Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.
Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.
Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.
Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?
Selamat menyaksikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KE RUMAH ORANG TUA NATHAN
Taufik bangkit dari duduknya. Dia keluar dari kamarnya menuju ke kamar anak-anak.
Sedikit hati-hati, Taufiq menarik pelan gagang pintu kamar yang dihuni Samudra dan Sunny.
Perlahan, dia mendekat ke tempat tidur kecil di kamar itu. Di atasnya, Sam dan Sunny telah tertidur lelap. Dengkuran halus terdengar dari deru nafas mereka yang saling bersahutan dan membuat Taufiq merasa sesak karena iba.
Renima... Sesuai janji kakak, Dek. Kakak akan memberikan ibu yang baik untuk anak-anak 'mu.
Jangan marah ya, Sayang... Kakak harus membuat mereka lupa dengan 'mu untuk sementara waktu. Kakak lakukan itu semua demi mereka. Kakak ingin mereka hidup bahagia dengan Mommy dan Daddy-nya. Kakak ingin mereka merasakan keluarga yang sempurna, agar mereka tidak berkecil hati di suatu hari Nanti jika menyaksikan teman-teman mereka memiliki ayah dan ibu.
Taufiq mengecup dahi Sunny dan samudra secara bergantian setelah menatap lama wajah Teduh dari dua bocah mungil itu.
Lama di sana, Taufiq pun keluar dengan langkah gontai. Dia kembali ke kamarnya, dan menemukan Langit masih tertidur pulas di dalam Babby horbor.
Dari pertama kali bertemu dirinya hingga detik ini, aku bahkan belum bisa melupakannya. Aku masih saja menyimpan dia di dalam hatiku.
Bagaimana cara menjelaskannya? Bagaimana caranya?
Akankah Raniya masih mau melanjutkan hubungan ini jika dia tahu perasaanku yang sebenarnya, sementara dia belum berhenti mencintai almarhum suaminya sendiri?
Yaa Allah... Harus bagaimana? Raniya perempuan satu-satunya yang menerimaku setelah sekian banyak perempuan yang aku coba melamar dengan jujur dan tidak jujur tentang ke tiga keponakanku ini.
Haruskah aku teruskan kebohongan ini sampai waktu sendiri yang membongkarnya?
Taufiq bimbang. Dia menatap foto kecil yang di dalamnya bergambar wajah imut Raniya kala SMA. Foto paparazi yang diambil Taufiq secara diam-diam di perpustakaan sekolahnya dulu. Terlihat sekali backgroundnya rak yang dipenuhi buku-buku.
*****
Taufiq gugup. Berkali-kali dia mengepal tangannya berusaha untuk bersikap santai di depan Raniya dan Aziz.
Ya, sesuai janjinya. Hari itu mereka berencana ke kediaman Tiger, orang tua almarhum dokter Nathan Tiger.
Aku juga penasaran sekali, seperti apa suami Raniya itu. Aku ingin sekali melihat satu saja fotonya yang terpajang dengan pakaian polisi, persis seperti yang diimpikan Raniya dari kecilnya.~ Gumam Taufiq.
Tanpa siapa pun tahu, Raniya juga merasakan kegugupan yang sama dengan Taufiq. Sejak meninggalnya Nathan, Raniya sama sekali tidak pernah menemui mertuanya itu.
Hari itu, dia datang malah dengan membawa calon suami sekaligus. Entah pujian, atau cacian yang akan diterimanya nanti sesampai mereka di sana.
Berkali-kali Raniya menggigit bibir bawahnya, pasrah dengan apa yang akan terjadi di rumah mertuanya nanti.
Mobil yang membawa mereka sampai di kediaman Tiger. Berkali-kali Ayah Raniya menekan bel, namun sama sekali tidak ada jawaban. Rumah besar dan megah itu tampak sunyi, seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.
"Non Raniya...? Ini Non Raniya kan?" Seseorang datang menghampiri mereka.
"Benar, Bu... Saya Raniya. Ibu ini siapa ya?" Tanya Raniya menatap lekat mencoba mengingat, barang kali dia pernah bertemu ibu itu sebelumnya.
"Saya tetangga pemilik rumah sebelah, Non..." Ucapnya sembari tersenyum. "Tapi saya begitu dekat dengan keluarga mertua non... Mereka orang-orang baik, Non." Ujar Ibu-ibu itu lagi.
"Lalu mertua saya kemana ya, Bu?" Tanya Raniya sopan.
"Iya, Non... Mereka pikir Non tidak akan pernah ke sini lagi. Mereka paham bagaimana terlukanya Non kehilangan putra mereka. Mereka titip pesan saja kepada saya, Non. Bapak bilang, ibu tidak akan sanggup melihat duka Non. Jadi, mereka pindah tanpa memberi kabar kepada Non dulu. Kata mereka, mereka akan menemui Non kembali jika semua sudah baik-baik saja. Mereka berharap Non pulih dan menemukan pengganti putra mereka secepatnya. Mereka ikhlas untuk itu, Non." Ucap ibu-ibu itu panjang lebar. Tampak kesedihan di wajah ibu itu menyampaikan pesan dari orang tua Nathan.
"Ya Allah... Mama... Papa..." Desir Raniya lirih. Air matanya menderas tiba-tiba. Kenangan baik bersama mertuanya itu kembali berputar di memorinya.
"Sabar, Sayang..." Ucap Aziz sembari merengkuh Raniya. "Coba kamu telepon Papa dan Mama-mu."
"Maaf, Pak. Waktu itu mereka juga sempat mengatakan, mereka tidak akan bisa dihubungi untuk sementara waktu. Tapi kalau tidak yakin, silakan dicoba dulu." Sela ibu itu lagi.
"Kemana sebenarnya mereka, Bu?" Tanya Raniya memelas.
"Saya juga tidak tahu, Non. Mereka tidak bilang mau kemana." Sahut ibu itu merasa iba melihat kondisi Raniya.
"Ya sudah, Bu. Terima kasih, Kami permisi..." Ucap Aziz pamit.
"Baik, Pak... Sama-sama."
Aziz membopong Raniya kembali masuk ke dalam mobil.
Taufiq hanya menatap Raniya dengan perasaan berkecamuk di dalam dadanya. Dia terlihat iri dengan suami Raniya yang sudah meninggal. Pikirnya, Almarhum suami Raniya tidak hanya pergi untuk selamanya, akan tetapi juga membawa seluruh cinta Raniya. Taufiq iri. Bahkan Raniya sampai memberi syarat kepadanya untuk meminta restu orang tua almarhum suaminya itu.
.
.
.
.
.
Hallo teman2...
Maaf ya... Tidak sesuai dengan keinginan teman2...
Jika seandainya Taufiq dipertemukan dengan dokter Tiger, maka akan sulit untuk memberi konflik di cerita mereka ini.
Ditunggu ya teman2...
RADETSA akan berusaha memberikan cerita menarik dengan konflik yang sedikit menegangkan.
Terima kasih dukungan teman2
Salam satu layar di MT&NT...
terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