NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.



Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.


Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.


"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berani Melawan

Sebuah kaca besar berdiri kokoh di dinding yang bercat putih yang telah kusam lantas wanita yang memakai pakaian pelayan itu berdiri lama di sana.Wanita itu melihat pantulan dirinya di kaca, dan dia tidak bisa percaya apa yang dia lihat. Dia melihat dirinya sendiri dengan wajah yang pucat dan mata yang kosong. Dia melihat pakaian pelayan yang dia kenakan, dan dia merasa seperti tidak mengenali dirinya sendiri.

Dia terus menyentuh wajahnya dan tubuhnya, mencoba untuk memahami apa yang terjadi."Apakah aku benar-benar melakukan perjalanan waktu?" katanya dalam hati.“Ah tidak-tidak pasti aku hanya bermimpi saja?” Dia menyakinkan diri nya jika ini hanya lah sebuah mimpi.

Dia mencoba untuk mengingat kejadian-kejadian sebelumnya, tapi semuanya kabur. Dia hanya bisa mengingat bahwa dia adalah Kara, seorang wanita yang memiliki butik dan karir sebagai artis.

Sri yang tidak tahan lagi karena keanehan ALeca kini ia menarik ALeca menjauhi kaca.“Huuuh, Wanita sinting saya itu menyuruh kamu bekerja bukannya malah asyik berkaca. Memang nya kamu pikir dirimu itu cantik! ”Bentak Sri.

ALeca diam tapi kedua bola matanya terus fokus pada penampilan wanita di depannya.“Apa wanita ini namanya Sri salah satu toko antagonis yang tidak menyukai ALeca"Kata Kara kembali bergumam.

Sri benar-benar tidak sabaran sehingga sekarang ia memposisikan tangannya untuk menampar Aleca. tapi dengan sigap Aleca menahan tangisnya Sri serta memelintir kan tangan Sri membuat sih pemilik tangan kesakitan.

“Aaaarg....sakit...sakit...lepaskan...apa yang kamu lakukan..!”Bentak Sri lagi mencoba untuk melepaskan tangan nya dari Aleca.

Aleca semakin memelintir tangan Sri, membuat Sri semakin kesakitan. "Kalau saja kamu tidak memulainya maka saya pastikan tidak akan berbuat seperti ini!" kata Aleca dengan nada dingin lalu melepaskan tangan Sri dari cengkeraman nya.

Sri termenung memperhatikan Aleca yang mulai bersikap tak biasa sambil mengibaskan tangannya yang teramat sakit.

“Kamu akan saya adukan pada Tuan Luiz..lihatlah dia akan menghukum kamu lagi!”Kata Sri mengancam.

“Luizz.."Aleca berbisik pelan.

Braaakkk.......

tiba-tiba saja pintu gudang ini terdobrak dengan kasar seorang pria berwajah masam datang menghampiri salah satu dari mereka berdua.Auranya terlihat mengerikan, ia terlihat sangat marah entah siapa kah orang yang membuat pagi pria itu menjadi jelek seperti ini.

“Aleca!...”Teriaknya dan tanpa aba-aba menjambak rambut Aleca dari belakang.“Dasar wanita sialan! wanita pembunuh berani sekali kau merobek baju yang telah Ema berikan untuk saya!apa kamu bosan hidup Ha!”

Saat melihat adegan itu Sri dengan santainya beranjak dari tempat Itu,kali ini ia membiarkan tuannya menghukum Aleca untuk kesekian kalinya.

“Aarrg sakit...!apa yang kamu lakukan kenapa kamu menarik rambut saya dasar gila!”Hentak Aleca Dangan suara melengking hampir memecahkan gendang telinga pria yang kini menarik rambutnya.

Luiz terkejut dengan reaksi Aleca, dia tidak menyangka bahwa Aleca akan melawan seperti itu. Dia menatap Aleca dengan saksama, mencoba untuk memahami apa yang terjadi.

"Apa yang kamu katakan?"Luiz bertanya dengan nada yang lebih tenang, tapi masih ada kemarahan di matanya.

Aleca masih bernapas dengan berat, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan. "Saya bilang, apa yang kamu lakukan dan Kenapa kamu menarik rambut saya!?"Aleca menjawab dengan nada yang tegas, membuat Luiz semakin terkejut.

Luiz merasa seperti dia yang diserang, bukan Aleca. Dia tidak bisa percaya bahwa Aleca bisa berbicara seperti itu kepadanya, apalagi dengan nada yang begitu tegas.

“Akhirnya kamu masih punya keberanian, sehingga tidak ada kata tuan dari mulut mu itu?”

