NovelToon NovelToon
Apex Of The Red Tower

Apex Of The Red Tower

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri
Popularitas:686
Nilai: 5
Nama Author: Cicilia_.

Terbangun di tengah hutan hitam yang mencekam tanpa ingatan sedikit pun adalah sebuah mimpi buruk. Namun bagi salah satu pemuda yang berjiwa kepemimpinan dan enam remaja lainnya, mimpi buruk itu baru saja dimulai. Tanpa identitas selain nama yang terukir di gelang logam misterius mereka, ketujuh jiwa ini harus bertahan hidup di "The Dead Forest" sebuah hutan liar yang tidak mengenal ampun, di mana predator tidak terlihat dan bayangan bisa membunuh. Di tengah kepanikan Rayden yang cerewet, kecerdasan tajam Naya, dan sifat dingin Zephyr, Arlo mulai dihantui oleh potongan memori masa lalu yang seharusnya tidak ia ingat. Di sisi lain, Selene, gadis misterius yang seolah tahu segalanya, menyimpan rahasia yang bisa menghancurkan kepercayaan mereka satu sama lain. Siapakah mereka sebenarnya? Mengapa mereka dibuang ke hutan ini? Dan apakah ikatan tali persahabatan mereka cukup kuat untuk melawan kenyataan pahit yang menanti di ujung hutan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cicilia_., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26# Ketegangan

Pertempuran di mulut batu raksasa itu telah berubah menjadi kekacauan yang berdarah. Arlo, Selene, Rick, Dasha, dan Cicilia berjuang mati-matian menahan gelombang serangan Silvan Striker yang seolah tidak ada habisnya. Makhluk-makhluk berkulit kayu itu memanfaatkan kegelapan dan kelincahan mereka untuk menyerang dari sudut-sudut yang tak terduga. Bau amis darah dan aroma hangus dari percikan senjata listrik memenuhi udara yang semakin tipis.

Rick berada di garis paling depan, tombak listriknya berderit mengeluarkan bunga api setiap kali menghantam kulit keras para monster. Namun, kelelahan mulai menggerogoti tubuhnya. Gerakannya melambat, dan nafasnya tersengal-sengal. Saat ia baru saja memukul mundur satu monster, seekor Silvan Striker lain yang lebih besar melompat dari langit-langit batu, mendarat tepat di punggung Rick.

"Rick! Di belakangmu!" teriak Dasha, namun ia sendiri sedang sibuk menahan dua monster dengan busurnya.

Rick terjatuh tersungkur. Monster itu menindihnya, kuku-kuku panjangnya yang tajam sudah terangkat tinggi, siap untuk menghujam leher Rick. Rick mencoba menahan lengan monster itu dengan tangannya yang gemetar, namun kekuatan makhluk itu jauh lebih besar. Kematian terasa begitu dekat, hanya berjarak beberapa inci dari wajahnya.

Sret! Jleb!

Tiba-tiba, sebuah kilatan perak melesat di udara. Sebuah belati menghujam tepat di pelipis Silvan Striker tersebut, membuatnya memekik kesakitan sebelum kepalanya tersentak ke samping. Sebelum monster itu sempat bereaksi lagi, sesosok bayangan melompat dari kegelapan luar dan mendarat di atas punggung makhluk itu, lalu dengan satu gerakan putaran yang presisi, leher monster itu digorok hingga putus.

Rick terengah-engah, menatap sosok yang berdiri di depannya. Itu adalah Zephyr.

"Terlalu lambat, Rick," ucap Zephyr datar, meski nafasnya sendiri memburu dan tubuhnya penuh dengan luka baru.

"ZEPHYR! MEREKA KEMBALI!" teriak Arlo dengan nada lega yang luar biasa.

Di belakang Zephyr, muncul Harry yang langsung melepaskan tembakan senapan rakitannya ke arah kerumunan monster, disusul oleh Rony yang menghujani mereka dengan anak panah. Kedatangan ketiga pria ini membawa angin segar sekaligus tambahan kekuatan yang sangat dibutuhkan.

"Jangan berhenti sekarang! Habisi mereka semua!" perintah Harry sambil mengisi ulang pelurunya.

Semangat tim kembali berkobar. Arlo menebas musuh dengan kekuatan penuh, Rick bangkit kembali dengan amarah yang membara, dan tim Dasha bergerak sinkron untuk membersihkan perimeter. Pertarungan berlangsung sengit selama beberapa menit lagi, hingga Silvan Striker terakhir tumbang dengan tubuh yang hancur berserakan di tanah.

Begitu monster terakhir berhenti bergerak, keheningan sesaat menyelimuti tempat itu. Mereka semua berdiri di tengah tumpukan bangkai, tubuh mereka bersimbah darah dan debu, namun mata mereka memancarkan kemenangan kecil.

