NovelToon NovelToon
Jebakan Sang CEO Wanita

Jebakan Sang CEO Wanita

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cinta Terlarang / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Hidup Arga yang sempurna bersama istrinya, Nabila, hancur seketika saat mantan kekasihnya, Siska, kembali sebagai istri pemilik perusahaannya.

Siska yang ambisius menawarkan satu syarat gila. "Jadilah pemuas nafsuku, atau kariermu tamat!"

​Arga menolak mentah-mentah demi kesetiaannya. Namun, murka sang Nyonya Besar tak terbendung. Dalam semalam, Siska memutarbalikkan fakta dan memfitnah Arga atas tuduhan pelecehan seksual.

​Di bawah bayang-bayang penjara dan cemoohan publik, mampukah Arga bertahan? Ataukah Nabila, sang istri sah, sanggup membongkar kelicikan Siska dan menyelamatkan suaminya dari kehancuran?

Kita simak kisah kelanjutannya di Novel => Jebakan Sang CEO Wanita.
By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1

Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Jakarta, menyemburatkan warna oranye kemerahan yang perlahan mengusir sisa-sisa kegelapan malam. Di lantai dua belas sebuah apartemen kelas menengah yang asri di bilangan Jakarta Selatan, kehidupan dimulai dengan ritme yang tenang dan penuh kasih.

Unit nomor 1205 itu bukan tempat yang paling mewah di gedung ini, namun bagi Arga dan Nabila, setiap sudutnya adalah tempat perlindungan paling suci yang mereka bangun dengan kerja keras dan kejujuran.

Nabila melangkah ringan menuju dapur yang tertata rapi. Ia mengenakan piyama satin berwarna krem, rambutnya yang hitam legam diikat asal ke atas, menonjolkan leher jenjangnya yang putih. Tangannya dengan lincah menyalakan mesin kopi. Tak lama kemudian, aroma Arabica yang kuat mulai memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi roti gandum yang sedang dipanggang di mesin pemanggang otomatis.

Senyum kecil tak pernah lepas dari bibir Nabila. Pagi ini terasa istimewa. Hari ini adalah hari di mana suaminya, Arga, kemungkinan besar akan menerima promosi jabatan yang sudah dinanti-nantikan selama tiga tahun terakhir. Sebagai seorang istri yang telah mendampingi Arga dari titik nol, Nabila tahu betul betapa suaminya itu menjaga integritas di tengah lingkungan korporat yang sering kali kotor.

"Hmm, bau ini... selalu bisa membuatku merasa benar-benar sudah bangun," sebuah suara bariton yang hangat terdengar dari arah kamar.

Nabila menoleh dan mendapati Arga berdiri di ambang pintu dapur. Pria itu baru saja selesai mandi, rambutnya masih sedikit basah, dan ia hanya mengenakan kaus dalam putih serta celana kain hitam. Arga berjalan mendekat, melingkarkan lengannya di pinggang Nabila dari belakang, dan menyandarkan dagunya di bahu istrinya.

"Pagi, Sayang," bisik Arga.

"Pagi, Mas. Kopinya sebentar lagi siap," sahut Nabila sambil mengusap lembut lengan Arga. "Bagaimana tidurmu? Nyenyak? Atau kau terlalu gugup memikirkan pidato perkenalanmu nanti?"

Arga tertawa kecil, suara tawa yang sangat disukai Nabila karena terdengar sangat tulus. "Sejujurnya, aku tidak bisa berhenti memikirkan detail laporan terakhir yang akan kupresentasikan pada Pak Roy. Aku ingin memastikan semuanya sempurna. Bukan karena aku gila jabatan, Nabila, tapi karena aku ingin membuktikan bahwa kerja keras tanpa 'main belakang' bisa membuahkan hasil."

Nabila melepaskan diri sejenak dari pelukan Arga untuk mengambil cangkir kopi. Ia meletakkannya di atas meja makan kecil yang terletak di samping jendela besar yang menghadap ke arah gedung-gedung pencakar langit Jakarta.

"Itulah yang membuatku jatuh cinta padamu, Mas," ucap Nabila serius sambil menatap mata suaminya. "Integritasmu. Di dunia yang serba instan ini, kau masih memilih jalan yang lurus. Duduklah, sarapan dulu. Aku tidak mau kau pingsan di depan Direktur baru nanti."

Arga duduk dan mulai menikmati roti gandum dengan selai kacang buatannya. Sambil mengunyah, matanya sesekali melirik ke arah Nabila yang kini sibuk merapikan kemeja putih milik Arga yang sudah ia setrika semalam dengan sangat licin.

"Nabila," panggil Arga pelan.

"Ya, Mas?"

"Terima kasih. Terima kasih karena selama lima tahun pernikahan kita, kau tidak pernah sekali pun menuntutku untuk menjadi orang lain. Kau tahu kan, teman-temanku di kantor banyak yang mengambil jalan pintas untuk kaya raya. Tapi kau... kau selalu mengingatkanku untuk tetap membumi."