Aleca membetulkan posisi rambutnya yang memang sudah berantakan,membuang nafas kasar dan menatap Luiz dengan sengit.“Kamu seorang pria yang tak mempunyai hati sehingga kamu berani kasar terhadap wanita lemah!”

Luiz merasa seperti dipukul oleh kata-kata Aleca, dia tidak menyangka bahwa Aleca akan mengatakan hal itu.Dia menatap Aleca dengan mata yang lebar, mencoba untuk memahami apa yang baru saja terjadi.

"kamu berani mengatakan itu kepada saya hmm?" Luiz berkata dengan nada yang mulai meninggi.

Aleca menatap Luiz dengan mata yang tajam, tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan. "Ya, saya berani sama kamu. Kamu tidak pantas menjadi pria, karena pria sejati tidak akan pernah kasar terhadap wanita lemah!" Leca menjawab dengan nada yang tegas, membuat Luiz merasa seperti dia yang salah.

“Hahahaha...”Luis tertawa sambil bertepuk tangan.“Kemarin kamu diam saja saat di tindas tapi sekarang akhirnya kau mempunyai nyali untuk melawan saya!”

“Lantas apakah saya harus diam saja saat rambut saya di tarik!”

“Hey!”Luiz mencengkram kuat rahang ALeca dengan tangan nya.Luiz menatap nya dengan mata yang dingin, cengkeramannya pada rahang Aleca semakin kuat. "Kamu tahu, saya tidak perlu alasan untuk membunuh kamu. Kamu hanya seekor tikus yang bisa saya hancurkan kapan saja!"

Aleca mencoba untuk melepaskan diri, tapi cengkraman Luiz terlalu kuat. Dia meringis kesakitan, mencoba untuk tidak menunjukkan kelemahan. "A... aku... tidak... takut... denganmu..." Leca berkata dengan susah payah, tapi suaranya terdengar lemah.

Luiz tersenyum sinis, menatap Aleca dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu tidak takut?Kamu akan tahu apa artinya takut ketika saya selesai denganmu."

“Ini sakit lepaskan saya”

Tentu Aleca meringis kesakitan cengkraman tangan pria ini begitu kuat sehingga ia tak mampu melepaskan nya.

“Setelah apa yang kau lakukan pada baju yang di berikan Ema untuk saya lalu apa saya

akan melepaskan mu begitu saja tanpa ada hukuman berat”

Sungguh ALeca tak tahan lagi jika dengan menggunakan kekuatan tangan tak mempan maka terpaksa ia menggunakan jalur kaki.

Buggg....

Luiz tersungkur ke belakang

“Arrrrrrgggggg......!kenapa kamu menendang nya bodoh!!”Luiz kesakitan dan dia memegangi sesuatu di balik celananya.

Aleca tertawa getir sambil melipat kedua tangannya dengan santai.“Mungkin wanita ini selalu diam saja saat di tindas tapi lihat sekarang semenjak aku memasuki tubuhnya aku merubah takdirnya”Gumamnya tak terdengar.

ALeca membungkuk menumpuk kan Kedua tangan di dengkul menyamakan posisi Luiz yang masih kesakitan.“Dengar yah saya tidak akan pernah membiarkan kamu menyakiti saya sedikit pun dan jika kamu berani menyakiti saya kembali maka dengan cara yang sama juga saya akan melawan mu!”Ujarnya di akhiri senyum menyungging.

************

“Mbak ALeca”

.

ALeca menoleh ketika ada seseorang yang memanggil nya. Yah iya sadar sekarang dia bukan lagi Kata melainkan Aleca wanita lemah yang ada di dalam novel.

Wanita pelayan itu terus memeriksa Aleca, memastikan bahwa dia tidak terluka parah. "Tidak apa-apa, Mbak. Tuan Luiz tidak melukaimu terlalu parah kan?”

Aleca menatap wanita pelayan itu dengan mata yang serius. "Apa kamu iren?”

Wanita itu terdiam dan sekarang tertawa kecil.“Lalu apa aku terlihat seperti Catrin mbak?”

“Yah benar dia adalah Iren salah satu toko protagonis yang baik sama wanita ini”Gumamnya lagi.

“Mbak Aleca ,kenapa diam”

“Ah tidak...hmm lalu di mana Catrin?”

“Aku di sini mbak...”Wanita bernama Catrin melangkah maju.

Aleca hanya tersenyum melihat kedua orang yang sudah baik kepada wanita ini berada di sini.

“Apa kalian tau di mana ruang makan nya aku lapar dan ingin makan?”Tanya Aleca tiba-tiba.

Iren dan Catrin diam bahkan saling memandang.

“Kenapa kalian diam?”

1
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkkkaaa tema genre transmigrasi 👍🤩🤩
Khairunisa Laras
h
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Herlina Susanty
suka cerita ny thor
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!