NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga

Cahaya matahari pagi menyusup halus melalui jendela kaca setinggi langit-langit di restoran mewah hotel berbintang itu, menciptakan pendar keemasan yang kontras dengan suasana dingin yang menyelimuti meja panjang di tengah ruangan.

Aroma kopi premium dan hidangan gourmet beradu dengan keharuman bunga lili putih yang segar di atas meja, namun tak satu pun dari kemewahan itu mampu mencairkan ketegangan yang membeku.

Di sana, keluarga besar itu berkumpul--- Sky duduk tegak dengan jemari yang bertautan erat dengan tangan Evelyn, istrinya. Tak jauh dari mereka, Langit, tampak tenang meski tatapannya sesekali tertuju penuh arti pada Angel, seolah mencari jawaban di balik diamnya sang pendamping.

Suasana semakin berat dengan kehadiran keluarga Paman Zack dan Shakila--- putra mereka Rion duduk bersandingan dengan sang kekasih, sementara Leta tak berpaling dari tatapan sinis yang ia tujukan pada calon kakak iparnya itu.

Di sisi lain, keluarga Paman Azam dan Bibi Khadijah beserta kedua anak mereka— Steven, dan Tiffany—hanya bisa terdiam dalam kecemasan yang sama. Sementara Kevin tidak ada disana dan lebih memilih menyendiri dari pada kumpul keluarga.

Shyla, duduk dengan punggung tegak dan pandangan sedingin es, sementara Kakek Zayn mengamati segalanya dengan raut datar yang sulit dibaca. Di ujung meja, Kakek Gaza dan Nenek Alena memilih untuk menjadi penyimak bisu, menyerap setiap energi berat yang menggantung di udara.

Alih-alih membahas rencana bulan madu yang manis, percakapan mereka justru terseret kembali ke tragedi kelam malam sebelumnya—saat enam orang tamu undangan tumbang secara bersamaan di tengah kemeriahan pesta pernikahan Sky dan Evelyn.

Keheningan itu pecah ketika kecurigaan mulai dilontarkan--- Sky, Shyla, Langit, dan Angel memiliki firasat yang sama bahwa kematian tragis tersebut bukanlah kebetulan, melainkan benang merah dari kasus pembunuhan misterius yang meneror selama beberapa bulan terakhir.

Pertanyaan besar kini menghantui benak Sky dan Shyla—siapa sebenarnya sosok yang tega menodai hari bahagia mereka, dan apa hubungan tersembunyi antara sang pembunuh berdarah dingin itu dengan darah yang mengalir di nadi keluarga besar mereka?

Steven menatap layar ponsel dengan kening berkerut. "Baru tadi malam tragedi itu terjadi... namun semua stasiun televisi sudah sangat heboh. Beritanya menyebar lebih cepat dari api."

Leta mendengus, melirik kekasih Rion dengan sinis sebelum menatap Shyla. "Jika ini terkait sihir, pasti kalian bisa merasakannya, terutama Bibi Angel yang memiliki insting kuat. Namun, bahkan Shyla pun tidak merasakan apa-apa semalam. Benar, kan?"

Shyla memutar gelas kopinya, pandangannya sedingin es. "Itu dia masalahnya. Kita sudah memeriksa keenam jasad itu secara langsung. Secara medis, mereka semua dinyatakan terkena serangan jantung. Tapi enam orang tumbang bersamaan di tengah pesta pernikahan? Itu sama sekali tidak masuk akal. Tidak ada residu energi, tidak ada jejak mantra. Jelas ini dilakukan oleh seseorang yang sangat profesional."

Sky menggenggam tangan Evelyn di bawah meja, matanya beralih ke Langit. " Daddy, ini bukan sekadar kebetulan. Aku, Shyla, dan Mommy merasakan ada benang merah yang sama dengan kasus-kasus kematian misterius beberapa bulan terakhir. Polanya terlalu rapi."

Langit melirik Angel dengan tenang sebelum menjawab. "Insting Shyla jarang meleset. Jika tidak ada jejak sihir yang tertinggal, berarti pelakunya tahu persis bagaimana cara 'membersihkan' diri atau dia menggunakan metode yang berada di luar jangkauan sensor standar kita."

Suara Angel lembut namun tajam. "Atau mungkin... karena pelakunya memiliki kekuatan sihir genetik yang sama dengan keluarga kita. Itulah sebabnya sensor kita menganggap energi itu sebagai bagian dari 'udara' di ruangan itu. Kita tidak merasakannya karena energi itu terasa familiar."

Khadijah berbisik cemas pada Azam. "Jika itu benar, berarti pelakunya adalah seseorang yang mengenal darah kita? Seseorang yang tahu kelemahan kita?"

