NovelToon NovelToon
CINTA DI UJUNG DOA

CINTA DI UJUNG DOA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / CEO / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Cintapertama
Popularitas:775
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Zahra, gadis miskin yang bekerja sebagai buruh cuci, jatuh cinta pada Arkan, pemuda kaya, tampan, dan taat beragama. Cinta mereka tumbuh sederhana di warung kopi, masjid, dan lorong kampung. Namun hubungan itu terhalang perbedaan status sosial dan agama: Zahra muslim, Arkan Kristen. Kedua keluarga menentang keras, ibu Arkan menolak, ayah Zahra memohon agar iman dijaga. Zahra berjuang lewat doa, Arkan lewat pengorbanan. Cobaan datang bertubi-tubi: penyakit, pengkhianatan, dan konflik keluarga. Saat harapan muncul, tragedi menghancurkan segalanya. Kisah ini tentang cinta tulus, doa yang perih, dan perjuangan yang berakhir dengan air mata, takdir pilu memisahkan mereka selamanya dalam keheningan abadi sunyi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Penghinaan yang Kejam

#

Jumat. Jam setengah dua siang.

Zahra berdiri di depan pagar rumah keluarga Wijaya. Rumah—atau lebih tepatnya mansion—yang gedung banget. Tiga lantai. Cat putih bersih. Taman depan luas dengan rumput hijau sempurna kayak karpet. Air mancur di tengah. Mobil-mobil mewah parkir rapi di garasi.

"Ya Allah... ini... ini beneran rumah orang?"

Zahra ngeliatin bajunya. Gamis hijau tua—satu-satunya gamis yang nggak pudar. Hijab putih yang dia setrika berkali-kali sampe rapih. Sendal jepit yang udah dia cuci bersih. Tapi tetep aja... tetep aja dia ngerasa... ngerasa kayak sampah di tengah istana.

"Zahra... kamu bisa. Kamu harus kuat. Demi Mas Arkan. Demi... demi masa depan kalian."

Dia tekan bel. Bunyi nyaring.

TING TONG!

Beberapa detik kemudian, pagar besi otomatis terbuka perlahan. Zahra masuk. Jalan pelan di jalan setapak yang bersih. Jantung berdebar makin kenceng tiap langkah.

Pintu utama terbuka sebelum dia ketuk. Seorang pembantu—perempuan paruh baya pake seragam hitam putih rapi—berdiri di sana.

"Nona Zahra Amanda?"

"I-iya. Saya."

"Nyonya sudah menunggu di ruang tamu. Silakan ikut saya."

Zahra masuk. Dan... dan matanya langsung melebar.

Lantai marmer putih mengkilap. Langit-langit tinggi dengan lampu kristal gede yang cahayanya bikin silau. Tangga lebar dengan pegangan emas. Lukisan-lukisan mahal di dinding. Sofa kulit putih yang keliatan lembut banget. Vas bunga gede dengan bunga segar.

"Ini... ini kayak di sinetron..."

"Silakan duduk, Nona. Nyonya akan segera datang."

Pembantu itu pergi. Ninggalin Zahra sendirian di ruang tamu yang... yang gede banget. Lebih gede dari seluruh kontrakan dia.

Zahra duduk di ujung sofa. Punggung tegak. Tangan di pangkuan. Napas diatur pelan.

"Tenang, Zahra. Kamu bisa. Kamu—"

"Jadi kamu... kamu yang namanya Zahra?"

Suara. Suara perempuan. Dingin. Tajam.

Zahra langsung berdiri. Nengok.

Mrs. Angelina Christine Wijaya turun dari tangga. Pelan. Elegan. Pake dress hitam selutut yang... yang pasti harganya lebih mahal dari semua harta Zahra digabung. Rambut disanggul sempurna. Makeup flawless. Sepatu hak tinggi yang bunyi KLAK KLAK KLAK tiap langkah.

Wajahnya... cantik. Tapi dingin. Kayak es yang nggak bisa dicairin.

"S-selamat siang, Nyonya. Saya Zahra Amanda—"

"Aku tau siapa kamu." Mrs. Angelina berhenti di depan Zahra. Jarak... mungkin dua meter. Mata nya nyapu Zahra dari atas sampe bawah. "Jadi ini... ini wanita yang bikin anak ku jadi gila. Wanita yang... yang bikin dia ninggalin keluarga. Ninggalin gereja. Ninggalin... ninggalin segalanya."

Zahra nggak jawab. Cuma nunduk.