Nabila menghampiri Arga, memegang kedua pundak suaminya dan menatap pantulan wajah mereka di cermin besar yang ada di ruang tengah. "Mas, harta bisa dicari, jabatan bisa hilang, tapi nama baik dan ketenangan hati itu tidak ada harganya. Aku lebih suka kita tinggal di apartemen kecil ini tapi setiap malam bisa tidur nyenyak, daripada tinggal di istana tapi hati dipenuhi rasa takut karena kebohongan."

Arga meraih tangan Nabila dan mengecup punggung tangannya lama. "Janji padaku, apa pun yang terjadi hari ini dan seterusnya, kita akan tetap seperti ini. Saling jujur, tanpa ada rahasia."

"Janji, Mas," jawab Nabila mantap.

Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB. Arga sudah mengenakan setelan jas berwarna abu-abu gelap yang membuatnya tampak sangat berwibawa. Ia berdiri di depan cermin, memeriksa simpul dasinya untuk yang kesepuluh kalinya.

"Mas, berhentilah. Dasimu sudah sempurna," goda Nabila sambil membantunya memakai jas.

"Aku hanya... merasa ada sesuatu yang berbeda hari ini, Nabila. Entahlah, rasanya seperti ada badai yang akan datang, tapi aku tidak tahu dari arah mana," gumam Arga dengan raut wajah yang mendadak berubah sedikit gelisah.

Nabila memegang pipi Arga, memaksa suaminya untuk menatapnya. "Itu hanya adrenalin, Sayang. Kau sudah bekerja keras. Pak Roy sangat mempercayaimu. Dan Direktur baru yang akan diperkenalkan hari ini, siapa pun dia, pasti akan melihat betapa berharganya dirimu bagi perusahaan."

Arga tersenyum, mencoba mengusir firasat aneh yang tiba-tiba melintas di benaknya. Ia mengambil tas kerjanya dan melangkah menuju pintu. Di ambang pintu, ia berbalik sekali lagi.

"Nabila, jika nanti pengumumannya resmi, aku akan memesan tempat di restoran favoritmu. Kita akan merayakannya berdua."

"Aku tunggu kabarnya, Mas. Semoga sukses!" Nabila melambaikan tangan hingga pintu apartemen tertutup.

Begitu Arga pergi, suasana apartemen kembali sunyi. Nabila menarik napas panjang, lalu mulai merapikan meja makan. Namun, tanpa sengaja tangannya menyenggol cangkir kopi Arga yang masih tersisa sedikit. Cangkir itu tidak pecah, namun cairan hitam di dalamnya tumpah, membentuk noda gelap di atas taplak meja putih bersih yang baru saja dipasangnya kemarin.

Nabila tertegun menatap noda itu. Entah mengapa, hatinya mendadak diselimuti kecemasan yang sama seperti yang dirasakan Arga tadi. "Hanya kebetulan," bisiknya pada diri sendiri sambil segera membersihkan noda tersebut.

Sementara itu, Arga sedang berada di dalam lift gedung Airborne Group. Lift itu penuh dengan karyawan lain yang saling berbisik tentang siapa sosok Direktur baru yang akan diperkenalkan hari ini.

"Katanya dia istri simpanan Pak Roy yang baru dinikahi di luar negeri," bisik seorang karyawan wanita di sudut lift.

"Bukan, dengar-dengar dia mantan model internasional yang sangat ambisius. Pak Roy menyerahkan divisi operasional sepenuhnya padanya," timpal yang lain.

Arga hanya diam, tidak tertarik pada gosip kantor yang sering kali tidak akurat. Baginya, siapa pun pimpinannya, ia hanya perlu menunjukkan performa kerja yang baik. Namun, setiap kali lift itu naik satu lantai, detak jantung Arga semakin kencang. Firasatnya terus berteriak, memberikan peringatan yang tidak mampu ia terjemahkan.

Sesampainya di lantai utama di mana aula pertemuan berada, Arga disambut oleh riuh rendah persiapan acara. Karpet merah, jajaran karangan bunga, dan aroma parfum mahal memenuhi udara. Di podium, Pak Roy berdiri dengan wajah sumringah.

Arga mengambil tempat di barisan depan para manajer. Ia mencoba fokus, mencoba memikirkan angka-angka dalam laporannya, namun matanya terus tertuju pada kursi kosong di samping Pak Roy yang bertuliskan 'Direktur Baru'.

Tepat pukul 09.00, pintu aula terbuka lebar. Seluruh ruangan mendadak hening. Pak Roy berdeham, menyesuaikan pelantang suara di depannya.

