melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua murid yang aneh
Menuju Kantin – Akademi Agreta
Setelah mendengar ucapan Toma, Lucyfer mempercepat langkahnya tanpa menoleh lagi.
Pikirannya penuh, dadanya terasa sesak.
Ia memilih mengalihkan semuanya dengan satu hal sederhana—
makan siang.
Namun di bawah lantai tempat Lucyfer dan yang lain berada…
Lantai Bawah Akademi – Murid Pindahan
Di sebuah lorong yang jarang dilewati, dua sosok remaja berdiri canggung.
Seorang anak laki-laki diselimuti aura kabut kuning, rambut dan matanya sama-sama kuning terang.
Di sampingnya, seorang gadis berambut pink-ungu dengan mata senada, rambutnya diikat dua, menggenggam erat tongkat sihir berduri.
“Ihhh… jujur aja,” gumam si anak laki-laki gugup.
“Gue agak ngeri sama calon temen baru kita…”
Gadis itu meliriknya sambil menyeringai lebar dan berjalan santai.
“Kamu tenang aja,” katanya santai—sedikit gila.
“Kalau mereka berani ngebully kita, bakal kugetok satu-satu.”
“Siapapun itu bahkan Bangsawan juga tetap ku hantam.”
Mereka adalah murid pindahan.
Varen Alvaro — sihir petir.
Hanya punya tiga jurus, walau hanya tiga teknik sihir tapi menurut sihir petir itu sendiri semakin sedikit teknik sihir maka semakin cepat pemilik nya.
Selesia Ansha — sihir bulan.
Bertarung menggunakan sebuah sihir bulan dia di anugerahi dengan sihir yang sangat sangat hebat dan memiliki potensi untuk jadi high magnus.
Dan keduanya berasal dari Akademi Sihir Nermido.
“HYA—!” teriak Varen tiba-tiba.
“GUE MERINDING PARAH!”
“Dari kemarin malam kita jalan, sekarang malah ke lantai paling atas—elite bangsawan semua!”
“Gue bisa dibully sampe tamat hidup gue!”
"Lu tahu aja, gw ini mokondo dan gak modal banget!"
Saking paniknya, Varen malah… kayang.
Selesia menarik tangannya.
“Udah-udah,” katanya sabar.
“Ayo buruan ke lantai bangsawan.”
Wajah Varen memerah karena wajah selesia terlalu dekat.
Tanpa banyak protes, mereka menaiki tangga menuju lantai elit.
Asrama Lucyfer – Kekacauan Total
Sementara itu, di Asrama Lucyfer…
Keadaan berbanding terbalik.
Klee, Elviera, dan Sylvara terlibat perang bantal besar-besaran.
Tawa mereka bergema memenuhi ruangan.
Bahkan Alven—yang paling kuat—terlihat terganggu, meski tetap memaksakan tidur.
“HAA! Rasakan ini!” teriak Klee.
“Serangan Dewi Cinta!”
Bantal melayang ke segala arah.
“Hei, Klee, tunggu—” ucap Sylvara santai, masih sempat menghindar.
Elviera justru melempar lebih banyak bantal.
Namun—
Pintu mulai terbuka.
Dalam sekejap, Elviera mengaktifkan sihir benang.
Benang benang itu mengikat semua bantal dan banyak bulu bulu bantal.
Semua kembali rapi—seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Lucyfer dan Toma masuk setelah dari kantin.
“Hm?” Lucyfer menyipitkan mata.
“Kenapa kalian tiba-tiba diam?”
“Tuan Muda Lucyfer sudah kembali,” ucap Elviera manis tapi menyembunyikan sesuatu.
Lucyfer curiga.
Namun ruangan tampak terlalu rapi.
Ia mendengus pelan, menutup pintu, lalu merebahkan diri.
—
BRAK!!!
Pintu asrama hancur.
Debu mengepul.
Lucyfer menoleh datar ke arah pintu yang kini tinggal puing.
“…Apa lagi ini.”
Selesia melangkah masuk lebih dulu, melambaikan tangan ceria.
“Halo~!”
“Aku Selesia Ansha! Mulai hari ini, aku temen asrama kalian, salam kenal ya!" sapa selesia dengan ceria
Varen menyusul, tubuhnya kaku.
“H-halo… nama aku Varen Alvaro.”
“Kami dari Akademi Nermido…”
Lucyfer mengangkat alis.
“Ohh jadi… kalian dua murid yang mengisi dua slot kosong itu?”
“IYA!” jawab Selesia penuh semangat.
Toma langsung tersenyum lebar.
"Waaah kalian nampak nya punya kekuatan sihir yang kuat ya." puji Toma kepada selesia dan varen
Begitu juga dengan klee yang memegang tangan selesia.
“Waaah, teman baru!”
“Berarti jumlah kita pas buat ikut ujian High Magnus antar akademi!”
Selesia dan Varen mulai menurunkan barang-barang mereka setelah berjalan dari akademi nermido ke akademi agreta sangat jauh.
“Hehe selamat datang di tim ini, selesia, varen.” kata klee membuat sebuah kue stroberi
Selesia langsung mengambil kue itu dan kagum dengan kue itu.
“Waah nampak nya lezat, aku makan ya.”kata nya sambil mengambil sebuah garpu
“Oh ya varen kau tak mau.”
Varen sudah makan duluan kue nya di belakang selesia dengan lahap dan tak mendengarkan apa kata selesia barusan.
Mereka disambut hangat oleh Toma, Klee, Elviera, Sylvara—bahkan Lucyfer pun tak menolak.
Di sudut ruangan,
Alven masih tidur… sama sekali tak peduli.
Asrama Lucyfer kini lengkap.
Dan tanpa mereka sadari—
inilah awal dari tim yang akan mengguncang ujian High Magnus.