Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.
Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.
Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.
Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.
Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertarungan terakhir
Leon tengah bersama sang kekasih di ruang kerja nya saat mendapat kiriman pesan dari Ben.
Alis Leon berkerut mendapat pesan Ben yang menanyakan keberadaan Zee.
Leon lalu memilih menelpon temannya itu untuk menanyakan maksud pesan yang dikirimnya.
"Apa maksud pesanmu tadi? ". Tanya Leon tanpa basa-basi.
" Zee disana? Apa dia kerja? ".
" Zee?? ". Beo Leon
" Ya. Aku dirumah sakit dengan Zack.. tapi Zee tidak ada. Tadi Zack sudah mengecek kerumahnya tapi tidak ada juga". Terang Ben di seberang sana.
Saat ini ia dan Zacky ada di rumah sakit. Tadinya berniat menemani Zee dan mengajak gadis itu untuk makan malam. Namun saat sampai di rumah sakit, gadis itu tak ada disana.
Ben meminta Zack untuk mencari Zee kerumahnya. Berpikir mungkin gadis itu pulang sejenak. Namun ternyata gadis itu juga tak ada di rumahnya. Oleh sebab itulah Ben menelpon Leon untuk menanyakan apakah Zee ada di club saat ini.
Mendapat jawaban dari Leon yang menyatakan jika Zee tak ada dirumah sakit. Ben dan Zacky mulai panik, keduanya memisahkan diri dan coba mencari Zee keseluruhan bagian rumah sakit. Mulai dari taman, tempat parkir bahkan atas rooftop rumah sakit mereka datangi namun nihil.
Leon yang juga panik mencoba menghubungi Zee, namun berulang kali mencoba tetap tak ada jawaban. Bahkan sekarang malah nomor ponsel gadis itu tidak aktif.
"Tenang sayang. Jangan panik, kita cari Zee sama-sama". Aurel mengelus lengan kekasih nya untuk menenangkan Leon.
" Dimana anak itu selarut ini". Wajah khawatir nya terlihat jelas oleh Aurel. Jujur Aurel juga khawatir, namun harus ada yang tenang dan berpikir jernih untuk bisa menemukan Zee.
Sementara ditempat lain, Bara tengah sibuk dengan dokumen perusahaannya. Meskipun jam sudah menunjuk pukul 10malam, lelaki itu masih belum bisa beristirahat karena tumpukan pekerjaan.
Ia membuka situs sebuah web untuk melihat livestreaming pertarungan yang menjadi kesukaannya. Biasanya ia akan datang langsung ke tempat itu. Namun pekerjaan membuatnya tak bisa datang.
"S*al! Udah ketinggalan berapa pertarungan ini". Gumam Bara kesal.
" Kemana pula sinyal ini. Lemot gini". Gerutunya lagi saat video yang hendak ia tonton tak kunjung terbuka.
"ZEEFANYA!! ZEEFANYA!!! ZEEFANYA!!! ". Tepat saat livestreaming yang akan ia tonton terbuka, seruan nama itu langsung terdengar di telinganya.
Dokumen yang sejak tadi ia pegang langsung ia letakkan. Ponsel yang tadinya hanya tergeletak itupun kini sudah ia genggam.
" Apa-apaan ini! ". Genggaman pada ponsel nya menguat. Ia segera bangkit dari duduk nya dan menyambar kunci mobil miliknya yang tergeletak diatas meja.
" Pak ini lapora---"
"Bereskan meja ku! Kita lanjutkan besok! ". Tegas Bara meninggalkan asistennya yang bengong melihat kepergian bos nya yang tergesa-gesa.
...☘️☘️☘️☘️...
" Hebat.. hebat. Kau benar-benar di luar prediksi ku Zee. Kau petarung yang hebat". Puji bos pada Zee yang tengah duduk bersandar disudut ring.
Kini bahkan hampir semua penonton mengerubungi ring tempat Zee bertarung. Hanya meninggalkan beberapa saja yang menonton pertarungan para pria.
penonton yang mayoritas lelaki ternyata lebih tertarik melihat seorang wanita cantik bertarung dengan ganas.
"Hanya dengan tiga pertarungan kau sudah punya 22juta Zee.. ". Si bos bahkan turun dari lantai dua untuk mendekati Zee.
" Lanjutkan pertarunganmu". Zee menoleh pada bos.
"Aku akan pulang. Malam ini sampai disini saja". Putus Zee, ia akan menyetorkan uang yang ia miliki dulu ke pihak rumah sakit.
Ia bisa datang lagi esok setelah memulihkan tenaganya. Saat ini tenaganya sudah terkuras banyak untuk tiga pertandingan.
" Yang menonton semakin banyak Zee. Pikirkan lagi, berarti uang yang akan kau dapatkan akan jauh lebih banyak lagi". Si bos mulai membujuk dengan rayuan-rayuan manis tentang banyaknya uang yang akan Zee dapat.
"Tidak. Besok aku akan kesini lagi". Zee masih tetap pada pendiriannya.
Si bos berpikir, penonton sudah menggila melihat Zee. Itu bagaikan ladang uang untuknya. Tak mungkin ia lewatkan kesempatan emas ini. Ia harus membujuk Zee melanjutkan pertarungan malam ini juga. Tak habis akal, bos memberikan tawaran yang tak akan bisa Zee tolak.
" Lawan mu ada di ring sebelah ". Zee melotot, lawannya laki-laki??
" Tidak. aku tidak bisa". Tolak Zee tegas.
"Akan aku berikan uang 50juta kalau kamu bertarung dengannya malam ini Zee. Bayangkan.. 50juta hanya untuk satu pertarungan terakhir mu ini". Mata Zee membola.
