Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekerja mulai sekarang
Keesokan paginya Oliver bangun,namun tidak seperti sebelumnya Ia tidak menemukan Alessia di sampingnya.Semua pakaian nya dan keperluannya nya untuk ke kantor di siapkan seperti dulu.
Namun hingga Ia turun untuk sarapan,Ia tidak menemukan Alessia di mana pun.
"Dimana Alessia?",tanya nya dengan tatapan nanar melihat hidangan di meja makan,yang seperti biasa membuatnya tidak berselera.
"Tadi nyonya keluar sangat pagi tuan,tapi nyonya tidak mengatakan akan pergi kemana"
"Kenapa kalian membiarkan nya pergi sendiri?"
Tiga pelayan yang berada di samping meja makan langsung menunduk,takut dengan tatapan dingin dan mengintimidasi dari sang tuan.
Saat itu juga Alessia muncul dengan pakaian yang sudah rapi,namun tampilannya tidak seperti dulu tapi penampilan nya persis seperti kemarin yang membuat mereka yang melihat nya sedikit merasa aneh.
Sesaat Oliver terpaku melihat tampilan sederhana Alessia yang benar-benar membuat nya hampir tidak mengenali istrinya yang sangat terkenal mewah dan glamor itu sebelum nya."Kenapa keluar sepagi itu,bukan kah dokter mengatakan kau harus lebih banyak istirahat?"
"Hanya keluar sebentar tidak akan kenapa-kenapa",jawab Alessia dengan tenang tanpa nada.
Setelah mengatakan itu,Ia berjalan begitu saja berjalan ke arah meja makan dan duduk begitu saja tanpa menoleh ke arah suaminya yang dulu sangat berharga dan paling Ia cintai sedunia.
"Pergi kemana?",tanya Oliver duduk di kursi di ujung meja sebagai kepala keluarga.Tatapan nya lurus pada Alessia yang duduk di depan nya,makan dengan tenang dan lahap.
Biasanya wanita itu akan selalu menawarkan nya terlebih dulu,dan memastikan Ia benar-benar menyukai makanannya baru Ia akan makan.
"Ekhem,kau belum menjawab pertanyaan ku",ulang nya.
"Tidak kemana-mana hanya keluar sebentar,apa tidak boleh?. Apakah setiap aku keluar,aku harus memberitahu mu?"
Deg...
Pria dengan hati sedingin es itu seketika terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun lagi.Bukankah sejak dulu memang seperti itu,kemanapun wanita itu ingin pergi pasti akan selalu pamit atau minta ijin darinya,dan tidak pernah tidak memberitahunya apa saja yang Ia lakukan di luar.Padahal Ia tidak meminta nya menjelaskan apa saja yang di lakukan di luar,namun wanita yang sudah menjadi istri nya selama 3 tahun itu akan dengan antusias menceritakan semua yang Ia lakukan di luar.
"Tidak"
"Mm baguslah",jawab Alessia dengan tersenyum kemudian melanjutkan makan nya dengan tenang.
"Kau akan pergi ke kantor hari ini?",Oliver kembali bertanya yang tanpa Ia sadari tidak senang dengan sikap Alessia yang berubah.
Alessia menggeleng,"Setelah ku pikir-pikir aku masih terlalu dini untuk pensiun hanya untuk menjadi istri yang tidak melakukan apa-apa,jadi aku sudah memutuskan akan bekerja mulai hari ini"
Seketika suara keras dentingan sendok yang di jatuhkan di atas piring sedikit mengejutkan Alessia,hingga Ia menatap Oliver yang sebagai pelaku namun pria itu juga menatapnya dengan tatapan tajam saat ini.
"Kenapa tiba-tiba ingin bekerja?",tanya nya dengan suara yang dalam dan menekan.
Sejujurnya Alessia sedikit merasa takut dengan sikap Oliver yang seperti sekarang,namun hatinya sudah terlalu banyak hal yang menyakitkan dan menakutkan jadi Itu bukan hal yang biasa lagi untuk nya."Hanya ingin bekerja",jawab nya seadanya dengan balas menatap wajah suaminya itu dengan tenang.
