NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapat

Nyonya Rosa menatap Laila dengan binar mata yang penuh kasih sayang. Ia menyadari bahwa meski Laila sudah tampil tangguh di depan Gion tadi, kelelahan fisik dan emosional pasti sedang mendera gadis itu.

​"Zayn," panggil Nyonya Rosa lembut sambil melirik putranya. "Antarkan Laila ke kamarnya di lantai dua. Kasihan, dia butuh istirahat setelah hari yang sangat panjang dan gila ini."

​Zayn meletakkan cangkir tehnya, lalu berdiri dan mengulurkan tangan pada Laila. "Ayo, Queen. Aku tidak mau asisten baruku pingsan sebelum sempat menandatangani dokumen pemecatan besok pagi."

​Laila terkekeh mendengar candaan Zayn. Ia menyambut uluran tangan pria itu dan berpamitan pada Papa Frank serta Mommy Rosa. Saat menaiki tangga marmer yang meliuk megah itu, jantung Laila berdegup sedikit lebih kencang. Setiap langkahnya membawa memori lama kembali berputar.

​Lantai dua mansion itu masih sama. Wangi aromaterapi sandalwood yang menenangkan menyerbak di lorong. Zayn berhenti di depan sebuah pintu kayu jati berukir indah.

​"Masih ingat kamar ini?" tanya Zayn sambil membuka pintu secara perlahan.

​Laila terpaku di ambang pintu. Matanya membelalak tak percaya. Ruangan itu... sama sekali tidak berubah. Nuansa soft pink yang dipadukan dengan aksen gold mewah masih mendominasi. Kamar yang dulu ia tempati setelah kecelakaan tragis yang merenggut kedua orang tuanya—kamar di mana Papa Frank dan Mommy Rosa secara resmi mengangkatnya menjadi putri mereka dan berjanji akan menjaganya selamanya.

​"Zayn... kalian tidak mengubahnya?" tanya Laila lirih, jemarinya menyentuh permukaan meja rias yang bersih tanpa debu.

​"Mommy melarang siapapun menyentuh barang-barangmu. Dia bilang, suatu saat 'burung kecil' yang nakal akan pulang ke sarangnya. Dan ternyata dia benar," jawab Zayn sambil bersandar di kusen pintu, memperhatikan Laila yang sedang berkeliling kamar.

​Laila melihat ranjang king size dengan sprei sutra berkualitas tinggi, boneka beruang besar yang ia peluk saat menangis dulu, hingga bingkai foto kecil di atas nakas yang memperlihatkan dirinya, Zayn, dan kedua orang tua mereka sedang piknik.

​"Terima kasih, Zayn. Untuk semuanya. Untuk tetap menyimpan tempat bagiku di sini, meski aku sempat memilih jalan yang salah," ucap Laila tulus.

​Zayn melangkah masuk, mendekati Laila hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa jengkal. "Jangan berterima kasih untuk sesuatu yang memang milikmu, Laila. Aku hanya memastikan semuanya tetap ada saat kau kembali."

​Zayn kemudian menatap jam tangannya. "Sekarang, bersihkan dirimu. Pakai pakaian yang sudah disiapkan Mommy di dalam walk-in closet. Setelah itu, tidurlah yang nyenyak. Besok kita punya agenda besar. Kita akan mengadakan rapat direksi mendadak pukul sembilan pagi."

​Laila mengangguk mantap. "Aku siap. Aku tidak akan membiarkan mereka meremehkan aku lagi."

​"Anak baik," gumam Zayn lembut. Tiba-tiba, ia menjulurkan tangannya dan mencubit gemas ujung hidung Laila. "Jangan terlalu banyak berpikir. Fokus saja pada caramu masuk ke ruang rapat besok dengan gaya yang paling mematikan."

​Laila tertegun. Cubitan kecil itu terasa begitu akrab, namun memberikan sensasi yang berbeda dari lima tahun lalu. Ada rasa hangat yang tiba-tiba menggelanyar di hatinya, membuat perutnya terasa seperti dipenuhi ribuan kupu-kupu. Sentuhan simpel, namun sanggup memporak-porandakan pertahanan hatinya yang selama ini ia kunci rapat-rapat.

​"Sudah, jangan melamun. Aku pergi ke kamarku dulu. Selamat malam, Queen," ucap Zayn dengan senyum tipis yang mematikan sebelum ia berbalik dan keluar dari kamar.

​Laila berdiri mematung selama beberapa detik, menyentuh ujung hidungnya yang baru saja dicubit Zayn. Ia menghela napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang menggila.

