NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:683
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 21. Nongkrong dikafe

" Masya Allah tabarakallah gaji cerbung dan bonus sudah turun..Aku tidak menyangka dua cerita ku mendapatkan bonus bersamaan." Gumam Lia matanya terbuka melihat angka 1500$ terpampang nyata didepan matanya..

Ia memberi kabar pada Asti jika Gaji cerbung sudah turun dan.

" Alhamdulillah Lia, sudah aku tarik dollarku, Alhamdulillah bukuku yang kemarin tidak naik pembacanya sekarang naik menjadi ribuan. Ternyata Setelah aku melihat buku para penulis besar, buku mereka juga naiknya lambat tapi sabar awalnya 1k besoknya bisa menjadi 5k." Keduanya sahabat itu asik kirim pesan.

"BTW. Pulang kantor kalian berdua Asih Mau kemana? Kita nongkrong yuk Lia di cafe sekedar ngopi-ngopi cantik. " Asti memang suka dengan ngopi-ngopi di cafe, mungkin karena ia Sudah lama di kota dan sudah terbias nongkrong di cafe, sementara Lia dan Asih masih culun sehingga mendengar kopi satu gelas 60k mereka syok.

"Boleh saja nongkrong di cafe, tapi cafe yang biasa saja ya harga kopinya standar dengan kaum mending mending seperti kami. Kayaknya aku tidak ikhlas membayar coffee seharga berkas 5 liter." Pesan terkirim.

Asti tertawa membaca pesan dari Amelia.

"Dasar perhitungan.. gaji sudah ratusan juta dari naskah, puluhan juta dari novel masih saja enggak ikhlas membayar kopi seharga 60k. Tapi bener juga kata Lia, ngapain ngabisin uang hanya nongkrong di cafe dengan harga kopi setara harga beras. Sementara di kampung orang tua kami hidup pas-pasan."gumam Asti dalam hati.

Lalu ia mengetik pesan dengan sangat lincahnya jari-jarinya yang lentik bergoyang di atas keyboard handphonenya.

"Baiklah kita cari cafe yang sesuai dengan kantong mendang mending seperti kita.. setelah aku pikir-pikir besok saja hari Jumat sore Kita nongkrong di cafe. Pulangnya aku nginep di rumah budemu, malam ini aku izin dulu sama Tuan Reza dan nona Laiba." Senyum manis mengembang di sudut bibir Amelia menambah cantik dirinya.

Reza yang memperhatikan asisten pribadinya itu senyum-senyum di depan layar ponsel jadi jealous..

"Amelia..! Tolong kamu kerjakan laporan ini bisakan? Daripada kamu senyum-senyum sendiri melihat layar ponselmu itu, mendingan kamu bantu saya untuk membuat laporan." Lia menghentikan kegiatannya menatap handphone dengan senyuman.

Ia meletakkan ponselnya  di mejanya.Ia lalu menghampiri meja-reza dan mengambil laporan yang akan ia kerjakan.

"Maksud bapak ini saya membuat rincian berapa pemain di sebuah film yang akan digarap?? Ini naskah dari saya ya Pak?"Lia Sangat hafal sekali dengan naskah tulisannya.

Iya naskah kamu. Mudah-mudahan ia meledak seperti naskah pertama yang saya beli, yang bisa tembus puluhan ribu tiket terjual  setiap bioskopnya.

Sedikit bangga Lia dengan dirinya sendiri bisa berkarya sebagus itu.

"Kenapa kamu senyum-senyum? Dari tadi saya lihat kamu senyum-senyum memangnya ada yang lucu?"tanya Reza jutek.

Lia menjawab dengan gelengan kepala.

" Tidak apa-apa Pak.. Saya sedang suka senyum, sebelum senyum Bapak larang." Reza ingin tertawa tapi ia tahan, janda kampung itu telah membuat hidupnya penuh dengan warna.

Candaan dan bahasanya yang nyablak membuat Reza terhibur.

"Sudah kerjakan itu dengan baik, setelah selesai kamu boleh lanjutkan chatingan dengan pacarmu dan senyum-senyum sendiri."sindir Reza. perasaan jealous yang sudah merasuki hatinya, membuat ia kesal melihat Amelia senyum-senyum di depan layar ponsel.

"Pacar??"lirih Amelia.

"Kamu senyum-senyum sendiri sedang berkirim pesan dengan pacarmu kan?"tuduhan Reza sebuah pertanyaan yang ingin di lontarkan pada Lia Tapi gengsi untuk mengungkapkannya.

Lia bergidik ngeri mendengar kata pacaran.

Bagi Lia tidak ada laki-laki yang tulus mencintai tanpa syarat Seperti almarhum pacarnya.

Dia pernah dicintai tanpa syarat oleh almarhum pacarnya yang bernama Sudirman.

Cinta pertamanya hilang karena kecelakaan motor adu banteng.

7 tahun yang lalu saat Amelia masih menempuh pendidikan di bangku SMA.

Setelah itu ia tidak mau kenal cinta, pernah Ia memulai suatu hubungan akan tetapi kandas karena sang pria tidak menghargai Amelia.

" Iyaa.. ! Kamu sedang berkirim pesan dengan pacarmu kan? Sehingga kamu senyum-senyum sendiri."Lia menarik nafas panjang lalu menghembuskan secara perlahan-lahan.

