NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Awan Gelap, yang kuat dihormati bagai dewa, dan yang lemah diinjak bagai semut. Shen Yuan, seorang pemuda dengan pembuluh nadi bawaan yang cacat, hidup dalam kehinaan di sudut kota terpencil. Namun, takdirnya berubah ketika kepingan darah dari masa purbakala menyatu dengan jantungnya, memberikannya warisan "Jalan Iblis Penelan Surga".

Dari seorang buangan, ia melangkah di atas lautan darah dan gunung tulang. Ia akan menantang keangkuhan para putra langit, menghancurkan sekte-sekte berusia ribuan tahun, dan menguak tabir kebohongan para dewa yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Ini adalah kisah tentang fana yang menggugat takdir, selangkah demi selangkah menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Darah di Kuil Sunyi

Empat bayangan hitam melesat membelah pelataran kuil yang gelap gulita, bagaikan empat hantu pencabut nyawa yang lepas dari belenggu neraka. Angin malam yang membawa hawa dingin seketika berubah menjadi badai niat membunuh yang mencekik.

Tiga pengawal Keluarga Lin yang berada di Ranah Penempaan Raga Lapisan Keenam terkesiap. Mata mereka tidak mampu membedakan mana sosok asli dan mana yang sekadar ilusi.

"Jangan panik! Itu hanya teknik bayangan tingkat rendah! Serang secara serentak!" teriak salah satu pengawal, mengayunkan golok besarnya ke arah bayangan terdekat.

Namun, keputusannya untuk menyerang adalah kesalahan terakhir dalam hidupnya.

Saat goloknya menebas bayangan hitam itu, bilah bajanya hanya membelah udara kosong. Bayangan itu memudar menjadi kepulan asap tipis. Di detik yang sama, dari titik buta di sisi kanannya, sebuah lengan yang memancarkan kilau emas gelap melesat keluar dari kegelapan.

Krek!

Tangan Shen Yuan mencengkeram leher pengawal itu dengan kekuatan yang tak bisa ditolak. Suara tulang leher yang patah bergema nyaring, mengalahkan desiran angin malam. Shen Yuan menggunakan mayat pengawal pertama itu sebagai tameng, melemparkannya ke arah pengawal kedua yang baru saja berbalik.

Bruk! Pengawal kedua terhuyung mundur akibat tertabrak mayat rekannya. Sebelum ia bisa menyeimbangkan tubuhnya, Shen Yuan telah berada tepat di hadapannya. Jari-jari Shen Yuan yang diselimuti oleh hawa murni merah kehitaman menusuk lurus ke depan, menembus dada pengawal itu bagaikan pedang pusaka yang sangat tajam.

Tapak Penghancur Nadi!

Dada pengawal kedua amblas, organ dalamnya meledak seketika oleh hawa murni iblis. Ia mati memuntahkan darah segar tanpa sempat menjerit.

Pengawal ketiga, yang menyadari bahwa kedua rekannya telah terbunuh dalam dua kali tarikan napas, kehilangan seluruh keberaniannya. Ia menjatuhkan senjatanya dan berbalik untuk melarikan diri menuju tembok kuil.

"Kau tidak bisa pergi," bisik Shen Yuan sedingin es.

Kakinya menjejak tanah batu, melesat maju menyusul pengawal ketiga. Shen Yuan mengayunkan kaki kanannya, mendaratkan tendangan sapuan yang menghantam tepat di tulang belakang pengawal tersebut. Suara retakan mengerikan kembali terdengar, dan tubuh pengawal itu terlipat dengan sudut yang mustahil sebelum jatuh tak bernyawa di atas rerumputan liar.

Hanya dalam sekejap mata, tiga ahli Lapisan Keenam musnah layaknya semut yang diinjak.

"Bocah kurang ajar! Beraninya kau!"

Raungan marah meledak dari arah gerbang kuil. Paman Li, pengawal tua di Puncak Ranah Penempaan Raga Lapisan Kedelapan, tidak bisa lagi menahan diri melihat bawahan keluarganya dibantai di depan matanya.

Hawa murni berwarna kuning tanah meletus dari tubuh Paman Li, membentuk zirah pelindung tipis di atas kulit keriputnya. Ia melompat ke udara, kedua tangannya mengembang layaknya cakar naga. Ini adalah jurus andalan Keluarga Lin tingkat menengah, Cakar Batu Pemecah Karang!

