Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Sandiwara pengkhianatan
[ Kevandra ]
[ Liora ]
[ Salsa ]
[ Raka ]
Di sebuah kamar apartemen mewah terdapat dua insan yang berbeda jenis, suara deru nafas mereka menjadi sebuah melodi indah. kini mereka tanpa mengenakan sehelai benang pun yang melekat pada tubuhnya, mereka sedang bergelut dibawah selimut yang sama berbagi keringat dan rasa candu bersama.
hingga suara perempuan memecah keheningan yang tengah terjadi di antara mereka.
"Raka, bagaimana jika Liora tahu tentang hubungan kita?" tanya perempuan tersebut yang tidak lain adalah Salsa sahabat Liora dengan nada sedikit gelisah, Salsa sangat menikmati momen bersama Raka— mengingat Raka tunangan sahabatnya sendiri— ia sama sekali tidak peduli akan hal itu.
"Maka tidak ada cara lain selain kita mengakuinya! jika kita saling mencintai Sa!" jawab Raka dengan nada santai tanpa melepaskan pelukannya pada Salsa— Raka terus memainkan jemarinya menyusuri setiap lekukan tubuh milik Salsa.
"Lalu bagaimana dengan suamiku? kamu kan tau aku masih belum resmi bercerai dengannya." ujar Salsa dengan nada sedikit meninggi, ia takut jika suaminya mengetahui hubungan mereka.
"Lalu apa masalahnya? toh mereka juga akan mengetahuinya." jawab santai Raka sambil terus mengendus leher jenjang Salsa, yang membuat Salsa semakin bergairah.
"Sssttss... aahh..." suara desahan lolos begitu saja dari mulut Salsa.
Tanpa mereka ketahui saat ini seorang wanita cantik tengah menuju ke arah mereka dengan tersenyum bahagia, tanpa ia ketahui ternyata yang ia tuju adalah sebuah badai yang akan menghancurkannya kapan saja.
Liora seorang gadis cantik yang sederhana meskipun di limpahi fasilitas mewah tidak membuatnya hidup bergaya glamor ia sangat menyukai kesederhanan. dan saat ini Liora sedang berada di dalam perjalanan menuju sebuah Apartemen mewah yang ia beli setahun yang lalu, untuk ia tinggali bersama tunangannya Raka.
"Aku akan memberi kejutan untuk Raka! jika aku sudah pulang, setelah tiga hari ini di luar kota." gumam Liora tersenyum bahagia ia membayangkan wajah sang tunangan yang akan terkejut dengan kedatangannya, tanpa ia ketahui saat ini Raka tengah memadu kasih dan berbagi peluh satu sama lain bersama sahabatnya sendiri Salsa.
Selama perjalanan terasa bahagia bagi Liora, akhirnya ia akan bertemu Raka, untuk melepaskan rindu yang membuncah setelah tiga hari ia tinggalkan karena sebuah pekerjaan.
Sementara di kamar Apartemen mewah saat ini Salsa dan Raka kembali melanjutkan adegan panas mereka.
"Ngghh!" lenguh Salsa ketika Raka tidak berhenti memacu ritme hubungan intim mereka.
"Kau selalu bisa membuatku kehilangan akal Salsa!" bisik Raka tepat di samping telinga Salsa, yang membuatnya semakin bersemangat dengan aktivitas yang mereka lakukan.
"Tentu saja Raka! semua ini hanya milikmu." balas Salsa tersenyum smirk, ia bangga karena telah mendapatkan Raka, orang yang selama ini Salsa cintai diam-diam.
Salsa selalu membenci Liora yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk mendapatkan Raka.
Salsa lebih dulu mencintai Raka tapi Liora lah yang Raka pilih dan itu membuatnya semakin membenci Liora, hingga pada suatu ketika Salsa harus menerima sebuah perjodohan yang tidak bisa ia tolak, Salsa harus menikah dengan laki-laki dingin dan datar bernama Kevandra.
"Liora lihatlah kini tunanganmu sudah berada di dalam kendaliku." batin Salsa tersenyum bangga karena telah berhasil merebut Raka dari Liora.
"Ahh... Raka..." desah Salsa di tengah-tengah Raka yang terus mempercepat gerakannya, membuat Salsa mendesah kenikmatan dan menggit bibir bawahnya saat ini ia masih berada di bawah kungkungan Raka.
"Yes baby! panggil namaku dengan desahanmu yang indah." bisik Raka di tengah puncak kenikmatannya. hingga beberapa saat kemudian mereka mendapatkan pelepasan masing-masing.
"Aaahhh..." desah Raka dan Salsa secara bersamaan.
Napas mereka masih memburu setelah mendapatkan puncak kenikmatan yang mereka raih, keringat tipis masih membasahi pelipis mereka.
Kini Raka masih memeluk Salsa dengan detak jantung yang masih belum sepenuhnya normal.
Di sebuah kamar Apartemen mewah itu kini menjadi saksi bisu, sebuah pengkhianatan telah terjadi.
Namun kebersamaan mereka tiba-tiba terusik saat mereka mendengar pintu Apartemen terbuka.
Bip! Bip! Ceklek!
Suara sensor elektronik pintu Apartemen berbunyi nyaring, disusul suara gagang pintu yang dibuka sedikit kasar.
Degh!
Jantung Raka dan Salsa berdegup semakin kencang, disaat melihat kondisi mereka yang kini berada di bawah selimut yang sama dan masih dengan napas yang memburu dan tanpa sehelai benang pun.