Naya, yang sejak tadi mengawasi dari sedikit kejauhan dengan kecemasan yang menyiksa, tidak bisa lagi menahan emosinya. Begitu melihat Zephyr berdiri dengan selamat meski bajunya compang-camping, Naya berlari dan langsung menghambur ke pelukan Zephyr.

"Kau kembali... kau benar-benar kembali," isak Naya sambil membenamkan wajahnya di dada Zephyr.

Zephyr tertegun sejenak, tangannya yang masih memegang belati berdarah perlahan turun. Ia kemudian melingkarkan lengannya di bahu Naya, memeluk gadis itu dengan erat seolah ingin memastikan bahwa dia masih nyata. "Aku sudah janji, kan?" bisik Zephyr lembut, sebuah momen yang membuat Lily yang melihat dari jauh tersenyum tipis di tengah duka.

Namun, kegembiraan itu segera terputus oleh suara erangan Rayden yang semakin melemah dari balik batu.

"Bunganya! Mana bunganya?!" seru Arlo.

Harry segera merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa tangkai Floris Aeterna. Kelopak biru pucatnya masih berpendar indah di tengah kegelapan, memberikan kontras yang aneh dengan darah yang berceceran di sekitar mereka. Harry menyerahkan bunga itu kepada Naya dengan tangan gemetar karena lelah.

"Ini... cepatlah. Anak itu sudah tidak punya banyak waktu," ucap Harry parau.

Naya melepaskan pelukannya dari Zephyr, menghapus air matanya, dan segera mengambil bunga itu. Ia berlari masuk ke dalam bersama Dokter Luz. Lira masih duduk di samping Rayden, wajahnya hancur oleh tangis, memegang tangan Rayden yang kini terasa sedingin es.

"Lira, minggir sebentar! Kami punya obatnya!" ucap Naya tegas.

Naya dan Dokter Luz bekerja dengan sangat cepat. Dengan bimbingan Luz, Naya menumbuk kelopak dan akar bunga itu menggunakan batu halus hingga menjadi pasta kental berwarna biru elektrik. Aroma wangi yang menenangkan seketika memenuhi ruangan batu itu, sedikit demi sedikit mengusir bau busuk monster.

"Buka mulutnya, Lira, bantu aku," perintah Dokter Luz.

Mereka memasukkan sari bunga itu ke mulut Rayden, sementara sisa pastanya dioleskan langsung ke lubang luka di pundaknya. Saat pasta biru itu menyentuh luka Rayden, asap tipis berwarna hijau sisa racun Argentum Arachne terlihat menguap keluar dari dagingnya.

"Ayo, Ray... ayo kawan, lawan racunnya," bisik Finn yang berdiri di belakang mereka, tangannya mengepal kencang hingga kukunya memutih.

Semua orang berkumpul di batu besar itu, termasuk Arlo, Zephyr, dan yang lainnya. Mereka berdiri melingkar dalam keheningan yang mencekam, hanya suara nafas berat mereka yang terdengar. Mata semua orang tertuju pada wajah Rayden yang masih memerah karena demam tinggi.

Beberapa menit berlalu yang terasa seperti berjam-jam. Tiba-tiba, tubuh Rayden tersentak kecil. Nafasnya yang tadi tersengal-sengal mulai stabil. Warna merah padam di wajahnya perlahan memudar, kembali ke warna kulitnya yang semula, meski masih tampak sangat lelah.

"Suhu tubuhnya turun," ucap Naya setelah menyentuh kening Rayden. "Denyut nadinya mulai menguat. Dia... dia melewati masa kritisnya."

Lira langsung jatuh terduduk lemas, menangis sejadi-jadinya karena rasa lega. Finn menepuk bahu Zephyr dan Arlo dengan bangga, sementara Harry terduduk di sudut, menghela nafas panjang sambil menyandarkan kepalanya ke dinding batu.

"Terima kasih, Zephyr. Terima kasih, Harry, Rony," ucap Arlo tulus. "Kalian menyelamatkannya."

Zephyr hanya mengangguk, matanya kembali menatap Naya yang masih sibuk merapikan perban Rayden. Meski mereka semua terluka lecet dan kelelahan, malam itu mereka berhasil mempertahankan satu lagi nyawa dari kegelapan dunia ini. Mereka menang malam ini, namun mereka tahu, Menara di depan sana masih menunggu dengan tantangan yang jauh lebih besar.

1
Pembaca handal
ih suka banget ceritanya kak kerennnn😋💓
Pembaca handal
Bagus nihh cerita, masukin list ah😋
Btw semangat terusss min!!
Cicilia.ofc: Terimakasih yaa💕
total 1 replies
only siskaa
cmngtt KK jngn lupa mmpir di karya aku yaa
Cicilia.ofc: Okk deh💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!