pendek. "Si Kutub itu akan datang ke rumah nanti sore."

​Setelah mendapatkan pesan dari ibunya, tidak lama sebuah pesan kembali masuk.

​Ting!

​[Pulang bersama saya, Mama ingin kamu ke rumah sebentar]

​Pesan itu seperti perintah mutlak yang tak bisa dibantah. Arunika menatap layar ponselnya dengan tatapan dingin, namun bibirnya menyunggingkan senyum tipis.

​"Kenapa?" tanya Risa yang menyadari perubahan ekspresi Arunika.

​Arunika hanya menunjukkan layar ponselnya. Risa membaca pesan singkat dari Abimana itu lalu menutup mulutnya, menahan pekikan.

"Dia nggak punya pilihan lain selain menjemput calon istrinya sendiri."

​Arunika hanya membalas dengan anggukan kecil. lalu berjalan menuju area parkir khusus dosen, meninggalkan Risa yang masih terdiam di tempatnya.

Dari kejauhan, ia sudah melihat mobil hitam milik Abimana. Pria itu berdiri di samping pintu mobil dengan kacamata hitam, tampak sangat tidak sabar.

​Begitu Arunika sampai di hadapannya, Abimana tidak membukakan pintu. Ia justru menatap Arunika dari atas ke bawah dengan tatapan yang sulit diartikan.

​"Cepat masuk. Saya tidak punya banyak waktu." ucap Abimana dingin, langsung masuk ke kursi kemudi.

​Arunika tidak membalas. Ia membuka pintu sendiri dan duduk dengan tenang di samping Abimana. Aroma maskulin yang kuat dan segar memenuhi indra penciumannya, menciptakan suasana yang sangat intim namun canggung.

​Mobil mulai melaju. Selama beberapa menit, hanya ada keheningan yang menyesakkan di antara mereka. Abimana fokus pada jalanan, namun rahangnya yang mengeras menunjukkan bahwa ia masih memikirkan kejadian di ruangannya tadi.

​"Kenapa diam?" tanya Arunika memecah keheningan, suaranya terdengar sangat santai seolah mereka tidak sedang dalam perang dingin.

"Bukankah Bapak tadi sangat ingin mendiskusikan nilai dengan saya?" ledeknya dengan senyum tipis.

​Abimana mengerem mobilnya sedikit mendadak saat lampu merah. Ia menoleh, menatap Arunika dengan tajam.

"Di depan Mama nanti, jaga sikapmu. Jangan tunjukkan perubahan sikapmu yang... aneh ini. Bersikaplah seperti Arunika yang biasanya."

​Arunika tertawa kecil, kali ini tanpa suara. "Arunika yang penurut dan diam maksud Bapak? Sayangnya, Pak Abimana, gadis itu sudah hilang sejak Bapak membawa kekasih Bapak ke kampus tadi pagi. Sekarang, Bapak harus terbiasa dengan Arunika yang sekarang."

​Mobil Abimana berhenti dengan sempurna di depan sebuah rumah bergaya modern klasik yang megah. Abimana turun tanpa sepatah kata pun, diikuti oleh Arunika yang tetap bersikap tenang meski hatinya berdegup kencang. Ia tahu, setelah ini ia harus berhadapan dengan calon ibu mertuanya.

​Begitu pintu utama dibuka, Liana sudah berdiri di sana dengan senyum lebar. Namun, senyum itu seketika membeku menjadi ekspresi takjub saat matanya tertuju pada sosok di samping putranya.

​"Nika? Ini... benar-benar Arunika?" tanya Liana, melangkah mendekat dengan mata yang tak berkedip.

​Arunika segera meraih tangan wanita paruh baya itu dan menciumnya dengan takzim.

"Iya, Tante. Maaf jika penampilan Nika sedikit berbeda hari ini."

​"Kamu cantik sekali!" seru Liana sembari memegang kedua pipi Arunika.

"Tanpa kacamata, matamu terlihat sangat indah. Kenapa selama ini disembunyikan? Abi, lihat calon istrimu ini! Kamu pasti sangat bangga memilikinya?"