"Lihat aku kalau aku ngomong!"

Zahra angkat muka. Kaget. Tapi dia coba nggak keliatan takut.

Mrs. Angelina senyum sinis. "Hmm. Nggak secantik yang aku kira. Biasa aja. Malah... kurusan. Kulitnya gelap. Kelihatan... kelihatan kayak buruh."

Zahra gigit bibir. Nahan air mata.

"Tapi ya sudahlah. Arkan memang selalu punya selera aneh." Mrs. Angelina jalan ke sofa. Duduk. Silang kaki. "Duduk. Kita perlu bicara."

Zahra duduk lagi. Di ujung sofa seberang. Jarak jauh.

"Aku langsung ke intinya." Mrs. Angelina ambil cangkir teh dari meja—teh yang entah kapan disiapin pembantu. "Kamu tau kenapa aku panggil kamu kesini?"

"...tidak, Nyonya."

"Karena aku mau kamu pergi dari kehidupan Arkan."

Deg.

"Aku tau... aku tau kamu pikir kamu cinta sama dia. Tapi cinta itu nggak cukup, Nona Zahra. Kamu dan Arkan... kalian dari dua dunia yang beda. Dia kaya. Kamu miskin. Dia Kristen. Kamu muslim. Dia terdidik. Kamu... kamu cuma lulusan apa? SMA?"

Zahra nggak jawab.

"Diammu itu artinya iya." Mrs. Angelina minum tehnya. Pelan. "Lihat? Kalian nggak cocok. Sama sekali. Dan kalau kalian terus kayak gini... kalian cuma bakal saling nyakitin."

"Nyonya... maaf... tapi Zahra nggak setuju. Zahra dan Mas Arkan... kami saling cinta. Kami—"

"Cinta?" Mrs. Angelina ketawa. Keras. "Kamu pikir cinta itu cukup buat hidup? Kamu pikir cinta bisa bayar listrik? Bisa beli makan? Bisa biayain anak?"

"Zahra tau cinta nggak cukup. Tapi... tapi cinta itu pondasi. Dan Zahra... Zahra bersedia kerja keras. Bersedia berjuang bareng Mas Arkan—"

"Kerja keras?" Mrs. Angelina naikkan alis. "Kamu kerja sebagai apa? Buruh cuci kan? Dapet berapa sehari? Lima puluh ribu? Seratus ribu? Itu... itu bahkan nggak cukup buat beli makan keluarga kami sehari."

Zahra diem. Tangan mengepal di pangkuan.

"Dan kamu pikir kamu bisa hidup bareng Arkan dengan uang segitu? Kamu pikir... kamu pikir kamu bisa kasih dia kehidupan yang layak?" Mrs. Angelina taruh cangkir tehnya. "Atau... atau kamu memang nggak peduli? Kamu cuma mau... mau jadi istri dia biar bisa hidup enak tanpa kerja?"

"BUKAN!" Zahra teriak. Nggak sengaja. "Zahra nggak kayak gitu! Zahra... Zahra nggak pernah minta uang sama Mas Arkan! Zahra bahkan... bahkan marah pas dia bayarin hutang Zahra! Karena Zahra nggak mau... nggak mau jadi beban!"

"Oh ya?" Mrs. Angelina senyum. "Tapi kamu tetep terima cincin darinya kan? Cincin 'janji' katanya? Itu... itu sudah awal dari kamu jadi beban dia."

Zahra nggak bisa jawab.

"Lihat? Kamu nggak bisa bantah." Mrs. Angelina berdiri. Jalan deket ke Zahra. "Nona Zahra... dengarkan saya baik-baik. Saya bukan orang jahat. Saya cuma... cuma ibu yang sayang sama anak. Dan saya nggak mau anak saya... anak saya yang pintar, tampan, sukses... jatuh ke jurang gara-gara wanita yang... yang nggak setara dengan dia."

"Zahra nggak mau bikin Mas Arkan jatuh—"

"Tapi sudah terjadi!" Mrs. Angelina teriak. "Dia sudah kehilangan pekerjaan lama! Sudah dikeluarkan dari keluarga! Sudah... sudah jadi bahan gosip! Dan sekarang... sekarang dia bahkan mikir mau masuk Islam! MASUK ISLAM! Meninggalkan Yesus yang sudah menyelamatkan dia sejak kecil! Dan itu semua... itu semua gara-gara KAMU!"

