NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Selingkuh?

Salahkah Aku Selingkuh?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 21

Haruna berdiri di depan jendela kamarnya menatap ke halaman depan di mana 4 orang sedang berpamitan.

Yaa, itu adalah Haruka dan daiky yang sedang berpamitan untuk pulang. haruna tidak bisa ikut hadir di sana, dia hanya bisa melihat dari balik kaca jendela.

Ada tatapan bersalah pada tatapan nya itu. Matanya berkaca-kaca, tanpa sadar setetes air mata terjatuh dari pelupuk matanya. Buru buru Haruka menghapus air matanya lalu masuk ke dalam begitu mobil Haruka dan daiky pergi.

Haruna duduk di kursi menatap keluar jendela. Akhir akhir ini hal yang paling dia lakukan ada duduk di kursi dekat jendela, menatap kosong keluar memikirkan bagaimana nasibnya kedepannya.

haruna mengambil ponselnya lalu menghidupkan nya dan melihat begitu banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari nomor yang di beri nama 'my love'

sayang kamu dimana?

Kenapa ponsel mu tidak aktif?

Sayang balas pesan ku

Aku khawatir pada mu

Aku merindukanmu, ayo kita bertemu

sayang aku sedang di tempat favorit mu, aku menunggu mu disini.

Sayang kamu baik baik saja?

Angkat telepon ku aku ingin berbicara dengan mu

Apa yang terjadi pada mu? Kenapa kamu tiba tiba menghilang

Kamu ingin menghindari ku? Kamu ingin kabur?

Isak tangis lirih keluar dari bibir Haruna kala membaca semua pesan itu. Dia tidak ingin membuat pria itu khawatir, tapi dia juga tidak mau lagi berhubungan dengan dia.

Haruna ingin menyudahi hubungan gelap mereka. Hubungan yang tidak seharusnya ada hingga sebuah nyawa kini hadir di dalam dirinya.

" sayang... Maaf kan mama ya? mama membuat mu hadir dalam keadaan seperti ini. Maaf mama telah membawamu kedalam masalah" ujar haruna lirih sambil mengusap perutnya yang masih datar.

" tolong jika kamu dewasa nanti jangan bertanya kenapa mama memilih melahirkan mu ke dunia ini. Karena mama tidak sanggup kehilangan mu sayang"

Akhir akhir ini air matanya selalu keluar. Dia tidak ingin menangis lagi, tapi air matanya terus menetes. dia tidak sanggup menahan air matanya.

" aku pergi sekarang" ujar daiky begitu mobil nya berhenti di halaman rumah mereka.

" oke" jawab Haruka seadanya lalu segera turun.

Daiky menatap heran pada Haruka yang bersikap begitu santai. Bahkan langkah nya begitu ringan memasuki rumah tanpa menoleh lagi kebelakang.

Padahal biasanya Haruka akan merasa berat untuk membiarkan dia pergi. Biasanya Haruka akan bertanya " *kamu mau langsung kerja*?" tapi sekarang Haruka sudah banyak berubah. Mungkin karena Haruka lelah dan mulai tersadar?

" kenapa aku merasa kehilangan?" gumam daiky lirih " tidak, ini bukan perasaan kehilangan untuk Haruka" lanjutnya menolak pemikiran nya yang menurutnya sangat konyol.

Daiky kembali menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah milik mereka. Dia harus ke kantor ada banyak meeting yang harus dia selesaikan. Dan dia juga harus mencari seseorang.

*cekleek*

Naoki yang sedang fokus pada laptopnya segera menoleh kala mendengar pintu terbuka. Binar di matanya langsung muncul bersamaan dengan senyuman tulus di bibirnya kala melihat siapa yang datang.

" sayang!" serunya lalu segera bangkit dan berjalan cepat pada Haruka yang berdiri di depan pintu tersenyum manis padanya.

tanpa ragu Naoki segera memeluk tubuh Haruka dengan erat. Dia mencium rambut Haruka menghirup dalam dalam aroma shampoo khas Haruka.

" akhirnya kamu pulang" ujar Naoki

" aku baru tidak pulang semalam, bahkan semalam kita juga bertemu" ujar haruka.

" tapi hanya sebentar, bahkan rasa rindu ku saja belum terobati " ujar Naoki.

