NovelToon NovelToon
Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mamah AllRey..

Ivona Carminda, tokoh dalam dunia nyata, begitu bangun menyadari dirinya masuk ke dalam sebuah novel dan berada dalam tubuh figuran wanita yang punya nama sama dengannya. Dia sebenarnya adalah nona muda asli keluarga Iswara, tapi dia dibesarkan di panti asuhan karena tertukar sewaktu bayi, introvert, autis, tapi sangat mengharapkan keluarga. Dia ditemukan dan dibawa kembali ke keluarga Iswara pada usia 17 tahun, awalnya dia mengira akan memiliki kasih sayang 3 orang kakak laki-laki. Tetapi ketiga kakaknya malah bersikap cuek padanya, mereka hanya menyukai Vaya Carminda yang merupakan nona muda palsu yang tumbuh besar di keluarga Iswara karena tertukar.

Bagaimana kelanjutannya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 Tidak Punya Hubungan Denganmu

Sambil bersungut-sungut pak Guru mulai menjelaskan materi pelajaran, tetapi dengan cepat dia menghentikan penjelasannya. Di belakang, murid-murid terdengar gaduh, mereka tidak mendengarkan penjelasannya, semua pada bisik-bisik membicarakan murid pindahan tersebut.

"Bisa diam tidak kalian semua, ini semua gara-gara kamu Ivona?" seru pak guru dengan nada tinggi.

"Pak Guru, sepertinya dari tadi saya tidak berbicara dan tidak membuat keributan apapun Kan yang ribut teman-teman yang lain, kenapa juga Ivona yang Bapak salahkan." Ivona menjawab dengan berani.

"Ha..ha..ha.., berani juga ya murid baru itu menjawab pak Guru. Gimana Ndut, informasi yang kamu bawa ke kelas ini jelas Hoax." celetuk salah satu murid yang bernama Niki.

"Diam semuanya, selalu seperti ini! Jika ada murid pindahan, mesti kelas akan bermasalah. Karena biasanya murid yang dipindahkan dari sekolah asalnya, selalu membawa masalah yang tidak dapat diatasi di sekolahnya, makanya kemudian dipindahkan." gerutu guru tersebut.

"Tidak semuanya begitu pak, hal ini terjadi karena terkadang kita under estimated duluan terhadap murid pindahan." ucap Ivona.

Pak Guru menghentikan coretan di papan tulis, dan berdiri di belakang meja, kemudian guru tersebut menatap ke sekeliling kelas. Ada murid yang tidur, ada yang sedang membaca, ada yang mengobrol, dan terlihat Ivona duduk diam dan fokus menatapnya.

Kebiasaan di kelas itu, jika ada murid pindahan memang selalu begitu. Semua guru dan murid sebenarnya selalu kesal, dan mereka tidak menyukai jika ada murid pindahan. Pada minggu-minggu pertama sering terjadi konflik antara para murid, karena salah paham, atau prasangka yang tidak-tidak. Selain itu, guru harus ekstra memberikan materi pelajaran tambahan agar murid pindahan itu dapat mengikuti dan mengejar ketertinggalan materi yang sudah diajarkan.

"Lihat, lihat si murid pindahan itu! Sok cool dia.., kita lihat saja nanti bagaimana guru itu akan memberinya kerjaan."

"Iya.., mari kita nikmati pertunjukan selanjutnya. He..he..he..!"

Sekali lagi saya tanya. Kalian bisa diam tidak? Jika tidak bisa diam, maka pelajaran tidak akan saya mulai. Akan saya tuliskan tugas, dan harus kalian selesaikan saat ini juga" teriak guru yang mengagetkan seluruh kelas.

Mendengar kata tugas, semua murid kecuali William jadi fokus dan diam. Semuanya melihat ke depan, berpura-pura memperhatikan Pak Guru.

Tapi, Ivona tidak perduli, dia malah cuek mengeluarkan bluetooth tembus pandang, dan Ipad miliknya. Setelah melakukan setting pada perangkat Ipadnya, Ivona berselancar di laci meja. Dia tidak peduli apakah pak Guru mau lanjut menjelaskan, atau masih mau marah-marah.

