NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musibah

Zella dan Abi menikmati makanan yang mereka pesan. Tatapan keduanya selalu tertuju kearah kolam renang. Sesekali tawa renyah keduanya terlepas saat melihat kekonyolan adik-kakak di kolam renang itu.

"Ternyata memperhatikan mereka sangat menyenangkan. Entah berapa banyak hal indah yang ku lewatkan selama ini." Abi masih tersenyum memandangi Rihana dan Rayhan di bawah sana.

Zella terpukau melihat wajah tampan di depannya itu. Ketampanan itu baru Zella sadari entah karena hal apa. Karena Abi akan jadi suaminya, atau karena senyum yang terukir di wajah pria itu.

"Memangnya kenapa dulu Anda tidak memperhatikan mereka."

Senyum Abi seketika lenyap. "Aku tak tahu kapan bisa menceritakan semuanya kepadamu. Yang jelas saat ini aku belum bisa cerita padamu."

"Maafkan aku, karena lancang bertanya seperti ini."

Zella fokus pada makanannya dan berusaha menikmatinya lagi. Pertanyaannya barusan membuatnya merasa bersalah, karena Abi langsung memasang wajah datar setelah mendengar pertanyaan itu. Sedang di depan Zella Abi sibuk dengan handphonenya.

Abi sengaja sibuk dengan handphonenya untuk mengalihkan rasa kesal yang terlanjur muncul. Lama waktu berjalan keduanya asyik sendiri.

Zella kembali menoleh ke arah kolam renang, dia kebingungan mencari sosok Rayhan dan Anjani. Zella berusaha menajamkan pandangannya mencari sosok itu. Zella mendekat ke kaca agar lebih mudah mencari 2 anak itu.

"Ada apa?" Abi kebingungan melihat Zella.

"Kenapa keadaan di bawah sepi? Orang-orang kemana? Rihana dan Rayhan juga tak terlihat."

Abi langsung meluncurkan kursi rodanya mendekat ke sisi kaca. Keadaan di bawah sana benar-benar sepi.

"Coba hubungi Miko apa yang terjadi." pinta Zella pada Abi.

"Padahal aku baru saja berkirim pesan sama Miko, membahas pekerjaan. Dia tak ada melapor hal aneh."

"Hubungi lagi!" pinta Zella.

Melihat kepanikan menyelimuti wajah Zella, Abi langsung menuruti permintaan Zella, dia menekan panggilan ke nomor Miko, namun panggilannya tak terhubung. Abi menoleh pada Zella. "Panggilanku tidak diangkat."

Zella semakin merasa tak enak, entah mengapa keadaan yang tiba-tiba sepi membuat segala pikiran buruk bermunculan di kepalanya. Zella melihat ada jembatan pajang yang melintang di atas area kolam renang. Tanpa bicara pada Abi, Zella keluar menuju balkon dan berlari ke jembatan itu. Dia mengamati area kolam renang di mana kedua anak itu bermain sebelumnya.

Melihat seorang anak laki-laki terbaring di sisi gazebo, Zella panik. Dia sangat yakin itu Rayhan. Tanpa pikir panjang Zella melompat dari jembatan yang mengubungkan balkon lantai 1 dengan area lain yang melintang tepat di atas kolam renang.

Byur!!

Abi terkejut mendengar suara air yang kejatuhan sesuatu. Abi melihat kearah kolam renang, dia semakin terkejut melihat Zella berenang di kolam renang yang dalam. "Dia terjun ke kolam dari jembatan itu? Apa dia gila?"

Abi keluar menuju balkon, memastikan Zella baik-baik saja. Rasa terkejutnya semakin bertambah saat melihat tujuan Zella adalah seorang anak laki-laki yang tengah kejang di sisi gazebo. "Rayhan!" teriak Abi.

Saat yang sama handponenya berdering. Abi langsung menerima panggilan telepon itu.

"Maaf Pak Abi saya baru lihat handphone, baru sadar kalau anda memanggil, tadi ada hal aneh terjadi pada Rihana sebab itu saya mengikutinya dan sengaja mematikan dering agar tak mengganggu pengintaian saya."

"Apa yang terjadi pada Rihana?" Abi semakin panik. Belum lagi melihat pemadangan di bawah sana. Di sana Zella mengambil sendok dan membungkus sendok itu dengan handuk lalu menjejalkannya ke mulut Rayhan.

"Nona Rihana tiba-tiba sakit perut. Sekarang masih di toilet."

"Tinggalkan dulu Rihana. Kamu bantu Zella bawa Rayhan ke Rumah Sakit! Rihana biar aku yang menjaganya!"

