Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ais ngamuk
" apa,,,? " Ais kaget dengan apa yang diucapkan oleh Dela ibunya Juwita.
" kenapa? Tidak terima? Siapa suruh kamu Hina anakku dengan memakinya. " ucap Dela sinis.
.
" dasar ibu dan anak sama gilanya. " kini Fuad yang menimpali
" diam kamu Fuad.,,,, Kalau sja dulu kamu tidak tolak saya, mungkin ini tidak akan terjadi. Tapi apa boleh buat. Jika Juwita tidak menikah dengan Alex maka Alex tidak boleh menikah dengan Ais " ucapnya lantang.
Ais yang tidak terima pun bergegas Mendekati Juwita dan ibunya.
" ckckckck,,, kamu tau,, Alex dan saya sudah resmi jadi suami istri. Dan pesta ini diadakan karena keinginan ayahku. Supaya orang orang kampung tau kami saya sudah menikah. Dengan entengnya kamu meminta Alex menikah dengan Juwita? Heeh jangan bikin malu dirimu sendiri Tante. " Ucap Ais tak kalah lantang.
Fuad melihat itu mendekat ke arah Dela.
" jangan sangkut pautkan kejadian masa lalu dengan ais Dela. Seharusnya kamu nasihati itu anakmu jangan jadi wanita yang merusak rumah tangga orang. Ini malah kamu dukung perbuatan Juwita. " ucap Fuad dengan menatap tajam Dela
" diam kamu Fuad, tau apa kamu tentang anakku dan juga diriku. Asal kamu tau saja. Sejak kamu tolak , saya berjanji akan merusak kebahagiaan mu selamanya.!!" teriak Dela dengan wajah merah padam
" astaga Dela, kenapa kamu marah sama saya tapi kamu lampiaskan pada adikku Ais. Aneh memang kamu ini. ," Fuad semakin geram
Juwita tak mau kalah.
Dengan langkah percaya diri dia mendekati Ais dan menarik tangan Ais dengan kasar.
.
" asal kamu tau Ais. Alex itu cocok nya sama saya bukan Sama kamu" Juwita lalu bersiap menampar pipi Ais.
.
Dengan sigap Ais menangkap tangan Juwita lalu di pelintir kebelakang.
Juwita dan sebagian orang di sana tercengang dengan yang Ais lakukan. Apalagi ayahnya Alya dan Adiba. Sungguh ini bukan Ais yang mereka kenal.
," asal kamu tau Juwita, tangan ini sudah beberapa kali memukul orang. Tapi sepertinya sekarang tangan ini akan melukai orang lagi.!" Ais mengucapkan itu dengan pelan namun dingin
Dengan brutal Ais mendorong Juwita
Mendapat perlakuan seperti itu Juwita jadi syok dan tidak bisa berbuat apapun.
Buk buk buk.
Denga. Beringas Ais meninju Juwita.
Tidak sampai disitu saja.
Ais menendang Juwita dengan gerakan memutar hingga Juwita tersungkur
Dan
.
Buk.
"Ini peringatan untuk kamu Juwita dan orang orang seperti kamu. Kalau berani sedikit saja melirik ke arah suami ku maka akan Aku buat dia menderita. " ucapnya dingin sambil menepuk nepuk plpi Juwita yang mulai bengkak
Dela syok melihat itu. Bahkan saking syoknya Dela terdiam dan tidak bergerak sedikit pun.
Antara marah dan kaget jadi satu.
Ais pun mendekat ke arah Dela, lalu menepuk pundak Dela dan berkata dengan suara rendah.
..
" jangan coba-coba menyuruh Juwita lagi untuk menggoda Alex suami ku. Karena saya tidak segan segan menghajar dirinya tanpa ampun ,,x" lalu Ais pergi dari sana tanpa perduli dengan keadaan sekitar.
Pak Ramli yang syok bergegas mendekati Juwita.
" ayo Juwita, berdiri lah dan segera lah pulang obati lukamu. " ucapnya lembut.
Meski tau Juwita sudah keterlaluan tapi pak Ramli tidak tega melihat itu semua. Jadi dengan inisiatif sendiri untuk segera menyuruh Juwita dan Dela pergi dari sana sebelum Ais tambah marah.
, Juwita hanya diam
Dengan sorot mata tajam, Juwita menatap kearah pak Ramli lalu berkata. ..
X" saya tidak akan pernah memaafkan Ais pak. Apapun yang terjadi. Dan sampai kapan pun Ais akan jadi musuh ku. Apa susahnya sih dia setuju aku jadi madunya?" Ucap Juwita tanpa rasa malu.