"Bapak bertanya? Atau menuduh? Saya baru selesai ditalak dan menandatangani surat perceraian. Bahkan Sebelum saya di talak suami saya sudah membawa wanita lain ke rumah Dan disambut hangat oleh mertua saya. Bapak tahu jawabannya kan hati saya masih terluka, walaupun pernikahan itu tidak dilandasi cinta tapi saya memulainya dengan niat yang tulus dan tidak ingin bercerai. Bagi saya cinta akan tumbuh saat selalu bersama. Ternyata semuanya kandas, pernikahan saya yang seumur jagung kandas.. jadi saya menyimpulkan tidak ada yang tulus mencintai selain almarhum pacar saya. Dan saya tidak ingin mengenal Yang namanya Cinta dan saya tidak ingin memulai hidup baru dengan status pernikahan." Nafas Lia memburu menceritakan sepenggal kisah rumah tangganya yang pahit.

Reza tak bergeming ia kaku di tempat tenggorokannya terasa tercekat seperti ada sebuah kerikil yang menghalangi, ia susah untuk menelan.

Nafasnya pun terasa terhimpit seperti ada benda berat yang menghimpit nafasnya mendengar cerita Amelia.

"Tidak semua laki-laki seperti mantan suamimu? Buktinya kamu pernah dicintai secara ugal-ugalan oleh almarhum pacarmu." Reza tidak lagi menuduh ataupun bertanya. Topiknya sekarang berubah menjadi nasehat untuk asisten pribadinya itu.

"Apa mungkin ada? kesempatan kedua kalinya untuk dicintai dengan tulus dan tanpa syarat Seperti almarhum pacar saya dulu? Sepertinya tidak ada laki-laki zaman sekarang mencintai perempuan pertama yang dilihat fisik, yang kedua karirnya. Jika wanita memiliki kelemahan sedikit maka perasaan cinta itu akan berubah menjadi kebencian dan hina.. Jadi Bapak jangan menuduh saya senyum-senyum dengan laki-laki. Saya itu sedang berkirim pesan dengan Asti." Jawab Lia dengan tegas.

Entah mengapa hati Reza menjadi lega dan sejuk mendengar jawaban Amelia. Jika ia berkirim pesan dengan Asti..

Tok tok tok

"Permisi  mau bersih-bersih dari cleaning service."Lia sangat hafal dengan suara itu, Siapa lagi kalau bukan Asih.

Lia beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu..

"Silakan Asih masuk." Pintu terbuka lebar Asih masuk dengan peralatan kebersihannya.

Ruangan Reza kini dibikin transparan kacanya jadi kegiatan Amelia dan Reza terlihat dari luar. Semenjak insiden kemarin dan  desas desus Lia simpanan Reza..

Reza merombak ruangannya.. untuk menghindari fitnah orang-orang yang memiliki mulut usil dan sifat dengki seperti Windy.

Walaupun Windy Sudah dipecat secara tidak terhormat oleh Reza dari kantornya.. Reza yakin masih ada lambe turah yang lain..

"Permisi Tuan Saya ingin membersihkan ruangan ini."ucap Asih dengan sopan dan sambil membukukan sedikit badannya.

"Silakan  Asih.." jawab Reza.

Kasih dengan cekatan membersihkan ruangan itu  dari lantai sampai ke kaca ruangan ia bersihkan, terakhir Meja Reza dan meja Amelia.

Peluh membasahi pelipis Asih.. Lia sedih melihat sahabatnya membersihkan ruangan bosnya hanya sendiri. Ruangan yang begitu besar sebesar rumah cluster.

Lia menyodorkan tisu pada Asih untuk mengelap keringatnya.

"Asih besok Asti mengajak kita nongkrong di cafe. Tapi cafenya yang murahan kok tidak mahal Seperti yang kemarin.. Asti akan menginap di rumah budeku. Kamu juga ya tidur dirumah Bude ku." Bisik Lia.

"Ini tanggal tua lho, aku tidak ada uang buat nongkrong di cafe. Kalian berdua saja." Lia menepuk jidatnya, ia lupa memberitahu Asih jika besok nongkrongnya ia yang traktir.

"Gaji cerbungku sudah turun beserta bonusnya. Untuk besok nongkrong di cafe aku yang traktir kamu bebas makan apa."  Bisik Amelia.

Kasih menggangguk dan tersenyum lalu mengacungkan jempolnya.

"Kalau begitu sepakat..!"sahut Asih.

"Hemmm.."Reza berdehem.

Kasih gelagapan ia buru-buru membawa peralatan kebersihannya dan pamit pada Reza dan Amelia.

"Berbicara bisik-bisik sementara ada orang lain itu hukumnya dosa paham kamu."hardik Reza.

Lia pucat dihardik oleh Reza dengan nada sedikit keras..

Reza menahan tawa melihat wajah pucat Amelia..

"Memangnya kamu sama Asih bisik-bisik membicarakan apa? Pasti membicarakan saya kan?"tuduhan mengandung pertanyaan dilontarkan Reza..

"Bapak GR sekali.! Kerajinan Saya membicarakan Bapak dengan Asih di depan Bapak sama saja bunuh diri. Saya itu membisikan pada Asih jika besok Kami mau nongkrong di cafe bersama Asti, untuk merayakan gaji cerbung kami yang sudah turun.." sedikit lega hati Reza mendengar jawaban Amelia.

"Asti belum minta izin dengan saya jika besok mau nongkrong di cafe bersama kamu Dan kasih."

"Mungkin setelah Bapak pulang dari kantor Asti minta izin nya. Kami itu hanya nongkrong di cafe biasa yang kopinya paling mahal 10k. " Jawab Asti.

Jam dinding telah menunjukkan angka setengah lima.Amelia mulai merapikan kertas-kertas di mejanya.dan ia izin pada Reza untuk melaksanakan shalat Ashar

Saking sibuknya ia bekerja hampir melewati kewajibannya yaitu Sholat Ashar.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!