*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. NML
Happy Reading ✨
"saya dengar kamu mengajukan cuti ya selama dua Minggu dalam rangka apa???" tanya Tomi yang secara langsung meminta Nana untuk datang ke ruangannya.
"Dokter manggil saya ke sini untuk menanyakan hal tersebut???" tanya Nana yang merasa bingung.
memang harus ya cuti saja semua orang orang harus tahu dalam rangka apa ? kan sudah jelas tertulis di surat cuti Nana kalau dia ijin untuk menikah.
"ya kamu tahu kan rumah sakit kita ini sangat di percaya dan sudah bekerja sama cukup lama dengan polisi dalam menindak lanjuti kasus kasus kematian dan polisi juga sangat berharap pada rumah sakit ini " kata Tomi pada Nana.
"bahkan nama rumah sakit ini tengah naik dan juga kasus kasus baru mulai masuk ,jika kamu mengambil cuti selama itu apa tidak akan memberatkan untuk dokter Hendra yang bekerja hanya sendiri nanti" kata dokter Tomi dokter spesialis jantung ini.
"maaf ya dok,,, saya tahu dokter salah satu petinggi di rumah sakit ini dan juga saya ingin memperjelas jika dokter Hendra tidak bekerja sendiri dan dia akan banyak di bantu oleh dokter yang mengantikan saya selama cuti dan juga perawat yang membantu kami selama menjalankan tugas" kata Nana yang membuat dokter Tomi menelan ludahnya pelan.
"untuk urusan cuti saya baru kali ini selama 4 tahun bekerja mengambil cuti , bahkan kadang libur saya juga tidak saya ambil karena padatnya pekerja dan saya hanya mengambil libur 2 hari dalam beberapa bulan dan juga alasan libur saya tertera di surat cuti saya" kata Nana yang membuat dokter muda itu menghela napasnya.
"saya tahu semua itu tapi kamu tahu kan jika ada sekitar dua mayat lagi yang menunggu giliran untuk di otopsi dan,,,,,"
"bukannya semua dokter di sini mendapat jatah cuti masing-masing dan yang penting memenuhi semua syarat cuti tersebut dan saya sudah memenuhi syarat untuk cuti tadi" kata Nana yang kali ini langsung berdiri dan berbalik ingin pergi.
"ahhh kebetulan kita bertemu di sini saya ingin langsung memberikan ini pada dokter dan orang tua dokter" kata Nana berbalik mengeluarkan dua lembar kertas berwarna yang seperti sudah bisa Tomi tebak itu apa .
"datang ke nikahan saya nanti ya dok, ajak pasangan dokter juga atau mungkin datang bersama dokter Nisa saja nanti" kata Nana tersenyum kecil dan selanjutnya pergi keluar dari ruangan Tomi.
Tomi mengambil lembaran undangan tersebut dan membawanya kehadapan nya lalu membaca dengan detail undang siapa yang Nana berikan padanya ini.
Tomi menguak plastik undangan tersebut dan mulai membaca detail isi undangan tersebut dan sampai nama yang tertera di sana.
"dia ingin menikah???" tanya Tomi pada dirinya sendiri. "sejak kapan dia dekat dengan lelaki bukan nya selama ini mata mata yang ku minta untuk mengikuti nya tidak pernah mengatakan jika dia dekat dengan lelaki lain" kata Tomi yang kali ini merasa informan nya telah salah memberikan informasi.
"jika Nana menikah dan aku gagal mendapatkan nya apa yang akan ayah katakan nanti sedangkan ayah sangat mengharap Nana untuk menjadi bagian dari kami" kata Tomi yang kali ini melepas pelan undangan tadi ke atas mejanya lagi.
Nana yang tengah selesai dengan urusannya langsung pulang menuju rumah kakanya karena kedua orang tuanya telah ada di sana.
