*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1. Nana Marriage Life
Happy Reading
"Putus de,,, sama Sagara???" Tanya Bee yang datang membawa sepiring kue yang baru saja matang ke ruang tengah di mana anak perempuannya tengah bermain bersama dengan Nana .
"Putus dari mananya sih , tau tau gosip dari mana juga coba" kata Nana yang menganggap kakanya ini sok tahu sekali .
"Sekarang story kamu kebanyakan galau dan banyak kata kata lebay yang menggambarkan retaknya hubungan" kata Bee yang kali ini menyuapi anak berusia satu tahunnya itu kue yang di buatnya tadi.
"Nih,,, mikha mamah kamu benar benar sok tahu banget " kata Nana pada keponakannya itu .
"Aku bikin story galau bukan berati aku lagi galau tahu ka. Story boleh galau tapi aku nya pergi karoke senang senang " kata Nana yang langsung dapat toyoran di kepalanya oleh Bee.
"Kamu pikir kita ini beda ibu dan ayah hah hingga kamu bisa segampang itu buat bohongin kaka, bahkan ayah udah teror kaka untuk cari tahu hal ini
" kata bee yang memberitahu Nana tentang ayahnya yang juga notice hal ini .
"Udah lah ka,,, aku dan sagara itu baik baik saja" kata Nana yang sedang tidak ingin membahas hubungannya ini.
"Kamu ih selalu menghindar kalau di tanya gak pernah mau cerita atau jangan jangan renggangnya hubungan kalian karena tingkah kamu yang absurd ini lagi " tunjuk Bee pada adiknya yang sekarang malah terlihat santai duduk di sofa dengan sepotong bolu pisang di tangannya .
"Jangan terlalu santai Nana kamu sudah tidak muda lagi tahu , kaka saja sudah hampir 35 tahun dan kamu sudah 26 tahun dan apa lagi yang harus kamu tunggu . Jika tidak ada yang bisa di harapkan dari hubungan kalian cari saja lelaki lain" saran dari Bee yang tidak ingin adiknya harus menunggu lama lelaki yang memang tidak pasti.
"10 tahun itu bukan waktu yang singkat ka buat mutusin begitu aja mencari yang baru, aku juga harus menata hati ulang untung membuang sagara di hati aku" kata Nana yang mulutnya masih mengunyah tapi juga menjawab perkataan kakanya itu .
''Ya kaka paham tapi jika sagara tidak ingin kembali ke negri ini lagi daningin melanjutkan hidup di luar negri kamu mau semisal begitu pindah ke sana atau kamu selama ini gak mikirin apa berbagai kemungkin bisa aja sagara ada perempuan lain di sana" kata Bee kali ini yang seperti kedengaran menakut nakuti adiknya itu.
"Udah lah ka,,, aku kembali saja ke rumah sakit. Lama lama di sini aku overthinking nanti " kata Nana yang setelahnya berdiri mendekati keponakannya dan mencium wajah keponakannya itu sampai hampir menangis.
"Kamu !" Pukul Bee pada lengan Nana yang membuat anaknya menangis .
"Cup cup cup jangan menangis sayang , tante kamu memang ada kurang kurangnya " kata Bee yang yang langsung mengendong anaknya menenangkan bayi berumur satu tahun itu.
Sedangkan Nana langsung berpikir apa yang di katakan kakanya ada benarnya juga , dia dan sagara bukan menjalani hubungan yang sebentar 10 tahun nana menanti kepastian dari lelaki itu yang belum juga ada batang hidungnya sampai di tanah air .
"Apa aku putusin aja ya sagara, toh hubungan ini juga gitu gitu aja . Bukan karena kebelet nikah sih tapi lebih kaya enak aja gak sih kalau Gue cari yang baru " kata nana yang mulai terpikir menjalin hubungan dengan yang lain padahal putus pun belum.
Di tengah berpikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Sagara mata nana menangkap seseorang yang amat di kenal sedang berdiri di sebelah mobil yang biasa dia kendarai untuk pergi ke rumah sakit .
"Dokter Bastian bukan sih " kata nana yang memelankan laju mobilnya lalu berhenti tepat di depan mobil lelaki itu.
