Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
"Tadi mobil aku mogok, makanya minta bantuan sama Syafiq, Maaf yaa" Raina mendekat lalu merangkul sahabatnya itu
"Aku cemburu tau, Honey" Pandangannya tertuju pada seorang pria yang kini melangkah masuk kedalam toko
Syafiq hanya menggelengkan kepalanya, ia tahu gadis ini sangat suka bercanda, dan ucapan Maryam tak pernah ia tanggapi dengan serius
"Mas calon!" Teriaknya
"Mas calon?"
"Iya, calon suami" Raina terkekeh, sahabatnya ini memang ada-ada saja, segala istilah ia berikan pada Syafiq
"Kamu tuh yaa, ayo masuk!" Keduanya melenggang masuk
Seperti yang dikatakan Cynthia, hari ini ia mengajak sang calon menantu untuk mencoba gaun pernikahan
Pernikahan Raina dan Kevin kurang dari satu bulan lagi, segala persiapan telah rampung dan hari ini adalah fitting terakhir gaun pengantin milik Raina
Dengan terpaksa Kevin harus ikut, ia tak punya pilihan lain selain mengikuti setiap keinginan sang ibu
Raina keluar, hendak meminta pendapat dari calon suami serta calon ibu mertuanya yang menunggu
"Waah sayang, kamu cantik sekali" Cynthia berdiri menyambut sang calon menantu yang tampak sempurna dalam balutan gaun panjang itu
Sementara itu, Kevin terdiam ia berpikir apa calon istrinya ini begitu sempurna hingga apapun yang ia pakai selalu terlihat memukau
Pria tampan itu bahkan tak dapat berkata-kata begitu Raina berdiri dihadapannya
"Kevin!" Cynthia mengibaskan tangan didepan sang putra barulah Kevin tersadar
"Ya?"
"Gimana? Gaunnya bagus kan?" Cynthia bertanya
"Cantik"
"Gaunnya atau Raina nya?"
"Dua-duanya"
Raina menunduk, menyembunyikan semburat merah di pipinya. Pujian dari sang calon suami membuatnya berbunga-bunga
Setelah fitting, pria tampan itu hendak kembali kekantor saat ponselnya berdering. Nama sang asisten membuat Kevin segera menjawab panggilan itu
"Ya Evan?"
"Saya telah menemukan lokasi nona Alanna"
Ucapan sang asisten melakukan sambungan telepon membuat pria itu terdiam
"Dimana?"
"Saya akan kirimkan lokasinya!"
Begitu menerima alamat, Kevin bergegas masuk kedalam mobilnya tanpa berpamitan pada sang ibu dan Raina yang masih berada didalam butik
"Kevin kok pergi gitu aja?" Kesal Cynthia
"Nggak pa-pa Mah, mungkin Kevin sibuk. Tadi kan Mama yang paksa dia untuk datang kesini!"
Cynthia mengusap kepala calon menantunya yang terbalut pasmina berwarna pastel
"Kevin beruntung punya istri seperti kamu, kamu begitu pengertian"
Raina tersenyum "Mama terlalu berlebihan, Raina gan sebaik itu"
"Sudahlah, gimana kalau kita makan siang dulu!" Raina mengangguk lalu keduanya meninggalkan butik dan menuju sebuah restoran untuk makan siang
Sementara itu Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, akhirnya ia tahu dimana kekasihnya berada
Satu jam setengah barulah ia tiba di alamat yang diberikan Evan, ia mengerutkan keningnya saat melihat villa yang tidak ia ketahui
"Tuan" tak jauh dari sana seorang pria memanggil
Kevin berjalan kearah mobil yang terparkir tak jauh dari sana "Villa milik siapa ini?"
"Villa ini milik keluarga nyonya Cynthia! Ini warisan dari kakek tuan Kevin untuk putrinya yaitu nyonya Cynthia!" Jawab Revan
"Kenapa aku nggak tau soal Villa ini?" Kevin memandang lagi bangunan dihadapannya "Kita masuk!"
"Didalam sana ada beberapa orang yang berjaga, orang-orang suruhan kita tinggal menunggu perintah saja!" Ujar Evan
"Tunggu apa lagi, suruh mereka menyerang dan kita bebaskan Alanna!"
