"Kenapa aku mencintai nya, banyak laki-laki di dunia ini. Psychopath." Ucap Lisa yang tidak habis pikir dapat mencintai seorang Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemera
"Apa ada masa lalu mu yang sangat buruk." Tanya Lisa.
"Masa lalu ku, maaf aku tidak bisa menceritakan nya." Jawab Evans.
"Kenapa sayang, aku istri mu, aku berhak tau semua tentang mu." Ucap Lisa.
"Maaf, aku belum bisa. Aku tidak akan menyentuh mu lagi." Kata Evans.
"Tapi kamu mau pergi ke psikolog." Tanya Lisa.
"Apa akan mengungkit masa lalu ku." Tanya balik Evans.
"Aku juga tidak tau, jika kamu tidak ingin menjawab pertanyaan psikolog tentang masa lalu ku juga tidak papa. Aku tidak memaksa." Jawab Lisa.
"Sayang jika kamu melakukan nya dengan lembut pasti aku tidak seperti ini, milik ku sangat sakit." Ucap Lisa.
"Maaf, aku tidak sengaja, kamu menggoda ku, sudah aku bilang aku tidak akan sadar jika sudah terbawa nafsu, lain kali jangan menggoda ku lagi." Kata Evans.
Lisa mengambil HP nya untuk mengirim pesan pada Daniel, ia meminta cuti untuk satu minggu sampai diri nya tidak merasakan sakit lagi saat berjalan.
"Bagaimana dengan pekerjaan ku, aku masih menjadi dosen." Tanya Evans.
"Pekerjaan mu, aku sudah meminta Daniel mengurus nya, ada dua kemungkinan kamu keluar dari kampus atau kamu cuti sampai waktu yang tidak bisa di tentukan." Jawab Lisa.
"Sayang ada yang mengetuk, pasti mereka membawa kan makanan dan pakaian d*lam mu." Ucap Lisa.
Evans ingin bangkit dari atas kasur untuk membuka kan pintu tetapi Lisa menahan Evans yang membuat Evans bingung.
Lisa menarik tengkuk leher Evans dan menciumnya sampai meninggal kan bercak merah, bukan hanya di situ ia juga meninggal kan bercak merah di dad bidang Evans. Evans hanya bisa memejamkan mata nya saat Lisa melakukan nya, menurut Evans saat Lisa melakukan itu ada kenikmatan tersendiri.
"Sudah kamu keenakan." Ucap Lisa.
Lisa melakukan itu karena ia tau jika yang mengantar makanan dan celana d*lam Evans pasti sepupunya Diana dan Rian, mereka memang selalu ingin tau tentang kehidupan Lisa.
"Evans." Ucap Diana.
"Terimakasih." Evans mengambil nampan yang berisi berbagai macam makanan.
"Aku bantu." Ucap Rian dan ikut masuk ke dalam kamar itu.
"Selamat siang Lisa." Kata Rian.
"Siang, terimakasih telah repot-repot membawakannya untuk kami, padahal bisa saja pelayan yang mengantar kan nya." Ujar Lisa.
Mata Rian tertuju pada leher Lisa yang penuh dengan bercak merah. Belum lagi ia juga melihat leher dan dada bidang Evans juga memiliki bercak merah.
"Seperti nya sebelum ini baru saja ada pertempuran hebat." Batin Rian sambil berjalan keluar.
"Sayang tubuh Evans sangat luar biasa, ah Lisa sangat beruntung bisa menikmati nya." Ucap Diana.
"Sayang, apa maksud ku, kamu tidak suka dengan tubuh ku." Tanya Rian.
"Tentu saja suka, kamu juga punya roti sobek, aku hanya bercanda sayang." Jawab Diana.
"Mereka sudah melakukan nya, semoga kamera itu yang kita pasang menangkap semua nya." Ucap Rian.
"Sayang perlahan." Ucap Lisa.
"Iya, aku sudah perlahan." Evans meletakan Lisa di atas sofa untuk makan.
"Aku ingin memakai celana d*lam dulu." Evans pergi menjauh dari Lisa.
Saat memakai celana d*lam itu mata Evans tertuju pada benda yang mencurigakan, ia mendekati benda tersebut. Di dalam benda tersebut ada kamera tersembunyi yang mengarah ke ranjang nya langsung.
"Lisa apa maksud ini." Tanya Evans.
"Itu apa sayang, kamera kamu menemukan nya dimana." Tanya balik Lisa.
"Di sana tepat mengarah ke ranjang kita." Jawab Evans.
Lisa langsung tau siapa dalang di balik semua ini. "Apa ada memori nya." Tanya Lisa.
"Ada." Jawab Evans sambil menyerah kan memori itu pada Lisa.
"Sudah tidak papa, yang penting kamu menemukan nya." Ucap Lisa.
"Kamu tau pelakunya." Tanya Evans.
"Mungkin tau, tapi aku tidak bisa menuduh sembarangan." Jawab Lisa.
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 😘😘
𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮..