Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh
Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.
Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.
Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.
Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.
"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"
"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
THARA POV
"Kalau begitu apa kamu siap, saya buat perut kamu membesar selama sembilan bulan sepuluh hari? apa kamu siap tubuh kamu nanti nggak sebagus sekarang karena harus mengandung dan melahirkan anakku?"
Apa? aku tercengang mendengarnya?
Apakah itu sebuah permintaan atau sebuah ijin? sumpah aku gugup. Sampai akhirnya aku hanya bisa mengangguk.
"Kamu siap menghabiskan waktu kamu hanya untuk menjadi madrasah pertama bagi anak-anakku?"
Aku kembali mengangguk. Anak-anak? itu artinya Ayaz ingin anak lebih dari satu. Ya Tuhan... apakah aku bisa melakukannya?
Tapi aku juga ingin. Aku juga ingin punya anak dan memiliki rumah tangga yang normal pada umumnya.
"Thara bersedia. Thara siap untuk semuanya. Thara siap melakukan apapun yang Ayaz inginkan."
Hal yang membuat perasaanku membaik. Ayaz kembali tersenyum padaku. Aku merindukan senyuman itu. Senyuman yang yang membuat hatiku tenang. Ayaz juga perlahan menarik tengkuk leherku. Dia mencium bibirku begitu lama. Hanya sentuhan biasa yang begitu dalam, tanpa melibatkan lidah didalamnya, tapi aku bisa merasakan perasaannya yang begitu dalam padaku, meski Ayaz nggak pernah sekalipun mengungkapkan perasaannya.
Ayaz menarik kembali bibirnya. Astaga... bibir tebal yang aku dambakan selama ini sekarang menyentuh bibirku.
Wajah Ayaz yang masih sangat dekat dengan wajahku karena dahi kami yang bersentuhan, hingga aku masih bisa merasakan hembusan nafasnya.
"Mulai sekarang panggil aku, Mas," bisiknya ditelingaku. Aku mengedipkan mataku berkali-kali.
"Mas...? Mas Ayaz?" lirihku kembali hanyut dalam tatapannya yang membuatku kembali tersesat.
"Ya, seperti itu. Jangan lagi panggil aku hanya dengan sebutan nama."
Aku mengangguk. Ayaz mencium pipiku, lalu kedahi.
"Jadi kamu benar-benar siap?" aku kembali mengangguk. Aku bukanlah wanita polos yang harus bertanya kembali apa maksud ucapannya. Ya jelas Ayaz saat ini lagi ngomongin yang masalah perut kembung tadi.
"Sudah tahu do'a nya?"
Kali ini aku menggeleng. Aku benar-benar nggak tau kalo mau gituan juga ada doa nya. Selama ini aku sama Viky langsung gas aja. Nggak pake bacaan apa-apa.
"Kalau begitu ikutin Mas.
Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."
Meski sedikit terbata. Aku mengikutinya, saat bacaanku salah, Mas Ayaz mengoreksi dan memperbaikinya.
Sampai akhirnya aku berhasil membaca doa itu. Aku merasa gugup, seolah ini adalah kali pertamanya aku untuk melakukan hubungan badan.
Ayaz mengecup kedua mataku. Turun ke pipi sampai akhirnya dia meraup bibirku. Bukan seperti ciuman yang tadi. Kali ini Ayaz melibatkan lidah didalamnya. Meski dengan cara lembut, namun hal itu membuatku sangat terbuai.
Ayaz melakukan gerakan erotis didalam sana yang membuat tubuhku kembali merasakan gelenyar aneh. Demi apapun, aku benar-benar terbuai dan hanyut dalam sentuhannya. Tubuhku begitu cepat merespon saat tangannya mulai menjelajah kesegala arah diarea tubuhku.
Ayaz menyentuhku, tangannya merambat ke perutku hingga secara perlahan dia melepaskan pakaianku. Aku melenguh nikmat, saat tangannya menyentuh area dadaku. ARrrrr.... jiwa liar didalam diriku kembali meronta. Ayaz melakukan gerakan halus namun cukup membuatku gemas hingga aku nggak sabar pengen disentuh lebih jauh.
Aku membuka kancing kemejanya dengan pelan. Deru nafasnya yang terdengar keras membuatku semakin bersemangat untuk menunjukkan padanya keahlianku dalam hal ini.
Kini tubuh kerasnya sudah bisa kusentuh dengan bebas. Ayaz bahkan mengijinkanku untuk melakukan sentuhan erotis yang membuatnya menggeram merasakan nikmat.
