akibat lilitan utang dia harus berkerja keras, untuk bisa hidup dan melunasi utang nya, tak disangka dia bertemu dengan pria kaya yang ternyata seorang duda beranak satu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode dua puluh dua
Ariana pagi itu sudah di depan gerbang rumah Bimo. Hatinya ragu untuk masuk mengingat sekarang Bimo sudah beristri. Namun hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk kembali merebut Bimo.
Pada waktu bersamaan terlihat sebuah mobil mewah masuk kedalam gerbang rumah yang penjagaannya masih ketat.
"Sial mereka ada dirumah. gimana aku beraksi kalau ada mak lampir di dalamnya" Ariana membuang nafas kasar. Seperti yang kita ketahui bahawa orang tua Bimo tak terlalu suka dengan hubungan Ariana dengan anaknya.
Mobil mewah sudah parkir dengan sempurna. Terlihat pemiliknya turun dan disambut oleh pak Diman serta pelayan lainnya.
"Selamat pagi dan selamat datang Tuan dan Nyonya Besar"
Seketika nyonya tresna membalikkan badannya pada pelayan yang menyambutnya tadi "eh eh eh tadi kalian bilang apa?" seketika membuat para pelayan kaget dan takut mereka membuat kesalahan.
"kami bilang selamat pagi dan selamat datang tuan dan nyonya besar tadi" kata pak Diman.
"Besar? emangnya kalian lihat saya gemuk apa?" timpal nyonya tresna yang merasa tersinggung oleh kata "Besar" sontak hal itu membuat suami serta pelayannya ingin tertawa dengan tingkah Nyonya besarnya. Tapi para pelayan tidak berani mengeluarkan suaranya dan hanya menahan senyum agar tidak menyinggung lebih. Ibunya Bimo memiliki sifat hangat dan cerewet yang selalu memperhatikan ideal bentuk tubuhnya walaupun sudah berumur. kadang kadang dia gampang tersinggung oleh hal hal sepele tapi hal itu menambah warna dalam kehidupan keluarganya.
"Bim, bim coba deh lihat dengan benar!!! apa benar mama gemuk" bertanya dan menghampiri Bimo yang sudah duduk dimeja makan bersama putra dan istrinya.
"apa sih mah? hal kecil juga di bikin panjang" jawab bimo santai.
"Anak sama papa sama aja menyebalkan" menjawab lalu ikut duduk di meja makan.
"nenek nggak gemuk tapi lebar" ceplos Andra sambil menutup mulutnya.
"Astaga ini lagi, anak kecil ikut ikutan aja"
Pagi itu berlalu dengan candaan candaan kecil keluarga Bimo. Kemudian masing masing melanjutkan aktifitas mereka masing masing.
***
Ariana yang masih memikirkan cara bagai mana merebut Bimo melihat mobil yang ditumpangi Andra keluar dari gerbang yang ada di depannya.
"Istrinya Bimo pasti ada didalam mobil itu" memperhatikan mobil yang baru keluar.
"Sepertinya ini jalan ku untuk menemuinya tanpa Bimo tau" kemudian melajukan mobilnya mengikuti mobil yang ada di depannya.
Mobil yang ditumpangi Leela sudah berhenti depan gerbang sekolahnya Andra. diikuti oleh mobil Ariana tepat tidak jauh dibelakangnya hanya terhalang jarak satu mobil diantaranya.
"Andra belajar yang pintar ya nak, nanti siang mami jemput ya" berkata pada anaknya karena memang hari ini rencananya Leela akan menemui temannya saat bekerja di kafe arga.
"emmm tapi jemputnya nggak boleh telat ya mi" Andra bermanja pada mami barunya dengan sedikit memainkan bibir mungulnya saat bicara, yang menimbulkan rasa gemas.
" ah iya mami janji, jangan kemana mana ya sebelum mami jemput ya" sambil mengusap kepala Andra.
Dibalas anggukan oleh putranya dan segera berlari masuk ke arah kelas.
"Pak nanti nitip Andra ya, takut saya telat menjemputnya" ucap Leela pada satpam yang pernah di temuinya tempo lalu.
"siap komandan" jawab satpam sambil tersenyum mengelilingi Leela.
"eemmmmhhh by the way busway mami baru Andra" menunjuk Leela dengan tongkat satpam khasnya.
"iya" jawab Leela terheran heran dengan tingkah orang di depannya.
satpam itu sedikit bersiul dan tersenyum "Beruntung"
"beruntung??" Leela mengulangi ucapan satpam sambil membalikkan badan menaiki mobilnya.
Sebelum mobil melaju terlebih dahulu ada yang mengetuk kaca tepat samping tempat duduk Leela. "Siapa pak?"
"nggak tau nyonya" jawab sopir.
Leela segera membuka kaca setengah melihat siapa yang mengetuk kacanya?.
"maaf cari siapa mbak?" tanya Leela sopan.
Seorang wanita cantik berdiri dan sedikit tersenyum.
"Bisa kita Bicara?" jawab Ariana tanpa menjawab pertanyaan Leela terlebih dahulu.
Setelah mendapat persutujuan Leela, akhirnya mereka memilih bicara di Taman bermain yang tak jauh dari tempat mereka saat ini.