Udah Tamat, lagi di Revisi.
Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.
Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.
Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.
Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.
Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.
Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.
Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.
Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 22 (Revisi)
Walau begitu, aku harus pergi ke medan perang, tidak masalah jika aku mati, karena yang paling penting bagiku adalah adikku Zekillion.
Sebelum pergi aku meminta satu permintaan kepada Count.
Dia harus melepaskan adikku dari penjara, dan merawat adikku dengan baik layaknya seorang bangsawan.
Dia menyetujuinya.
Aku di beri waktu setengah jam untuk bertemu dengan adikku.
Aku segera berlari menemui adikku untuk melakukan perpisahan, aku tidak tahu akan kembali kepadanya, atau tidak nanti.
Saat aku melihatnya, aku semakin tidak rela meninggalkannya. Dia di penuhi oleh luka di sekujur tubuhnya, itu merupakan tanda dari kekejaman Count.
Aku tidak memberi tahu adikku bahwa aku akan pergi meninggalkannya selama 5 tahun, aku tidak mau dia sedih.
Tapi dia sudah tahu dari para penjaga penjara, bahwa aku akan pergi ke medan perang.
Dia terus menangis, dia terus memegang ujung pakaianku dengan erat, dia tidak mau aku pergi.
" Jangan pergi....Kumohon...
" Apa Lion telah membuat kesalahan?...
" J—jika Lion membuat kesalahan, dan sudah membuat kakak marah, tolong maafkan Lion. Lion tidak akan seperti itu lagi, Lion tidak akan menangis lagi. Lion janji....
" Tapi kakak jangan pergi.....Kumohon kak......"
Meski dia memohon seperti itu, aku tetap akan pergi.
" Lion, kau adalah adikku yang sangat aku sayangi, aku tidak pernah marah kepadamu, dan kau tidak pernah membuat kesalahan..
Aku merasakan dadaku sesak karena menahan kesedihan. Mataku sudah berat, tidak bisa menahan air mata lagi.
Aku akhirnya mulai menangis...
" Maafkan kakakmu ini Lion, kau memiliki kakak yang tidak berguna sepertiku, andai saja kakakmu ini bisa di andalkan, kau tidak akan menderita seperti ini....
" Kau pasti menyesal memiliki kakak sepertiku..
" Tidaaaak!!...." Zekillion berteriak menyangkal, matanya merah dan mengeluarkan air mata yang mengalir tidak terbendung sedari tadi.
" Kau adalah kakak terbaik yang ada di dunia ini....
" Kakak banyak berkorban untukku!! Kakak selalu kedinginan saat musim dingin tiba, karena kakak memberikan selimutnya padaku. Kakak selalu memberikan makanan kakak untukku, jika aku bertanya apa Kakak lapar?....
" Kakak hanya tersenyum dan menjawab bahwa kakak tidak lapar, padahal Kakak sangat kelaparan, sampai Kakak memakan lumut yang ada di dinding penjara, bukan hanya itu saja. Bahkan Kakak rela di cambuk oleh penjaga sialan itu, hanya demi menggantikanku yang waktu itu merengek meminta air minum....
Zekillion kehabisan nafas karena berbicara terlalu cepat, dia mengambil nafas dengan kasar.
" Haa—Haa......
" Jadi tolong jangan berpikir seperti itu kakak...
" Jangan pergi tinggallah bersamaku, di tempat kita yang dulu. " Dia menangis sejadi-jadi.
Aku merangkul badan kecil itu, dan memeluknya erat.
" Maaf Lion, aku tetap akan pergi, ini demi dirimu, agar kamu bisa hidup, layaknya anak-anak pada umumnya. "
" Bagaimana aku bisa hidup tanpamu kak?!! hidup tanpa kakak di sisiku, itu sama saja dengan hidup di neraka!! Aku tidak mau itu!! "
Zekillion mengepal lengan kecilnya itu, dia terlihat depresi karena akan di tinggalkan olehku.
Aku tidak tahu bahwa di usianya yang terlalu muda, dia bisa mengatakan banyak hal seperti itu.
" Kakak akan kembali secepatnya, dan menemanimu. " Tentu itu bohong, tapi itu adalah kebohongan putih.
" Tidakkkkk!!......Aku tidak mau!!!
" Aku takut kakak tidak akan kembali lagi!!
Pakaianku basah oleh air mata yang keluar dari Zekillion, dia menangis dalam pelukanku, sehingga itu basah.
" Aku berjanji....Akan kembali la—
Ucapanku terpotong oleh count yang datang tiba-tiba.
" Waktumu habis!! Cepat pergi sekarang!!...." Count berteriak.
" Tunggu sebentar lagi count!! " Pintaku
Dia langsung menarikku keluar dari ruangan itu, Zekillion mencoba meraih lenganku.
" kakaaaak!!....
" Jangan bawa kakakku!!
Zekillion mencoba mengejarku yang sudah sedikit jauh darinya.
Tapi dia tersandung dan jatuh.
" Kakak!!! Jangan tinggalkan aku!!...Jangan pergi!!
" Kakak!! Bawa aku bersamamu!!......
" Aku mohonnn!!.....
Aku berbalik, dan bicara kepada Zekillion yang berusaha untuk berdiri.
" Hiduplah dengan baik Lion......
Aku meneteskan air mata, dan tersenyum sembari masuk ke dalam kereta..
" Tidaaaaaaakk!!....
Aku mendengar suara teriakan Zekillion samar di belakang.
Aku akhirnya pergi ke medan perang....
...----------------...
BERSAMBUNG.......
MASIH BANYAK MISTERI YANG BELUM TERUNGKAP......
NANTIKAN CHAPTER BERIKUTNYA...
SEE YOU NEXT CHAPTER