Aisyah Maharani adalah istri dari Ahmad Baihaqi.
Aisyah adalah pemilik butik dan penjahit terkenal. Karyanya sudah banyak di kenal khalayak.
Baihaqi adalah seorang dosen di salah satu Universitas Terbuka di Semarang.
Kehidupan rumah tangga mereka hangat dan romantis walaupun usia pernikahan mereka sudah lima tahun.
Selama itu pula mereka menantikan kehadiran buah hati yang tak kunjung datang.
Ujian dan cobaan silih berganti membuat mereka semakin menguatkan cinta dan iman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Hidayah Hijrahku
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Kesucian Syahadat
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
Semesta pun ikut mendung dengan menurunkan hujan yang begitu deras dan lebat. Petir yang menyambar membuat suara kencang itu berulangkali mengejutkan jantung.
Raut bahagia terpancar dari wajah Anggie dan Ibu Margaretha. Entah apa yang mereka sembunyikan saat ini hingga membuat orang lain tersakiti dan terluka. Aisyah hanya terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga tangan Baihaqi menyentuh tangannya dan saling menautkan satu sama lain.
Ada rasa perih namun tidak teriris. Ada rasa pedih namun tidak berdarah. Tapi luka batin karena penipuan yang sudah direncanakan ini membuat semuanya runyam dan kacau balau.
Anggie melihat Sang Suami lebih memperhatikan yang pertama, lebih mengutamakan yang pertama, hal itu sukses membuat hatinya pun menjadi panas namun tidak terbakar. Satu sama yang satu perih tapi tidak teriris, yang satu panas tapi tidak terbakar.
Siapa yang harus disalahkan? ( Jangan bilang author yang disalahkan.😔). Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kejadian ini?
"Aisyah, aku suapi ya, bayi kita membutuhkan asupan energi dan gizi dari Umminya." ucap Baihaqi pelan.
Aisyah pun menggelengkan kepalanya dengan cepat. Nafsu makannya seketika pun hilang, saat ini Aisyah hanya ingin beristirahat di kamarnya.
"Aku ingin pulang Mas. Biarkan aku pulang bersama Pak Amin. Aku lelah." ucap Aisyah pelan. Hatinya terasa campur aduk tidak jelas.
"Jangan Aisyah. Aku merasa asing disini. Tunggulah sebentar lagi." ucap Baihaqi pelan.
Bisikan bisikan para tamu yang hadir memuat Aisyah merasa risih. Bagaimana tidak, Aisyah dikira wanita mandul yang mengikhlaskan suaminya menikah lagi demi seorang keturunan. Sungguh ironis sekali fitnah keji itu.
Siang pun berganti menjadi sore hari. Semua tamu undangan sudah pulang sejak tadi, sekarang tinggal menunggu Anggie yang sedang berganti pakaian dan membawa beberapa pakaian untuk dibawa ke rumah Baihaqi.
Di kediaman rumah Baihaqi sudah ada Hanyfah dan Suaminya serta Nadya anaknya. Mereka sudah dianggap seperti keluarga sendiri dan mereka hadir untuk memberikan ucapan selamat atas kehamilannya Aisyah. Tidak mungkin seorang saudara malah memberikan selamat atas pernikahan kedua Baihaqi, itu sama saja mengajak perang dingin dengan Aisyah.
Baihaqi, Aisyah dan Anggie pun sudah sampai di rumah Baihaqi. Mbok Surti menunjukkan kamar yang akan di pakai oleh Anggie. Kamar itu sangat luas dan nyaman. Kamar itu di hias oleh Aisyah sebagai Kamar Pengantin Anggie. Dengan begitu, nanti malam Aisyah harus siap untuk tidur memeluk guling kesayangannya.
"Hanyfah ... Nadya sayang?" ucap Aisyah memeluk Hanyfah dengan erat. Sejak tadi Aisyah mencari seseorang yang bisa di ajak bicara hal lain, dan menyandarkan kepalanya yang sedikit pusing.
"Selamat Aisyah atas kehamilannya, usia kandungannya berapa?" tanya Hanyfah pelan.
"Sudah jalan dua bulan, doakan lancar hingga melahirkan nanti ya." ucap Aisyah pelan dengan wajah yang sendu.
"Pasti Aisyah ... Aku akan menemanimu saat kamu melahirkan nanti." ucap Hanyfah pelan.
"Ayok kita makan malam dulu bersama." ucap Aisyah pelan.
Mereka semua berjalan ke arah ruang makan dan duduk melingkari meja makan itu. Ada Hanyfah dan Suaminya serta Nadya. Ada Baihaqi dan Aisyah serta Nyonya Baihaqi yang baru dia adalah Anggie.
Aisyah pun dengan cekatan mengambil nasi ke dalam piring, namun ternyata ada yang lebih cepat. Dia adalah Anggie yang lebih dulu menaruh nasi ke dalam piring beserta lauk pauknya. Aisyah seperti tersentak melihat pemandangan itu, begitupun dengan Baihaqi yang tidak terbiasa diurus dan di layani oleh wanita lain selain Aisyah.
Baihaqi menatap ke arah Aisyah, berharap ada solusi. Hanyfah dan suaminya pun saking berpandangan. Sedangkan Anggie tampak tersenyum bahagia melihat piringnya di terima oleh Baihaqi.
"Ini Pak Bai ... " ucap Anggie dengan tersenyum manis. Hal ini membuat Aisyah pun cemburu luar biasa.