" 50juta?? ". Beo Zee
" Ya.. 50juta.Ditambah 22juta sebelumnya. Total nya 72juta Zee. Bayangkan, dimana lagi kau dapatkan uang sebanyak itu dalam semalam". Susah payah Zee menelan saliva nya. Jumlah yang tak masuk akal untuk sebuah pertarungan yang sama tak masuk akalnya.
Zee diam sejenak. Berpikir harus bagaimana mengambil keputusannya.
"Beri aku 10menit untuk berpikir bos". Si bos menyeringai senang, tak apa mengeluarkan 50juta. Karena ia yakin keuntungan lebih besar dari itu berkali-kali lipat.
" Pikirkan baik-baik! ". Si bos menepuk bahu Zee beberapa kali.
Sementara diantara kerumunan penonton, seorang lelaki terus menatap Zee dengan mata menyipit. Ia mengingat baik-baik dimana sering melihat gadis itu. Dan setelah mengingatnya, mata itu melebar sempurna.
Ia mengeluarkan ponsel nya dan mengambil foto Zee yang tengah duduk bersandar disudut ring. Kemudian ia mengirimkan foto itu pada seseorang.
" Bukankah dia karyawanmu? ". Pesan yang menyertai foto Zee sampai pada seseorang yang langsung menggebrak meja di depannya.
Orang yang tak lain adalah Leon. Betapa marahnya Leon saat mendapatkan kiriman foto dari salah satu pelanggan clubnya. Ia segera menelpon orang tersebut.
" Kirimkan alamatnya sekarang juga! ". Tegas Leon tanpa basa-basi. Aurel merasakan aura mengerikan menguar dari kekasihnya.
" Ada apa sayang? " Tanya Aurel pelan, ia takut terkena dampak kemarahan Leon.
"Zee!! ". Geram Leon meremas ponselnya.
" Zee kenapa sayang? ". Tanya Aurel panik.
Leon masih diam, menunggu seseorang mengirimkan lokasi Zee saat ini. Dan setelah mendapatkan nya ia melihat lokasi nya dan segera memberikan ponselnya pada Aurel.
" Astaga Zee!! Apa yang dia lakukan ditempat itu!! ". Pekik Aurel yang melihat foto Zee.
" Anak itu benar-benar tidak menganggapku kakak! ". Geram Leon yang bergegas keluar diikuti Aurel.
Aurel diam-diam mengirim pesan pada Ben untuk datang ke lokasi yang ia kirimkan. Ia tak yakin bisa mengendalikan Leon jika nanti emosinya meledak.
" Cepat kesana sekarang juga! ". Pesan yang Aurel kirimkan pada Ben.
Si penerima pesan tampak bingung dengan apa yang dikirimkan Aurel. Namun ia tetap pergi ke tempat dimana Aurel meminta mereka datang.
Ia dan Zacky bergegas menuju lokasi yang sudah Aurel kirimkan.
" Untuk apa kita ke sasana tinju bos? ". Tanya Zacky bingung.
" Mana kutahu! Tanya saja sama Aurel". Balas Ben ketus membuat Zacky mendengus kesal. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tak berbeda jauh dengan Ben, Leon juga melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Aurel yang duduk disamping nya hanya diam sambil memegang erat sabuk pengaman yang membelit tubuhnya.
"Tolong selamatkan kami ya Allah. Jaga juga Zee disana sampai kami datang". Aurel terus merapalkan doa sepanjang jalan. Ia benar-benar takut dengan cara Leon berkendara.
" Sayang.. sadarlah. Jika begini, kita mungkin tidak akan sampai kesana dengan selamat. " Peringatan Aurel membuat Leon sedikit mengangkat kakinya pada pedal gas.
"Maaf sayang.. aku membuat kamu takut. Aku hanya khawatir.. " Leon tersadar jika ada Aurel disampingnya yang tengah ketakutan.
Ia menoleh sekilas dan sebelah tangan nya membelai lembut rambut kekasih hatinya. Aurel pun mengelus lengan Leon untuk membuat kekasihnya itu tenang.
Kembali pada Zee, setelah sepuluh menit berpikir. Zee akhirnya mengambil keputusan. Ia turun dari ring dan berjalan mendekati sang bos yang duduk tak jauh darinya.
"Sudah punya keputusan? ". Tanya bos tak sabar
" Ya.. "
"Jadi bagaimana? Kamu terima? ". Tanya bos penuh harap.
" Aku terima. Akan aku lakukan pertarungan terakhir ini.. " Si bos tertawa sambil bertepuk tangan. Senang sekali Zee mau menuruti keinginannya.
"Pastikan kau menang Zee. Karena uang 72jt itu tidak akan menjadi milikmu kalau sampai kau kalah". Zee diam tak menjawab, ia hanya menatap si bos yang kembali berjalan ke lantai dua.
" Pertarungan terakhir! ".
...¥¥¥°°°¥¥¥...
...Ayo Zee, pasti menang lah ya.. masa iya kalah kan ngga mungkin kan ya🤭...
zee: makanya bantuin Thor jangan ampe kalah😒
othor: eits tenang aja, othor mah udh kaya ular kobra kok.. banyak bisa nya🐍🐍
zee: serah dah. Suka² elu aja thor😒
Yuk didukung yuk biar Zee nya menang, jangan lupa like komen nya ya😚😘
happy reading semua, saranghae readers kuuu❤💋💋🌹🌹🌹💋 🤩🥰😍😍🥰😘❤❤💋🥰