NovelToon NovelToon
Cinta Pengganti

Cinta Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Elvani Rosita Dewi

Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Semua karyawan berkumpul dilobi kantor. Para karyawan berbaris dengan rapi seperti sedang upacara bendera. Andini memilih berada di barisan paling belakang seraya menantap kakinya yang dia permainkan sejak tadi. Melihat wajah Bisma sepertinya telah biasa baginya setiap hari sehingga dia tidak menyatukan matanya seperti karyawan lain berdiri tegap menatap ke arah depan. Bisma berdiri paling didepan, Alex dan sekretaris Naura ikut mendampingi Bisma.

Saat ingin memulai berbicara, Bisma melirik setiap orang berusaha mencari sesuatu didalam barisan tersebut. Saat matanya menangkap gadis bertubuh ramping dengan rambut yang diikat tinggi dan untaian rambut itu jatuh dengan bergelombang dibagian bawahnya Bisma langsung tersenyum. Gadis itu adalah Andini yang sedang menunduk, karyawan lain juga ikut melihat sosok yang sedang Bisma perhatikan sejak tadi.

"Selamat pagi semuanya." Ucap Bisma dengan tuksedo berwarna gelap dan rambutnya yang tersisir rapi kebelakang tanpa ada sehelai rambut yang jatuh dibagian depannya. Rahangnya begitu tegas, berdiri tegap dengan memperlihatkan dada bidangnya membuat beberapa karyawan wanita rela berlama-lama berdiri dihadapannya.

"Selamat pagi pak." Sahut para karyawan serentak.

Andini ikut menjawab tetapi suaranya tenggelam diantara suara karyawan yang berteriak dengan lantangnya. Didepan sana Bisma terlihat sangat tidak fokus karena melihat Andini yang nampak murung sejak tadi. Matanya tidak bisa berbohong walaupun mulutnya terus berbicara tentang visi dan misi perusahaan.

"Ada apa dengannya? apa dia sakit? Apa aku ada salah dengannya? Apa dia mencari cara untuk cerai denganku? Atau dia bosan berada dirumah setiap harinya?" Pertanyaan-pertanyaan terus ada didalam benaknya hingga cukup lama Bisma terdiam dihadapan para karyawan.

"Bisma?" Panggil Alex karena Bisma terus terdiam.

"Iya." Jawabnya tetapi matanya masih menatap Andini.

"Bisma apa yang ingin kamu sampaikan?" Alex mendekatkan wajahnya ke telinga Bisma.

"Silahkan bubar, kecuali Andini dia bisa ikut aku keruanganku." Lanjut Bisma dan berjalan diikuti Alex dan Naura.

Beberapa karyawan berkumpul didekat Andini. Andini hanya terlihat santai karena pikirnya berbicara dengan Bisma adalah hal biasa dia lakukan saat dirumah.

"Dini, kamu dan pak Bisma?" Tanya Ria teman yang seruangan dengan Andini.

"Mengapa kalian bertanya hal bodoh seperti itu? Pak Bima dan Andini pernah pacaran jadi wajar saja jika pak Bisma juga terlihat dekat dengan Andini. Benarkan Dini?" Seru Ramona membelanya dari beberapa pasang mata sedang menunggu jawaban yang keluar dari mulut Andini.

"Tapi itu sangat aneh, kalian lihat pak Bisma tidak bisa berkata-kata dan hanya terus menatap Andini. Dia mengumpulkan kita hanya untuk menyaksikan dia menatap Andini? Hahaha luar biasa." Ria kembali berceloteh.

"Aku pergi!" Andini berjalan keluar dari kerumunan wanita yang sedang bergosip dihadapannya itu.

"Lihatkan kalian membuat Andini bersedih." Ucap Ramona.

"Uppss maafkan kami Andini." Teriak mereka saat Andini masih berada dalam pandangan mereka.

Andini berbalik dan tersenyum ke arah mereka. "Aku baik-baik saja." Teriaknya menjawab ucapan teman-temannya.

Saat dia berdiri diruangan Bisma, Naura membuka pintu dan hendak keluar dari ruangan Bisma.

"Silahkan masuk pak Bisma menunggumu." Ucap Naura.

"Terima kasih." Jawab Andini dengan senyuman lesunya.

"Maaf ada apa anda memanggilku pak?" Sambil berdiri dengan wajah tertunduk.

"Ada apa denganmu? Apa aku ada salah hingga kamu terlihat murung seperti ini?"

"Bukan apa-apa pak. Jika sudah tidak ada yang ingin dibicarakan bolehkah aku pergi?"

"Aku serius bertanya Andini!" Bisma sudah meninggikan nada suaranya.

Mengapa dia sangat menjengkelkan, aku lagi datang bulan. Apakah aku juga harus melaporkan itu padamu cih.

"Ini masalah wanita pak." Berusaha keluar dari percakapan yang membuat Andini malu untuk membahasnya.

"Masalah wanita? Katakan siapa yang menganggumu?" Bisma memukul meja lalu berdiri mendekati Andini.

Bukan itu maksudku bodoh, ah tidak mungkin aku mengatakan bahwa aku sedang datang bulan.

Naura membuka pintu dengan beberapa file berada ditangannya.

"Maaf pak, ini laporan harian penjualan kema.." Kata-kata Naura terpotong saat tangan Bisma dia kibaskan agar Naura keluar dari ruangan itu. Naura sepertinya mengerti maksud bosnya itu.

"Baik pak." Jawab Naura menutup pintu dengan pelan.