Perintah diturunkan, beberapa orang berpakaian serba hitam keluar lalu mendekat kearah Villa yang memang dijaga oleh beberapa pria berbadan besar
Perkelahian tak terelakkan, Kevin segera masuk dan terpaksa harus melawan beberapa orang
"Dimana Alanna?" Teriaknya pada seorang pria
"Saya tidak bisa mengatakan! Karena itu akan membuat nyonya besar marah"
"Breng___" Kevin melayangkan tinjunya membuat pria itu tersungkur
"Sebaiknya tuan cari nona Alanna segera! Biar saya yang urus orang-orang ini!"
Kevin mengangguk, ia masuk kedalam bangunan tersebut. Villa ini terdapat dua lantai dan dirinya tak tahu kamar mana yang ditempati oleh kekasihnya
"Sayang!"
Kevin membuka satu-persatu pintu kamar, hingga pandangannya tertuju pada sebuah kamar dilantai atas. Kamar dengan lampu yang menyala
Kevin melangkah cepat, pintu tersebut terkunci. Tanpa menunggu lebih lama, pria tampan itu mendobrak pintu tersebut hingga terbuka
"Alanna" panggil Kevin saat ia berhasil masuk, seorang wanita yang duduk disisi tempat tidur segera menghampirinya
"Kevin!"
"Sayang" Keduanya saling berpelukan, ada rasa rindu yang coba untuk mereka luapkan
Dua bulan terpisah membuat Kevin dan Alanna seolah tak ingin memisahkan diri "Kamu dari mana aja? Aku takut disini"
Kevin mengusap pipi kekasihnya, lalu kembali memeluknya "Maafkan aku, maaf"
Keduanya saling menarik diri, Kevin menangkup kedua pipi wanita cantik itu "Kita pulang sekarang!"
Alanna mengangguk, kedua tangan saling menggenggam. Kevin tidak ingin lagi berpisah dari kekasihnya ini
"Evan" Sang asisten mengangguk lalu menyusul atasannya itu
Kevin lebih dulu membuka pintu untuk kekasihnya setelah itu ia duduk dibalik kemudi
"Apa mereka melukai kamu?" Tanya Kevin, raut wajahnya penuh kekhawatiran
Alanna menggeleng "Mereka hanya mengurung aku saja, makanannya juga diantarkan ke kamar"
Kevin sedikit bisa tenang "Mereka siapa? Kenapa mereka menculik aku? Aku salah apa?"
Kevin tak tahu harus menjawab apa, tidak mungkin mengatakan jika ibunya menjadi penyebab wanita itu diculik
Entah apa yang akan dilakukan oleh Alanna saat mengetahui jika semua ini ulah keluarganya
"Mereka cuma orang jahat sayang" Kevin menggenggam tangan kekasihnya itu "Sekarang kamu aman, kita akan kembali kerumah"
Alanna mengangguk "Apa aku dipecat?"
"Sebaiknya kamu jangan bekerja dulu! Kamu lebih aman jika berada dirumah" Kata Kevin
Ia takut jika ibunya mengetahui ini maka, wanita itu akan kembali merencanakan penculikan bagi Alanna
"Kita kemana?"
"Rumah sakit, aku perlu tahu kondisi kamu dulu"
Alanna mengangguk saja, membiarkan kekasihnya ini melakukan apapun. Ia cukup senang saat Kevin datang
Ia tak tahu siapa orang-orang itu, dua bulan lamanya ia terkurung ditempat bak penjara itu, setiap saat Alanna berharap kekasihnya akan datang dan menyelamatkannya
Alanna meletakkan kepalanya di bahu lebar itu, ketakutan sempat menghampiri jika ia tidak akan pernah lagi bertemu dengan pria yang ia cintai
"Apa ini ulah keluarga kamu?"
Kevin terkejut, namun tak bisa mengelak. Ia kecup puncak kepala wanitanya itu dengan lembut
"Maaf" Hanya itu yang bisa ia katakan, iapun tak berdaya
Setelah memastikan jika kekasihnya baik-baik saja, Kevin melajukan kendaraan roda empatnya meninggalkan rumah sakit lalu kembali kerumah
Alanna menekan sandi lalu masuk, dua bulan lamanya ia meninggalkan tempat ini, tempat yang memberinya banyak kenangan bersama pria yang dicintai
"Apa tempatnya selalu dibersihkan?"
Kevin mengangguk "Selama kamu gak ada aku tinggal disini"
Alanna mendekat, memeluk pemilik tubuh kekar itu. Kevin menyambutnya, pelukan hangat ia berikan