"Baiklah, karena kalian sudah bisa diam, Sekarang Bapak akan segera memulai pelajaran. Jika Bapak mendengar ada yang berbicara selama Bapak menjelaskan, maka langsung akan saya beri tugas." akhirnya pak Guru menyampaikan senjata andalannya untuk membuat murid-murid diam.

Setelah jam pelajaran dimulai, dan pak Guru kembali menjelaskan, Ivona kemudian mengecek email karena sedang menunggu sebuah pesan masuk. Dia langsung login menggunakan akunnya sebelum dia pindah ke novel, dan untungnya masih bisa dipakai. Tetapi dia agak menelan rasa kekecewaan, ternyata email yang dia tunggu belum masuk. Akhirnya Ivona kembali fokus memperhatikan penjelasan dari pak Guru.

 

 

***************************

 

"Tet..te..tet..," terdengar suara bel yang menandakan jam pelajaran sudah berakhir.

"Hore.., akhirnya istirahat juga." beberapa murid tampak bersorak karena bunyi bel tersebut.

"Baiklah.., karena jam pelajaran saya sudah habis, pertemuan saya akhiri dulu. Selamat beristirahat, dan sampai jumpa lagi." akhirnya pak Guru mengakhiri pertemuanya, kemudian keluar meninggalkan kelas.

"Kita keluar istirahat tidak?"

"Gak ah, habis ini pelajaran yang isi Wali Kelas. Kalau aku keluar, takutnya keasyikan di luar, bisa-bisa masuk ke kelas lagi terlambat deh."

Beberapa murid ada yang tinggal di dalam kelas, dan sebagian ada yang segera lari ke kantin untuk mengisi perut. Ivona termasuk murid yang tinggal di dalam kelan, dan dia kembali membuka Ipadnya, mencari informasi siapa tahu ada lowongan pekerjaan yang dapat dia kirimkan surat lamaran. Karena tanpa uang, dia merasa tidak berdaya di dalam dunia novel, dan dia bertekad untuk mencari uang dengan caranya sendiri.

"Kamu siapa?" Ivona menoleh ke sampingnya.

William yang sedari tadi pagi, dia masuk dan duduk di kursinya saat ini tidur terus, akhirnya bangun juga. Anak laki-laki ini ternyata memiliki wajah yang lumayan tampan, tetapi tidak ada sedikitpun ketertarikan bagi Ivona. Garis rahangnya keras dan tegas. dan terlihat sangat hebat, tetapi Ivona tetap bersikap acuh dan langsung berkata,

"Aku orang yang tidak punya hubungan denganmu. Jadi ada baiknya kita tidak saling mengganggu."

Melihat wajah Ivona yang sangat cantik, dan kulit yang mulus, William menjadi terkesima. Apalagi dengan gaya bicaranya yang tidak peduli dengan sekitarnya, menjadikan William terkesan dengan Ivona dan diapun tersenyum.

"Woii.., aku tahu siapa kamu? Kamu murid pindahan baru ya, yang kata gosip masih ada saudara jauh dengan Vaya?"

"Saudara jauh? Mungkin itu hanya halusinasi Vaya saja." dengan mencibir Ivona kembali melanjutkan selancarnya di Ipad.

"Maksudmu?? Hati-hati murid baru..., Vaya memiliki banyak koneksi di sekolah ini. Bahkan tanpa Vaya menyuruh, banyak orang yang akan membela dan mencari perhatian untuknya. Jadi.., jaga dan kendalikan dirimu!" sambil berdiri, William masih sempat memberi peringatan pada Ivona, kemudian laki-laki itu keluar kelas mencari udara segar.

"Lihat saja apa yang akan terjadi pada dirimu anak baru. Kamu akan menjadi bahan dan objek penindasan dari anak-anak sekolah ini." sambil tersenyum smirk, William berpikir sendiri.

"Biarlah itu menjadi urusan gadis itu, tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak akan menjadi pahlawan kesiangan, dan tidak ada untungnya terlibat dengan masalahnya."

 

 

*****************************

 

"Tet..tet..tet...." tidak lama kemudian, bel tanda masuk pergantian pelajaran sudah berbunyi.

Beberapa murid yang masih berada di luar segera berlarian memasuki kelas, karena terlihat guru sudah masuk ke dalam kelas.