Angin tajam menyertai terjangan Paman Li, mengincar langsung ke arah ubun-ubun Shen Yuan. Serangan dari seorang ahli di Puncak Lapisan Kedelapan memiliki kekuatan puluhan ribu kati, cukup untuk meratakan sebuah rumah fana menjadi debu.

Shen Yuan mendongak. Di balik mata merah darahnya, tidak ada setitik pun kepanikan.

"Kau hanya satu lapisan di atasku. Di mataku, kau terlalu lemah," ucap Shen Yuan tenang.

Ia tidak menghindar. Alih-alih mundur, Shen Yuan mengepalkan tangan kanannya, menyalurkan seluruh kekuatan jasmani dari Tubuh Emas Gelap-nya, dan memukul lurus ke atas menyongsong cakar batu tersebut.

Bum!

Benturan dua kekuatan dahsyat itu menghasilkan gelombang kejut yang meruntuhkan sisa-sisa tembok kuil di dekat mereka. Debu dan batu beterbangan ke udara.

Paman Li membelalakkan matanya yang keriput. Cakar batunya, yang selalu ia banggakan bisa meremukkan besi, terasa seperti menghantam sebuah gunung emas yang tak tergoyahkan. Lengannya bergetar hebat, tulang-tulangnya menjerit menahan rasa sakit dari pantulan kekuatannya sendiri.

"Kekuatan ragawi macam apa ini?! Tubuhmu... kau bukan manusia!" jerit Paman Li dengan ngeri. Ia mencoba menarik tangannya untuk mundur, namun cengkeraman Shen Yuan telah mengunci pergelangan tangannya seperti belenggu kematian.

"Terlambat," seringai buas terukir di wajah Shen Yuan.

Sutra Penelan Surga, Putaran Hisapan Puncak!

Pusaran hawa murni hitam dan merah meledak dari telapak tangan Shen Yuan. Paman Li merasakan hawa murni kuning tanah miliknya disedot dengan paksa dan brutal, keluar dari jalur nadinya dan mengalir deras ke dalam tubuh pemuda iblis di hadapannya.

"T-Tuan Muda! Lari! Dia iblis...!" Paman Li mengerang putus asa. Tubuhnya mulai mengering dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Kulit keriputnya semakin menyusut, menempel pada tulangnya.

Di dalam Dantian Shen Yuan, energi esensi dari ahli Puncak Lapisan Kedelapan ini diolah dan dimurnikan, memberinya nutrisi tambahan yang berharga, meski tidak cukup untuk mendorongnya ke Lapisan Kedelapan. Namun, itu lebih dari cukup untuk memulihkan hawa murninya yang sempat terkuras saat menggunakan Jurus Pelarian Darah Iblis di masa lalu.

Dengan satu hentakan terakhir, Shen Yuan menggunakan Tapak Penghancur Nadi untuk menghancurkan jantung Paman Li dari dalam, mengakhiri penderitaan pengawal tua itu. Mayat yang telah mengering menjadi mayat kering itu jatuh berdebum ke tanah.

Kesunyian yang mematikan kembali menguasai pelataran kuil kuno tersebut.

Hanya terdengar suara napas yang terengah-engah dan gigi yang bergemeretak. Di sudut pelataran, Lin Chen jatuh terduduk di atas tanah yang kotor. Kipas lipat kesayangannya tergeletak patah di dekatnya. Wajah Tuan Muda yang selalu angkuh itu kini pucat pasi layaknya mayat, dan genangan air berbau pesing mulai merembes dari balik celana sutra putihnya.

Shen Yuan memutar lehernya hingga berbunyi krek, lalu berjalan perlahan menghampiri Lin Chen. Setiap langkahnya terdengar seperti ketukan palu algojo di telinga pewaris Keluarga Lin tersebut.

"T-Tidak... Jangan mendekat! Tolong, jangan bunuh aku!" Lin Chen merangkak mundur dengan gemetar, air mata ketakutan mengalir deras di wajahnya. "Aku ini Tuan Muda Keluarga Lin! Ayahku adalah ahli di Ranah Pengumpulan Lautan Qi! Jika kau membunuhku, mereka akan menemukan mayatku, mereka akan melacak auramu, dan mereka akan memburumu sampai ke ujung benua!"

