NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tok tok PAKETTT

Seminggu ini selama puasa Keluarga bu Arumi hanya sahur dengan mie instan dua bungkus di satukan dengan satu butir telor di dalam piring besar agar kebagian.

Lesi hanya menghela napas saja melihat menu buka dan sahur selalu itu itu saja.

" Apa gak kriting usus aku makan mie terus ?" Gumam nya saraya menahan kantuk .

Bu Arumi mengambilkan nasi untuk Lesi sebanyak dua centong dan memberikan nya ke Lesi " Nih ayo ambil mie nya " Ucapnya.

Lesi mengangguk dan sebelum ia menyantap makan sayur, Ia beranjak pergi ke kamar mandi untuk cuci muka terlebih dahulu, lalu ia kembali dan menyantap Sahurnya.

"Hmmmz, Gak apa apa ya, setiap puasa dan lebaran hidup kit seperti ini terus ?, bahkan sewaktu kita masih bisa cari uang " Seru Bu Arumi di tengah tengah sesi makan .

Lesi melihat ke Arah pak Warto yang masih lahap memakan mie yang di kuah oleh Nasi , tanpa mengubris Bu Arumi sekata pun.

" Baru kayak nya bu, Kemarin kemarin mah adalah ayam sekilo atau setengah nya, Sekarang mah Full Mie terus " Ungkap Lesi, Ia hanya memakan beberapa suap saja, Sisanya ia aduk aduk terus.

" Aku sampe bosen bu, Terus tiap Pagi pasti mencret mencret" Melas Lesi nafsu makan nya hilang sewaktu ia melihat menu sahur yang itu itu saja.

" Ya udah kalo gak mau gak usah di makan, pada ngeluh aja " Ucap Pak Warto yang sedari tadi diam, Memang ya ucapan dari mulut orang yang pendiam itu pasti langsung masuk ke hati.

dan Lesi pun segera beranjak pergi ke kamar dan kembali tidur, tapi tidak langsung tidur, ia hanya membaringkan tubuhnya ke kasur dan menangis dalam diam.

" kenapa sih hidup aku gini gini terus, Sedari dulu, Ketika ibu dan bapak mendapatkan uang yang lumayan, Pasti hanya sebentar, lalu seperti ini lagi , Apa gak di bolehin ngerasain sedikit saja rasa bahagia ?, Bukan aku tak bersyukur, aku hanya mengeluh atas apa yang aku rasain sekarang " Suara hatinya berbicara keras, tapi tidak dengan bibirnya yang rapat menahan isak tangis.

" Ketika yang lain beli takjil kalo sore sambil ngabuburit, sedangkan keluarga ku, hanya menunggu Berbuka sambil masak mie , Dan menjelang lebaran, Gak ada yang namanya berburu baju atau kue kue untuk menyambut lebaran, Kadang aku iri sama anak anak yang lain, Apa mungkin ini ya alasan kenapa aku gak punya teman , karena aku ketinggalan zaman " Lanjutnya, dan derayan air mata nya semakin deras, suara isakan nya juga sedikit terdengar, ketika ia menyadari isakan nya keluar, Lesi segera membekap mulutnya dengan bantal guling yang ia peluk erat.

Kelamaan menangis akhirnya Lesi terlelap tidur, sebelum tidur ia tidak lupa membaca niat puasa.

***

Pagi hari nya sekitaran jam 8 an, Lesi sedang menahan perut yang mulai terasa perih dan berbunyi seakan meminta makan.

Lesi hanya merebahkan tubuhnya yang lemah itu di Sopa, dengan televisi yang menyala.

Terdengar suara Ratna dari luar dan menyelonong ke dalam, karena pintu utama tidak di tutup, Bu Arumi sengaja membuka nya agar udara Masuk.

" Bu, Bu Arumi " teriaknya memanggil bu Arumi yang sedang berada di belakang rumah, Karena teriakan Itu pula Lesi merasa terganggu.

" Ada apa sih mbak ?" tegurnya dengan suara yang sedikit keras.

" Ibu mu mana Les ?" bukan nya menjawab apa yang sedang terjadi, ia malah menanyakan bu Arumi.

belum sempat di jawab Lesi, Bu Arumi datang dari ayah dapur, sambil membawa cangkul kecil dan terlihat tangan nya yang kotor, sepertinya bu Arumi sedang berkebun di belakang rumah.

Ratna langsung mendekat ke bu Arumi " Bu, Bayarin Paket COD ku dulu ya, Aku lagi gak pegang uang, Nanti sore sama Andri di ganti bu Tolong" Ucapnya dengan muka memelas memohon bantuan.

Bu Arumi melirik ke Lesi, dan seperti tau apa yang di fikirkan bu Arumi, Lesi menggeleng kan kepalanya.

" Maaf Ratna, untuk kali ini saya gak bisa, karena saya gak ada uang , Kan uang yang kamu pinjam untuk bayar Bank emok pun belom kamu bayar Rat? " Tutur Bu Arumi pelan, Berharap Ratna tahu diri.