​Laila melangkah menuju walk-in closet dan terperangah. Di sana berderet gaun-gaun branded terbaru, tas-tas mewah yang bahkan belum rilis di pasaran, dan satu set perhiasan berlian yang berkilau di bawah lampu estetik.

​"Mommy Rosa benar-benar tidak main-main," gumamnya takjub.

​Ia segera membersihkan diri di kamar mandi marmer yang dilengkapi dengan jacuzzi. Air hangat seolah melunturkan semua rasa sakit hati dan penghinaan yang ia terima dari keluarga Wijaya selama ini. Sambil mengeringkan rambut, Laila menatap pantulan dirinya di cermin besar.

​"Laila yang lemah sudah mati siang tadi di pengadilan agama," bisiknya pada bayangannya sendiri. "Besok, Laila Pradipta yang akan mengambil alih."

​Keesokan paginya, suasana di kantor pusat Sinar Pradipta Corporation sudah tampak tegang. Berita tentang Zayn Malik yang menggandeng seorang wanita misterius di pesta semalam sudah menjadi buah bibir di kalangan karyawan.

​Di ruangan Wakil Direktur, Pak Surya—ayah Sarah—tampak gelisah. Ia baru saja menerima telepon dari putrinya yang merengek sambil menangis, meminta agar ayahnya menekan Zayn Malik soal investasi di perusahaan Gion.

​"Tenang saja, Sarah. Papa akan bicara pada Zayn. Dia masih muda, dia butuh Papa untuk mengelola koneksi dengan pemegang saham lama. Dia tidak akan berani macam-macam," ucap Pak Surya dengan nada sombong di telepon.

​Tak lama kemudian, sekretaris Pak Surya masuk dengan wajah pucat. "Pak, Tuan Zayn memanggil seluruh jajaran direksi dan pemegang saham ke ruang rapat utama sekarang juga. Katanya ada pengumuman mendesak tentang restrukturisasi organisasi."

​Pak Surya mengerutkan kening. "Restrukturisasi? Mendadak sekali. Ya sudah, saya ke sana sekarang."

​Di ruang rapat, semua kursi sudah terisi oleh pria-pria berpakaian formal yang tampak bingung. Pak Surya duduk di kursinya dengan gaya angkuh, merasa posisinya paling aman. Pintu besar ruang rapat terbuka, dan Zayn Malik masuk dengan langkah tegap, namun ia tidak langsung duduk di kursi utama. Ia malah berdiri di samping kursi itu, seolah menunggu seseorang.

​"Selamat pagi semuanya," suara Zayn menggelegar dingin. "Terima kasih sudah hadir dalam waktu singkat. Hari ini, saya ingin memperkenalkan pemilik saham kedua terbesar sekaligus Direktur Utama yang baru untuk divisi pengembangan strategis kita."

​Semua orang saling berbisik. "Siapa? Bukankah saham itu milik keluarga mendiang Pak Pradipta yang hilang?"

​Zayn tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah pintu. "Silakan masuk, Ibu Laila Pradipta."

​Pintu terbuka. Laila melangkah masuk dengan setelan power suit berwarna putih tulang yang sangat elegan. Rambutnya disanggul rapi, memperlihatkan anting berlian pemberian Zayn. Auranya begitu kuat, dingin, dan berwibawa.

​Pak Surya nyaris terjatuh dari kursinya. "L-Laila?! Mantan istri Gion?!"

​Laila berjalan tenang menuju kursi utama, lalu menatap Pak Surya dengan senyum yang sangat manis namun mematikan. "Selamat pagi, Pak Surya. Sepertinya Anda kaget melihat saya. Kenapa? Apa Sarah belum memberitahu Anda bahwa 'kerikil kecil' ini sudah kembali ke gunungnya?"

​Seluruh ruangan mendadak hening. Pak Surya gemetar hebat, menyadari bahwa posisi yang ia banggakan selama ini berada tepat di bawah jemari wanita yang selama ini ia hina melalui cerita-cerita Sarah.

​"Mari kita mulai rapatnya," ucap Laila sambil meletakkan tabletnya di atas meja dengan bunyi brak yang tegas. "Poin pertama: Pencabutan seluruh investasi dari Wijaya Grup dan evaluasi kinerja Wakil Direktur karena penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi."

​Laila melirik Pak Surya yang wajahnya sudah seputih kertas. "Ada keberatan, Pak Surya?"

​Zayn yang berdiri di samping Laila hanya melipat tangan di dada dengan seringai puas. Ia tahu, ratunya telah benar-benar kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!