"Raka, bukankah Liora akan pulang lusa?" bisik Salsa dengan nada khawatir, ia meraih selimut semakin dalam untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Tidak usah banyak bertanya sebaiknya cepat pakai kembali bajumu." perintah Raka yang kini dengan secepat kilat ia langsung bangun dari tempat tidur disusul Salsa yang juga khawatir jika mereka kepergok oleh Liora, Raka segera memakai pakaiannya kembali.
Salsa dengan sedikit gemetar ia mencoba memakai kembali dalaman dan gaunnya yang berserakan di lantai, dan mencoba mengatur mimik wajahnya agar terlihat biasa saja.
Kini suasana menjadi mencekam saat mereka menyadari mereka berada di kamar yang sama.
"Raka bagaimana jika Liora tau? kita berdua dalam satu kamar yang sama." panik Salsa dengan terus menatap pintu kamar tersebut.
Namun tiba-tiba dengan gerakan cepat Raka kembali ketempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya.
tidak lama kemudian...
Ceklek! suara pintu kamar utama terbuka dan menampilkan wajah lelah Liora dengan koper kecilnya yang berada di tangan kiri.
"Raka! Aku pul—..." seru Liora namun kalimatnya terhenti saat kedua matanya mendapati Salsa yang sedang berada di kamarnya dengan Raka, Liora menatap punggung Salsa yang duduk disebelah tempat tidur.
Raka memaksakan sebuah senyuman kecil saat mendapati sosok wanita yang menjadi tunangannya. meski keringat dingin masih membasahi pelipisnya, Raka berusaha bangun dengan gerakan pelan untuk bersandar pada sandaran tempat tidur.
Tiba-tiba dengan gerakan cepat dan efisien Salsa membantu Raka untuk bersandar.
"Pelan-pelan Raka! bukankah kepalamu masih sakit... Sebaiknya kamu istirahat saja." ucap Salsa dengan nada penuh perhatian dan khawatir.
"Loh Sa! kamu disini? memangnya kenapa dengan Raka?" tanya Liora dengan nada bingung campur rasa khawatir.
Salsa mengatur nafasnya ia langsung memasang wajah cemas dan guratan bahagia saat mendapati Liora sudah kembali, Salsa berbalik dan menampilkan senyum manis yang biasa ia berikan untuk Liora.
"Liora... kamu sudah kembali? aku pikir kamu akan kembali lusa." ucap Salsa dengan tersenyum manis ia memasang mimik wajah bahagia yang dibuat-buat untuk menyambut atas kedatangan Liora.
"Kebetulan kamu sudah disini! tadi siang Raka menghubungiku, dia bilang kepalanya terasa sakit... Makanya aku buru-buru datang kesini saat aku tau kalau kamu sedang tidak ada!" dusta Salsa dengan memasang mimik wajah cemas, yang sengaja dibuat-buat untuk meyakinkan Liora.
Liora mendekat ke sisi Ranjang dan meletakkan tasnya begitu saja, ia langsung menghampiri Raka yang kini sedang terbaring lemah dengan wajah pucat, tanpa Liora ketahui sebenarnya Raka bukan sakit melainkan kelelahan karena permainan panasnya bersama Salsa barusan.
Raka memegang pelipisnya dengan rintihan kecil sambil memejamkan matanya, ia berakting dengan sungguh-sungguh agar meyakinkan Liora.
"Sstthh duuhh..." rintih Raka.
Liora mendekat ke sisi Raka dan menyentuh keningnya.
"Tidak panas kok, cuma kamu sedikit pucat saja seperti kelelahan." ucap Liora yang membuat Raka dan Salsa menjadi semakin gugup.
Jari-jari Salsa memilinkan ujung gaunnya dengan gemetar hingga sedikit menampilkan guratan cemas di wajahnya saat mendengar ucapan Liora, namun dengan cepat Salsa mengatur ekspresinya dan membalas ucapan Liora agar tidak membuatnya semakin curiga.
"Itu karena aku sudah memberinya obat tadi Li! makanya panasnya sudah turun." ungkap Salsa dengan nada meyakinkan, sementara itu Raka yang melihat Salsa pintar berkilah semakin menyukainya.
"Kamu memang pintar jika urusan berbohong Sa!" batin Raka tersenyum bangga pada Salsa.
Setelah mendengar penjelasan Salsa, kini Liora menepis rasa curiganya lalu ia kembali menatap Raka yang masih terbaring lemah.
"Jadi begitu! apakah kamu ingin aku panggilkan dokter agar memeriksa keadaanmu." ucap Liora dengan nada khawatir melihat Raka yang kini wajahnya pucat pasi.
Tiba-tiba Raka menggelengkan kepala lemah seolah-olah ia memang benar-benar sedang sakit.
"Tidak perlu sayang, aku sudah merasa lebih baik setelah Salsa mengurusku barusan."
Liora menghela nafas panjang rasa curiganya seketika sirna karena rasa sayangnya pada Raka.
"huuuffh... baiklah jika begitu sebaiknya kamu istirahat, dan untukmu Sa! Terima kasih sudah menjaga Raka saat aku sedang tidak ada."
Salsa tersenyum ramah lalu mendekat kearah Liora dan memeluknya.
"Tentu saja Li! kamu kan sahabatku mana mungkin aku tidak membantu tunangan sahabatku sendiri." ucap Salsa dengan nada penuh penekanan di setiap kalimatnya, Salsa tersenyum miring dan mengedipkan sebelah matanya dengan nakal terhadap Raka.
kentang banget ini 😭
cepet banget dia bersimpati dan ada tanda peduli lebih
kalau posisinya dibalik dia pun berpotensi selingkuh juga kaya Raka hadehhh...
ku tak jadi kibarkan bendera hijau
padahal sempet simpati sama dia ni 😏
bahaya ga jadi green flag