Shen Yuan menghentikan langkahnya tepat di depan Lin Chen. Ia memandang ke bawah, menatap makhluk menyedihkan yang beberapa jam lalu berani menghinanya sebagai pengemis.

"Memburumu sampai ke ujung benua?" Shen Yuan tertawa pelan, tawa yang sangat dingin dan menusuk. "Tuan Muda Lin, tahukah kau dari mana aku berasal? Aku berasal dari kota di mana seluruh kubu penguasanya kini telah berubah menjadi lautan darah di bawah tanganku. Aku sudah menjadi musuh langit dan bumi. Menambah satu keluarga lagi ke dalam daftar buruanku... sama sekali tidak ada bedanya."

Mendengar kata-kata itu, keputusasaan mutlak menghancurkan sisa-sisa harapan Lin Chen. Pemuda di depannya ini bukanlah orang waras; ia adalah iblis gila yang tidak takut pada kubu mana pun.

"A-Aku punya harta! Aku punya Batu Roh! Ambillah semuanya!" Lin Chen dengan gemetar melepaskan sebuah Kantong Qiankun dari pinggangnya dan menyodorkannya ke arah Shen Yuan. "Di dalam sini ada tiga ribu Batu Roh Tingkat Rendah dan pil pusaka! Tolong, biarkan aku hidup sebagai anjing yang cacat sekalipun!"

Shen Yuan menerima Kantong Qiankun itu dengan tangan kirinya. "Terima kasih atas sumbanganmu."

Lalu, tangan kanannya melesat ke depan.

Craaak!

"Ukh..." Mata Lin Chen terbelalak. Darah segar menetes dari sudut mulutnya. Tangan Shen Yuan telah menembus dada pemuda itu, menghancurkan jantungnya dalam satu serangan telak.

"Namun, membiarkan musuh hidup bukanlah jalanku," bisik Shen Yuan di telinga Lin Chen yang mulai kehilangan cahaya kehidupan.

Shen Yuan mencabut tangannya, membiarkan mayat Tuan Muda Keluarga Lin itu ambruk ke tanah berlumpur. Ia tidak membuang waktu untuk menelan esensi darah Lin Chen, karena tubuh pemuda itu terlalu lemah dan rusak oleh kemanjaan duniawi, tidak ada gunanya bagi fondasi Sutra Penelan Surga.

"Pekerjaan yang bersih, Bocah," kekeh Leluhur Darah. "Kantong Qiankun anak manja itu pasti berisi harta yang lumayan. Namun kita tidak bisa berlama-lama di sini. Darah Tuan Muda ini mengandung segel jiwa. Saat dia mati, sebuah lentera jiwa di kediaman utama Keluarga Lin pasti telah padam. Sebentar lagi, ayah dan tetua keluarganya akan datang menyapu tempat ini."

Shen Yuan mengangguk. Ia mengikat Kantong Qiankun milik Lin Chen ke pinggangnya, berdampingan dengan kantong miliknya sendiri. Ia menatap ke arah Kota Bintang Jatuh yang terang benderang di kejauhan.

"Keluarga Lin... jika mereka berani mencariku, aku akan membuat mereka menyesal pernah dilahirkan," gumam Shen Yuan.

Tanpa meninggalkan jejak apa pun selain tumpukan mayat yang mengering, Shen Yuan mengaktifkan Langkah Bayangan Hantu. Tubuhnya membaur dengan kegelapan malam, melesat menjauh dari kuil terbengkalai itu, lenyap seperti kabut yang tersapu angin.

Malam ini, ia harus mencari tempat yang aman, jauh dari jangkauan pencarian Keluarga Lin, untuk menelan Akar Darah Naga Matahari. Kutukan Tulang Layu di punggungnya harus segera ditekan, dan Ranah Penempaan Raga Lapisan Kedelapan telah memanggil namanya.

1
Bucek John
kiankun kepala keluarga Lin disio siokan, gak ditoleh, padahal harta sdh jelas byk sekali n harta klan lin gak diambil, sia sia harta menang prang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!