Zahra nangis. "Zahra nggak maksa Mas Arkan masuk Islam... Mas Arkan yang... yang pilih sendiri... Zahra bahkan bilang kalau dia nggak yakin, dia nggak usah—"

"BOHONG!" Mrs. Angelina lempar cangkir teh ke lantai.

PRANG!

Pecah. Berkeping-keping. Teh tumpah di marmer putih.

Zahra kaget. Mundur.

"Kamu pembohong! Kamu... kamu yang meracuni pikiran dia! Yang bilang kalau dia nggak masuk Islam, kalian nggak bisa bersama! Itu... itu sama aja maksa!"

"Tapi... tapi itu kenyataan! Dalam Islam, wanita muslim nggak boleh nikah sama laki-laki non-muslim! Zahra nggak buat aturan itu! Itu... itu aturan agama!"

"Aturan agama yang konyol!" Mrs. Angelina napas ngos-ngosan. "Aturan yang... yang ngerusak keluarga! Ngerusak iman! Ngerusak... ngerusak SEGALANYA!"

Hening.

Cuma suara napas Mrs. Angelina yang berat.

Zahra nangis diam-diam. "Nyonya... Zahra mohon... mohon jangan pisahin Zahra sama Mas Arkan... Zahra... Zahra beneran cinta sama dia... Zahra nggak peduli dia kaya atau miskin... Zahra cuma... cuma pengen hidup bareng dia... dengan cara yang berkah..."

Mrs. Angelina diem lama. Natap Zahra. Terus... dia senyum. Senyum yang bikin Zahra merinding.

"Berkah katamu? Kamu pikir hidup miskin itu berkah?"

Dia jalan ke meja. Ambil tas tangannya. Keluarin buku cek. Tulis sesuatu. Robek. Jalan ke Zahra.

"Ini." Dia lempar cek ke wajah Zahra.

Cek itu jatuh di pangkuan Zahra. Zahra ambil. Baca.

**Rp 500.000.000**

Lima ratus juta.

"I-ini... ini apa?"

"Uang. Buat kamu. Buat... buat pergi dari kehidupan Arkan. Selamanya."

Zahra diem. Nggak percaya.

"Lima ratus juta. Cukup buat kamu hidup enak bertahun-tahun. Buat kamu... buat kamu pulang ke kampung. Buka usaha. Nikah sama cowok yang setara. Hidup... hidup dengan layak. Tanpa harus... harus jadi beban anak saya."

"Nyonya... Zahra... Zahra nggak butuh uang—"

"Semua orang butuh uang!" Mrs. Angelina teriak. "Dan kamu... kamu butuh banget! Kamu miskin! Kamu nggak punya apa-apa! Ini... ini kesempatan kamu! Ambil uang itu! Pergi! Dan jangan pernah hubungi Arkan lagi!"

Zahra berdiri. Pegang cek itu. Tangan gemetar.

"Zahra... Zahra nggak bisa..."

"Kenapa?! Kenapa kamu nggak bisa?! Uang segini... uang segini bisa ngubah hidup kamu! Bisa... bisa bikin Bapak kamu sembuh! Bisa bikin kamu nggak perlu cuci baju lagi!"

"Karena Zahra sayang Mas Arkan!" Zahra teriak. "Karena... karena nggak ada uang di dunia ini yang bisa beli cinta Zahra ke Mas Arkan! Zahra... Zahra lebih milih miskin bareng dia daripada... daripada kaya sendirian!"

Mrs. Angelina diem. Mata nya... marah. Tapi juga... juga sedih.

"...kamu bodoh. Kamu... kamu cewek paling bodoh yang pernah aku temui."

Zahra robek cek itu. Robek jadi berkeping-keping. Lempar ke lantai.

"Zahra mungkin bodoh. Tapi... tapi Zahra nggak bisa dijual."

Mrs. Angelina natap keping-keping cek itu. Terus natap Zahra.

"...baiklah. Kalau itu pilihan kamu." Dia jalan ke pintu. "Tapi ingat satu hal, Nona Zahra. Selama aku masih hidup... aku nggak akan pernah... nggak akan PERNAH merestui hubungan kalian. Aku akan... aku akan lakukan apapun buat pisahin kalian. Apapun."

Dan dia pergi. Naik tangga. Ninggalin Zahra sendirian di ruang tamu yang berantakan.

Zahra jatuh duduk. Nangis sejadi-jadinya.

"Ya Allah... kenapa... kenapa kejam banget?"

---

**BERSAMBUNG KE BAB 29...**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!