"Selamat pagi rekan-rekan sekalian. Hari ini adalah awal dari era baru bagi Airborne Group. Setelah lama posisi ini kosong, akhirnya saya menemukan sosok yang paling tepat untuk memimpin kalian. Bukan hanya karena dia memiliki visi yang tajam, tapi karena dia adalah energi baru yang sangat berharga bagi saya pribadi."

Pak Roy mengulurkan tangan ke arah pintu yang terbuka. "Sambutlah, istri tercinta saya, sekaligus pimpinan baru kalian... Siska Roy."

Seorang wanita muncul dengan gaun merah darah yang memikat mata, memancarkan aura dominasi yang tak tertahankan.

Arga merasa seluruh pasokan oksigen di sekitarnya lenyap. Dunianya berhenti berputar. Wanita yang berdiri di sana, wanita yang baru saja diperkenalkan sebagai istri dari pemilik perusahaan paling kuat di negeri ini, adalah Siska.

Siska. Wanita yang pernah menjadi pusat semesta Arga tujuh tahun lalu. Wanita yang pernah menjanjikan masa depan, namun berakhir dengan pengkhianatan paling menyakitkan yang pernah Arga rasakan. Siska, yang kini menatap langsung ke arah Arga dengan senyum misterius yang penuh kemenangan.

Janji Arga kepada Nabila pagi tadi untuk tetap jujur dan tanpa rahasia, tiba-tiba terasa begitu berat untuk dilaksanakan. Masa lalu yang ia pikir sudah terkubur, kini bangkit kembali dalam wujud yang paling mengancam.

\- Arga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi moralitas. Kejujurannya bukan hanya sekadar sifat, melainkan fondasi hidup yang ia bangun bersama Nabila.

\- Nabila, di sisi lain, diperkenalkan sebagai wanita yang kuat namun tulus. Ia adalah pengacara yang merelakan kariernya demi stabilitas rumah tangga, namun ia memiliki intuisi yang tajam.

\- Siska Roy muncul sebagai sosok yang elegan namun berbahaya. Kehadirannya di kantor Arga bukan sebuah kebetulan, melainkan bagian dari desain besar yang sudah ia siapkan untuk mengambil kembali apa yang ia rasa miliknya, yaitu Arga, terlepas dari fakta bahwa Arga sudah memiliki Nabila.

Pertempuran antara kejujuran dan obsesi, antara cinta tulus dan gairah gelap, baru saja dimulai di lantai marmer Airborne Group.

...----------------...

**Next Episode**.....

1
Eva Karmita
alur ceritanya bagus bikin nano" ...
semoga Arga bisa melawan dan menghadapi Siska si wanita gatal demi rumah tangga nya dgn Nabila 🥰
Eva Karmita: sama" semangat 🔥💪🥰
total 2 replies
Eva Karmita
Arga ingat kalau sikap mu masih lembek kayak jelly harusnya kamu pikir dia kali menghadapi Siska tidak semudah dan segampang yang kamu bayangkan satu kali saja kamu buat kesalahan maka hancurlah rumah tangga yang kamu bangun dgn susah payah.... Nabila akan benar" pergi dari hidupmu dan kamu akan hidup dlm penyesalan seumur hidup
Eva Karmita
semoga Arga bisa melawan Mak lampir
Isee
semoga arga juga bisa menjalankan misi yg direncanakan nabila & jgn sampe ada jebakan tidur bareng siska.
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
👀 calon mayit 👀
💪
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
Siska otakmu konslet ya...kamu sendiri yang sudah menciptakan luka tapi anehnya malah menyalahkan orang lain 😤
Eva Karmita
😭😭 semangat Arga ingat ada wanita kuat dan tangguh dissimu
Eva Karmita
masa lalu yang menyakitkan 🥺
Eva Karmita
,dasar wanita iblis
Eva Karmita
Arga kenapa harus berbohong dengan istri mu sendiri 🥺😤
Isee
Nabila kenapa kamu ksh tau clue clue itu ke siska 😭😭😭 semoga nabila bisa membela arga & melawan siska sampai dpt hukuman
Eva Karmita
Arga jadilah laki" yg kuat jangan lemah dong.... masalalu harus di kubur untuk apa digali lagi tetaplah masa depan jangan menoleh kebelakang lagi
Isee
bener2 SAKIT si siksa, elu yg buat ulah, nyalahin orang lain.😡😡😡
👀 calon mayit 👀
nyeesek😭
Isee
semangat nabila 💪💪💪 lanjut kak
Miss Ra: siaaaap💪
total 1 replies
Isee
SARAP si siska😡😡😡😡
Isee
jika akhirnya agra gak berterus terang ke nabila, maka lepaskan agra tapi sebelumnya dampingi agra melawan siska sampai siska jatuh karna ulahnya sendiri & diceraikan sama pak roy.
Isee
wah DAEBAK 👍 nabila,,, dampingi selalu arga buat siska KEOK😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!