Nana keluar dari mobil dan berjalan mendekati lelaki yang menjadi rekan kerjanya itu walau beda jurusan tapi Nana cukup tahu dokter umum ini .
"Mobilnya kenapa Dok???" Tanya Nana yang membuat dokter umum itu tersenyum sambil mendekati Nana .
"Mogok Dok,,, mungkin karena lupa saya servis" kata dokter bastian dengan nada soft spoken nya itu.
"Terus sekarang mau kemana? Rumah sakit ya, kalau gak bareng saya aja mobilnya biar telpon orang bengkel" kata nana memberikan tumpangan dan juga saran.
"Apa tidak merepotkan Dok. Saya jadi merasa sungkan " kata dokter bagas yang membuat Nana tersenyum tipis.
"Lagi pula kita satu tujuan ko Dok , kalau beda tujuan saya juga gak akan nawarin dokter tumpangan. Kurang kerjaan banget saya " kata Nana berkata jujur yang membuat dokter bastian tertawa.
"Kalau begitu tunggu ya , saya ingin mengambil tas saya " kata dokter Bagas pada nana.
"Saya saja yang membawa mobilnya boleh?' tanya dokter bagas yang membuat nana tanpa ragu memberikan kunci mobilnya pada lelaki itu.
"Kebetulan saya juga sedang malas menyetir , lumayan juga ada yang menyetir" kata Nana yang setelahnya berjalan menuju mobilnya di ikuti dokter umum itu.
Di dalam mobil Nana itu hanya ada keheningan dan sekali lagi nana tegaskan jika dirinya dari dulu paling tidak suka ber basa basi karena menurut nana itu hanya akan membuang tenaga , biarkan saja mobil ini sunyi senyap batin nana.
"Bagaimana pekerjaan dokter Nana di ruang otopsi? Saya dengar ada satu jenazah yang di bakar hidup hidup ya???" Tanya dokter Bastian.
"Iya beberapa hari lalu memang ada jenazah yang datang di anatar polisi untuk di otopsi namun sudah selesai dan mungkin minggu depan hasilnya sudah keluar " kata nana menjawab apa adanya pertayaan dokter Bastian.
Hening lagi, tidak ada lanjutan lagi dari pertayaan dokter Bastian tadi karena si Duta anti basi basi ini tidak balik bertanya pada dokter Bastian yang membuat pembicaraan tadi berhenti sampai penjelasan Nana saja.
"Bagaimana rasanya jadi dokter otopsi dok? Karena hampir setiap hari di hadapi dengan maya dan bahkan berada di dalam satu ruangan dengan mayat lebih dari satu jam" tanya dokter Bastian yang kali ini memecah keheningan lagi.
"Biasa saja sih dok,,, mungkin karena sudah biasa juga dan yang pasti tidak takut karena kami kerja tim dan tidak saya sendiri di ruangan itu" jawab nana .
Tidak terasa mobil yang di kendarai oleh Dokter Bastian itu sudah memasuki pekarangan rumah sakit yang mana artinya mereka sudah sampai di rumah sakit tempat mereka bekerja.
"Dokter Nana" cegah dokter Bastian memegang tangan Nana ketika Nana ingin keluar dari dalam mobil saat mobil itu sudah terparkir rapi .
"Ya ada apa???" Tanya nana yang langsung menepis tangan yang memegang tangannya itu .
"Maaf dokter" kata dokter Bastian langsung meminta maaf. " Saya hanya ingin mengajak dokter nana keluar makan nanti malam bagaimana? Sebagai tanda terimakasih saya " kata dokter Bastian pada Nana.
"Tidak perlu repot repot dokter saya malam ini juga lembur karena ada pekerjaan yang harus saya kerjakan " kata Nana menolak dan juga memberikan alasan.
"Oh. Kalau begitu lain kali saja dok" kata dokter Bastian yang membuat nana mengangguk sambil tersenyum lalu keluar dari mobilnya .
********
guysss ini season 2 dari cerita "Lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange yang mana kalian bisa datang ke aplikasi itu dan baca season 1 nya yang pasti menarik untuk kalian baca dan ikuti .
enjoy guysss 🥰
semoga kalian suka ya .