Hal itu membuat Oliver yang biasanya selalu bersikap tenang, berbeda sekarang.Ia tiba-tiba bangkit dari duduknya dengan wajah suram dan tidak senang."Baiklah,kalau itu mau mu"
Setelah mengatakannya, Oliver meninggalkan meja makan tanpa menyentuh sedikitpun sarapan nya.Ia berjalan dengan langkah kaki panjang yang tertekan cukup kuat ke lantai setiap langkahnya,hingga membuatnya terlihat jelas sedang dalam amarah.
Sementara di meja makan, setelah Oliver pergi kini Alessia meletakkan alat makan nya dan tersenyum getir,hingga air matanya mengalir lagi yang sebenarnya sejak tadi sudah tertahan dalam pelupuk matanya.
Lagi-lagi Ia memukul dada nya,saat ini bukan hanya karna merasa sesak tiba-tiba tapi merasa hatinya begitu murahan dan bodoh karna masih mengharapkan sesuatu yang tidak akan mungkin Ia dapatkan selamanya.Padahal sudah ada banyak hal yang di lakukan suaminya itu yang membuat hatinya hancur tapi kenapa perasaan nya begitu bodoh selalu merasa sakit.
Sebelumnya...
Alessia baru saja terbangun saat mendengar dering ponselnya yang ada di atas nakas.Ia mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak di kenal yang memintanya datang ke rumah sakit.
Ia berfikir mungkin ada sesuatu yang terjadi di rumah sakit, tentang kesehatannya pasca bangun dari koma setelah operasi sebelumnya.
Jadi tanpa berfikir panjang,Ia bersiap-siap pergi ke rumah sakit sangat pagi setelah membersihkan diri bahkan melupakan sarapan.
Namun sesampainya di rumah sakit,Ia bertemu dengan seseorang yang tidak Ia kenal.Namun sepertinya nya Ia sangat mengenal dirinya dan tentang bagaimana kehidupan nya dengan Suaminya dan seorang wanita dalam ruang rumah sakit VIP saat ini di hadapan mereka.
Karna merasa di tipu dan tidak penting,Ia ingin langsung pergi dan meninggalkan orang itu namun Orang asing itu memaksanya untuk mendengar apa yang ingin di sampaikan,Ia tau tentang bagaimana suaminya semalam berjanji akan pulang melihatnya di rumah namun tidak kembali,karna suaminya justru ke rumah sakit mengantarkan wanita dalam ruang VIP itu dan menemaninya hingga malam dan terjaga,Ia juga mengatakan kalau sebenarnya wanita itu tidak sakit sama sekali tapi Oliver suaminya berisi keras untuk menjaga nya hingga pulih.
Mengingat itu...
Alessia kembali mengusap air matanya,"Seperti nya kau sama sekali tidak bisa melupakan nya. Sampai kapan pun Dia akan jauh lebih penting untuk mu di bandingkan aku sebagai istri yang kau tidak ingin kan"
***
Sementara di gedung pencakar langit milik Dirgantara Group, CEO perusahaan itu baru saja tiba di ruangannya dengan suasana yang benar-benar tidak baik dan mencekam hingga membuat karyawan-karyawan yang Ia lewati dan melewati nya takut untuk menyapa.
Glen sampai tidak berani menyapa,selama bekerja dengan tuan nya itu Ia belum pernah melihatnya semengerikan itu meski hanya diam saja.
"Glen,lakukan rapat dengan para direktur 5 menit lagi"
"Baik tuan"
Glen sangat kasihan dengan para direktur sekarang,karna Ia tau kalau mereka akan menjadi sasaran empuk sang tuan melampiaskan emosinya yang saat ini tertahan dan akan di lampiaskan,jadi rapat kali ini mungkin tidak akan berjalan dengan suara tenang.
"Para direktur yang terhormat jangan salahkan aku,aku juga tidak ingin ini terjadi pada kalian"
***
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain