NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resi Wiratama

Dengan sedikit memberanikan diri Satria menembus dinding air terjun itu

Plash

Satria berdiri diam di balik dinding air terjun, otaknya menjadi membeku, bagaimana tidak dinding air yang deras ia tembus tetapi tubuh nya tak basah sedikit pun

" Apa aku sudah mati" Gumam Satria sambil melihat kedua tangan nya

Ia mencoba mencubit pipi nya

Tak terasa sakit, ia terduduk

" Aku sudah mati!?" Gumam nya tak percaya

" Kamu belum mati cucuku, ini alam bawah sadarmu" Suara itu kembali terdengar sangat jelas dan lebih berwibawa

" Masuklah ke dalam goa aku menunggu di sini " Kembali suara itu terdengar

Satria yang awalnya takut kini nekat ia berdiri dan melangkah masuk ke dalam goa yang ada di hadapannya

Goa itu cukup panjang, tidak seperti yang goa yang biasa ia masuki gelap dan berbau apak, goa ini terawat dan bersih, ada semerbak wangi yang menyegarkan saat ia menghirup napas dalam dalam

Saat berada di ujung goa Satu sosok dengan pakaian resi sedang duduk, Satria yang melihat itu dengan cepat meminta maaf

" Maaf eyang, aku telah lancang masuk " Ucap Satria

" Memang aku yang memanggilmu, mendekatlah" Ucap kakek itu sambil menggapaikan tangan memanggil Satria mendekat

Tubuh Satria seperti di angkat oleh kekuatan besar, dan mendekat sendiri ke hadapan Resi

" Cucuku, Aku resi Wiratama, kau adalah keturunan ke sembilan," Resi itu berkata dengan senyum menatap Satria

Satria denhan cepat membungkukkan badan

" Salam Eyang" Ucapnya sopan, kakek Pandu selalu mengingatkan agar orang yang lebih muda selalu menghormati orang tua, tetapi dalam hal dan sikap yang sewajarnya

" Duduklah, aku akan menjelaskan asal usul mulai, juga tentang gelang yang kau pakai itu" Ucap Resi Wiratama

" Baik eyang" Satria duduk bersila di hadapan Resi Wiratama

" Kamu adalah keturunan Wiratama, hanya saja dua ratus tahun yang lalu keluarga Wiratama di hancurkan, akun menyegel kekuatanku di gelang Candra Kirana dan mencoba menyelamatkanmu keturunan satu satunya, hanya saja aku tak menyangka jika kau terlempar ke masa depan" Tutur Resi Wiratama menjelaskan

" Jadi aku dari zaman dulu?" Tanya Satria bingung

" Iya dan kau keturunanku, jangan kau pikirkan tentang itu ku lihat kau juga sudah menyesuaikan dengan keadaan ini, sekarang tentang Gelang itu,  gelang itu hasil tempaan ku, aku namakan Gelang Candra Kirana, karena dulu aku mengagumi Ksatria Werkudara, bahkan berusaha menciptakan ilmu senjata kuku Pancanaka, " Tutur Resi Wiratama . Satria mendengarkan penjelasan Resi dengan seksama agar tak ada yang terlewat, ternyata Gelang itu selain menyimpan kekuatan Resi Wiratama dan ilmu ilmu yang yang ia ciptakan, dan uniknya gelang itu karena melewati dimensi waktu mempunyai ruang sendiri dan bisa menyimpan benda

" Jadi, semua kekuatan itu sekarang ada di diriku.?" Tanya Satria,

" Ya hanya saja semua itu harus kau pelajari agar kamu bisa menyesuaikan dengan dirimu"!ucap Resi.

" Bagaimana mempelajarinya?" Tanya Satria

Resi Wiratama tak menjawab ia menempelkan jari telunjuknya pada kening Satria

Seketika, berbagai gerakan terlihat dalam ingatannya juga cara menggunakan ilmu ilmu itu sesuai dengan keadaan.

" Waktuku sudah habis, sekarang aku akan pergi, dan kau jika ingin kemari cukup niatkan dalam hati, maka jiwamu akan kembali kemari" Ucap Resi Wiratama, dan tak lama ia berkata tubuhnya memudar, dan perlahan hilang di telan angin

" Terima kasih Eyang, selamat jalan" Satria membungkuk memberi penghormatan pada Eyang Resi Wiratama.