Shyla menatap Kakek Zayn yang masih berwajah datar. "Siapa mereka sebenarnya? Kenapa mereka menyerang di pesta pernikahan Kak Sky? Jika mereka memiliki hubungan genetik dengan kita, kenapa aku atau Kak Sky sama sekali tidak tahu tentang keberadaan mereka?"

Tiffany menyela pelan. "Mungkin ini bukan tentang siapa yang kita kenal, tapi tentang siapa yang keluarga ini coba lupakan di masa lalu... atau mungkin.. seseorang yang mengenal kita namun bukan bagian dari masa lalu."

Keheningan kembali menyergap. Aroma kopi dan bunga seolah mencekik, sementara pertanyaan - pertanyaan menggantung di udara, menanti jawaban yang mungkin tersimpan rapat.

Di tengah teka - teki yang mulai memanas, Kakek Zayn duduk di ujung meja dengan ekspresi datar yang tidak terbaca, seolah nyawa manusia yang melayang semalam hanyalah angka yang tak berarti baginya. Kakek Gaza dan Alena hanya bisa memperhatikan dengan raut wajah cemas, namun Kakek Zayn tetaplah teka-teki yang paling sulit dipecahkan.

Sementara itu, Paman Azam memperhatikan Kakek Zayn yang sejak tadi hanya diam membatu. Matanya menyipit--- sudah beberapa hari ini Azam mencurigai sang Ayah--- dia selalu melihat sang Ayah pergi setiap malam tanpa bodyguard.

Semenjak kematian Nenek Aryani--- Kakek Zayn memang lebih memilih untuk tinggal bersama Azam dan keluarganya-- namun sudah sejak 6 bulan yang lalu, Paman Azam memperhatikan perubahan sang Ayah. Pernah sekali Paman Azam mengikuti diam - diam sang Ayah saat pergi.

Namun setiap kali dia melakukan nya, selalu saja ada masalah. Seolah - olah seseorang memang sengaja mencegah nya untuk mengetahui sebuah rahasia yang masih belum saat nya terungkap.

"Ayah tahu sesuatu yang tidak kami ketahui?" tanya Azam dengan nada menyelidik yang berat. Kakek Zayn menoleh dengan keterkejutan. Namun segera ekspresi nya kembali datar.

Kakek Zayn tidak menjawab. Wajah datarnya tetap tak terbaca saat ia perlahan meletakkan serbetnya dan berdiri. "Dunia ini luas, Azam. Ada hal-hal yang lebih baik tetap terkubur bersama masa lalu daripada digali hanya untuk memuaskan rasa penasaran yang mematikan," ucapnya singkat sebelum berbalik pergi tanpa pamit.

Angel menatap punggung Kakek Zayn hingga menghilang, lalu beralih menatap Azam dengan penuh selidik. "Kak Azam... kau terlihat gelisah sejak tadi. Ada sesuatu yang kau sembunyikan?"

Wajah Paman Azam berubah tegang, ia merendahkan suaranya hingga hanya terdengar oleh mereka yang berada di dekatnya. "Enam bulan terakhir ini... Daddy sedikit berubah. Dia sering pergi saat malam tanpa pengawalan. Aku tidak tahu ke mana, tapi setiap kali dia kembali, auranya terasa... berbeda."

Bibi Khadijah mencengkeram lengan Paman Azam. "Mas, jangan bicara sembarangan."

Mata Sky menyipit, menatap Azam dengan intens. "Berubah seperti apa, maksud Paman?"

"Entahlah, " Azam melirik sekali lagi ke arah perginya Kakek Zayn. " Tapi feeling ku mengatakan, Daddy tau sesuatu tentang kasus ini... tapi dia memilih untuk menyembunyikan nya."

Sebuah pengakuan yang menggetarkan meluncur dari bibir Azam, mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir, Daddy—Kakek Zayn—sering menghilang secara misterius setiap malam.

Pernyataan itu menjatuhkan bom baru di tengah mereka----mungkinkah sang kepala keluarga mengetahui sesuatu tentang pembunuhan berantai ini, atau justru ia adalah bagian dari benang merah yang menghubungkan tragedi tersebut dengan sesuatu yang selama ini tersembunyi.

Di balik kemewahan sarapan pagi itu, setiap anggota keluarga mulai saling curiga, menyadari bahwa musuh yang mereka cari mungkin tidak sedang bersembunyi di luar sana, melainkan duduk bersama mereka di meja yang sama.

Sementara di dalam kamar--- Kakek Zayn berdiri di balkon kamarnya, menatap langit yang tampak cerah. " Mereka... sudah keterlaluan." namun senyum tipis terbit di bibirnya. " Tapi.. aku suka!"

BERSAMBUNG

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!