"Ayo siapkan diri kalian! Kita akan langsung mulai pelajaran selanjutnya!" guru segera membuka kelas, dan langsung memulai pelajaran.

Ivona menengok ke tempat duduk teman sebangkunya William. Ternyata William masih belum kembali saat jam pelajaran dimulai lagi.

"Huh.., sepertinya William memang suka bolos sekolah. Tapi tidak apa-apa, kan malah aku nyaman duduk sendiri seperti ini. Lagian guru saja juga tidak peduli, mau muridnya lengkap atau masih ada yang di luar." Ivona membatin sendiri.

Karena guru yang menjelaskan tidak mudah dipahami, dan Ivona sudah terlalu bosan dengan pelajarannya, dia kembali mengambil Ipad dan tidak menunggu lama, Ivona sudah tenggelam dalam dunia maya.

'Wow.., ada notifikasi email masuk." Ivona terlihat senang, dan langsung masuk ke emailnya.

Setelah membuka isi email, Ivona menganggukkan kepala dan terlihat puas dengan isi yang dia terima.

"Uhuyy.., akhirnya dapat juga." guman Ivona sambil tersenyum puas.

Ivona sedang mencari informasi pekerjaan di dunia yang baru ini. Karena semenjak masuk ke dalam dunia novel, dia merasa kekurangan uang, sehingga dia bertekad harus bisa menghidupi dirinya sendiri. Pantang meminta uang dari keluarga Iswara. Tetapi, memang Ivona mengalami kesulitan karena merasa tidak ada pekerjaan yang cocok untuknya. Latar belakang Ivona yang sebelumnya adalah introvet, kurang asupan gizi dan usia dari pemilik badan Ivona asli menghalanginya untuk mendapatkan pekerjaan sesuai yang dia inginkan.

"Akhirnya aku bisa menekuni hal sesuai dengan bidang yang aku kuasai, meskipun di luar negeri, dengan adanya internet aku akan dapat menyelesaikannya dengan baik."

Setelah mendapatkan pemberitahuan dari yang sudah dia tunggu dari tadi, Ivona kembali memperhatikan penjelasan dari gurunya.

"Tet.., tet.., tet.." tapi ternyata bel kembali berbunyi, yang menandakan jika jam kedua sudah habis.

Setelah menutup pertemuan, guru langsung keluar meninggalkan kelas. Ivona yang merasa pegal karena sudah duduk dari tadi pagi, akhirnya dia ingin melakukan stretching sambil menghirup udara segar. Setelah merapikan buku pelajaran di atas meja, dengan membawa Ipad serta bluetooth tembus pandangnya, Ivona berjalan keluar tanpa menyapa murid-murid lainnya.

Begitu Ivona keluar, beberapa murid perempuan di kelas langsung berkumpul, dan menghampiri meja Kelly.

"Kak Kelly, apakah kakak tidak melihat ke tempat duduk belakang tadi saat pelajaran?"

"Tidak, memangnya apa yang terjadi di belakang?"

"Itu kak, kerabat miskin Vaya itu sungguh merasa di atas angin. Barusan kamu dengar bagaimana dia bicara dengan William? Mungkin William akan memperhatikannya!" beberapa murid perempuan itu memanasi perempuan yang dipanggil Kelly.

 

 

*****************************

1
hiilemonie
🥰
Retno Isma
agak susah dicerna alurnya ya
ailama
Luar biasa
Ariez Setiawan
19 thun..mash sma. autorny goblok ini
Ariez Setiawan
autornya agak mabok pas nukis kykny..bnyak yg membingungkan
Bunda Fariz
Lumayan
Shenaylin..😌😌
🤭🤭
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
bagus 🥰
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
uhuu🤭
Bee
Luar biasa
SweetiePancake
jadi 2 mcnya 😁👍
Shinta Dewiana
biar tua tetap hot
Shinta Dewiana
mau gmn lg...carminda juga berhak bahagia...
Shinta Dewiana
heredang haredang....🤣🤣🤣
Shinta Dewiana
ada saja yg penting happy...
Shinta Dewiana
aldo langsung semangat 45....😅😅😅
Shinta Dewiana
ya...ya...ya...
Shinta Dewiana
hus..malas pula bahasa si kakek dr perempuan yg tidak jelas asal usul..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!