Selepas memberi hormat pada eyang Resi Wiratama, goa tiba tiba menjadi gelap

dan saat Satria membuka mata ternyata ia sedang duduk bersila di atas ranjangnya

" apa ini nyata?" gumam Satria , ia mencoba melakukan tehnik pernapasan yang di berikan oleh Resi Wiratama

saat ia mencoba berlatih, semua udara terasa masuk ke dalam tubuhnya, namun saat ia menghembuskan udara itu ia merasa ada yang tersisa di dalam pusarnya

" Ini tenaga dalam?" gumamnya saat merasakan udara yang tersimpan di pusarnya menjadi energi, ia mencoba mengerahkan energi dari pusarnya ketangan kanannya

Wuuut

Braaaak

Praaaaang

Serangkum angin kencang keluar dari tangan Satria dan mengenai lemari bajunya membuat cermin di lemari itu hancur berantakan

" he he he, aku berhasil sekarang, kata Eyang aku harus sering berlatih agar kekuatanku terus meningkat" Satria tertawa dalam hati dan kembali melanjutkan latihannya

satria larut dalam latihannya

Tiiin

Tiiin

saat malam tiba suara klakson mobil terdengar di depan rumah Satria

Satria menyudahi latihannya dan berdiri untuk membukakan pintu

" Eh abis ngapain loe kok basah kuyup gitu kaya tikus kecebur" Hadi yang di depan pintu bertanya dengan heran melihat kondisi Satria yang basah

" he he he, gw lagi mandi loe dateng ya gw buru buru gake buru handukan" sahut Satria sambil menyuruh Hadi masuk

" Loe udah beres mandinya?" tanya Hadi lagi

" belum , gw lanjut mandi yah, kopi loe buat aja sendiri" sahut Satria sambil masuk ke dalam kamar mandi

" Ya " ucap Hadi ia menaruh plastik yang di bawanya

Di kamar mandi Satria baru menyadari gelang yang di pakainya tak ada dan kini ada tato berwarna emas melingkar di lengan tepat di mana ia memakai gelang kemarin

Ia teringat jika gelang itu mempunyai ruang sendiri dan cara mnyimpan atau mengeluarkannya hanya dengan pikirannya saja

Sluuup

saat ia mencoba sikat gigi yang di depannya menghilang ia memejamkan mata dan mencoba melihat dengan pikirannya sikat gigi tadi benar ada di gelang itu

" Woi lama amat mandinya, keburu dingin nih nasi Padangnya" dari dalam rumah Hadi berteriak karena Satria lama di kamar mandi

" Bentar ini lagi handukan!" balas Satria , ia dengan cepat meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya

" eh, loe abis perawatan?" Hadi yang melihat perubahan pada tubuh dan wajah Satria menjadi kaget

" perawatan apa kaya emak emak aja" sahut Satria sambil memakai baju

" Loe lihat di cermin dulu deh" Hadi menarik Satria ke depan cermin yang ada di ruang tengah

" eh, kok bisa begini?" Satria yang melihat pantulan dirinya di cermin kaget sendiri, wajahnya bersih bersinar rahangnya terlihat lebuh kokoh, dan bentuk badannya yang awalnya hanya tinggi kini tegap berisi

" Emang loe abis ngapain? tadi pagi gw rasa loe masih biasa aja?" tanya Hadi heran

" Oh cuma pake pembersih wajah doang" sahut Satria " loe bawa nasi padang, yuk makan laper gw" Satria langsung ke meja makan dan membuka nasi Padang yang di bawa Hadi

" wah rendang loe tahu aja kalau gw lagi pengen makan rendang" Satria berseru senang saat melihat nasi padang dengan sayur rendang

" dah makan aja ribut banget loe, eh nanti temenin gw yah" ucap Hadi

" kemana?"

" ke pasar beli  baju" sahut Hadi

" Ok" Ucap satria setuju

1
Jujun Adnin
yang banyak
Jack Strom
Wih... Ceritanya asik... Lanjut Thor!!! 😁
Jack Strom
Jangan marah² lah guru... 😁
Jack Strom
Satria jangan gitu lah, entar Nikennya digondol cowok lain, kan gak seru... 😁
Jack Strom
Alur ceritanya sudah benar, menarik...
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sang guru sewot kepada muridnya, karna jarum sang murid lebih gede dari pada jarum sang guru. 😁😁😁
Jack Strom
Jangan buru² terpapar kemampuan Satria, resikonya tinggi... 😁
Jack Strom
Ish ish... ada yang kepo... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Menarik... 🤔
Jack Strom
Eh, gelangnya ada jejak tidak??? 😁
Dewi kunti
semoga satria bisa melindungi teman berasa saudara
Dewi kunti
Niken yg ndeketi satria nich
Dewi kunti
yg ngechat Hadi dong,kan satria ad didekatnya
Blue Angel: he he he iya salah kak Terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Was pray
bikin repot terus si hadi
Dewi kunti
lho Niken jd perginya sama Hadi pa satria nich
Jack Strom: Walah... Salah dikir ya ra opo² toh, yang penting semangat tetap membara... Ia kan Thor... 😁
total 2 replies
Was pray
up nya ditambah bang othor... gak cuma 1 episode tiap harinya biar atau reader puas dan hadiah pada meluncur.... 🤭
Dewi kunti
kok malah jd ky pesan singkat,gw🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: he he he🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
satria udah ada kemajuan dalam ilmu pengobatan, cuma bang Deni yg belum ada peningkatan jumlah up nya masih stagnan belum nambah jadi 2 atau 3 episode tiap harinya... 🤭🤭🤭🤣
Dewi kunti
motor ad bagasinya🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!