NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semak-semak

Wajah Julio benar-benar memerah karena efek obatnya semakin tak terkendali. Sementara Alicia terpaku, merasakan napas hangat Julio menyapu lehernya.

“Pa-pangeran, mari kita ke darat dulu. Saya khawatir ada orang lain datang ke sini.”

Keduanya menyusuri tepian sungai. Alicia mengambil pakaian yang tadi ia letakkan di atas batu, lalu mereka bergerak ke bagian hutan yang lebih rimbun dan tersembunyi.

Begitu tiba di tempat aman, Julio hampir kehilangan kendali. Nafasnya berat karena tubuhnya masih diliputi panas akibat obat bius. Ketika pandangannya jatuh pada Alicia yang tubuhnya basah, nalurinya langsung mengambil alih.

“Alicia …” Julio memeluknya. Suaranya parau, seakan retak oleh hasrat yang tak tertahan.

Ia belum pernah menyentuh wanita sebelumnya. Namun dorongan kuat dalam tubuhnya membuatnya maju, menyandarkan kepalanya pada bahu Alicia seolah memohon pertolongan. Tangannya gemetar saat menggenggam lengan wanita itu, mencoba terus mengendalikan diri.

Alicia merasakan tubuh Julio bergetar hebat menahan efek obat. Dan ia sadar bahwa pria itu benar-benar berada di ambang batas.

“Pangeran … tenanglah,” bisiknya lembut. “Saya ada di sini.”

Alicia menyentuh wajah Julio. Membuat pria itu menatapnya. Mata keemasan sang putra mahkota basah oleh rasa frustasi yang tak tertahankan.

Julio akhirnya membaringkan Alicia dan melakukan apa yang diinginkannya. Gerakannya kuat dan bertenaga. Suara-suara ambigu pun sayup-sayup membelai gelapnya hutan yang rimbun. Alicia yang terbaring tak berdaya pun menyerah sepenuhnya pada sentuhan pria itu.

"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Julio. "Mengapa kamu mengerutkan kening?"

"Mm ... yah, saya baik-baik saja, Pangeran." Alicia memerah. "Mantan suami saya tidak sebesar milik Anda," ungkapnya jujur.

Julio menciumi tangannya yang halus. "Jadi suamimu hanya bisa berkicau satu kali di tempat tidur?" terkanya.

Wajah Alicia semakin memerah. Ia tidak mengelak kata-katanya sama sekali.

Malam berlalu dalam kabut panas dan bisikan yang teredam oleh dedaunan. Saat efek obat bius akhirnya mereda, Julio terbaring dengan napas yang perlahan kembali stabil.

Alicia terbaring di sampingnya, tubuhnya dipenuhi jejak-jejak merah yang membuktikan betapa kerasnya perjuangan pria itu melawan obat yang menggerogoti kewarasannya. Jika bukan karena luka di dada Julio, Alicia yakin pria itu tidak akan berhenti begitu cepat.

Julio sedikit malu. Menyadari betapa liarnya apa yang ia lakukan barusan. Meski tubuhnya masih terasa lemas, ia meraih Alicia sebelum wanita itu sempat bangkit untuk membersihkan diri. Kemudian mencium bibirnya yang membuatnya kecanduan akan rasa yang baru saja ia temukan.

Alicia sempat terkejut, namun tidak menolaknya. Ia membalas ciuman itu tanpa ragu sedikit pun. Keduanya begitu tenggelam dalam momen itu hingga tidak menyadari langkah seseorang mendekat—lengkap dengan lentera di tangannya.

“Alicia?!”

Suara Bernard menghantam udara malam seperti petir di langit biru.

Alicia tersentak kuat hingga tanpa sengaja mendorong Julio menjauh. Ciuman mereka terputus seketika. Julio meringis—dorongan kecil itu mengenai luka di dadanya, membuat napasnya tercekat.

Bernard mematung melihat pemandangan di depannya—adiknya yang tak berpakaian sedang bersama putra mahkota di balik semak-semak dan berciuman. Ekspresinya berubah drastis. Dari kaget menjadi amarah yang membara. Ia melangkah maju, tinjunya terangkat, berniat menghajar Julio tanpa pikir panjang.

“Jangan!" Alicia langsung berdiri di depannya, menahan lengan Bernard. “Jangan pukul Pangeran!”

Tatapan Bernard gelap, urat-urat di lehernya menegang. Ia tidak peduli status Julio. Hanya dengan melihat kondisi Alicia, pikiran terburuk otomatis muncul di kepalanya.

“Kakak, tidak ada yang memaksaku.” Alicia berkata lebih tegas kali ini meski wajahnya masih memerah. “Aku … aku sendiri yang setuju.”

Julio, meski masih dalam posisi lemah dan terluka, tidak bergerak untuk menghindar. Ia tahu Bernard punya hak untuk marah. Jika tinju itu benar-benar mendarat, ia akan menerimanya tanpa mengelak.

Bernard menatap keduanya dengan napas tersengal, masih berusaha mencerna semuanya. Tadi dia ketiduran dan mendapati Alicia belum kembali dari sungai. Karena panik, ia pergi mencarinya. Ketika ia melihat dua bayangan di balik semak-semak, ia tidak pernah membayangkan akan menemukan hal seperti ini.