Yaa semalam mereka hanya bertemu sebentar, sekitar 20 menitan. Setelah itu Haruka segera menyuruh Naoki pulang dan dia pun segera masuk agar tidak ada seorang pun yang curiga.

" bahkan semalam aku tidak mendapatkan ciuman" ujar Naoki lalu melepaskan pelukannya dan menatap haruka " ayo kita lakukan sekarang" ujarnya.

Wajah Haruka memerah merona, dia mengangguk pelan malu malu kucing. Naoki tersenyum lebar lalu tanpa ragu langsung menyatukan bibir keduanya.

( *adegan panasnya author skip ya! Karena lagi bulan puasa*)

nafas Haruka memburu, dadanya naik turun. Begitupun dengan Naoki yang hampir kehabisan nafas akibat ciuman panas mereka yang berdurasi panjang.

" a-aku ke kamar dulu" ujar Haruka gugup sambil memperbaiki kancing bajunya yang di buka oleh Naoki. Bahkan bra nya pun sudah naik ke atas.

" kenapa buru hmm?" tanya Naoki dengan kedua tangan memeluk pinggang Haruka dan satu tangan lagi menyentuh dagu Haruka agar Haruka menatapnya " kamu tidak merindukan ku hmm?" tanyanya

Jantung Haruka berdegup kencang saat tatapan mereka bertemu dengan jarak yang dekat seperti ini. " bu-bukan seperti itu. a- aku juga merindukanmu, ta-tapi..."

" tapi kamu malu?" tanya Naoki menahan senyumnya saat melihat tingkah malu malu Haruka.

" aku ke kamar dulu" pamit Haruka lalu buru buru pergi meninggalkan Naoki yang terkekeh geli.

" *hmm! kita sedang meeting tuan Naoki yang terhormat*"

Kekehan Naoki langsung terhenti kala mendengar suara Takeshi yang berasal dari laptopnya.

Ah ya! Naoki lupa dia kan sedang meeting sekarang. Naoki kembali duduk di kursinya dan berhadapan dengan laptopnya. Untungnya tadi dia tidak melakukannya di atas tempat tidur. kalo sampai mereka melakukannya di sana maka Takeshi sudah melihat adegan panas mereka.

" *suara nya sampai kesini loh tadi*" ujar Takeshi sengaja menggoda sahabatnya itu.

" Diam! lupakan apa yang kamu dengar tadi! atau semua ingatanmu akan terlupakan" ancam Naoki

Takashi tertawa lalu menutup rapat mulut nya dengan berupa pura mengunci mulutnya lalu menyimpan kunci gaib nya di dalam laci.

" ayo lanjut" ujar Naoki.

Mereka pun kembali melanjutkan pembahasan mereka tadi. wajah Naoki terlihat serius, tidak ada aura Naoki yang bawel dan suka tertawa.

Jika orang melihat Naoki yang sekarang pasti mereka tidak akan percaya bahkan Naoki yang terlihat cool dan serius ini bisa berbicara panjang lebar dan tertawa dengan mudah. Naoki yang bawel dan.... Mesum.

Tentu saja yang terakhir itu hanya Haruka yang tahu. wanita lain tidak pernah melihat sisi mesum Naoki.

" Lo harus kembali kesini secepat nao, kita semua butuh Lo", ujar Takashi

" tapi untuk sekarang gw belum bisa" ujar Naoki.

Naoki akan kembali, pasti kembali. rumah nya ada di sana, dia juga nyaman di sana. Tapi untuk sekarang.... Dia harus disini.

" jangan lama lama di sana ki, jangan sampai Lo lupa dengan peran Lo disini" ujar Takahashi " soal wanita tadi Lo bawa aja ke sini" saran Takashi yang belum tahu apa status Haruka. Bahkan dia belum mengenal siapa Haruka.

" belum bisa Takeshi, kalo udah saat nya gw pasti pulang" ujar Naoki

" hmm, baik lah. Kalo udah bisa kabari gw ya"

" hmm" gumam Naoki.

1
euryzaa momeena
ceritanya bagus ka 😍
Clarissa19: terimakasih kk
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Clarissa19: Ok kk, terimakasih
total 1 replies
euryzaa momeena
😍
euryzaa momeena
🤭
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani: sama2👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!