Oh Ayaz... pliss, aku benar-benar menikmati permainan ini. Tolong jangan buat aku kecewa.
Lama, kami melakukan pemanasan hingga aku sudah benar-benar menatapnya penuh harap. Aku juga bisa melihat tatapan sayu dari Ayaz yang juga mendamba.
Batinku terus menjerit, ingin segera masuk kebagian inti permainan. Namun Ayaz masih belum juga melakukannya hingga aku terus melenguh dan menatapnya penuh permohonan.
"Ahk... Mas.... " Aku melenguh panjang saat Ayaz mulai memasukiku. Hingga akhirnya kami benar-benar berhasil melakukannya malam ini.
Aku berhasil memiliki Ayaz sepenuhnya. Malam ini aku benar-benar merasa menjadi istrinya yang sesungguhnya. Aku bahagia, aku kembali menemukan cinta didalam hidupku. Ayaz memberikan nafkah lahir dan batinnya untukku.
Demi apapun, aku sangat bersyukur. Hingga senyuman di wajahku tak juga pudar sampai rasa kantuk menyerangku. Dan kami akhirnya tertidur setelah melakukan olahraga malam yang sangat menyenangkan.
****
Aku merasa tubuhku digoncang keras.
Uh... aku benar-benar belum mau bangun. Mataku masih terasa berat.
"Thara bangun. Kita hampir kesiangan."
Aku bisa mendengar suara samar dari Mas Aya membangunkanku. Aku menggeliat dan menarik kembali selimut karena benar-benar masih sangat ngantuk.
"Thara bangun!"
Kini suara Mas Ayaz benar-benar berhasil tembus sampai ke alam bawah sadarku. Ditambah percikan air yang membasahi wajahku.
"Em... Thara masih ngantuk."
"Gak ada waktu lagi Thara, kita hampir telat sholat subuh. Ini udah hampir jam 5."
"Sholat subuhnya besok aja, Mas. Libur dulu, Thara beneran masih ngantuk."
Ahk!
Aku memekik kaget, saat Ayaz menggendongku seperti karung beras. Dan menepuk keras bokongku untuk membuatku sadar sepenuhnya.
"Apaan sih, Mas... lima menit lagi lah..."
"Gak ada tawar menawar Thara. Kamu pikir Mas lagi dagang? inget, kita belum mandi wajib."
Astaga... aku sampe lupa. Pantesan Mas Ayaz keukeh nyuruh bangun. Jelas kami harus mandi besar dulu dan itu bakal banyak menghabiskan waktu.
Aku langsung membuka semua pakaianku. Tanpa rasa malu menunjukkan ketelanjanganku dihadapan Mas Ayaz.
Halah, bodo amat! Ayaz sumiku. Bagiku sah-sah aja nggak pake apapun dihadapannya. Mas Ayaz juga udah pernah liat semalam dengan puas.
Namun semua yang ada di kepalaku buyar. Saat Mas Ayaz tiba-tiba kembali menyentuhku. Membawa tubuhku kembali menempel padanya.
Astaga... rupanya Mas Ayaz bisa nggak konsisten juga. Tadi pengennya cepet-cepet, sekarang malah ngajakin nganu lagi.
"Mas, katanya udah telat!"
"Salah sendiri main buka-bukaan didepan suami. Kita lakukan dengan cepat."
Aku tersenyum nakal padanya. Ternyata suamiku ini bisa mesum juga. Aku tertawa senang dalam hatiku. Aku juga nggak sadar kalo sejak tadi Mas Ayaz ternyata menatapku. Sudah bisa aku bayangkan bagaimana kilat nafsu didalam dirinya.
Dan hal itu membuatku senang. Hal yang membuatku yakin, bahwa Mas Ayaz nggak peduli dengan masalaluku yang kelam. Mas Ayaz nggak peduli kalo dia bukan yang pertama untukku. Hal itu membuatku semakin mencintainya.
Sesuai keinginan suamiku, dan aku juga pastinya. Kami melakukan olahraga lagi dikamar mandi. Dengan durasi waktu yang lebih cepat dari semalam namun kami sama-sama puas.
Alhasil, kami sholat subuh pukul setengah enam.
TBC
AYO DUKUNG KARYA AUTHOR
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SEIKHLASNYA.
SE YOU NEXT CAPT
thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua
atas lelaki sejati,
fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu
inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya
tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu