NovelToon NovelToon
SEMUA DEMI ANAKKU

SEMUA DEMI ANAKKU

Status: tamat
Genre:Teen / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:217.8k
Nilai: 5
Nama Author: nadataskia

Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.

Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SARAN DARI TEMAN.

Menjelang pagi hari seperti biasanya ayah bangun dan menjalankan solat subuh, sebelum ayah bangun ibu sudah terlebih dulu bangun, ibu emang selalu bangun lebih pagi dari ayah.

Karena tugas ibu mencuci baju, setelah itu pergi solat dan buat sarapan pagi, selesai solat ayah hendak pamit ibu mau pergi ke pasar giling, hari ini pertama ayah jualan setelah libur selama tiga hari.

"Bu, Ayah berangkat ke pasar dulu ya?" pamit ayah pada ibu.

"Iya Yah, tapi Ayah ga ngopi dulu? nih Ibu bikinin!" jawab Ibu menawarkan kopi.

"Nanti saja Bu, pulang dari pasar!" kata ayah menolak sambil menyertater motonya.

Ibu mengikuti ayah membawakan tas untuk tempat belanjaan, ibu perhatiin tubuh ayah yang kecil terasa sedih batin ibu tak kala melihat Ayah. "Mungkinkah tubuh ini menjadi kecil karena terlalu banyak pikiran? atau karena lelah bekerja?" pikir ibu.

"Bu sini tasnya Ayah mau berangkat!" kata ayah menyadarkan lamunan ibu.

"Eh, i-iya Ayah ini, hati-hati di jalan!" pesan ibu tersadar.

"Baik Bu, Ayah berangkat dulu Assalamualaikum." Salam ayah berangkat dengan motornya.

"Waalaikumsalam, hati-hati," pesan ibu sekali lagi.

Saat bayangan tubuh ayah sudah tidak terlihat lagi, karena sudah jauh ibu masuk dan menutup pintu, ibu kembali beraktivitas lagi.

Menyapu, mengepel dan menyiapkan air untuk menyetak bakso. Nadia dan Kasih sudah bangun mereka cuci muka dan langsung menonton tivi acara anak, sedang ibu segera merapikan tempat tidur mereka.

"Nadia, Kasih mau minum susu?" tanya ibu pada anak-anak.

"Mau Bu!" jawab mereka bareng.

Biarpun ibu dan ayah berkecukupan dalam uang tapi kesehatan dan gizi buat Anak-anak ibu selalu mengutamakan nya agar mereka bisa tumbuh sehat dan kuat.

"Sebentar Ibu bikinin," ujar ibu setelah merapikan tempat tidur.

Ibu membuat susu untuk kedua anaknya, kopi untuk ayah sebentar lagi pulang, dan teh manis untuk ibu sendiri. Sarapan sudah di siapkan hari ini menu sarapannya nasi goreng kesukaan anak-anak.

*****

Pukul 06:30 ayah pulang dengan barang belanjaannya, ibu segera menghampiri dan membantu ayah membawa belanjaan ibu segera menyetak bakso biar bisa di bawa pagi ini sekolah.

Sementara ayah menyiapkan gerobak menggotong sendiri ke atas motor, karena ibu sedang di dapur juga baru sembuh jadi ayah tidak mau menyusahkan ibu dulu. Dengan susah payah ayah bisa mengangkat sendiri gerobaknya.

Sementara ibu yang sedang menyetak bakso dapet setengah ember langsung keluar berniat ingin membantu ayah, tapi ibu terkejut saat melihat gerobak sudah di motor.

"Loh Yah, kok gerobaknya sudah di motor! Ayah gotongan sama siapa?" tanya ibu heran.

"Ayah sendiri, Bu yang angkat!" jawab ayah sambil memotong seledri dan mengisi saus dan kecap kedalam botol.

"Kenapa ga panggil Ibu sih Yah, kan bisa gotongan lebih enteng, kalo kaya gini kan Ayah jadi keberatan," ujar ibu sedikit merasa kecewa.

"Ga apa-apa Bu, Ibu kan baru sembuh dari sakit Ayah ga mau ngerepotin Ibu dulu, dengan mengangkat barang yang berat." Ayah menjelaskan ke ibu maksud niatnya.

Walau sedikit kecewa karena tidak bisa membantu ayah meringgankan bebannya tapi ibu bangga karena ayah telah perhatian padanya.

"Makasih ya Yah, udah perhatian sama Ibu, Ibu jadi terharu dengernya," kata ibu senang.

"Iya Ibu, udah kewajiban Ayah harus merhatiin Ibu, ngomong-ngomong baksonya udah mateng belum nih! Ayah udah siap mau berangkat?" tanya ayah melihat waktu sudah hampir jam delapan.

"Oh ya ampun Ibu lupa, bentar Yah, Ibu angkat dulu baksonya," kata ibu teringat.

Ayah tersenyum melihat tingkah ibu yang kadang suka pelupaan, kedua anak ibu sudah rapih dengan pakaian seragam sekolah dan bakso juga sudah tertata rapi di gerobak ayah siap berangkat.

Ibu berangkat ke sekolah antar Nadia pukul 7.40 wib, ayah juga berangkat berjualan jam delapan tepat hari senin istirahat sekolah mulai pukul sembilan jadi masih ada waktu satu jam.

*****

Sampainya ayah di sekolahan seperti biasa tempat mangkal ayah deket gerbang sekolah, temen-temen ayah sudah menyisahkan tempat untuknya walau mereka sama-sama mencari rejeki bersaing dalam jualan tapi mereka tetep bersahabat.

Ada satu temen yang begitu akrab dengan ayah yang selalu mendengarkan curahan hati ayah, hari ini pun ia begitu peka dengan raut wajah ayah, begitu lusuh dan bimbang seperti sedang memikirkan sesuatu.

Supri nama teman ayah penjual Es doger menghampiri ayah yang sedang melamun di deket jualannya.

"Eh Bro napa? ada masalah, kok pagi-pagi udah bengong aja, tar rejeki di patok ayam loh?" ledek Supri pada ayah.

"Iya nih bro, pusing gue mikirin urusan dunia ga kelar-kelar!" jawab ayah.

"Emang ada masalah apa cerita napa, kaya sama siapa aja lue, kali aja gue bisa bantu!" tanya Supri lagi. "Ada masalah ma bini,Lue?"

"Iya nih Bini gue lagi ada masalah omongan dari Ipar gue, gara-gara itu kemarin bini gue sakit dua hari karena terlalu terbebani!" ayah merasa bersalah banget.

Ayah pun menceritakan pada temannya masalah soal ibu yang di tagih utang di depan umum yang membuat ibu sedih sampai kepikiran dan jatuh sakit.

"Wah itu sih keterlaluan lah, namanya ma saudara harusnya bisa lebih saling menutupi, bukan malah buka aib!" omel Supri geram dengan tingkah iparnya ayah.

Ayah menyampaikan maksudnya kepada Supri ingin pinjam uang buat bayar utang ke Iparnya supaya ibu tidak lagi di permalukan di depan umum.

"Gini Sob, kalo bisa pinjemin gue duit napa buat bayar utang ke ipar gue, soalnya dia ga sabaran padahal Bini gue juga lagi ngumpulin duitnya!" kata Ayah. "Jadi maksud gue pengen nutup utang ke dia dulu tar baru duit yang di kumpulin Bini gue buat bayar, Lue."

"Wah maaf nih, Broo, bukannya gue ga mau pinjemin baru aja kemarin duit gue buat setor motor, coba lue ngomongnya dari kemarin udah gue pinjemin," ujar Supri menyesal.

Memang Supri yang selalu ada di saat ayah tengah kesulitan, membantu saat ayah butuh jadi kali ini ayah percaya kalo emang Supri ga bisa bantu, bukan tidak mau bantu.

"Ga Apa-apa Broo santai aja, gue malah yang ga enak ngeropotin lue mulu!" uncap ayah merasa tidak enak hati.

"Akh, Lue kaya baru kenal gue aja, gini deh gue emang ga bisa bantu pinjemin duit, tapi gue bisa kasih lue saran buat lue pinjem duit cepet ga pake ribet?" usul Supri.

"Pinjem di bank! mana bisa, Bang lue ngerti ndiri, nih motor BPKPnya kan belum gue tebus, terus mau jaminin apa?" tanya ayah ragu.

"Dih bukan Bank gedean, ini mah gampang ga ribet cuma butuh KTP aja syaratnya tanpa jaminan terus langsung cair!" Supri menjelaskan ke ayah.

"Ah yang bener ada Bank begituan dimana! gue mau dong yang penting Bini gue bisa bebas dari Ipar gue, gue mau deh," ayah makin bersemangat.

"Yaudah tar balik dagang ke rumah gue ya, tar gue kenalin kebetulan ini jadwalnya kerumah," kata Supri lagi.

Ayah pun tertarik dan mengiyakan ajakan Supri untuk datang kerumahnya nanti, merasa pintu untuk satu masalahnya telah terbuka ayah jadi bersemanggat, tapi ayah tidak tau kalo pintu yang terbuka ini bukan menyelesaikan masalah malah akan menambah masalah ayah lagi.

BERSAMBUNG ...

*****

Bab ini sudah selesai loh kita lanjut bab berikutnya jangan lupa buat like👍 dan komennya yach berikan vote untuk dukung author nya supaya lebih bersemangat lagi nulisnya.

❤Terimakasih sudah baca❤

Jangan lupa tambahkan ke favorit❤

1
Ai Hodijah
bab ini cerita saya banget,anak-anak kalau bapaknya pulang heboh tapi yang di tanyain duluan jajanan yang di bawa😁
Ai Hodijah
sampai sini saya suka ceritanya, realita kehidupan,gak muluk-muluk,kerjakan apa yang ada di depan mata,hidup bahagia meskipun dengan segala kekurangan,berusaha sekuat tenaga meskipun hasilnya belum tentu memuaskan,berkumpul dengan keluarga adalah kebahagiaan yang sangat tidak ternilai,bahagia selalu untuk semuanya
Naruto Ganteng 🌱 Yoko 🔱🎻
baru baca
»𝆯⃟ ଓε»°CaCha_iC🄷a°«࿐𓆊
like, komen ☑️
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
favorit
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
baru nikah malu" ya Ningsih nanti pas udah lama malu" in 🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Kasihan ningsih ditinggal mamanya sejak kecil
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Prinsip ibu hebat pendidikan nomor satu meski hidup pas-pasan
🎧Reo Ruari Onsiwasi
1 gif kopi titipan dari opa
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
Titip hadiah buat jua ya rete.🎁🎁🎁
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
💟𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒HIAT
mampir ka
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
menyentuh
❤️⃟WᵃfJonathan
walau juara dua hrs tetap sabar
Rey ՇɧeeՐՏ🍻🍒⨀⃝⃟⃞☯
mangat
Nhae Zhiro
akhirnya nadia minta maaf
Nhae Zhiro
akhirnya motornya masuk rumah
Nhae Zhiro
wow kasih akan masuk tk
Nhae Zhiro
makin penasaran
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
wa'alaikumsalam, semoga lekas sehat kembali ya kak 😊
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
Cinta Sheila hadir bawa dukungan kak, tetep semangat selalu ya 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!