Diluar sana Alex juga akan masuk kedalam ruangan Bisma langsung terhenti saat Naura berdiri dengan penuh tanya.

"Naura mengapa kamu berdiri disini?"

"Oh pak Alex, itu Andini sedang bersama pak Bisma sepertinya pak Bisma terlihat marah. Dia menyuruhku keluar dari ruangannya."

"Apa mereka benar-benar telah menikah?" Batin Alex.

Didalam sana Andini duduk disofa dan Bisma duduk disampingnya.

"Tidak ada yang mengangguku pak, aku hanya.. aku."

"Aku apa Andini!" Nada Bicara Bisma sudah meninggi sejak tadi.

"Aku lagi menstruasi dan perutku terasa sakit."

"Apakah yang ini? Bisma meletakkan tanganya diperut Andini dengan spontan. Mata mereka saling bertautan hingga dengan cepat Bisma melepaskan tangannya dari perut Andini. "Maafkan aku, bukan maksudku untuk bersikap kurang ajar kepadamu." Lanjut Bisma terlihat sangat canggung.

"Aku boleh pergi sekarang pak, aku takut mereka berpikir yang tidak-tidak jika aku terlalu lama berada didalam ruangan Anda."

"Silahkan." Bisma mempersilahkan Andini pergi. Jantungnya berdetak dengan cepat saat tangannya menyentuh perut Andini.

Saat Andini keluar dari ruangan Bisma, Alex dan Naura sedang duduk menunggu.

Alex langsung berdiri saat Andini berada didepan pintu. "Kamu baik-baik saja?" Ucap Alex penuh khawatir dengan memegang tangan Andini.

Andini melepaskan tangannya dari genggaman Alex. "Aku baik-baik saja. Sana masuk jangan membuatnya menunggu." Andini menepuk pundak Alex dan melangkah pergi.

"Andini andai perasaanku ini bisa terbalaskan." Gumam Alex menatap kepergian Andini.

****

Saat jam pulang kantor Andini memilih untuk pulang paling akhir agar tidak pulang bersama Bisma. Saat dia merasa semua karyawan telah pulang barulah dia keluar dari dalam ruangannya. Saat dilobi matanya menangkap seseorang yang sangat dia kenali sedang bersandar didinding.

Pak Bisma? Aku sengaja pulang paling akhir agar tidak pulang bersamanya tapi ternyata dia menunguku.

"Mengapa kamu lama sekali?" Tanya Bisma sambil berjalan ke arah Andini berdiri.

"Oh aku masih mengerjakan beberapa pekerjaan pak." Jawab Andini berbohong. Kali ini dia tidak bisa lari karena orang yang dia hindari sedang berdiri dihadapannya.

"Ayo pulang." Ajak Bisma menarik tangan Andini berjalan.

Saat didalam mobil Andini duduk bersebelahan dengan Bisma. Bisma sesekali memandang perut Andini. Andini menutupi perutnya dengan tas agar Bisma tak melihatnya karena itu membuatnya risih.

"Maaf bukannya aku kurang ajar hanya saja aku merasa khawatir apakah perutmu masih terasa sakit atau tidak? Aku baca di internet kamu bisa mengunakan air hangat dan meletakan dibagian perut agar nyerinya berkurang." Ucap Bisma, wajahnya memang terlihat cemas.

"Terima kasih atas sarannya pak." Andini menjawabnya dengan santai.

Apa aku terlalu menampakkan bahwa aku khawatir berlebihan? Ah bodohnya aku. Seharusnya aku berpura-pura biasa saja didepannya. Aku terkesan mengejar-ngejar dia padahal seharusnya dia yang mencari-cari perhatianku. Dia pasti sedang tertawa karena aku mencari artikel yang membahas tentang reproduksi wanita. Batin Bisma.

1
Olivia A37
Kecewa
Olivia A37
Buruk
Enung Samsiah
ko MP nya gitu sih nggk romantis,,, nggk seru aahhh,,,,
Sri Mulyani
Akhirnya jebol juga si dini.
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
Shellia Vya
Kecuali apa Lex?
Shellia Vya
Apa Bima ada maksud ya? padahal kan baru bertemu
Shellia Vya
Siapakah Bima?
Shellia Vya
Ya ampun ini novel udh lama ya tp baru aku temuin judulnya
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Vivi Bidadari
Yaahhh author berhasil buat kita galau 😄
Vivi Bidadari
Yaa ampun Dini ya ga cepat juga kamu harus terima Bima
Aidha Suryani
masuk kamar, trus tidur dinnnnnnnn🤣🤣 gr kamu😝😝
Bonsai
kasian andini
Suneri
crtany bagus
Fransiska Siba
astaga Andini kekanak kanakan sekali, umur 23 masa pemikiran seperti itu?
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
Maliqa Effendy
kalau mikirin perasaan orang lain,ya repot lah...
Nayla Syifa
terimakasih telah membuat novel yang sangat bagus dan luar biasa, semangat ya kak 🌹🌹
Ule Lee Tea
so sok'an jutek tar jg jatuh hati beneran
baru nyaho kmu, nt bisma 😅
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, mohon maaf mengangu 🙏.
jika berkenan yuk mampir di novel ku "Lihat Aku, dan Buka Hatimu"
total 1 replies
Ule Lee Tea
suka alur crt'a g bikin jenuh g buat bosen sdkt bab tp nymp crt'a.👍👍👍
Ule Lee Tea
menarik buat baca crt'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!