Nana tidak ingin keduanya mampir ke apartemen yang tadi dalam kondisi sangat berantakan dan tidak tapi namun urusan itu sudah selesai karena Nana sudah membereskan apartemen dan mencuci semua baju kotor nya. jadi jika nanti kedua orang tuanya tiba tiba ingin ke apartemen Nana tidak akan mencari alasan untuk menolak.
"ada mobil Sagara??? untuk apa dia ada di sini???" tanya Nana yang keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk menuju rumah kakanya itu.
"sudah selesai de,,," tanya bee yang pertama kali melihat kedatangan Nana.
"mas Sagara ada di sini ka??? " tanya Nana yang Langsung ingin memastikan keberadaan calon suaminya itu.
"ada di halaman gazebo belakang lagi mau makan siang ini Kaka lagi siapkan makan" kata bee yang menujukan makanan yang akan dia suguhkan.
"mas Sagara ngapain ke sini , bukannya kita di pingit ya ???" tanya Nana Bingung.
"kata siapa kalian di pingit ,ibu dan ayah tidak menormalisasi hal itu dan Kaka juga dulu tidak bukan , hanya tinggal sehari lagi juga . lagi pula Sagara ada yang ingin di bicarakan pada ayah tadi" kata bee yang mengkode Nana untuk membantunya membawa semua makanan ini.
"aku taruh tas dulu kalau kaya gitu" kata Nana yang berjalan menuju ruang tengah untuk menaruh tasnya sedangkan bee langsung saja membawa masakannya tadi .
"sudah selesai urusannya nak???" tanya bumi ketika melihat Nana berjalan sambil membawa dua piring lauk di tangannya.
"sudah yah,,, ayah dan ibu apa kabar???" tanya Nana yang memang sudah lama tidak bertukar kabar dengan orang tuanya itu.
"baik,,, ayah dan ibu Baik tapi kakek kamu sepertinya tidak baik makanya tidak bisa ikut berkumpul" kata bumi yang memang sudah Nana tahu .
"Nana tadi malam dari sana dan sudah kasih obat juga. Nana juga bawakan pekerjaan rumah untuk membantu nenek dan juga memberikan kabar jika kakek kambuh lagi" kata Nana yang juga sebenarnya mengkhawatirkan kakeknya itu.
"mas mau makan apa aku ambilkan" kata Nana yang sudah mengambil nasi untuk Sagara .
"ayam dan sayur saya, aku sedang menjaga pola makan" kata sagara kecil pada Nana.
Nana mengambil sesuai permintaan Sagara menyiapkan air minum juga untuk calon suaminya itu.
"bee dan Rio belum mengunjungi kakek dan nenek , Rio cukup sibuk akhir akhir ini dan Mikha pun juga sedang tidak sehat" kata Rio yang jadi tidak enak hati.
"tidak perlu berkunjung tiap hari kalau ada waktu dan tidak sibuk baru berkunjung , ibu yang yang akan tinggal di sana sementara nanti" kata Lora yang memang sudah mendiskusikan ini pada bumi.
"berati ayah sendiri nanti di sana??? yakin di tinggal kalau ayah di culik Kalong Wewe gimana ???" kata Nana tiba tiba yang membuat ibunya rasanya ingin menjambak rambut anaknya itu, untung jarak dia dan Nana jauh.
"ohh iya aku lupa ibu kan lebih seram dan kalong Wewe, rumah juga nanti pasti di kasih penangkal" kata Nana yang membuat bee tersedak nasinya .
"kamu pikir ibu dukun" kata lora menunjuk Nana.
"aku gak ngomong Lo ya kalau ibu dukun" kata Nana yang setelah nya menyuap nasinya dengan santai.
"memang ibu bisa pisah jauh dari ayah??? nanti ibu meriang malah bikin repot nenek lagi" kata bee ikut menimpali.
"kalian ingin ibu jahit mulutnya hah??? " kata lora yang tiba tiba berdiri namun di tahan oleh bumi yang membuat nana dan bee saling melempar senyum kemenangan.
"selama pawang nya masih ada kita aman " kata Nana yang membuat bee mengangguk setuju .
**********