Dan melihat Alicia—yang bahkan dalam keadaan biasa mampu melumpuhkan orang tanpa ampun—jelas dia tidak dipaksa. Tetap saja, amarahnya belum mereda.

“Apa maksud semua ini, Pangeran Lio?” Suaranya rendah dan tajam. “Mengapa Anda meniduri Alicia?”

Julio merapikan celananya dengan santai, tetap tenang meski tubuhnya masih terasa panas dan kacau. “Aku dibius seseorang,” jawabnya jujur. “Dan aku tidak sengaja bertemu adikmu di sungai.”

Bernard mendengus sinis. “Mengapa harus adik saya?”

Julio menatapnya lurus. Mata keemasannya tidak menunjukkan keraguan. “Karena aku tertarik pada adikmu. Dan aku akan bertanggung jawab atas semuanya.”

Bernard nyaris tertawa pahit dan mengejek. “Bertanggung jawab? Mudah bagi Anda mengatakannya. Tapi bagaimana dengan Kaisar Theodore? Bagaimana dengan Permaisuri Melvada? Anda pikir mereka menerima keputusan itu begitu saja?”

Julio terdiam sejenak. Bukan karena ragu, tapi karena ia tahu kata-kata Bernard itu bukan omong kosong. Ia adalah putra mahkota. Alicia adalah janda. Dunia ini kejam pada wanita yang bercerai. Namun pikirannya tetap tidak berubah.

“Aku akan meyakinkan mereka,” katanya akhirnya, mantap.

Bernard menggertakkan gigi. “Sebaiknya Pangeran tidak mengatakan apa pun tentang malam ini! Aku tidak ingin Alicia dicap sebagai wanita tak tahu malu yang mendaki ranjang putra mahkota!”

Bernard menyipitkan mata, rahangnya mengeras ketika ia menggertakkan gigi berulang kali. Ketegangan memuncak saat kedua pria itu saling menatap, sama-sama enggan mengalah.

Julio tidak gentar sedikit pun saat menghadapi Bernard—dan Bernard pun tidak menunjukkan rasa takut pada putra mahkota itu.

Alicia yang kini sudah mengenakan kembali pakaiannya, berniat kembali ke sungai untuk membersihkan diri. Namun Bernard langsung menahan lengannya sebelum ia sempat melangkah.

“Kamu tidak boleh menyentuh air dingin malam-malam begini. Kembalilah denganku!”

Nada suaranya tidak memberi ruang untuk bantahan. Melihat kakaknya benar-benar marah, Alicia hanya bisa menelan salivanya. Sebelum pergi, ia menoleh sekilas pada Julio.

“Selamat malam,” ucapnya pelan, lalu mengikuti Bernard yang berjalan cepat.

Julio terdiam sendirian di bawah cahaya bulan yang redup. Ia menghela napas panjang, menahan diri agar tidak memukul batang pohon terdekat. Setelah menenangkan diri, ia kembali ke sungai kecil untuk membasuh wajah dan tubuh bagian bawahnya sebelum berjalan kembali ke perkemahan.

Di dalam tenda, ia mengenakan kembali kemeja tanpa perlu repot mengancingkannya—lalu memutuskan pergi menuju tenda Estevan. Saat ia tiba, Niall yang berjaga malam itu langsung menoleh dengan wajah terkejut.

“Putra Mahkota …?”

Julio hanya meliriknya singkat. “Panggilkan tuanmu. Ada sesuatu yang harus kubicarakan dengannya.”

Niall terlihat ragu.

“Apakah Lady Tricia tidur di dalam?” Julio menduga dengan tepat.

“… Ya,” jawab Niall.

Julio menghela napas. Serigala pasti baru saja makan kelinci, pikirnya.

“Tuanmu itu sekuat banteng. Dia tidak akan mati lemas hanya karena dibangunkan. Panggil saja dia.”

Ia tidak memberi Niall ruang untuk menolak perintah. Ada masalah yang harus segera diselesaikan—terutama soal wanita yang pingsan di tendanya sendiri.

Niall tidak berani masuk. Ia berdiri di dekat pintu tenda dan memanggil Estevan.

Di dalam, Estevan tidur sambil memeluk Beatrice yang terlelap kelelahan. Namun naluri seorang ahli pedang yang selalu siaga membuatnya langsung terbangun saat namanya dipanggil.

“Ada apa?” gumamnya rendah.

“Pangeran Lio datang dan ingin bertemu Anda, Grand Duke,” lapor Niall dari luar.

Estevan mengerutkan kening. Tengah malam begini? Apa lagi yang dibutuhkan pria itu?

Ia perlahan bangkit dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Beatrice, lalu mengenakan kemeja sebelum keluar tenda. Begitu melihat Julio berdiri di luar dengan wajah kusut dan jelas tidak dalam kondisi baik-baik saja—dia menaikkan sebelah alisnya.

“Kenapa kamu datang?” tanyanya, jelas tidak senang diganggu di jam seperti ini.

“Ikutlah ke tendaku dulu,” jawab Julio singkat. Tidak ada penjelasan tambahan. Ia berbalik pergi.

Estevan mendengus pelan, tetapi tetap mengikuti—meski langkahnya menunjukkan tingkat kemalasan seorang Grand Duke yang dibangunkan dari tidur nyenyaknya.

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!