​Abimana yang berdiri di belakang mereka hanya berdehem kaku. Ia membuang muka ke arah lain, menghindari tatapan penuh selidik ibunya.

"Hanya penampilan luar, Ma. Tidak perlu berlebihan." sahutnya dingin.

​Liana mencubit lengan putranya dengan gemas. "Kamu ini, selalu saja kaku! Ayo masuk, Nika. Tante sengaja memintamu ke sini karena ada perhiasan keluarga yang ingin Tante tunjukkan. Ini harus kamu pakai di hari pernikahan nanti."

​Saat melangkah masuk, Liana menggandeng tangan Arunika dengan akrab, meninggalkan Abimana yang masih terpaku di ambang pintu.

​Arunika sempat melirik ke arah Abimana melalui bahunya. Ia memberikan sebuah senyuman tipis.

"Lihat, ibumu menyukaiku kecuali kamu, dan itu adalah masalahmu, bukan masalahku."

​Abimana mengepalkan tangan di saku celananya. Merasa gadis pendiam itu semakin berani.

1
Ririn Nursisminingsih
rasain abi2 mkanya jg sombong kmu semoga kmu bucinnnn
Jing_Jing22: iya kak Ririn🤭 makasih banyak sudah mau mampir di karyaku yang lain.🥰
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
rasain abi2 mkanya jg sombong kmu semoga kmu bucinnnn
Ririn Nursisminingsih
pling seneng a klau cewek nya Ndak lemah keren arunika jg mudah ditindass
Jing_Jing22: hehehe iya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
ya kok end nya gini amat🤣
Jing_Jing22: aku jadi ikutan ketawa kak🤣🤣🤣. maap ya kalau ceritanya bikin pusing karena ngelor ngidul🙏
total 1 replies
Dirga Ayunda Dirga
menarik dan bagus cuman actienya masih kurang seru
Jing_Jing22: Makasih banyak kakak🥰 mohon maap jika ceritanya kurang memuaskan🙏
total 1 replies
falea sezi
kenapa jd muter yg jahat menang enak donk😒
Red Blossom
Jangan sampe Abimana terjebak oleh Claudia ya thor
Jing_Jing22: insyaAllah nggak akan kak. makasih ya masih setia baca ceritanya sampai bab ini. maap kalau ceritanya bikin pusing🙏 alias kagak nyambung.
total 1 replies
Fitra Sari
di buat ketemu sama Abimana aja ngpa KK ...t🙏😊
Jing_Jing22: ok langsung otw abimana nya, kak.🥰
total 1 replies
Fitra Sari
makin pusing KK ceritanya ...buat bahagia aja arunika sama Abimana
Jing_Jing22: ok kak makasih banyak ya atas sarannya, aku buat 2 bab lagi untuk akhir cerita mereka. maap ya kalau ceritanya jadi nggak nyambung🙏 kebanyakan libur jadi lupa alur.
total 1 replies
Zeannisa Qolbiyah
mulai aneh ceritanya
Jing_Jing22: maap ya kak, kalau ceritanya kurang nyambung dan makasih sudah sempat baca cerita ini sampai bab ini🙏
total 1 replies
evi carolin
haaahhh ... cape deh /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
evi carolin
jangan kasih mudah ,urusan hati belakangan , ga sekedar kasih pelajaran tp pengingat seumur hidup utk menghargai pasangan
Diny Julianti (Dy)
kan bner Gavin ternyata cowo yg sama claudia
Diny Julianti (Dy)
jgn2 Gavin yg dtg ke apartemen Claudia
Diny Julianti (Dy)
baru kali ini peran wanita ny keren mskpn ttp sakit hatinya
Diny Julianti (Dy)
keren arunika
Diny Julianti (Dy)
abi emang pengecut
Fitra Sari
lanjut KK
🇮🇩 ♏ Q 🎱 🇵🇸
Gak ada habis2nya si Clau pengacau ini. Kesel bener AQ.
Fitra Sari
sekian purnama ..baru up lagi kk 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
Jing_Jing22: Maaf kak, sampai berabad-abad baru muncul lagi✌️ 🤭 makasih loh kakak masih setia banget sama cerita ini.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!