NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 - JARING MULAI DIRAJUT

SEMINGGU KEMUDIAN - KANTOR MAHENDRA GROUP

Akselia duduk di ruang istirahat karyawan, menyesap kopi hitam sambil mempelajari jadwal Arjuna minggu depan. Ponselnya bergetar, pesan dari nomor tidak dikenal.

"Selia, ini Diana. Aku ada informasi menarik tentang Kevin Pratama. Mau ketemu? Kafe Harmoni jam 7 malam."

Akselia menatap pesan itu lama. Diana... perempuan yang membantunya di acara kemarin. Apa motivasinya? Kenapa tiba-tiba mau bagi informasi tentang Kevin?

Tapi rasa penasaran mengalahkan kecurigaan.

"Oke. Jam 7."

***

KAFE HARMONI - PUKUL 19:00

Kafe kecil di pojok jalan, suasana redup dengan musik jazz pelan. Diana sudah duduk di meja sudut, mengenakan blazer abu-abu dan kacamata hitam meski di dalam ruangan.

"Kamu datang." Diana tersenyum saat Akselia duduk. "Aku pesan kopi untukmu, hitam tanpa gula, kan? Aku tebak dari caramu minum di acara kemarin."

"Terima kasih." Akselia mengambil cangkir itu. "Jadi, informasi apa yang mau kamu bagikan?"

Diana melepas kacamatanya, menatap Akselia serius. "Langsung to the point, aku suka. Tapi sebelumnya, aku mau tanya, kenapa kamu kerja untuk Arjuna?"

"Butuh uang, kenapa lagi?"

"Jangan bohong padaku, Selia." Diana bersandar di kursi. "Aku sudah cukup lama di dunia ini untuk tahu kapan seseorang punya agenda tersembunyi. Dan kamu..." dia menunjuk Akselia, "...punya mata orang yang dendam."

Akselia tidak bereaksi, tapi jantungnya berdegup lebih cepat.

"Aku tidak tahu kamu dendam sama siapa," lanjut Diana. "Tapi aku punya firasat kuat itu berhubungan dengan Kevin Pratama."

Hening beberapa detik. Akselia menimbang, berbohong atau jujur sebagian?

"Apa kamu polisi?" tanyanya akhirnya.

Diana tertawa. "Tidak. Aku cuma pengusaha fashion yang punya banyak informasi karena banyak dengar gosip. Dan kebetulan, aku juga benci Kevin Pratama."

"Kenapa?"

"Karena dia hancurkan bisnis kakakku tiga tahun lalu." Suara Diana berubah dingin. "Kakakku punya perusahaan konveksi kecil, Kevin ingin beli tanah tempat pabriknya berdiri. Kakakku tolak. Seminggu kemudian, tiba-tiba ada masalah perizinan, supplier kabur, pegawai didemo. Dalam sebulan, kakakku bangkrut total."

Diana meneguk kopinya. "Kakakku bunuh diri setahun kemudian, tidak tahan dengan depresi dan utang."

Akselia meremas cangkir kopinya. Jadi Kevin bukan hanya menghancurkan hidupnya, dia sudah menghancurkan banyak orang.

"Aku tidak bisa buktikan Kevin yang di balik semua itu," lanjut Diana. "Tapi aku tahu itu dia. Dan sejak itu, aku kumpulkan informasi tentang Kevin Pratama. Menunggu waktu yang tepat untuk..." dia tersenyum tipis, "...membalasnya."

"Lalu kenapa cerita padaku?"

"Karena musuh musuhku adalah temanku." Diana mengeluarkan amplop cokelat dari tasnya, meletakkannya di meja. "Dan karena aku rasa kita punya tujuan yang sama."

Akselia membuka amplop itu. Di dalamnya ada beberapa foto dan dokumen.

Foto pertama, Kevin dan seorang perempuan muda bukan Karina sedang makan malam intim di restoran.

Foto kedua, Kevin keluar dari hotel bersama perempuan yang sama, jam satu dini hari.

Foto ketiga, Kevin mencium perempuan itu di parkiran.

"Ini siapa?" tanya Akselia, meski jantungnya sudah tahu jawabannya akan membuatnya marah.

"Namanya Bella, model baru yang baru kontrak dengan agensi Karina. Mereka sudah jalan selama dua bulan. Rahasia, tentu saja."

Akselia menatap foto-foto itu. Kevin tersenyum ke perempuan itu dengan senyum yang sama, senyum yang pernah dia yakini tulus.

"Jadi Kevin selingkuh dari Karina?"

"Ya. Ironis, kan? Dia buang kamu demi Karina, sekarang dia selingkuh dari Karina demi Bella." Diana mengambil foto-foto itu kembali. "Dan yang lebih menarik, aku dengar Karina juga punya affair sendiri. Dengan fotografer pribadinya."

Akselia tertawa pahit. "Jadi mereka berdua sama-sama brengsek."

"Pernikahan mereka cuma bisnis, gabungan dua perusahaan besar. Cinta tidak ada di situ." Diana memasukkan foto-foto itu kembali ke amplop. "Tapi kalau skandal ini bocor ke media, terutama kalau keluarga mereka tahu. Pertunangan mereka bisa batal, merger bisa gagal. Dan Kevin..." Diana tersenyum, "...akan kehilangan banyak."

Akselia menatap Diana lama. "Kamu mau aku bocorkan ini?"

"Aku mau kita bekerja sama. Kamu punya akses ke dunia Arjuna, yang berarti kamu akan sering bertemu Kevin. Aku punya informasi dan koneksi media. Bersama, kita bisa hancurkan dia."