"Terimalah Mas ... Anggie juga istrimu. Dia berhak untuk melayani kamu juga. Biarlah Anggie belajar menjadi istri yang baik untuk kamu." ucap Aisyah dengan pelan.
Hatinya ingin menangis dan meninggalkan ruang makan itu. Baru beberapa jam saja sudah sakit seperti ini. Bagaimana bila ini berlangsung seumur hidup.
malam ini Baihaqi sudah merebahkan di kasur kesukaannya dengan celana pendek dan bertelanjang dada. Tubuhnya hanya ditutupi selimut saja, sedangkan Aisyah sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur yang tipis. Mereka berdua bergumul dalam selimut tebal itu.
"Mas ... Anggie bagaimana?" tanya Aisyah yang masih memikirkan nasib wanita itu.
"Aisyah saat ini, saat aku sedang menjamahmu jangan pernah membahas yang lain." ucap Baihaqi menjelaskan.
Baihaqi pun menuntaskan hasratnya dan menggulingkan tubuhnya disebelah Aisyah. Posisinya menghadap Aisyah dan mengusap pipi yang mulai terlihat chubby itu.
"Kamu tahu dalilnya kan. Posisiku disini hanya untuk menutup aibnya bukan untuk menjadi Suami pengganti untuk dijadikan Ayah dari anak yang di kandungnya. Bukankah hal ini sudah kita bicarakan dengan Anggie dan Bu Margaretha. Biarlah anak itu lahir dan kita melakukan tes DNA untuk membuktikannya." ucap Baihaqi pelan.
"Aku mengerti Mas. Semoga saja semua ini berjalan lancar." ucap Aisyah pelan.
"Aamiin .... kita hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Allah SWT." ucap Baihaqi menjelaskan.
"Mas sebentar lagi Fashion Show akan di mulai kemudian ada acara jalan jalan ke Turki. Aku ingin mengunjungi Kak Fathan dan Kak Raina di sana." ucap Aisyah pelan.
"Aku akan menemanimu Humairah. Sebisa mungkin aku kaan mendampingi kamu kemana pun kamu pergi." ucap Baihaqi mengecup pipi Aisyah dengan lembut.
Setelah mengetahui Aisyah mengandung, birahi Baihaqi pun selalu memuncak. Melihat istrinya seperti melihat bidadari yang turun dari surga. Rasa ingin menubruk dan menindih wanita itu dan memuaskan hasrat seksualnya.
Malam ini pun sama seperti malam malam sebelumnya, entah sudah berapa Baihaqi menyemburkan benihnya ke rahim Aisyah. Aisyah hanya menurut saja, bukankah begitu seorang istri harus menurut bila Suami sedang menginginkannya.
Suara desahan itu sayup sayup terdengar nikmat. Anggie yang tidak sengaja ke luar kamar untuk mengambil minum di dapur pun mendegar suara itu. Suara yang seharusnya ia keluarkan dengan Baihaqi di saat sudah SAH menjadi suami istri, namun nyatanya itu tidak akan terjadi.
Baihaqi sudah menolak dengan tegas untuk menyentuh Anggie setelah menikah, bukankah itu memang hukum Islam. Terlebih memang bukan Baihaqi yang menghamili Anggie.
Anggie tersadar ini semua tidak benar, yang seharusnya bertanggung jawab adalah orang yang telah menghamilinya. Tapi bagaimana mungkin?? Bisa bisa ia dan Ibunya di bunuh oleh Pria yang menghamilinya.
Anggie hanya terdiam menatap bintang di langit yang terlihat pekat. 'Aisyah itu ibarat Bukan di langit gelap itu dan Baihaqi adalah Matahari sedangkan aku hanya bintang yang mendapatkan cahaya dari matahari dan bulan.' gumamnya dalam hati.
Aisyah itu tidak akan tergantikan oleh siapapun oleh Baihaqi. Cinta Baihaqi kepada Aisyah terlalu dalam, Aisyah sangat sempurna di mata Baihaqi.
Mungkin caraku salah, tapi ini hanya cara satu satunya agar aku bisa terlepas dari jeratan seksual dari Pria itu dan kembali hidup normal seperti biasanya. Perutku yang semakin membuncit akan merubah hidupku nantinya. Semoga Tuhan selalu melindungi aku dan keluargaku.
Anggie hanya bertekad untuk menjadi istri yang baik, belajar dari Aisyah untuk menjadi lebih baik. Walau sampai kapan pun Anggie tidak akan pernah dianggap istri oleh Baihaqi.
Malam semakin larut, sepertiga malam pun sudah akan mencapai waktunya. Aisyah dan Baihaqi sibuk mandi junub agar tidak tertinggal bermunajat kepada Allah SWT di sepertiga malam.
JAZAKALLAH KHAIRAN
Maafkan Saya jika alur cerita kali ini ada POLIGAMI. Disini saya hanya berbagi cerita dan berdakwah syiar Islam. Bahwasanya kita harus tetap memiliki jiwa yang besar setiap menghadapi suatu masalah. Allah SWT akan selalu memberikan petunjuk bagi hambaNya yang mau memohon dan sabar.
Jika ada yang kurang suka dengan Ketabahan Aisyah, itu hal wajar. Bagi yang suka silahkan dilanjut dan stay terus hingga di akhir cerita.
Memberi saran dan kritik silahkan, mau menghujat juga tidak apa-apa. Itu semua tidak akan merubah alur cerita yang sudah saya buat..
HEPII reading ... 💚💚💚💚
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....