Pak Ramli hanya diam tidak menimpali perkataan Juwita.
Pak Ramli pergi dari sana tanpa peduli lagi
Sedangkan Dela mendekati Fuad dan berkata.
" Kamu dan adikmu sama sama tidak punya hati " ucapnya lalu bergegas memapah Juwita dan pergi dari sana.
Sedangkan Alya dan Adiba serta Husna diam tak bergeming dengan pikiran masing-masing.
Setelah tersadar dari lamunannya.
Alya berkata.
" Husna sejak kapan Ais jadi ganas begitu? Bukannya selama ini dia kelihatan polos dan lugu. " Tanyanya pada Husna.
" mana saya tahu. Ais kan pergi dari rumah sudah lama. Mungkin Ais seperti itu ketika dia jadi TKW ," ucap Husna santai.
Husna sebenarnya tau Ais berlatih bela diri . Sewaktu Ais belum jadi TKW. Tapi Husna tidak tau kalau Ais bisa brutal seperti itu. .
Adiba ikut menimpali
" iya juga Husna padahal dulu waktu kita ganggu dia diam saja. Yah walaupun dia tidak menangis waktu itu. ,"
" entah lah. Makanya mulai sekarang jangan coba-coba ganggu dia lagi. Kalau tidak mau bonyok seperti Juwita tadi. " Ucap Husna menakut-nakuti kedua adiknya itu.
Adiba dan Alya sontak bergidik ngeri. Mengingat Ais tanpa ampun menghajar Juwita.
" ahkk saya mau lihat Ais dulu. " ucap Husna lalu masuk kedalam.
Sedangkan Raditya melihat itu, hanya senyum senyum sendiri. Sungguh adiknya itu bikin deg-deg an.
Raditya tau bagaimana watak Ais. Jadi tidak heran jika adiknya itu sedikit bar bar.
Didalam kamar Ais.
" Sudah marah nya sayang,?" Tanya Alex Hati hati.
" ummmm " Ais hanya berdehem saja.
" ya sudah kalau masih marah saya keluar dulu. Tenang kan dirimu yah . Kalau kangen tinggal panggil Saja suamimu ini akan segera datang dan menemui mu " ucap Alex sedikit menggoda Ais .
" keluar lah. Saya ingin sendiri. ," ucapnya datar.
Tanpa menjawab Alex keluar dari kamar.
Lalu menutup pintu perlahan.
.
Husna. Dan Fuad yang melihat itu pun mendekat ke arah Alex.
Mereka memperhatikan Alex dalam dalam.
Alex yang melihat itu heran lalu bertanya..
" ada apa?"
" kamu baik baik saja kan?" Tanya Fuad dan Husna bersamaan.
" memang saya kenapa?*" Bukannya menjawab malah bertanya balik.
" kami takut Ais tidak menahan diri lalu menyakiti kamu juga " jawab Husna dengan nada khawatir.
" tenang saja . Saya pernah melihat Ais lebih dari ini. Bahkan Ais hampir membunuh orang juga pernah saya saksikan. Tapi kalau saya ada di dekat Ais semua baik Baik saja. " ucap Alex santai. .
Fuad dan Husna mendengar itu jadi syok..
Adik mereka yang terkenal dengan tingkah konyol nya dan juga Ais yang sedikit ceroboh bisa berbuat kejam seperti itu.
.
" ya Allah, adik kita Fuad. Ini Ais adik kita kan. Bukan Ais yang lain" tanya Husna seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
.
" tenang Husna. Itu adik kita. Buka orang lain. Hanya saja Ais bukan Ais yang dulu selalu merengek minta tolong kepada kamu , ini Ais versi terbaru. " ucap Fuad sedikit bercanda untuk mencairkan suasana.
.
" hmmmm, mungkin saja. Semoga dia tidak menyakiti suaminya nanti. ,x" ucap Husna sambil bergidik ngeri , mengingat kelakuan adiknya itu.
Sontak Alex dan Fuad tertawa terbahak-bahak.
Begitu juga Raditya..
mendengar ada orang lain selain mereka. Sontak mereka menoleh kearah suara itu .
Raditya yang ditatap seperti itu pun bertanya.
" kenapa ? Ada yang aneh?" Tanyanya pada mereka.
" Sejak kapan kamu ada disini?" Tanya mereka bersamaan.
X
" sejak Ais menghajar Juwita. " ucapnya santai.
" jadi ,,,_"