"Ada apa dengan Rayhan?" tanya Miko.

"Jangan bertanya! Cepat susul Zella di gazebo!" perintah Abi. Abi langsung menyudahi panggilan teleponnya, dia meluncur cepat dengan kursi rodanya menuju meja pelayan.

"Mau bayar mbak." ucap Abi. Tak banyak bicara dia menscan kode pembayaran dan langsung menuju lift.

"Permisi Tuan!" Seorang pelayan mengejar Abi membawa tas wanita.

"Oh terima kasih, saya lupa sama tas istri saya." Abi kembali menuju lift sambil memangku tas Zella.

Di bawah sana, Zella berhasil menjejalkan sendok yang dia bungkus dengan handuk ke mulut Rayhan, untuk mengamankan lidah Rayhan dari gigi-giginya sendiri. Melihat Rayhan kejang Zella khawatir lidah anak itu terluka karena gigitan gigi anak itu sendiri. Hal terburuk bisa jadi lidahnya putus jika tidak diamankan.

"Apa yang terjadi?" tanya Miko.

"Rayhan tiba-tiba kejang. Cepat bawa dia ke Rumah Sakit!" pinta Zella.

Miko langsung mengambil handuk dan menyelimutkan handuk pada tubuh Rayhan yang setengah telanjang. Dia mendekap Rayhan dan berlari menuju tempat parkir. Zella berusaha sekuatnya untuk menyusul Miko yang begitu cepat. Keduanya sampai di mobil. Zella masuk mobil bagian depan dan membuka tangannya untuk menerima Rayhan yang masih dalam pelukan Miko.

"Biar saya pangku!" ucap Zella.

Perlahan tubuh kejang itu masuk ke pangkuan Zella. Tak buang waktu, Miko langsung melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.

"Rayhan anak kuat! Rayhan harus bertahan ya ...." ucap Zella penuh kasih.

Sedang keadaan di Restoran. Setelah turun ke lantai dasar, Abi langsung menuju area toilet wanita. Dia menunggu Rihana di sana.

"Ayah? Kenapa Ayah di sini?" Rihana terkejut melihat sosok Ayahnya setelah keluar dari toilet.

"Kamu kenapa? Wajah kamu pucat," ucap Abi.

"Aku baik-baik aja. Tapi nggak tau tadi entah kenapa tiba-tiba perut aku sakit banget!"

"Sekarang bagaimana?" tanya Abi.

"Sekarang udah mendingan. Tapi aku mau nyusul Rayhan dulu, kelamaan aku ninggalin dia."

"Rayhan di bawa tante Zella ke Rumah Sakit!"

Langkah Rihana langsung terhenti. "Rayhan kenapa? Dia tenggelam??" ucapnya panik.

"Rayhan tadi kejang. Tante Zella nggak sengaja lihat Rayhan kejang-kejang di samping Gazebo. Dia langsung terjun ke kolam renang dari lantai 2 demi Rayhan. Sekarang Rayhan menuju Rumah Sakit sama tante Zella dan om Miko."

Air mata Rihana mengalir deras. Adiknya adalah kekuatannya. Mendengar Rayhan seperti ini dirinya tak kuasa menahan air matanya. "Ini salah aku, kalau aku jaga Rayhan dia nggak akan begini ...."

Abi menggerakan kursi rodanya mendekat pada Rihana. "Ini bukan salah kamu, ini musibah. Nggak ada satu pun orang yang mau dapat musibah. Tapi bagaimana juga, jika sudah terjadi kita harus berusaha tabah." Abi mengusap lembut punggung Rihana, berharap bisa memberi kekuatan untuk putrinya itu.

"Kamu kesini sama siapa?"

"Sama Pak jaja."

"Kamu bereskan barang-barang kamu. Kamu susul adikmu ke Rumah Sakit sama Pak Jaja."

"Lalu Ayah bagaimana?"

"Ayah akan menunggu om Miko di sini. Nanti Ayah nyusul."

"Bareng aku aja."

"Mobil kamu nggak ada fasilitas buat kursi roda Ayah masuk. Apa iya kamu tega lihatin Pak Jaja yang sudah tua menggendong Ayah masuk mobil?"

Kali ini Rihana merasa ada kasih sayang yang terpancar dari Ayahnya. Rasanya jauh berbeda dengan pembicaraan sebelumnya. Rihana menangis dan langsung memeluk Abi.

Abi merasa hal ini bagai mimpi. Rihana yang selalu cuek tiba-tiba memeluknya. "Rihana, ayok cepet bersiap. Nanti Ayah tanya om Miko, ke Rumah Sakit mana mereka membawa adikmu."

1
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!