Tapi Ternyata tidak. Ratna malah terus memohon "Tolong lah bu, Kasian itu kurir nya nungguin di depan bu, kalo gak di bayar sekarang Paket nya gak bakalan di kasih " Melas Ratna.

Lesi pun menguatkan diri menghampiri Ratna yang terus memohon kepada Bu Arumi.

" Berapa sih paket nya ?" Tanya Lesi , Ratna pun langsung melihat ke arah Lesi penuh harap.

" Paket nya ada 4 , Dan jumlah nya sekitar dua ratus ribuan ?, Tolong Les Bayarin dulu " Ungkapnya.

Lesi bisa saja membantu jika paket nya lima puluh ke bawah, tapi ini malah lebih, uang dari mana sebanyak itu.

" Gak ada lah kalo banyak begitu, Emang gak ada persiapan uang apa, tau lagi pesen paket COD harusnya siap uang, jangan minta tolong ke tetangga " Timbal Lesi, dan pergi meninggalkan Ratna yang wajahnya memerah padam.

" Maaf saya juga gak ada kalo segitu, Coba aja kamu ngobrol baik baik ke kurir nya, suruh balik lagi entar sore saat suami mu pulang, permisi saya mau Lanjut nanem Cabe lagi, jangan lupa pintunya di tutup ya " Pamit bu Arumi meninggalkan Ratna yang terbengong di tengah rumah.

entah selanjutnya apa yang terjadi pada Ratna Lesi mau pun Bu Arumi tidak tahu.

 bukan hanya sekali dua kali, Ratna memohon untuk bayarin paket nya, tapi sebelum sebelumnya pun selalu seperti ini, Ya jika Ratna menepati janjinya Saat dia bilang jika suaminya sudah pulang ia akan bayar, mungkin bisa di bantu, tapi ini bilangnya entar sore, tapi berhari hari baru bisa di bayar, itu pun harus sambil di tagih, pas bayar muka nya menekuk seperti tidak ikhlas. mangkanya Bu Arumi dan Lesi muak membantu Ratna, toh dia juga gak mau di repotin.

****

" Ayo di pilih di pilih, baju untuk lebaran nya bu ibu, bisa di cicil sehari Dua ribu rupiah saja, itung itung jajan Awet , di pilih di pilih ".

Terdengar teriakan dari Bu Ica si tukang baju kreditan yang selalu muncul saat mau lebaran saja.

Dulu dulu Bu Arumi juga suka ngambil lewat Beliau, tapi sekarang tidak pernah lagi, katanya pusing , baju bagus tapi nyicil rasanya gerah kalo di pake.

" Eh bu Aku mau lihat donk, ada baju anak juga gak ya ?" Teriak Ratna dari dalam rumahnya lalu memanggil Bu Ica untuk datang mendekat ke depan rumah nya.

tentu bu Ica senang jika ada yang memanggil nya.

" Ayo di pilih bu, bagus bagus, lengkap pokoknya Satu keluarga disini ada " Tutur bu Ica sambil mengeluarkan Baju baju nya di Tas besar yang ia bawa.

Ratna sibuk pilih pilih baju dan Melirik Bu Arumi dan Lesi yang sedang membereskan bunga bunga di depan rumah.

" Ayo Bu di pilih, aku aja ini milih bu, buat lebaran entar " Tawar Ratna sambil memperlihatkan Baju gamis yang penuh manik manik nya.

" Ah iya silakan, Kamu saja dulu " Timbal Bu Arumi.

" Bu Arumi mah selalu akhir beli nya bu, Dan kadang langsung Bayar setengahnya, nanti di lanjut pas udah lebaran langsung di lunasin " Ungkap Bu Ica dengan tersenyum ramah. Bu Arumi pun menanggapi nya hanya tersenyum malu saja.

Ratna mengambil baju Gamis untuknya dan untuk Yessa, serta baju koko untuk suami nya dan kedua anak bujang nya sekaligus .

" Wih borong tuh Mbak ?" Ledek Lesi , Ratna tersenyum bangga di bilang seperti itu.

" iya donk, biar gak pusing nanti harus cari cari lagi, langsung saja 5 baju ya bu Ica ?" Tuturnya.

" Iya bu, Nih total semuanya jadi 1. 600.000 ya bu , tiap hari harus masuk du ribu rupiah ya, dan batas nya hanya lima bulan harus udah lunas ya bu , makasih loh udah ambil di aku, semoga awet ya " ungkap Bu Ica dan memberikan Rincian ke Ratna.

" Mampu gak tuh bayar segitu, Tadi paket aja susah bayarnya " Batin Lesi tidak berhenti menghakimi Ratna yang sok itu.

" Pasti aku lunasi bu, Tenang aja ya " Ucap Ratna.

" Iya percaya deh Mbak, kita saksinya Bu Ica " seru Lesi dengan senyuman jail nya.

kita lihat saja, Ratna beli beras saja tidak mampu untuk isi perutnya, apa mungkin dia bisa membayar baju baju itu , Anak nya saja minta makan telor suka di marahi.

Tapi mungkin untuk soal gaya dia pasti mengusahakan.

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!