"Kenapa tidak kamu lakukan sendiri?"

"Karena aku tidak punya posisi strategis sepertimu. Kamu dekat dengan Arjuna, musuh terbesar Kevin. Kamu bisa masuk ke lingkaran mereka tanpa dicurigai. Dan yang paling penting..." Diana menatap Akselia tajam, "...kamu punya api di matamu. Api yang sama yang aku punya, api dendam."

Akselia diam, memikirkan tawaran itu.

Bekerja sama dengan Diana berarti lebih cepat menghancurkan Kevin. Tapi juga berarti membagi kendali, dan Akselia tidak suka berbagi kendali.

"Aku perlu waktu berpikir," katanya akhirnya.

"Tentu, ambil waktumu." Diana berdiri, memberikan kartu nama lain. "Ini nomor pribadiku yang lain, lebih aman. Kalau kamu putuskan mau kerja sama, hubungi aku."

Setelah Diana pergi, Akselia duduk sendirian di kafe, menatap amplop cokelat di tangannya.

Kevin selingkuh, Karina selingkuh. Pernikahan mereka bohong.

Semuanya bohong.

Sama seperti hubungannya dengan Kevin dulu.

Akselia mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi media sosial. Akun Kevin Pratama. Foto terbarunya diunggah tiga jam lalu. Kevin dan Karina sedang makan malam, dengan caption "Bahagia bersama wanita terbaikku."

Komentar penuh dengan pujian dan doa.

Akselia menutup aplikasi, memasukkan amplop itu ke tasnya.

"Nikmati kebohonganmu selagi bisa, Kevin," bisiknya pelan. "Karena aku akan pastikan semua orang tahu siapa dirimu sebenarnya."

***

MALAM HARI - KAMAR KOS BELAKANG DOJO

Akselia berbaring di kasur, menatap langit-langit. Ponselnya bergetar pesan dari Pak Dharma.

"Bagaimana hari pertamamu minggu ini? Semua lancar?"

Akselia tersenyum tipis. Mentornya selalu perhatian meski tidak pernah bilang secara terang-terangan.

"Lancar, Pak. Bahkan lebih dari lancar, aku dapat sekutu baru."

"Sekutu? Siapa?"

"Namanya Diana, dia juga benci Kevin. Punya banyak informasi."

Beberapa detik kemudian, balasan masuk.

"Hati-hati. Jangan percaya orang terlalu cepat, kadang sekutu bisa jadi musuh terselubung."

"Aku tahu, Pak. Aku tidak akan sembarangan percaya."

"Bagus. Ingat... fokus pada tujuanmu. Jangan terbawa emosi."

"Siap, Pak."

Akselia meletakkan ponsel, menutup mata.

Tiga bulan lalu, dia tergeletak berdarah di apartemen kosong, kehilangan segalanya.

Sekarang, dia punya pekerjaan, punya kekuatan, punya rencana, dan punya sekutu.

Kevin Pratama mungkin tidak tahu badai apa yang mendekat. Tapi badai itu sudah di depan pintu.

Dan namanya Akselia Kinanti.

***

KEESOKAN HARINYA - KANTOR MAHENDRA GROUP

Akselia baru sampai kantor saat Ratih menemuinya dengan wajah panik.

"Selia! Syukurlah kamu datang! Ada masalah!"

"Masalah apa?"

"Tuan Arjuna, dia dapat ancaman!"

Jantung Akselia langsung waspada. "Ancaman bagaimana?"

Ratih menunjukkan amplop putih. "Ini dikirim pagi tadi, tidak ada nama pengirim."

Akselia membuka amplop itu. Selembar kertas dengan tulisan diketik... [Batalkan proyek Singapura atau hadapi konsekuensinya. Ini peringatan terakhir.]

Tidak ada tanda tangan, tidak ada petunjuk. Tapi Akselia tahu siapa di balik ini.

Kevin Pratama.

"Di mana Pak Arjuna sekarang?" tanyanya cepat.

"Di ruangannya. Tapi dia bilang tidak masalah, cuma gertakan..."

Akselia tidak mendengar sisa kalimat Ratih. Dia langsung berlari ke ruang Arjuna, membuka pintu tanpa ketuk.

Arjuna berdiri di jendela, tangan di saku, menatap kota di bawah.

"Selia," sapanya tanpa menoleh. "Aku tahu kamu akan datang."

"Pak, ini bukan gertakan biasa. Ancaman seperti ini..."

"Aku tahu." Arjuna berbalik, wajahnya tenang tapi mata tajam. "Kevin Pratama mulai main kotor, artinya aku sudah bikin dia terdesak."

"Justru itu yang berbahaya, Pak. Orang terdesak bisa melakukan apa saja."

Arjuna tersenyum tipis. "Makanya aku punya kamu, untuk melindungi aku dari apa pun yang Kevin rencanakan."

Akselia mengangguk. "Mulai hari ini, saya akan tingkatkan pengawasan. Kemana pun Bapak pergi, saya ikut. Tidak ada kompromi."

"Baik. Aku percaya padamu."

Setelah keluar dari ruangan Arjuna, Akselia berdiri di koridor, menatap amplop ancaman di tangannya.

Kevin mulai bergerak.

Dan itu berarti permainan sudah dimulai.

"Ayo, Kevin," bisiknya sambil meremas amplop itu. "Tunjukkan seberapa kotor kamu bisa bermain, karena aku siap bermain lebih kotor."

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!